Lakukan Gerakan Pemanasan Sebelum Olahraga

Pemanasan sebelum lari bisa menghindari Anda dari cedera otot, yang menyusahkan.

Agar aman dan mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga yang Anda lakukan, Anda harus selalu melakukan gerakan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya. Namun, karena keterbatasan waktu, banyak orang sering melewatkan atau tidak melakukan gerakan pemanasan apapun. Padahal, tidak melakukan pemanasan sebelum olahraga dapat meningkatkan risiko cedera, dan memberikan lebih banyak ketegangan pada otot. Saat Anda bersiap untuk melakukan aktivitas olahraga tertentu, baik olahraga kardio, latihan kekuatan, ataupun olahraga tim seperti sepak bola dan basket, sangat penting untuk meluangkan waktu beberapa menit untuk pemanasan. Artikel ini akan membahas hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang gerakan pemanasan. 

Gerakan pemanasan sebelum olahraga itu penting

Gerakan pemanasan dapat membantu tubuh mempersiapkan diri dalam melakukan aktivitas yang berat, membuatnya lebih mudah untuk dilakukan. Beberapa manfaat penting yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan gerakan pemanasan di antaranya adalah:

  • Meningkatkan fleksibilitas. Menjadi lebih fleksibel dapat membuat Anda lebih mudah bergerak serta berolahraga dengan benar. 
  • Mengurangi risiko cedera. Melakukan gerakan pemanasan membuat otot menjadi lebih santai, sehingga dapat mengurangi risiko cedera.
  • Meningkatkan aliran darah dan oksigen. Memiliki aliran darah yang lebih lancar dapat membantu otot mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan sebelum otot tersebut bekerja dengan lebih intens saat berolahraga. 
  • Meningkatkan kinerja. Penelitian menunjukkan bahwa melakukan gerakan pemanasan pada otot membuat Anda dapat berolahraga dengan lebih efektif. 
  • Rentang gerakan yang lebih baik. Memiliki rentang gerakan yang lebih baik dapat membantu Anda menggerakkan persendian sepenuhnya. 
  • Kurangnya ketegangan otot dan rasa sakit. Otot yang mendapatkan pemanasan dapat membantu bergerak dengan lebih mudah, mengurangi otot kaku dan rasa nyeri. 

Pemanasan dinamis dan peregangan statis

Anda mungkin pernah mendengar gerakan pemanasan dinamis dan peregangan statis. Pemanasan dinamis dilakukan pada awal rutinitas olahraga Anda. Pemanasan ini bertujuan untuk mempersiapkan tubuh untuk bekerja dengan intensitas yang lebih berat dan tinggi. Gerakan pemanasan dinamis berfokus pada gerakan yang sama Anda lakukan saat berolahraga. Contohnya, Anda bisa melakukan peregangan yang berdasarkan gerakan seperti squat, atau gerakan ringan seperti mengendarai sepeda dan jogging. Pemanasan dinamis dapat membantu membangun kekuatan, mobilitas, dan koordinasi, yang dapat membantu meningkatkan kinerja atau performa olahraga. 

Sementara itu, peregangan statis akan lebih efektif apabila dilakukan di akhir olahraga. Tindakan ini melibatkan peregangan yang ditahan dalam beberapa waktu untuk membantu memperpanjang atau melemaskan otot dan jaringan penghubung. Aktivitas ini berbeda dengan gerakan pemanasan dinamis, karena Anda harus menjaga tubuh tetap pada posisi yang sama. Peregangan statis dapat membantu Anda meningkatkan jarak gerakan dan fleksibilitas. Beberapa jenis peregangan statis yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah peregangan tricep, peregangan hip flexor, dan peregangan hamstring berbaring. 

Luangkan waktu sekitar 5 hingga 10 menit untuk melakukan gerakan pemanasan. Semakin intens olahraga yang akan Anda lakukan, semakin lama pula pemanasan disarankan. Fokuslah pada grup otot besar dan lakukan gerakan pemanasan yang meniru beberapa gerakan yang akan Anda lakukan saat olahraga. Contohnya, apabila Anda akan berlari atau bersepeda, lakukan hal tersebut dalam laju yang lebih lambat sebagai bentuk gerakan pemanasan. 

Meskipun sering dilewatkan saat olahraga, gerakan pemanasan merupakan bagian sangat penting dalam rutinitas olahraga. Tubuh Anda membutuhkan aktivitas tertentu untuk membuat otot menjadi lebih “panas” agar dapat bersiap saat Anda melakukan olahraga guna mencegah cedera dan meningkatkan fleksibilitas dan performa.

TBC Kulit

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit yang dapat menyerang organ dalam paru-paru manusia. Tidak hanya terjadi pada bagian paru-paru, TBC juga bisa terjadi pada bagian luar paru-paru (ekstrapulmonari) seperti pada bagian kulit (atau yang dikenal sebagai TBC kulit).

Pengertian TBC Kulit

TBC kulit juga disebut sebagai TBC kutaneous. TBC kulit merupakan jenis infeksi yang terjadi pada bagian kulit manusia dimana kondisi tersebut disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yakni bakteri yang menimbulkan TBC paru. Bakteri tuberkulosis memiliki empat spesies, antara lain M. tuberculosis, M. bovis, M. africanum, dan M. microti. Semua spesies bakteri dapat menyebabkan TBC kulit.

Sama seperti TBC paru, TBC kulit juga biasanya dapat ditemukan di bagian tubuh yang banyak terdapat penderita TBC paru. Yang menjadi perbedaan antara TBC paru dan TBC kulit adalah jumlah penderita. 1 hingga 2 persen penderita mengalami TBC kulit. Jumlahnya jauh lebih sedikit dari jumlah penderita TBC ekstrapulmonari.

TBC kulit bisa terjadi pada saat bakteri tuberkulosis menyebar ke bagian permukaan kulit manusia. Infeksi yang dialami manusia mungkin terjadi melalui beberapa cara seperti infeksi langsung pada kulit, bakteri yang menyebar ke kulit organ pada bagian bawah kulit manusia yang mengalami TBC sebelumnya, atau melalui peredaran darah dan limfogen.

Gejala

Ketika Anda mengalami TBC kulit, Anda mungkin bisa mengalami berbagai gejala pada tubuh Anda. TBC kulit dibagi menjadi dua jenis, antara lain TBC kulit primer dan TBC kulit sekunder.

TBC kulit primer terjadi pada orang yang pernah mengalami TBC lain atau disuntik vaksin BCG dan ditandai dengan bintil kecil yang berkembang menjadi lesi seperti luka, namun tidak menimbulkan rasa nyeri. Sebagian orang yang pernah mengalami TBC atau disuntik vaksin BCG, lesi yang muncul biasanya berbentuk papula yang berkembang menjadi hiperkeratotik dan jaringan parut. Kondisi tersebut terjadi selama bertahun-tahun.

TBC kulit sekunder merupakan reaktivasi dari lesi lama atau TBC kulit primer yang berkembang menjadi lebih kronis. TBC kulit sekunder juga lebih banyak terjadi pada manusia dibandingkan dengan TBC kulit primer.

Diagnosis

Jika Anda mengalami TBC kulit, Anda dapat periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan memeriksa kondisi fisik Anda terlebih dahulu. Pemeriksaan fisik bertujuan untuk mengetahui jika ada lesi pada kulit atau tidak.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi tes mantoux. Caranya dengan menyuntikkan cairan yang disebut sebagai PPD tuberculin ke kulit pada bagian lengan Anda.

48 hingga 72 jam kemudian, dokter akan memeriksa bekas suntikan tersebut, untuk mengetahui jika Anda mengalami benjolan atau tidak. Jika Anda mengalami benjolan berukuran 5 hingga 9 mm, maka Anda dinyatakan positif mengalami TBC. Setelah mengetahui kondisi tersebut, Anda perlu menjalani pemeriksaan lanjut yang meliputi pemeriksaan dahak dan rontgen dada.

Pengobatan

Jika pasien ingin mengobati TBC kulit, maka pengobatannya sama seperti TBC paru, yakni obat antituberkulosis. Obat antituberkulosis yang dapat digunakan termasuk obat antibiotik. Contoh obat antibiotik yang dapat digunakan adalah isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, dan ethambutol. Pengobatan tersebut bergantung pada kondisi pasien, ada yang perlu waktu berbulan-bulan, namun juga ada yang sampai sekitar satu tahun.

Kesimpulan

TBC kulit merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai. Gejala yang dialami penderita dapat berkembang menjadi lebih buruk. Oleh karena itu, pengobatan sangat diperlukan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai TBC kulit, Anda bisa tanyakan persoalan ini ke dokter.

Jangan Sepelekan, Obesitas pada Pria Bisa Mengganggu Kesuburan!

Fertilitas atau kesuburan pada laki-laki maupun perempuan memang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kesehatan dan status gizi seseorang sangat menentukan tingkat kesuburan. Obesitas adalah salah satu faktor yang dapat menganggu kesuburan seseorang, terutama pada pria. Menurut hasil penelitian Hiola et al. (2013) dalam Jurnal e-Biomedik, obesitas pada pria dapat menyebabkan disfungsi seksual, yaitu gangguan pada salah satu atau lebih aspek fungsi seksual, yaitu gairah atau hasrat seksual (libido), ereksi, dan ejakulasi.

Bagaimana bisa obesitas pada pria mengganggu kesuburan?

Berbicara tentang aspek kesuburan pria, tentunya tidak lepas dari produksi sperma, kemampuan ereksi, hingga ejakulasi. Kemampuan tubuh melakukan fungsi reproduksi ini sangat dipengaruhi oleh status gizi tubuh, termasuk obesitas. Dilansir dari laman Harvard Health Publishing dengan tajuk Obesity: Unhealthy and Unmanly pada tahun 2011, menunjukkan bahwa pria yang mengalami obesitas hanya mampu memproduksi sedikit sperma. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh terhadap peluang untuk hamil jika suatu saat ingin merencanakan momongan.

Obesitas terhadap hormon testosteron.

Testosteron adalah salah satu hormon reproduksi yang terdapat pada pria dan wanita. Hanya saja, hormon ini lebih banyak diproduksi oleh pria. Fungsi utama hormon testosteron pada pria adalah untuk memproduksi sperma. Hormon ini juga bertanggung jawab dalam memberikan suara yang dalam, otot menjadi besar, pertumbuhan janggut, dan tulang yang kuat pada pria.

Obesitas pada pria dapat menurunkan kadar hormon testosteron. Hal ini disebabkan terjadi peningkatan hormon estrogen, sebagai hasil dari aromatisasi androgen di bagian perifer jaringan adiposa penderita obesitas. Akibatnya, terdapat umpan balik negatif pada kelenjar hipofisis di hipotalamus otak terhadap produksi hormon testosteron, sehingga sekresinya menjadi sedikit.

Obesitas terhadap kemampuan ereksi dan ejakulasi.

Ternyata, obesitas pada pria tidak hanya mengganggu produksi sperma saja, loh. Obesitas juga memengaruhi kemampuan ereksi pria. Pasalnya, meskipun kadar testosteron normal, pria yang obesitas berisiko tinggi mengalami disfungsi ereksi. Bahkan, sebuah penelitian di California menunjukkan bahwa pria yang memiliki IMT overweight (di bawah obesitas) berisiko mengalami gangguan ereksi lebih dari 90%.

Merujuk pada Jurnal e-Biomedik yang berjudul Pengaruh Obesitas Terhadap Terjadinya Disfungsi Seksual pada Pria, masalah ejakulasi akibat obesitas pada pria dikaitkan dengan masalah psikologis. Pria yang mengalami obesitas cenderung merasa kurang percaya diri terhadap tubuhnya, sehingga timbul kecemasan bahkan stres. Apabila kondisi tersebut sudah dialami pria, maka ketika orgasme dan ejakulasi jadi tergesa-gesa. Akibatnya, pasangan menjadi tidak puas.

Tidak hanya kesuburan, obesitas pada pria juga memicu penyakit lainnya.

Jika Anda mengalami obesitas dan tidak segera mengatasinya, maka tidak hanya kesuburan saja yang terganggu, melainkan timbul masalah kesehatan yang lebih parah lagi. Baik itu overweight maupun obesitas, keduanya sama-sama dapat meningkatkan risiko penyakit :

  1. Diabetes mellitus tipe II.
  2. Asma.
  3. Gangguan tidur atau insomnia.
  4. Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  5. Serangan jantung.
  6. Sirosis hati.
  7. Sindrom metabolik.
  8. Stroke.
  9. Kolesterol tinggi.
  10. Nyeri sendi.

Obesitas pada pria banyak terjadi karena penumpukan lemak secara berlebihan di tubuh. Lemak bisa menumpuk karena tidak dikeluarkan dalam bentuk energi, seperti olahraga dan beraktivitas fisik. Banyak orang mengalami obesitas karena banyak makan, namun malas bergerak, alias sedentary lifestyle. Oleh sebab itu, penting sekali menerapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat untuk kesehatan Anda saat ini dan di masa yang akan datang. 

Prosedur dan Risiko Cabut Gigi Geraham

Kerusakan gigi parah, infeksi gigi, dan gigi yang berkerumun umumnya menjadi alasan mengapa orang-orang melakukan cabut gigi geraham. Mereka yang mendapatkan behel, dalam kasus tertentu, membutuhkan pencabutan satu atau lebih gigi agar memiliki cukup ruang untuk gigi bergerak ke posisi yang diinginkan. Selain itu, mereka yang akan mendapatkan chemotherapy atau akan mendapatkan transplantasi organ tubuh memerlukan cabut gigi geraham yang rusak untuk menjaga mulut mereka tetap sehat. Pencabutan gigi dilakukan oleh dokter gigi dan merupakan prosedur rawat jalan yang cukup cepat, serta menggunakan anestesi lokal, umum, ataupun IV.

Persiapan sebelum pencabutan gigi

Sebelum melakukan cabut gigi geraham, dokter akan mengambil gambar sinar-X dari gigi Anda. Pastikan Anda memberitahu dokter tentang obat tertentu, vitamin, obat OTC, ataupun suplemen yang sedang dikonsumsi. Anda juga perlu memberitahu dokter apabila Anda akan mendapatkan perawatan kondisi medis berbentuk obat IV yang bernama bisphosphonate. Apabila iya, cabut gigi geraham akan dilakukan sebelum perawatan obat tersebut diberikan. Jika tidak, rahang Anda memiliki risiko yang tinggi terkena kematian tulang (osteonecrosis). Anda juga perlu memberitahu dokter gigi apabila memiliki kondisi seperti cacat jantung bawaan, diabetes, penyakit hati, penyakit thyroid, tekanan darah tinggi, persendian buatan, penyakit adrenal, katup jantung yang rusak, sistem kekebalan tubuh yang lemah dan penyakit renal.

Dokter gigi akan memastikan semua kondisi kesehatan yang Anda miliki dalam keadaan stabil atau dirawat terlebih dahulu sebelum Anda mendapatkan pencabutan gigi. Anda akan diberi resep antibiotik beberapa hari sebelum prosedur dilakukan jika operasi diperkirakan membutuhkan waktu yang lama, Anda memiliki infeksi atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Prosedur cabut gigi geraham

Pencabutan gigi terbagi menjadi dua jenis, ekstraksi sederhana dan ekstraksi bedah. Jenis pencabutan yang akan Anda dapatkan tergantung pada apakah gigi Anda terlihat atau impaksi.

  • Ekstraksi sederhana

Dalam prosedur jenis ini, Anda akan mendapatkan anestesi lokal, yang akan membuat daerah di sekitar gigi mati rasa sehingga Anda hanya akan merasakan adanya tekanan (dan bukan rasa sakit) saat prosedur cabut gigi geraham berlangsung. Dokter gigi kemudian akan menggunakan sebuah alat yang bernama “elevator” untuk melonggarkan gigi dan tang untuk mencabutnya.

  • Ekstraksi bedah

Dalam ekstraksi jenis ini, Anda akan mendapatkan anestesi lokal dan anestesi IV (yang akan membuat Anda merasa santai dan tenang). Anda juga bisa mendapatkan anestesi umum tergantung pada kondisi medis apapun yang Anda miliki. Apabila Anda mendapatkan anestesi umum, Anda akan tidak sadarkan diri selama prosedur berlangsung. Dokter gigi akan membuka gusi lewat sayatan kecil. Dokter juga dapat mengangkat tulang di sekitar gigi atau memototng gigi sebelum gigi dapat dicabut.

Risiko cabut gigi

Ada beberapa risiko kecil dari cabut gigi geraham. Namun, apabila dokter gigi Anda merekomendasikan prosedur ini, manfaat yang didapat akan jauh lebih besar dibandingkan dengan kemungkinan kecil terjadinya komplikasi kesehatan. Umumnya setelah cabut gigi geraham, darah akan menggumpal secara alami di rongga tulang (lubang di tulang di mana gigi yang cabut tadinya berada). Beberapa risiko lain dari cabut gigi geraham adalah pendarahan yang bertahan selama lebih dari 12 jam, demam atau menggigil yang parah (menjadi tanda-tanda adanya infeksi), mual dan muntah, batuk, sakit dada dan sesak napas, serta pembengkakan dan tanda-tanda kemerahan di daerah yang dioperasi.

Skleritis

Skleritis adalah peradangan pada bagian putih bola mata (sklera)

Skleritis merupakan gangguan berupa peradangan pada bagian putih bola mata (sklera). Sklera merupakan jaringan yang melindungi mata. Skleritis terdiri dari dua tipe, antara lain bagian depan sklera (anterior) dan bagian belakang sklera (posterior).

Gejala

Seseorang yang mengalami skleritis bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Rasa nyeri di bagian mata.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Mata mengalami kemerahan.
  • Pandangan kabur.
  • Air mata keluar tanpa sebab.
  • Terdapat tonjolan kecil pada bagian putih bola mata.

Penyebab

Skleritis disebabkan oleh gangguan autoimun. Gangguan autoimun bisa terjadi ketika sistem pertahanan tubuh menyerang jaringan sendiri. Tidak hanya itu, seseorang yang mengalami skleritis juga kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi pada mata, cedera mata, atau parasit.

Faktor Risiko

Skleritis bisa mengarah pada semua kalangan. Namun, wanita lebih berpotensi mengalami gangguan mata seperti ini. Tidak hanya itu, berikut adalah beberapa kriteria yang dapat membuat seseorang memiliki risiko yang lebih besar terhadap skleritis:

  • Penyakit Wegener

Penyakit Wegener merupakan gangguan yang melibatkan peradangan pada pembuluh darah.

  • Penyakit radang usus

Penyakit radang usus juga bisa berpotensi membuat seseorang mengalami skleritis.

  • Lupus

Lupus merupakan gangguan pada kekebalan dimana masalah tersebut menimbulkan peradangan kulit sehingga bisa mempengaruhi kondisi mata.

  • Jaringan mata

Jaringan mata seseorang bisa mengalami gangguan seperti skleritis karena pernah mengalami kecelakaan.

  • Infeksi mata

Infeksi mata juga bisa menjadi salah satu faktor yang dapat membuat seseorang mengalami risiko yang lebih besar terhadap skleritis. Infeksi mata mungkin ada kaitannya dengan penyakit autoimun.

  • Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren merupakan salah satu gangguan yang bisa terjadi pada mata akibat kelainan kekebalan tubuh.

Diagnosis

Jika Anda mengalami skleritis, Anda perlu periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan menanyakan kondisi Anda terlebih dahulu seperti gejala yang Anda alami. Setelah itu, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Ultrasonografi (USG)

USG dapat dilakukan untuk mengetahui jika ada perubahan di bagian sklera.

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan untuk mengetahui jika ada gangguan pada sistem imun di dalam tubuh.

  • Biopsi

Biopsi pada sklera juga dapat dilakukan dengan melepaskan jaringan sklera supaya dapat diperiksa melalui mikroskop.

Pengobatan

Jika ingin mengobati skleritis, berikut adalah beberapa obat yang dapat digunakan:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Pil kortikosteroid.
  • Glukokortikoid oral.
  • Obat imunosupresif.
  • Obat antijamur.
  • Obat antibiotik.

Pencegahan

Selain pengobatan di atas, berikut adalah beberapa cara yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah skleritis:

  • Hindari kebiasaan menggaruk di bagian mata.
  • Hindari penggunaan lensa untuk sementara waktu.
  • Hindari penggunaan riasan di bagian mata secara berlebihan.
  • Kenakan kacamata hitam agar mata tidak terkontaminasi.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda mengalami gangguan pada mata seperti skleritis, Anda dapat konsultasikan masalah tersebut ke dokter. Sebelum Anda berkonsultasi, Anda dapat mempersiapkan diri dengan melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat penyakit yang Anda alami.
  • Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan menanyakan kepada Anda seperti:

  • Kapan gejala skleritis terjadi?
  • Apakah gejala tersebut membaik atau memburuk?

Kesimpulan

Skleritis merupakan salah satu gangguan yang bisa terjadi pada mata yang perlu diwaspadai. Berbagai gejala bisa timbul seperti pandangan kabur. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengatasi gangguan seperti ini, Anda sebaiknya lakukan hal-hal yang dianjurkan di atas. Jika Anda ingin bertanya mengenai skleritis, Anda bisa tanyakan persoalan ini ke dokter.

Depresi dan Gangguan Cemas pada Generasi Milenial

Generasi milenial mengubah cara orang memandang kesehatan mental. Lebih dari itu, generasi ini mendorong orang untuk membicarakan kesehatan mental. Persoalan yang sebetulnya dekat dan bisa dialami siapa saja, namun dalam kurun waktu yang panjang dianggap tabu untuk dibicarakan.

Memang benar, kasus depresi dan anxiety meningkat drastis di kalangan generasi milenial. Namun, hal ini terjadi karena generasi milenial merupakan generasi pertama yang tidak sungkan membicarakan tentang pergulatan mereka dengan gangguan mental. Harapannya, tidak ada lagi stigma terhadap orang dengan gangguan kesehatan mental.

Kesehatan mental generasi milenial

Depresi dan kecemasan merupakan dua jenis gangguan mental yang umum ditemui pada generasi milenial. Tekanan finansial, kesepian, keinginan menjadi sempurna, serta kelelahan di tempat kerja, merupakan beberapa faktor utama yang meningkatkan gangguan kesehatan mental pada generasi ini.

Mari kita bahas satu per satu faktor-faktor tersebut!

1. Generasi milenial tertekan secara finansial

Sebagian besar milenial merasakan tekanan, antara harus menyiapkan keuangan untuk hidup saat ini serta bertanggung jawab atas kebutuhan keuangan di masa depan. Sementara, diketahui bahwa kebanyakan milenial tidak memiliki dana pensiun.

Generasi milenial sibuk melunasi utang dan selalu ada di bawah tekanan untuk membeli rumah. Kerap kali, generasi ini dibandingkan dengan generasi sebelumnya, yang rata-rata sudah memiliki rumah di usia yang sama.

Perlu dipahami juga, generasi milenial tumbuh dalam atau setelah krisis ekonomi. Di mana biaya hidup semakin mahal. Walaupun gaya hidup juga memegang peranan penting dalam pengelolaan finansial ini.

Tekanan atau kesulitan finansial ini dapat berujung menjadi tekanan psikologis. Otak akan mengalami peradangan akut sebagai respons terhadap kesulitan finansial yang dialami.

Situasi ini berpotensi menimbulkan hubungan yang tidak baik dengan teman atau keluarga, konflik di tempat kerja, dan tekanan sosial. Semua hal tersebut dapat menjadi pemicu terjadinya depresi dan gangguan kecemasan.

2. Kelelahan di tempat kerja

Kelelahan dan tekanan di tempat kerja juga berkontribusi besar pada munculnya gangguan kesehatan mental di kalangan milenial. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa 50% generasi milenial meninggalkan pekerjaan karena alasan kesehatan mental.

Hal ini juga sangat erat kaitannya dengan tekanan finansial. Kebanyakan milenial bekerja keras demi memenuhi ekspektasi, baik pribadi maupun lingkungan sekitar, terkait kemapanan finansial.

Lagi-lagi, situasi ini dapat berakhir menjadi depresi dan gangguan kecemasan.

3. Merasa kesepian

Dibandingkan generasi sebelumnya, generasi milenial cenderung lebih merasa kesepian. Setidaknya, sekitar 30% dari milenial hampir selalu merasa kesepian.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa 1 dari 5 orang milenial mengaku tidak memiliki teman, 27% di antaranya mengaku tidak memiliki teman dekat, dan 30% mengaku tidak memiliki sahabat atau ‘best friend’.

Keberadaan media sosial turut menyumbang pada munculnya rasa kesepian ini. Generasi milenial diketahui banyak menghabiskan waktu untuk mengakses media sosial. Aktivitas ini, tanpa disadari, membuat para milenial jarang berinteraksi dengan orang di dunia nyata. Akibatnya, para milenial kerap merasa kesepian.

Kesepian dan isolasi sosial merupakan dua di antara berbagai pemicu utama depresi. Kondisi ini juga bisa sekaligus gejala dari depresi itu sendiri.

Seseorang yang mengalami depresi dapat merasa kesepian, meskipun ada orang di sekitarnya. Sebab kesepian merupakan perasaan internal yang memiliki kaitan erat dengan rendahnya self esteem.

Generasi milenial yang merasa sangat kesepian umumnya memiliki kesehatan fisik yang tidak baik, mengalami depresi, kesulitan membuat keputusan, merasakan stres, berpotensi menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan terlarang, hingga memiliki dorongan untuk bunuh diri.

Bagi Anda, baik generasi milenial atau bukan, jika merasakan ada gangguan kesehatan mental yang dialami, atau sesederhana sering merasa kesepian, segeralah berkonsultasi dengan professional.

4 Golongan Antibiotik yang Sering Digunakan

Ada 10 golongan antibiotik yang bisa dipilih sesuai kondisi penyakit

Antibiotik adalah kelompok obat-obatan yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh beberapa kuman, bakteri dan parasit tertentu. Antibiotik biasanya dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan mekanisme kerjanya, struktur kimia, atau spektrum aktivitas.

Meskipun antibiotik obat-obatan yang digunakan untuk infeksi, mereka tidak bekerja melawan infeksi yang disebabkan oleh virus misalnya seperti, flu biasa. Antibiotik biasanya hanya diresepkan untuk infeksi bakteri yang lebih serius, karena banyak infeksi membaik dengan sendirinya. Penggunaan antibiotik yang benar juga sangat penting untuk membantu mengurangi resistensi antibiotik. 

Terdapat berbagai antibiotik yang tersedia dan datang dalam berbagai merek yang berbeda. Antibiotik biasanya dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan cara kerjanya. Setiap jenis antibiotik hanya bekerja melawan beberapa jenis bakteri atau parasit tertentu. Inilah sebabnya mengapa berbagai golongan antibiotik digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi.

Berikut golongan utama antibiotik yang paling umum digunakan:

  • Penisilin 

Penisilin adalah golongan antibiotik yang menyerang berbagai macam bakteri.  Mereka adalah antibiotik pertama yang digunakan dokter. Jamur penicillium adalah sumber penisilin, yang dapat dikonsumsi secara oral atau injeksi.

  • Sefalosporin 

Sefalosporin adalah golongan antibiotik β-laktam yang awalnya berasal dari jamur Acremonium, yang sebelumnya dikenal sebagai “Cephalosporium”. Sefalosporin diindikasikan untuk profilaksis dan pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap bentuk antibiotik khusus ini. 

  • Tetrasiklin 

Tetrasiklin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati sejumlah infeksi, termasuk jerawat, kolera, brucellosis, wabah, malaria, dan sifilis yang dikonsumsi melalui mulut.

  • Aminoglikosida 

Berbeda dari antibiotik lain yang lebih sering dikonsumsi secara oral, aminoglikosida lebih sering diberikan secara injeksi atau suntikan, langsung ke pembuluh darah. Contoh obat yang masuk dalam golongan antibiotik ini antara lain gentamicin, tobramycin, amikacin.

Biasanya dokter meresepkan antibiotik untuk pengobatan infeksi bakteri. Jika Anda terlalu sering menggunakan antibiotik atau menggunakannya secara salah, bakteri mungkin menjadi resisten. Hal ini berarti bahwa, antibiotik menjadi kurang efektif terhadap jenis bakteri tersebut karena bakteri mampu meningkatkan pertahanannya.

Beberapa golongan antibiotik bekerja dengan cara membunuh kuman, bakteri atau parasit. Hal ini sering dilakukan dengan mengganggu struktur dinding sel bakteri atau parasit.  Sedangkan beberapa antibiotik bekerja dengan menghentikan bakteri atau parasit agar tidak bertambah banyak.

Penyakit yang Sebabkan Gejala Sakit Perut Bagian Atas

Sakit perut bagian atas dapat menjadi gejala adanya penyakit tertentu.

Perut bagian atas memiliki sejumlah organ yang penting untuk tubuhmu. Beberapa organ tersebut di antaranya ialah perut, limpa, pankreas, ginjal, kelenjar adrenal, sebagian dari usus besar, hati, kantung empedu, dan bagian dari usus kecil yang biasa disebut dengan duodenum. Maka dari itu, ada beberapa kondisi mendasar yang dapat menyebabkan sakit perut bagian atas.

Berikut ini beberapa kondisi yang biasanya mengiringi rasa sakit perut bagian atas yang perlu diketahui:

  • Nyeri atau tekanan hebat
  • Demam
  • Mual atau muntah yang tidak akan hilang
  • Penurunan berat badan tak terduga
  • Kulit yang menguning
  • perut berkeringat
  • Perut terasa sangat lembut ketika disentuh
  • Tinja berdarah

Berdasar sejumlah organ tersebut, ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan sakit perut bagian atas, yaitu:

  • Batu Empedu

Batu empedu adalah timbunan padat cairan empedu dan cairan pencernaan lainnya yang terbentuk di kantong empedu kamu. Biasanya, batu empedu menjadi penyebab umum timbulnya rasa sakit yang di sisi kanan perut bagian atas.

Jika kamu mengalami gangguan di batu empedu, sensasi sakit tidak hanya di perut bagian atas saja, tetapi juga di bahu kanan, mengalami mual atau muntah, sakit punggung di antara tulang belikat, rasa sakit yang tiba-tiba, serta intens di tengah perut dan di bawah tulang dada.

  • Hepatitis

Hepatitis adalah infeksi hati yang dapat menyebabkan rasa sakit di sisi kanan perut bagian atas. Gejala umum yang biasanya dialami pengidap hepatitis adalah kelemahan dan kelelahan, mual dan muntah, demam, nafsu makan yang buruk, urine berwarna gelap, nyeri sendi, penyakit kuning, gatal pada kulit, serta kehilangan nafsu makan.

  • Abses hati

Abses hati disebabkan oleh sejumlah bakteri umum yang menyebabkan kumpulan nanah di hati. Abses hati juga bisa menyebabkan infeksi darah, kerusakan hati, ataupun infeksi perut, seperti usus buntu atau usus berlubang.

Gejala lain dari abses hati selain nyeri di perut bagian atas adalah rasa sakit di bagian kanan bawah dada, urine berwarna gelap, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, penurunan berat badan mendadak, penyakit kuning demam, menggigil, serta berkeringat di malam hari.

  • GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah acid reflux yang dapat mengiritasi lapisan esofagus kamu. GERD dapat menyebabkan nyeri ulu hati, yang mungkin kamu rasakan dari perut ke dada. Kondisi ini dapat mengakibatkan kamu merasakan sakit di perut bagian atas.

Gejala lain GERD dapat termasuk sakit dada, gangguan saat menelan makanan, arus balik makanan atau cairan asam, perasaan memiliki benjolan di tenggorokan kamu, batuk kronis, serta masalah tidur dan radang tenggorokan.

  • Hiatal Hernia

Hernia hernia terjadi ketika bagian perut kamu menonjol ke atas melalui otot besar yang memisahkan diafragma dan perut. Kamu mungkin akan merasakan sakit di sisi kiri perut bagian atas, karena di situlah sebagian besar perut berada.

Ada beberapa gejala lain yang mengiringi penyakit ini, seperti mulas, acid reflux, masalah saat menelan, sesak napas, arus balik makanan atau cairan ke mulut, bahkan sampai memuntahkan darah.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyebab sakit perut bagian atas dan penyakit apa yang mengiringinya, bisa tanyakan langsung ke dokter-dokter yang ahli. Nantinya dokter tersebut akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.

Demikian penjelasan mengenai sakit perut bagian atas yang perlu dipahami. Semoga menambah wawasan dan pengetahuanmu.

Neuroblastoma

Neuroblastoma merupakan kanker yang berawal dari sel-sel saraf yang belum matang (neuroblast). Kondisi seperti ini dapat terjadi di beberapa bagian tubuh manusia, namun lebih sering muncul di bagian kelenjar adrenal pada bagian atas ginjal atau jaringan saraf tulang belakang yang meliputi leher, dada, perut, dan panggul.

Kanker ini juga dapat menyebar ke organ lain seperti sumsum tulang belakang, kelenjar getah bening, tulang, hati, bahkan kulit. Neuroblastoma lebih berpotensi terjadi pada anak-anak yang berusia 5 tahun ke bawah.

Gejala

Gejala neuroblastoma bergantung pada bagian yang terjangkit dan seberapa jauh kanker tersebut menyebar di tubuh manusia. Jika neuroblastoma terjadi di bagian perut, berikut adalah gejala yang dialami penderita:

  • Pembengkakan di bagian perut dan terasa sakit.
  • Mengalami benjolan di bagian bawah kulit, namun tidak menimbulkan rasa sakit bila disentuh.
  • Mengalami perubahan dalam kebiasaan buang air besar.

Jika neuroblastoma terjadi di bagian dada, maka gejala yang akan dialami penderita adalah sebagai berikut:

  • Nafas berbunyi.
  • Rasa sakit di bagian dada.
  • Perubahan di bagian mata seperti ukuran pupil yang berbeda pada kedua mata.

Seseorang juga bisa mengalami gejala lain yang meliputi:

  • Bola mata yang lebih menonjol dari biasa.
  • Lingkaran hitam seperti memar di sekitar mata.
  • Rasa sakit di bagian punggung.
  • Demam.
  • Berat badan mengalami penurunan.
  • Sakit pada bagian tulang.

Penyebab

Pada awalnya, kanker terjadi karena sel-sel sehat bermutasi sehingga memicu pertumbuhan secara berlebihan. Sel-sel tersebut kemudian berubah menjadi sel kanker yang terus bertumbuh dan berkembang secara tidak terkendali sehingga dapat membentuk tumor.

Neuroblastoma berasal dari kata ‘neuroblast’ yang merupakan sel-sel saraf yang belum matang dimana sel-sel tersebut terbentuk ketika janin berkembang di dalam rahim. Pada saat bayi lahir, neuroblast akan berubah menjadi sel dan serat saraf, serta sel kelenjar adrenal. Neuroblast yang tersisa biasanya akan matang dan menghilang. Jika tidak, maka akan berpotensi menjadi tumor.

Sama seperti jenis kanker lain, penyebab mutasi genetik pada kanker tersebut belum jelas. Namun, anak-anak dengan riwayat keluarga neuroblastoma lebih berpotensi mengalami risiko terhadap penyakit tersebut.

Diagnosis

Jika anak Anda mengalami neuroblastoma, Anda sebaiknya bawa anak Anda ke dokter anak. Dokter anak dapat melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi:

  • Tes fisik

Tes fisik dilakukan untuk mengetahui gejala yang dialami anak.

  • Tes urine

Neuroblastoma menghasilkan katekolamin sehingga kadar katekolamin di dalam tubuh menjadi lebih tinggi sehingga perlu diperiksa melalui tes urine.

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan dilakukan untuk melihat massa tumor di dalam tubuh. Tes pencitraan meliputi X-ray, ultrasonografi (USG), CT scan, atau MRI.

  • Pengambilan sampel jaringan

Pengambilan sampel jaringan atau biopsi dapat dilakukan jika terdapat massa di dalam tubuh. Cara ini dapat menginformasikan jenis sel yang ada di dalam tumor dan karakteristik genetik sel kanker secara spesifik.

  • Aspirasi dan biopsi sumsum tulang

Cara ini dilakukan untuk mengetahui jika neuroblastoma sudah menyebar hingga ke sumsum tulang belakang.

Pengobatan

Pengobatan neuroblastoma dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Kemoterapi

Kemoterapi dapat dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh. Kemoterapi bisa berupa suntikan atau obat berbentuk pil.

  • Imunoterapi

Imunoterapi dapat dilakukan dengan menggunakan obat yang mendorong sistem imun dalam tubuh untuk membantu membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi dapat dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker, dengan menggunakan sinar bertenaga tinggi (sinar-X).

  • Operasi

Operasi dapat dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh bagian yang terjangkit tumor atau kanker.

5 Manfaat Bubur Kacang Hijau yang Sangat Menakjubkan

Kacang hijau sudah mulai dibudidayakan sejak dulu. Berawal dari India, kacang hijau lalu tersebar ke China dan berbagai negara di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, kacang yang satu ini diolah menjadi rupa-rupa kudapan, salah satunya bubur.

Banyak orang sangat familier dengan bubur kacang hijau. Beberapa menambahkan bubur ketan hitam, bahkan roti tawar, sebagai pelengkap. Di samping lezat disantap, hidangan nusantara yang satu ini juga menyimpan ragam manfaat bagi kesehatan.

1. Membantu meningkatkan kesehatan kandungan

Wanita hamil biasanya disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung asam folat. Tidak lain, karena asam folat sangat esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Sayangnya, kebanyakan perempuan tetap kekurangan asam folat dan berakhir mengalami proses persalinan yang berisiko. Padahal, tidak sulit untuk memperoleh asupan asam folat. Bubur kacang hijau dapat menjadi pilihan kudapan para ibu hamil, sebab di dalamnya terkandung asam folat dalam kadar yang tinggi.

Kacang hijau juga kaya akan zat besi, protein, dan serat. Semuanya merupakan zat-zat yang sangat dibutuhkan selama masa kehamilan.

2. Menurunkan risiko serangan jantung

Risiko serangan jantung kerap dikaitkan dengan kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh, khususnya kadar LDL atau ‘kolesterol jahat’.

Penelitian menunjukkan bahwa kacang hijau memiliki zat tertentu yang dapat menurunkan kadar LDL. Antioksidan yang terkandung di dalam kacang hijau bukan hanya dapat menurunkan kadar LDL, melainkan dapat mencegah LDL berinteraksi dengan radikal bebas yang tidak stabil.

Mengonsumsi sekitar 130 gram bubur kacang hijau dapat membantu menurunkan kadar LDL, sehingga risiko serangan jantung juga menurun. Tentu sangat baik bila bubur yang dikonsumsi tidak terlalu banyak mengandung gula dan santan.

3. Membantu menurunkan tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan persoalan kesehatan yang serius. Gangguan ini menjadi salah satu penyebab kematian, sebab dari tekanan darah tinggi ada banyak gangguan medis yang dapat timbul.

Kabar baik bagi Anda penggemar bubur kacang hijau, sebab kacang yang satu ini disebut-sebut dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Di dalam kacang hijau terkandung banyak kalium, magnesium, dan serat. Nutrien yang berkaitan dengan kejadian darah tinggi.

Sebuah penelitian pada hewan uji menunjukkan bahwa protein tertentu di dalam kacang hijau dapat menekan enzim yang secara alami meningkatkan tekanan darah. Meski demikian, seberapa jauh efeknya pada tekanan darah manusia masih belum diketahui secara pasti.

4. Meningkatkan kesehatan saluran pencernaan

Di dalam kacang hijau, terdapat banyak nutrien yang baik bagi kesehatan pencernaan. Salah satunya, kandungan serat yang tinggi.

Kacang hijau juga mengandung serat larut air yang disebut pectin. Jenis serat ini dapat menjaga gerakan peristaltik usus tetap teratur serta mempercepat pergerakan makanan di usus. Dengan demikian, proses buang air besar pun dapat lebih teratur dan lancar.

Tidak hanya itu, di dalam kacang hijau juga terdapat pati yang dapat menjaga bakteri baik di usus Anda. Bakteri baik akan mencerna pati tersebut dan mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek. Nantinya, asam lemak ini dapat menutrisi sel-sel usus, meningkatkan kekebalan sel usus, hingga mencegah kanker usus.

Tidak heran bila bubur kacang hijau banyak dikonsumsi sebagai menu sarapan, ya!

5. Membantu menurunkan berat badan

Mengonsumsi jenis makanan yang kaya serat dan protein sangat baik dalam proses menurunkan berat badan. Serat dan protein dapat menekan produksi hormon yang menyebabkan rasa lapar.

Selain menekan hormon penyebab lapar, konsumsi bubur kacang hijau juga akan menginduksi produksi hormon yang membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Dengan demikian, konsumsi makanan harian Anda dapat berkurang yang berdampak pada penurunan berat badan.