Hati-hati Efek Samping Haloperidol

Haloperidol adalah obat yang digunakan untuk merawat beberapa gangguan mental atau suasana hati tertentu, seperti schizophrenia. Obat ini dapat membantu Anda untuk berpikir dengan lebih jelas, tidak gugup, sehingga Anda dapat beraktivitas dengan lebih baik setiap harinya. Haloperidol juga dapat membantu mencegah potensi bunuh diri pada orang-orang yang sering melukai diri sendiri, mengurangi agresi dan keinginan untuk melukai orang lain, dan mengurangi pikiran-pikiran dan halusinasi negatif. Haloperidol juga dapat digunakan untuk merawat gerakan atau pembicaraan (baik kata ataupun suara) tidak terkontrol pada orang-orang yang menderita sindrom Tourette. Selain itu, haloperidol juga digunakan untuk gangguan perilaku parah pada anak-anak hiperaktif apabila perawatan dan obat-obatan lain tidak efektif bekerja. Haloperidol merupakan obat psikriatik jenis anti-psikotik yang bekerja dengan cara membantu mengembalikan keseimbangan zat-zat alami tertentu yang ada di otak (neurotransmitter). Meskipun banyak manfaatnya, ada beberapa efek samping haloperidol yang perlu diketahui. Artikel ini akan membahas hal tersebut.

Efek samping haloperidol salah satunya adalah menyebabkan kantuk. Selain itu, haloperidol dapat memengaruhi sistem saraf pusat (kecemasan, rasa lelah, dan gangguan tidur), gastrointestinal (konstipasi atau diare dan mual atau muntah), efek hormon (menurunnya kemampuan seksual, siklus menstruasi bulanan yang berubah, dan meningkatnya level prolactin), serta efek anticholinergic (mulut kering, pandangan yang kabur, bertambahnya berat badan, dan berkurangnya sensitivitas terhadap panas atau dingin). Haloperidol juga dapat menyebabkan efek samping yang serius, seperti sakit dan pembengkakan payudara atau produksi ASI (hanya terjadi pada wanita) yang tidak biasa; kesulitan buang air kecil, atau hilangnya kontrol kandung kemih secara tiba-tiba; pusing, demam, menggigil, radang tenggorokan, kejang, dan ruam kulit; gejala-gejala pergerakan (extrapyramidal) seperti gemetar, kaku, gerakan yang lambat, gelisah, bentuk otot yang tidak normal, dan gerakan memutar pada kepala, leher, dan lidah.

Efek samping haloperidol juga dapat menyebabkan juga dapat menyebabkan tardive dyskinesia, yaitu sebuah gangguan pergerakan yang ditunjukkan dengan gejala seperti gerakan lidah atau mengunyah dan gerakan kaki yang tidak terkontrol dan terjadi secara terus-menerus. Efek samping serius lain juga melibatkan dystonia, sebuah gerakan tidak normal dan kontraksi berkepanjangan yang disebabkan karena gangguan bentuk otot. Gejala dystonia di antaranya adalah kejang otot tidak terkontrol pada bagian wajah, tangan, lengan, atau kaki; gerakan tubuh yang memutar; kesulitan bernapas; kesulitan berbicara dan menelan; serta kesulitan berjalan dan kehilangan keseimbangan. Haloperidol juga dapat menyebabkan gangguan kardiovaskular, seperti tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur, dan kelelahan. Jaundice, yaitu berubahnya warna kulit dan bagian putih mata menjadi kuning serta infeksi paru-paru bernama bronchopneumonia juga merupakan beberapa efek samping haloperidol lainnya.

Dengan mengetahui efek samping haloperidol di atas, tentunya konsumsi obat ini harus mengikuti dosis dan resep yang direkomendasikan oleh dokter. Dosis, bentuk, dan seberapa sering Anda perlu mengonsumsi haloperidol akan bergantung pada usia, kondisi gangguan yang dirawat, seberapa parah kondisi tersebut, obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi (karena efek samping haroperidol lain adalah adanya interaksi negatif dengan obat lain), dan bagaimana tubuh Anda berekasi dengan dosis pertama. Pada orang dewasa usia 18 hingga 54 tahun, dosis biasanya berkisar antara 0,5-5 mg 2 hingga 3 kali sehari, dengan dosis maksimal perhari adalah 100 mg. Untuk anak usia 3-12 tahun (dengan berat 15-40kg) dosis harian yang direkomendasikan adalah 0,05 hingga 0,15 mg per kilogram berat badan per hari.

Banyak Penyebab Dada Sesak, Ini Cara Meredakannya

Penyebab dada sesak sangat beraneka rupa. Tidak melulu mengarah pada serangan jantung, rasa sesak di dada yang menyerupai tindihan berat atau rasa tertusuk benda tajam juga rentan dipicu oleh berbagai masalah kesehatan lainnya. Beberapa masalah kesehatan lain yang menjadi penyebab dada sesak, di antaranya refluks lambung atau GERD, asma, hingga serangan panik yang timbul akibat kecemasan yang berlebihan. 

Ketika merasakan dada sesak, pergi menemui tenaga medis adalah jalan terbaik. Ini mengingat banyak penyebab dada sesak yang merupakan penyakit serius. Namun jika tidak memungkinkan untuk segera pergi ke dokter atau rumah sakit, cobalah meredakan gejalanya sedikit agar Anda bisa merasa lebih nyaman. 

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda ambil ketika mengalami dada sesak. Langkah penanganan ini tidaklah terlalu sulit dan bisa Anda lakukan dari mana saja, termasuk dari rumah. 

  1. Atur Pernapasan

Rasa sesak di dada bisa dikurangi dengan mengatur pernapasan secara lebih baik. Ketika Anda mengalami sesak di dada, cobalah untuk mengambil napas lebih dalam. Tarik napas dalam 8 hitungan dan lepaskan secara perlahan dapat membantu melonggarkan rongga-rongga di dada sehingga kesesakan bisa berkurang. 

Saat mengalami dada sesak, alur pernapasan juga menjadi lebih cepat. Padahal, pernapasan yang terlalu cepat membuat rasa sesak kiat menguat. Cobalah mengendalikannya dengan memperlambat ritme pernapasan Anda. Ritme yang lebih lambat bisa membuat tubuh lebih rileks sehingga rasa sakit dapat berkurang. 

  1. Perbaiki Postur Tubuh 

Beberapa penyebab dada sesak berasal dari masalah peradangan baik di otot maupun bagian tulang rusuk. Salah satu cara meredakan rasa sesak akibat hal tersebut dengan memperbaiki postur tubuh Anda. 

Ketika mengalami dada sesak, cobalah untuk meluruskan punggung agar tubuh menjadi lebih rileks. Jangan biarkan tangan meronta, tapi cobalah letakkan di pangkuan atau paha Anda. Memejamkan mata agar bisa lebih berkonsentrasi meredakan rasa sakit juga dapat Anda lakukan agar rasa sesak dapat lekas berkurang. 

  1. Konsumsi Air Hangat 

Salah satu penyebab dada sesak adalah naiknya asam lambung atau masalah di pencernaan. Untuk meredakan rasa sesak akibat hal tersebut, Anda dapat mencoba mengonsumsi air hangat. 

Air dengan suhu yang lebih tinggi efektif menghilangkan gas yang menjadi pemicu masalah refluks lambung. Air hangat juga dapat membantu melancarkan pencernaan sehingga tidak ada penumpukan gas di perut yang kerap menghadirkan rasa tidak nyaman di bagian dada. 

  1. Terapkan Diet Ideal 

Penyebab dada sesak beberapa di antaranya dipicu oleh masalah jantung dan pembuluh darah, mulai dari angina, penyakit jantung koroner, sampai peradangan otot jantung. Untuk meredakan gejala sesak yang ditimbulkan oleh penyakit-penyakit tersebut, cobalah untuk mulau menerapkan diet ideal. 

Kurangi makanan berlemak jenuh sesegera mungkin. Goreng-gorengan serta daging merah dan produk turunannya menjadi salah satu sumber lemak jenuh tersebut. Di samping itu, perbanyak asupan sayuran dan air putih. 

  1. Lekas Minum Obat 

Anda mungkin tidak bisa sesegera mungkin ke dokter untuk berkonsultasi mengenai rasa sesak di dada yang Anda alami. Namun, Anda bisa mengurangi gejalanya terlebih dahulu dengan mengonsumsi obat yang sesuai.

Secara umum, aspirin dapat menjadi obat yang bisa meredakan gejala sesak di dada. Namun jika Anda takut mengonsumsi obat-obatan kimia tanpa resep dokter, cobalah mencari obat tradisional. Bawang putih dan cuka apel disebut-sebut dapat menjadi penawar sesak di dada. 

*** 

Penyebab dada sesak tetap tidak boleh diremehkan. Jadi apabila gejala sesak dada menjadi berkurang dengan penanganan-penanganan di atas, tetap pastikan Anda segera menemui dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai kondisi yang Anda alami.

Cara Menghilangkan Bopeng Jerawat dengan Filler, Apakah Ampuh?

Bopeng bekas jerawat mengakibatkan tekstur wajah tidak rata sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri seseorang. Berbagai cara menghilangkan bopeng jerawat dilakukan agar kulit wajah kembali mulus seperti semula. Ada banyak cara yang bisa dilakukan mulai dari penggunaan bahan-bahan alami sampai penanganan medis seperti filler. 

bopeng

Apakah filler terbukti ampuh?

Filler terbukti mampu memperbaiki tampilan bopeng bekas jerawat dengan cara menstimulasi jaringan lunak di kulit. Semakin samar bopeng, maka penanganan dan pemulihan akan semakin mudah, begitu pula sebaliknya. Terdapat beberapa jenis filler yang tersedia, berikut ini merupakan dua jenis filler yang diklaim memiliki hasil paling maksimal:

  1. Hyaluronic acid gel

Jenis filler ini cenderung tidak menyebabkan inflamasi dan memberikan hasil paling natural. Hyaluronic acid pada dasarnya memang secara alami terdapat di tubuh, sehingga dianggap formula terbaik dalam memperbaiki bopeng atau luka yang membuat tekstur kulit tidak merata. 

Jangka waktu filler bertahan di kulit berbeda-beda tergantung dengan kondisi kulit serta keparahan bopeng atau dalam rentang 6-12 bulan. 

  1. Kolagen

Jika Anda memiliki bopeng bekas jerawat dengan level sedang hingga parah, mungkin jenis filler kolagen dapat menjadi alternatif pilihan perawatan. Pada dasarnya, kolagen memiliki porsi besar dalam protein kulit. Kolagen didapatkan dari jaringan lunak sapi atau langsung dari sel manusia. Efek filler kolagen bertahan di kulit paling pendek diantara jenis lainnya, yakni hanya 3-4 bulan.

Baik hyaluronic acid gel maupun kolagen, penggunaannya telah disetujui oleh Food and Drug Administration. Perlu digarisbawahi, FDA hanya menyetujui jenis filler yang terbuat dari bahan yang tidak diserap tubuh dan bersifat sementara. Beberapa filler juga mengandung lidocaine yang berfungsi mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan saat proses penyuntikan. 

Prosedur filler

Dokter atau dermatologis perlu mengetahui riwayat medis pasien sehingga penanganan akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Risiko dan hasil juga dapat diperkirakan sehingga pasien perlu memberitahu kondisinya berkaitan dengan obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi. 

Secara umum, filler dilakukan melalui beberapa langkah, diantaranya:

  1. Penilaian dan pemetaan wajah

Dokter ahli atau dermatologis akan mengevaluasi tingkat keparahan dan banyaknya bopeng di wajah. Cara tersebut bisa dilakukan dengan memperbesar area wajah mengguanakan alat khusus. 

  1. Pembersihan wajah dan anastesi

Bagian yang akan difiller dibersihkan menggunakan bahan antibakteri terlebih dahulu. Rasa nyeri saat penyuntikan juga akan diatasi menggunakan anastesi. Beberapa cara anastesi yang dilakukan yakni penggunaan salep anastesi khusus, suntikan anastesi lokal, atau bahan yang mendinginkan kulit

  1. Proses penyuntikan

Pada tahap ini dilakukan tindakan penyuntikan dan evaluasi hasil penyuntikan. Filler yang disuntikkan akan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan jumlah bopeng yang akan diperbaiki. Lama penyuntikan pun beragam dan tidak bisa dipastikan.

  1. Pemulihan

Anda akan dikompres menggunakan es untuk mengurangi efek bengkak yang muncul. Biasanya, kulit wajah akan menjadi sedikit lunak selama satu sampai dua hari, namun Anda tidak perlu khawatir sebab hal tersebut tidak cukup menyakitkan sehingga tidak membutuhkan obat apa pun. 

Efek samping

Cara menghilangkan bopeng menggunakan filler akan menimbulkan reaksi yang berbeda untuk setiap individu. Berikut merupakan reaksi-reaksi yang mungkin akan muncul:

  • Memar yang kira-kira berlangsung sampai satu minggu setelah perawatan
  • Bengkak
  • Kemerahan

Tidak semua orang mengalami ketiga efek samping tersebut, bisa jadi hanya satu atau dua efek, tergantung pada respon tubuh masing-masing.

Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan filler sebagai salah satu cara menghilangkan bopeng jerawat, Anda harus mempertimbangkan segala risikonya. Sebab, cara ini cenderung invasif dibandingkan dengan tindakan medis penghilangan bopeng lainnya.  

Cara agar Mudah BAB

Penderita radang usus besar rentan mengalami konstipasi atau sembelit. Rutinitas buang air besar (BAB) setiap orang mungkin berbeda-beda. Hal ini memang salah satu komplikasi wajar dari penyakit ini. Kolitis ulseratif menyebabkan peradangan di dinding usus besar dan rektum. Bagi penderitanya, cara agar mudah BAB bisa dengan mengonsumsi serat atau meningkatkan asupan cairan.

BAB

Bukan tidak mungkin, konstipasi pada penderita radang usus besar menyebabkan nyeri perut dan kembung berkepanjangan. Jangan tunda penanganan karena dapat mengakibatkan komplikasi serius yaitu megakolon toksik. Penderita radang usus besar lebih berisiko mengalami konstipasi apabila inflamasi terjadi di rektum. Istilah dari kolitis ulseratif ini adalah proctitis. Pada penderitanya, otot dasar panggul tidak bisa rileks dan mengganggu aktivitas buang air besar normal.

Cara agar mudah BAB

  1. Banyak minum cairan

Semakin terhidrasi dengan baik tubuh seseorang, akan semakin optimal pula fungsi saluran pencernaannya. Meningkatkan asupan cairan menjadi salah satu cara agar mudah BAB. Sebaliknya, dehidrasi atau kekurangan cairan dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras. Idealnya, minum air putih dan hindari minuman mengandung kafein.

  • Perbanyak konsumsi serat

Salah satu cara agar mudah BAB berikutnya adalah memperbanyak konsumsi serat. Meski demikian, hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Ada orang yang tubuhnya tidak bisa toleransi beberapa jenis buah, begitu pula sebaliknya. Jadi, sebaiknya catat apa saja makanan berserat yang aman dan memicu reaksi radang usus besar.

Rekomendasi konsumsi serat setiap harinya adalah 20-35 gram per hari. Sumber makanan kaya serat bisa diperoleh dari sayuran, buah, dan gandum utuh. Jika jenis makanan itu memicu inflamasi saat dikonsumsi mentah, coba olah dengan mengukusnya terlebih dahulu.

  • Konsumsi obat pencahar

Cara kerja obat pencahar adalah dengan menambah volume feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. Konsumsi obat laksatif ini harus disertai dengan cairan sesuai saran dari dokter. Namun jika muncul efek samping seperti mual, muntah, dan juga nyeri perut sebaiknya hindari konsumsi obat laksatif. Selain obat laksatif biasa, ada juga pencahar osmotik yang bekerja dalam periode 2-3 hari. Obat ini menambah jumlah cairan dalam usus sehingga feses menjadi lebih lunak. Jenis laksatif osmotik lebih aman dibandingkan dengan obat laksatif lainnya.

  • Aktif bergerak

Tidak aktif bergerak juga memicu penderita kolitis ulseratif mengalami konstipasi. Kontraksi usus dan proses cerna menjadi lebih lambat, konsekuensinya BAB pun kurang lancar. Di sisi lain, orang yang aktif bergerak memiliki risiko konstipasi lebih rendah.

Bagi yang belum terbiasa, mulai dengan olahraga berintensitas ringant hingga sedang. Kemudian, perlahan tingkatkan intensitas ketika sudah semakin kuat. Idealnya, dalam sepekan alokasikan waktu sebanyak 150 menit untuk berolahraga atau aktif bergerak.

  • Teknik relaksasi

Jika obat dan cara agar mudah BAB lain masih belum efektif, coba lakukan terapi behavioral dengan didampingi dokter. Tujuan dari terapi ini adalah memaksimalkan fungsi usus dalam proses BAB. Lewat teknik relaksasi, otot panggul terlatih sehingga bisa memberi stimulus agar BAB. Dalam sebuah studi terhadap 63 penderita konstipasi kronis, semua mengaku jadwal BAB lebih teratur setelah melakukan terapi ini. Biasanya, dokter akan mengajarkan teknik relaksasi bersamaan dengan pemberian obat medis, peningkatan konsumsi cairan, juga aktivitas

Cara Menghilangkan Wajah Bengkak Berdasarkan Penyebabnya

Terdapat berbagai faktor penyebab wajah bengkak, seperti alergi, penyakit tertentu, cedera, bahkan terlalu banyak menangis. Cara menghilangkan wajah bengkak secara tepat, tentu perlu disesuaikan dengan penyebabnya itu sendiri. Dalam kasus tertentu, wajah yang bengkak perlu diatasi dengan bantuan dokter, namun ada juga cara menghilangkan wajah bengkak yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

cara menghilangkan bengkak wajah

Bagaimana cara menghilangkan wajah bengkak?

Di bawah ini, terdapat beberapa cara menghilangkan wajah bengkak, yang dapat Anda coba sendiri di rumah.

  • Kompres dengan es

Jika penyebab wajah bengkak Anda akibat cedera, alergi, kurang tidur, atau salah makan, mengompres wajah dengan es dapat menjadi pertolongan pertama untuk menghilangkan bengkak di wajah. 

Sebagai catatan, Anda tidak direkomendasikan untuk menempelkan es secara langsung, melainkan dengan melapisi handuk terlebih dulu, baru es ditempelkan pada area wajah yang bengkak. Ulangi cara menghilangkan wajah bengkak ini selama beberapa kali, hingga bengkak mulai terasa berkurang.

  • Kompres dengan kantong teh

Sudah pernah mencoba untuk mengompres wajah dengan kantong teh? Cara menghilangkan bengkak di wajah dengan metode ini cukup mudah dilakukan. Hanya saja, tidak semua jenis kantong teh dapat digunakan. Pilihlah teh yang mengandung banyak kafein, seperti teh oolong atau teh hitam.

Anda perlu menyeduh teh celup menggunakan air hangat terlebih dulu, lalu mendiamkan kantong tehnya beberapa saat hingga mencapai suhu ruang. Jika sudah, maka kantong teh siap digunakan untuk mengompres area wajah yang bengkak. 

Kafein dalam teh berguna untuk mengecilkan pembuluh darah dan membantu mengatasi bengkak di wajah.

  • Konsumsi asupan bergizi

Pembengkakan pada wajah dapat menjadi tanda adanya peradangan yang memicu timbulnya penyakit tertentu. Beberapa makanan yang diyakini mampu meredakan peradangan tersebut, antara lain:

  1. Buah
  2. Sayur
  3. Cokelat
  4. Kunyit
  5. Jahe
  6. Teh hijau
  • Mengurangi konsumsi garam

Bengkak di wajah dapat terjadi akibat mengonsumsi garam secara berlebihan. Biasanya, kondisi ini sering kali dialami oleh individu yang sering mengonsumsi makanan tinggi garam, seperti mie instan di malam hari.

Tanpa Anda sadari, mengonsumsi garam secara berlebihan dapat membuat tubuh menumpuk lebih banyak cairan. Kondisi ini disebabkan, karena natrium dalam garam itu sendiri bersifat menahan air, sehingga dapat membuat wajah atau anggota tubuh lain terlihat bengkak.

  • Mengonsumsi obat

Jika cara alami di atas tidak dapat mengatasi bengkak di wajah Anda, mengonsumsi obat tertentu menjadi alternatif lain untuk mengatasinya. 

Umumnya, bengkak di wajah yang disebabkan oleh reaksi alergi ringan akan mudah diatasi dengan mengonsumsi obat tertentu, seperti obat antihistamin. Di samping itu, obat antiradang atau anti-inflamasi seperti NSAID juga dapat meredakan pembengkakan di wajah. Obat ini juga bekerja dengan mengurangi rasa nyeri yang timbul.

Jika wajah bengkak yang Anda alami disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti sinusitis, gigi berlubang, cellulitis, atau actinomycosis, biasanya dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk meredakan pembengkakan yang Anda alami. Obat antibiotik yang diresepkan pun akan berbeda, sesuai dengan bakteri penyebab bengkak di wajah.

Alami Mata Merah? Waspada Episkleritis dan Cara Mengatasinya!

Episkleritis adalah suatu kondisi peradangan atau inflamasi akut pada bagian episklera mata. Episklera sendiri merupakan jaringan tipis di antara konjungtiva dan sklera putih yang menampung jaringan pembuluh darah. Jika mata Anda merah, maka kemungkinan Anda dapat mengalami episkleritis. Apa penyebabnya? Bagaimana pula cara mengatasinya? Yuk, simak langsung di sini!

Kenali gejala dan penyebab episkleritis

Gejala episkleritis terkadang membuat mata Anda menjadi kemerahan, baik itu di salah satu ataupun kedua mata. Selain itu, beberapa orang mungkin dapat mengembangkan nodul putih di tengah kemerahan, sehingga disebut juga dengan episkleritis nodular. Gejala lain yang mungkin terjadi saat terserang episkleritis adalah peka terhadap cahaya (fotofobia) dan keluar cairan dari mata.

Dalam banyak kasus episkleritis, dokter mungkin akan sulit menemukan penyebabnya secara jelas. Umumnya, episkleritis yang sudah parah, sering didasari dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti:

  • Penyakit radang usus.
  • Penyakit Crohn.
  • Kolitis ulseratif.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Psoriasis arthritis.
  • Polyarteritis nodosa.
  • Sarkoid.
  • Lupus.
  • Ankylosing spondylitis.

Jenis episkleritis

Episkleritis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Episkleritis sederhana.

Ini adalah jenis episkleritis yang paling umum. Episkleritis sederhana menyebabkan peradangan mata yang berulang. Biasanya, dapat berlangsung 7 – 10 hari, bahkan lebih lama jika ada kondisi sistemik lainnya.

  • Episkleritis nodular.

Episkleritis nodular menyebabkan peradangan mata yang lebih sakit dibandingkan jenis sederhana. Umumnya, seseorang yang mengalami episkleritis nodular memang memiliki penyakit sistemik lainnya yang terkait.

Pengobatan episkleritis

Anda tidak perlu khawatir berlebihan, karena biasanya, episkleritis dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 3 minggu tanpa pengobatan. Jika Anda berobat ke dokter, proses pemulihan mata bisa lebih cepat. Pengobatan episkleritis dapat melibatkan hal-hal berikut:

  • Tetes mata kortikosteroid topikal yang diberikan beberapa kali sehari.
  • Obat tetes mata pelumas untuk meredakan iritasi dan kemerahan, seperi air mata buatan.
  • Kompres dengan kantong es sebanyak 3 – 4 kali sehari.
  • Obat antiinflamasi non-steroid yang diberikan melalui mulut. Obat ini diresepkan jika episkleritis yang Anda alami sudah parah.

Cara merawat mata yang mengalami episkleritis

Sekilas, episkleritis mungkin akan terlihat mengkhawatirkan, tetapi ini adalah kondisi yang sering terjadi dan biasanya, tidak menyebabkan masalah jangka panjang. Episkleritis dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tetapi perawatan tertentu dapat membantu mempercepat proses penyembuhannya.

Selama proses penyembuhan mata dari episkleritis, cobalah untuk melindungi mata Anda dari cahaya terang, menggunakan obat tetes mata yang dijual di apotek untuk menenangkan mata, serta kompres dengan kantung es bagian mata yang terkena.

Cara ini dapat Anda lakukan di rumah meskipun tanpa berobat ke dokter. Jika tidak dilakukan perawatan atau dibiarkan saja, mungkin Anda akan merasakan ketidaknyamanan saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Tidak jarang, mata merah akibat episkleritis ini mengurangi kepercayaan diri Anda saat bertemu dengan orang banyak di luar rumah. Anda bisa menggunakan kacamata hitam selama menunggu mata Anda pulih.

Mengingat penyebab episkleritis hingga saat ini belum jelas, tidak ada upaya untuk mencegah penyakit ini. Jika Anda memang memiliki riwayat penyakit sistemik lainnya dan mengalami episkleritis, maka penyebabnya mungkin dikaitkan dengan penyakit yang Anda alami tersebut.

Catatan dari SehatQ

Jika episkleritis yang Anda alami masih kategori sederhana, maka lakukanlah upaya perawatan di rumah untuk membantu proses pemulihannya. Namun, jika episkleritis yang Anda alami sangat sakit hingga tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya Anda mengunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih dan mempercepat proses penyembuhannya.

Kardiomiopati Hipertrofi, Ketika Otot Jantung Menebal

Kardiomiopati hipertrofi adalah penyakit dimana otot jantung Anda menjadi tebal secara tidak normal (hipertrofi). Otot jantung yang menebal dapat mempersulit jantung Anda untuk memompa darah.

Kardiomiopati hipertrofi sering tidak terdiagnosis karena banyak orang dengan penyakit ini hanya memiliki sedikit gejala, jika ada, dan dapat menjalani hidup normal tanpa masalah yang serius. Namun, pada sejumlah kecil penderita kardiomiopati hipertrofi, otot jantung yang menebal dapat menyebabkan sesak nafas, nyeri dada, atau masalah pada sistem kelistrikan jantung, yang mengakibatkan irama jantung abnormal yang mengancam jiwa (aritmia) atau kematian mendadak.

Tanda dan gejala kardiomiopati hipertrofi dapat mencakup satu atau beberapa hal berikut:

  • Nyeri dada, terutama saat berolahraga
  • Pingsan, terutama selama atau setelah berolahraga atau beraktivitas
  • Murmur jantung, yang mungkin dideteksi oleh dokter saat mendengarkan jantung Anda
  • Sensasi detak jantung yang cepat, berdebar-debar atau berdebar-debar (palpitasi)
  • Sesak nafas, terutama saat berolahraga

Kardiomiopati hipertrofi biasanya disebabkan oleh gen abnormal (mutasi gen) yang menyebabkan otot jantung Anda tumbuh tebal secara tidak normal. Pada kebanyakan orang dengan kardiomiopati hipertrofi, dinding otot (septum) antara dua ruang bawah jantung (ventrikel) menjadi lebih tebal dari biasanya. Akibatnya, dinding yang lebih tebal bisa menghalangi aliran darah keluar dari jantung. Ini disebut kardiomiopati hipertrofi obstruktif.

Jika tidak ada penyumbatan aliran darah yang signifikan, kondisi ini disebut kardiomiopati hipertrofi non obstruktif. Namun, ruang pompa utama jantung (ventrikel kiri) bisa menjadi kaku. Hal ini membuat jantung Anda sulit untuk rileks dan mengurangi jumlah darah yang dapat ditahan dan dikirim oleh ventrikel ke tubuh dengan setiap detak jantung. 

Kardiomiopati hipertrofi biasanya diturunkan melalui keluarga. Jika Anda memiliki orang tua dengan kardiomiopati hipertrofi, Anda memiliki kemungkinan 50% mengalami mutasi genetik untuk penyakit tersebut. Orang tua, anak-anak, atau saudara kandung dari penderita kardiomiopati hipertrofi harus bertanya kepada dokter tentang skrining penyakit tersebut. Kardiomiopati hipertrofi juga bisa didapat akibat tekanan darah tinggi atau penuaan. Namun, dalam kasus lain, penyebab kardiomiopati hipertrofi tidak diketahui.

Tidak ada pencegahan yang diketahui untuk kardiomiopati hipertrofi. Tetapi penting untuk mengidentifikasi kondisinya sedini mungkin untuk mendapatkan pengobatan dan mencegah terjadinya komplikasi.

Sejumlah kondisi dapat menyebabkan sesak nafas dan jantung berdebar-debar. Penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat, akurat, dan perawatan yang tepat. Temui dokter Anda jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kardiomiopati hipertrofi atau gejala apapun yang terkait dengan kardiomiopati hipertrofi.

Mengenal Antibiotik Aminoglikosida

Dalam mengatasi berbagai penyakit atau infeksi bakteri, biasanya dokter memberikan antibiotik kepada pasien. Dalam praktiknya, bukan tidak mungkin dokter merekomendasikan jenis aminoglikosida apabila ditemukan kasus yang cenderung tak tertangani jika menggunakan antibiotik lini pertama.

Aminoglikosida sendiri adalah golongan antibiotik yang kerap digunakan untuk mengobati infeksi bakteri kategori berat. Biasanya, jenis tersebut diberikan dokter apabila tubuh pasien cenderung bereproduksi dengan cepat atau dapat dikatakan sulit ditangani dengan obat-obat yang sebelumnya dikonsumsi.

Pada beberapa kesempatan, dokter mencantumkan aminoglikosida apabila infeksi disebabkan oleh bakteri gram negatif. Meski demikian, jenis tersebut juga disebut-sebut efektif untuk sekian bakteri gram positif, contohnya seperti staphylococci.

Proses kerja antibiotik tersebut adalah dengan menghambat produksi protein yang dibutuhkan bakteri dalam hal berkembang biak atau bertahan hidup. Selain itu, karena aminoglikosida merupakan antibiotik bakterisidal, maka disebut dapat membunuh bakteri secara langsung.

Di pasaran sendiri, aminoglikosida memiliki ragam jenis produk, seperti Streptomycin, Framycetin, Tobramycin, Kanamycin, Amikacin, Dibekacin, Gentamicin, Neomycin, Paromomycin, Ribostamycin, Sisomicin, Isepamicin dan lain sebagainya.

Meski demikian, biasanya beragam jenis tersebut juga tak bisa digunakan untuk semua jenis infeksi bakteri. Misalnya, Streptomycin yang diperuntukkan untuk pasien pengidap penyakit TBC. Walau begitu, saat ini penggunaan tersebut relatif jarang digunakan lagi dengan alasan toksisitas dan ketidaknyamanan ketika pemberian.

Di sisi lain, pembaca yang membutuhkan antibiotik aminoglikosida juga perlu memperhatikan beberapa hal sebelum menggunakannya. Karena obat ini diresepkan oleh dokter, maka sebelum itu anda harus memberikan informasi medis sedetail-detailnya.

Terkait itu, yang dimaksud adalah apakah anda memiliki alergi terhadap sulfit atau suatu kandungan yang kerap ditemukan dalam buah kering. Lalu, menderita gangguan ginjal, gerakan mata yang tidak terkontrol, masalah pendengaran dan masalah pada keseimbangan.

Berikutnya adalah sudah berusia 65 tahun atau lebih. Lalu, dalam situasi memiliki bayi yang juga mempunyai masalah infeksi berat dan diberikan aminoglikosida oleh dokter. Selanjutnya, kondisi jika anda menderita penyakit yang dapat mempengaruhi saraf dan otot, contohnya multiple sclerosis dan myasthenia gravis.

Di sisi lain, pemberian antibiotik aminoglikosida pada pasien yang mengidap penyakit mitokondria juga tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan pasien mengalami gangguan terjemahan mtDNA.

Kemudian hal yang perlu diperhatikan, disarankan aminoglikosida tidak dikonsumsi bagi perempuan yang sedang hamil. Saran tersebut mengingat terdapat bukti positif antibiotik tersebut berisiko untuk janin manusia. Oleh sebab itu, bagi ibu hamil yang dalam pengobatan infeksi diminta mengkonsumsi jenis ini, sangat dianjurkan untuk berdiskusi dengan dokter terkait keamanannya.

Kondisi-kondisi yang sudah dijabarkan di atas, jika pembaca memilikinya, sebaiknya disampaikan kepada dokter sejujur-jujurnya dan selengkap-lengkapnya sebelum menerima resep aminoglikosida. Hal ini dikarenakan obat tersebut juga berisiko menimbulkan reaksi alergi bagi sebagian orang.

Selanjutnya, sebagai indikasi aminoglikosida pada umumnya merupakan antibiotik yang digunakan untuk terapi infeksi serius pada saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran pernapasan.

Dari penjelasan-penjelasan di atas, kita dapat mengetahui secara umum bahwa antibiotik aminoglikosida merupakan obat yang diperuntukkan bagi pasien yang sedang mengalami infeksi berat. Di sisi lain, juga memiliki beragam merek produk dan tentunya diproduksi berdasarkan pengobatan infeksi yang berbeda-beda.

Selanjutnya, sebelum mengkonsumsi aminoglikosida sebagai obat, sangat disarankan pembaca memberikan informasi rekam medis sedetail-detailnya, mengingat antibiotik jenis tersebut juga bisa menimbulkan risiko alergi.

Terakhir, yang perlu diingat dan dicatat adalah kita tidak boleh mengkonsumsi aminoglikosida secara sembarangan, bahkan mengatur dosisnya sendiri. Daripada terjadi yang tidak-tidak, sebelum mengkonsumsi antibiotik itu sebaiknya sesuai dengan anjuran dokter dan memang obat tersebut baru diberikan sebagaimana dengan resep yang dikeluarkan dokter.

Sampaikan Pendapat dengan Benar, Ini Cara Berpikir Rasional

Ketika berargumentasi, Anda mungkin sering mendengar masukan dari orang-orang untuk menyampaikan pendapat dengan cara pikir yang rasional. Pola pikir rasional menekankan pada akal sehat agar pendapat disampaikan dengan pertimbangan yang matang. Lantas, bagaimana cara berpikir rasional bisa dilakukan?

Ketika Anda mampu berpikir dengan logis, menggunakan data pendukung, dan sesuai dengan aturan yang berlaku, Anda telah berhasil dalam berpikir rasional. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin sulit dilakukan, khususnya jika Anda tidak terbiasa menggunakan argumentasi logis ketika berkomunikasi.

Cara mudah untuk berpikir secara rasional

Apabila Anda kesulitan untuk bisa berpikir secara rasional ketika berpendapat, Anda mungkin bisa mengikuti cara berpikir rasional berikut ini:

  • Mendalami pendidikan

Menurut penelitian, pendidikan telah sukses membentu seseorang untuk memiliki pola pikir yang rasional. Kebanyakan orang yang mendalami pendidikan mulai dari jenjang terendah sampai jenjang tertinggi memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan berdasarkan pada data atau fakta yang ada.

Anda tidak harus mengikuti jejak para profesor untuk mengenyamn pendidikan sampai ke jenjang S3. Akan tetapi, Anda bisa membuka pikiran Anda terhadap pendidikan dengan membaca buku, mengikuti kursus daring, bermain game dengan tema logika, dan lain sebagainya.

Dengan begitu, pikiran Anda akan terasah pada pendidikan dan Anda pun semakin mampu untuk berpikir secara rasional.

  • Merefleksikan diri

Banyak orang yang merasa bahwa mereka telah sukses dalam menjalankan pola pikir rasional. Padahal, hal tersebut bisa saja merupakan bias terhadap diri sendiri. Karena itu, salah satu cara berpikir rasional dengan efektif adalah merefleksikan diri sendiri.

Coba pikirkan dan perhatikan dengan seksama, apakah Anda memang sudah benar-benar mampu berpikir dengan rasional? Atau, pikiran Anda terkadang masih tercampur dengan budaya, latar belakang, atau nilai yang Anda anut selama ini?

Kunci untuk merefleksikan diri adalah menerima kenyataan bahwa Anda bukanlah pemikir rasional. Dengan begitu, Anda mampu membuka ruang dalam diri Anda untuk mempelajari cara baru dalam berpikir rasional.

  • Memisahkan emosi dengan pemikiran

Hal ini mungkin cukup sulit untuk dilakukan. Terkadang, ketika emosi sudah meluap, orang cenderung tidak bisa membedakan masalah pribadi dan kondisi emosional dengan pola pikir yang rasional.

Ketika Anda mencampurkan emosi dalam pikiran, keputusan yang Anda hasilkan cenderung klise dan tidak bisa menyelesaikan masalah yang lebih besar. Agar emosi bisa dipisahkan, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam dan mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri.

Jangan pernah mengambil keputusan ketika Anda sedang dilanda emosi. Sebaliknya, jika emosi mereda, Anda akan lebih mudah dalam menggunakan logika rasional untuk berpikir.

  • Landaskan pemikiran pada data

Salah satu kunci utama cara berpikir rasional adalah menggunakan data dan fakta lapangan untuk mengambil kesimpulan. Data memungkinkan Anda untuk berpikir secara objektif dan terlepas dari emosi pribadi.

Dalam hal ini, data yang dimaksud tidak harus berupa angka. Data bisa berasal dari mana saja, seperti pemberitaan di media, hukum pemerintah, hasil penelitian, dan lain sebagainya.

Carilah data sebanyak-banyaknya sebelum menyampaikan argumen. Anda bisa mendapatkan kesimpulan yang lebih pasti setelah memeastikan segala jenis data yang ada mampu mendukung cara pikir Anda. Itulah beberapa cara berpikir rasional yang bisa Anda coba untuk menghindari penilaian yang tidak sistematis. Cara ini tentu tidak mudah, tapi bisa dipelajari seiring berjalannya waktu.

Manfaat Hesperidin dalam Buah Bagi Kesehatan

Hesperidin merupakan senyawa bioflavonoid, yang umumnya terkandunng dalam buah-buahan citrus. Hesperidin bisa didapatkan melalui konsumsi buah jeruk, anggur, lemon, serta tangerin. Untuk apa perlunya Anda mengonsumsi hesperidin? Beberapa manfaat kesehatan bisa didapatkan melalui hesperidin. Jika Anda kurang menyukai buah-buahan citrus, ada cara lain untuk mendapat asupan hesperidin bagi tubuh. Kini telah banyak diproduksi suplemen mengandung hesperidin yang bisa Anda konsumsi.

Manfaat hesperidin

Dalam hesperidin terdapat antiradang dan antioksidan yang dapat membantu daya tahan tubuh. Mengonsumsi hesperidin, baik dalam bentuk suplemen atau alami melalui buah-buahan citrus mampu memenuhi salah satu kebutuhan nutrisi tubuh. Selain itu, berikut ini 5 manfaat hesperidin bagi kesehatan.

  1. Menjaga fungsi kognitif tetap bekerja dengan baik

Ketika Anda memasuki usia lanjut, kemampuan kognitif akan semakin menurun. Untuk menjaga fungsi kognitif tetap baik, maka Anda dapat mengonsumsi hesperidin. Anda dapat mengonsumsi jus buah dengan kandungan hesperidin sehingga fungsi kognitif tidak mengalami gangguan. Anda sebaiknya mengonsumsi jus buah citrus selama minimal 8 minggu untuk mendapatkan manfaatnya.

  • Melindungi kesehatan jantung

Mengonsumsi buah citrus dapat membantu melindungi kesehatan jantung Anda. Hal tersebut karena hesperidin yang terdapat dalam buah citruslah yang membantu memelihara kesehatan jantung. Konsumso buah-buahan citrus selama teratur setiap hari untuk mendapatakan hasil yang maksimal. Mengonsumsi hesperidin terbukti dapat meningkatkan fungsi endothelium yaitu selaput yang melapisi pembuluh darann dan bagian dalam jantung.

  • Meredakan ambien

Ambien merupakan penyakit ketika pembuluh darah sekitar anus mengalami peradangan. Penyebab ambien yang umum adalah terjadinya peningkatan pada pembuluh darah di sekitar anus. Untuk mengatasi ambien, mengonsumsi hesperidin bisa dijadikan pilihan. Ketika Anda mengonsumsi hesperidin maka gejala seperti pendarahan dan rasa sakit dapat berkurang. Pembengkakan juga dapat diatasi menggunakan hesperidin.

  • Menurunkan kolesterol

Selain meredakan ambien, hesperidin juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol. Tingkat kolesterol yang tinggi dapat memicu munculnya penyakit yang lain. Oleh karena itu, Anda sebaiknya rajin mengonsumsi hesperidin, terutama dari buah-buahan citrus.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh

Mengonsumsi buah-buahan citrus sangat baik bagi tubuh sebab terdapat kandungan vitamin di dalamnya. Selain itu, kandungan hesperidinnya juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Apabila Anda rutin mengonsumsi hesperidin, maka Anda tidak rentan terkena kuman dan penyakit.

Bahaya hesperidin

Anda harus memperhatikan konsumsi hesperidin terutama jika berinteraksi dengan beberapa jenis obat tertentu. Hesperidin berisiko meningkatkan pendarahan jika berinteraksi dengan obat antiplatelet. Hesperidin juga memengaruhi pembekuan darah ketika berinteraksi dengan obat antioagulan. Apabila Anda memiliki penyakit pendarahan, hindari mengonsumsi hesperidin sebab dapat memperparah keadaan Anda. Selain itu, Anda juga tidak diperbolehkan mengonsumsi hesperidin apabila akan atau baru selesai menjalani sebuah operasi.

Konsumsi hesperidin dalam bentuk suplemen haruslah dibatasi sebab jika terlalu banyak malah akan menjadi buruk bagi tubuh. Beberapa efek samping mungkin muncul ketika Anda mengonsumsi hesperidin seperti sakit perut, diare, mual, juga dermatitis kontak. Jika berbagai gejala tersebut muncul setelah Anda mengonsumsi hesperidin, segera kunjungi dokter. Jangan tunda ke dokter, sebab bisa saja Anda mengalami keracunan, alergi, atau adanya reaksi hesperidin dengan obat tertentu yang Anda konsumsi. Untuk menghindari berbagai efek samping buruk, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai konsumsi hesperidin. Hal ini dikarenakan tubuh masing-masing berbeda sehingga kebutuhan nutrisinya pun harus menyesuaikan.