5 Pola Makan untuk Menurunkan Berat Badan Serta Kekurangannya

Kegemukan dan obesitas adalah pintu dari segala penyakit kronis, mulai dari penyakit jantung, stroke, hingga diabetes. 

Memilih pola makan yang tepat adalah kunci dari penurunan berat badan. Ada banyak jenis diet di seluruh dunia sehingga menyulitkan Anda untuk memilih pola makan untuk menurunkan berat badan yang sesuai dan efektif.

Pilihan rencana diet untuk mendapatkan berat badan ideal

Beberapa diet bertujuan untuk menahan nafsu makan, tapi banyak juga diet yang menawarkan manfaat kesehatan selain penurunan berat badan. 

Berikut ini rekomendasi pola makan untuk menurunkan berat badan serta kekurangannya.

  1. Puasa Intermiten

Aturan diet ini hanya mengizinkan Anda makan di jam-jam tertentu, dan selebihnya merupakan periode berpuasa. Ada berbagai bentuk puasa intermiten, salah satunya metode 16/8 yang berarti membatasi asupan kalori 8 jam per hari. 

Selama periode makan pun Anda dianjurkan untuk tidak terlalu banyak makan. Cara ini terbukti dapat mengecilkan ukuran lingkar pinggang serta menurunkan berat badan Anda sebanyak 3–8% selama 3-24 minggu.

Manfaat lain yang didapat dari puasa intermiten adalah menjaga massa otot, meningkatkan sensitivitas insulin dan kesehatan otak, lebih awet muda, dan banyak lainnya. 

Namun jenis diet ini agak riskan bagi penderita diabetes, berat badan rendah, serta wanita hamil dan menyusui karena dapat menyebabkan gula darah turun secara drastis.

  1. Pola makan nabati

Vegan dan vegetarian adalah dua jenis diet terfokus nabati yang sangat populer. Mereka menghindari produk hewani dengan alasan kesehatan, etika, dan keseimbangan lingkungan. 

Meskipun produk nabati lebih menyehatkan dan kaya gizi, produk hewani juga memiliki kandungan nutrisi yang tak kalah penting yang berperan dalam kesehatan tubuh. Misalnya protein hewani lebih baik daripada protein nabati.

Agar lebih seimbang, Anda bisa memilih pola makan nabati fleksibel, dimana masih mengonsumsi produk hewani dalam jumlah sedang. 

  1. Diet rendah karbohidrat

Diet Atkins, diet keto, dan diet tinggi lemak (LCHF) adalah beberapa dari banyak diet rendah karbohidrat yang tersedia. 

Tujuan utama dari diet rendah karbohidrat adalah untuk menurunkan berat badan. Peserta diet ini akan memangkas asupan karbohidrat mereka dan meningkatkan asupan protein dan lemak. 

Banyak penelitian membuktikan diet rendah karbohidrat lebih efektif untuk menurunkan berat badan dan membakar lemak perut berbahaya daripada diet rendah lemak. 

Namun, menjalani diet yang sangat rendah karbohidrat seperti diet keto dapat menyebabkan ketoasidosis, kondisi metabolisme berbahaya yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani.

  1. Diet Paleo

Diet paleo adalah pola makan yang mengikuti cara makan nenek moyang di zaman batu (paleolitikum). Strategi ini didasarkan pada teori bahwa penyakit modern terkait dengan diet ala barat, dimana tubuh manusia tidak berevolusi untuk memproses polong-polongan, gandum, dan produk susu.

Pola makan diet paleo berkisar pada makan makanan utuh, termasuk buah dan sayur mayur, daging tanpa lemak, kacang, dan biji-bijian. Peserta diet ini dianjurkan untuk membatasi mengonsumsi makanan olahan, susu dan produks susu, makanan mengandung gula, dan gandum.

Mengikuti diet paleo sebagai pola makan untuk menurunkan berat badan bisa serta merta menurunkan risiko penyakit jantung. 

Namun, diet jenis ini mencegah Anda mendapatkan nutrisi penting dari makanan yang dilarang. Misalnya, mineral esensial yang terkandung pada kacang polong, dan kalsium pada susu.

  1. Diet DASH

Beberapa bulan terakhir, diet DASH kembali populer. Diet ini bertujuan untuk mengobati dan mencegah darah tinggi. 

Pola makan ini menekankan pada buah, sayur, biji-bijian, daging tanpa lemak dan rendah garam, gula, dan lemak. Porsinya berbeda-beda setiap orang tergantung pada asupan kalori harian Anda. 

Misalnya, rata-rata peserta diet DASH akan makan 5 porsi sayuran dan buah, 7 porsi karbohidrat sehat, 2 porsi produk susu rendah lemak, dan 2 porsi atau kurang daging tanpa lemak setiap harinya. 

Anda hanya diperbolehkan makan kacang-kacangan dan biji-bijian 2-3 kali per minggu. 

Meski diet DASH dapat membantu menurunkan berat badan dan mencegah hipertensi, makan terlalu sedikit garam dapat meningkatkan resistensi insulin dan risiko kematian pada pasien gagal jantung. 

Tips memilih rencana diet yang tepat

Sebelum Anda memutuskan mengubah pola makan untuk menurunkan berat badan secara permanen, Anda harus mempertimbangkan rencana diet dengan matang. Apa yang Anda suka dan tidak sukai dari rencana diet tersebut? Bagaimana perasaan Anda secara fisik dan emosional saat menjalani diet?

Pertimbangkan juga anggaran yang Anda miliki. Beberapa pola makan butuh pengeluaran yang tidak sedikit. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ untuk menentukan pola makan untuk menurunkan berat badan. Dokter akan memberikan saran diet yang tepat yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan obat-obatan yang Anda konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *