8 Fakta Penting Seputar Pheochromocytoma

8 Fakta Penting Seputar Pheochromocytoma

Pheochromocytomas, disebut sebagai tumor langka yang berkembang di dalam kelenjar adrenal. Istilah pheochromocytoma (dalam bahasa Yunani, phios berarti kehitaman, chroma berarti warna, dan cytoma berarti tumor). Penyakit ini memiliki beberapa fakta penting yang wajib Anda ketahui, supaya tidak berlanjut semakin parah hingga memberikan dampak serius bagi tubuh.

1. Mengubah hormon tubuh secara signifikan

Pheochromocytomas memproduksi katekolamin secara berlebihan, sehingga mengganggu keseimbangan normal tubuh dari hormon respons stres. Meskipun sebagian besar pheochromocytomas berkembang di medula adrenal, ada kemungkinan untuk menemukan pheochromocytomas di daerah penghasil katekolamin lain seperti perut, panggul, dada, dan leher.

2. Mengganggu ritme jantung dan aliran darah

Medula adrenal memainkan peran penting dalam mensintesis dan mensekresi katekolamin – hormon seperti epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin). Ketika tubuh sedang stres, hormon-hormon ini dilepaskan untuk memulai respons yang membawa perubahan fisiologis secara cepat seperti peningkatan detak jantung dan aliran darah ke organ-organ penting. Efek hormonal ini terjadi dalam hitungan detik. 

3. Semua orang berisiko menderita pheochromocytomas

Pheochromocytomas muncul pada sekitar 1-2 orang dari 100.000 orang dewasa per tahun. Sekitar 1 dari 500 orang dengan tekanan darah tinggi ditemukan memiliki pheochromocytomas. Usia paling umum bagi orang untuk mengembangkan pheochromocytomas adalah selama 40-an dan 50-an. Pria dan wanita sama-sama terpengaruh.

4. Pheochromocytomas bisa berkembang di beberapa organ

Sekitar 85% pheochromocytomas terletak di dalam kelenjar adrenal, dan 98% berada di dalam perut. Ketika tumor tersebut muncul di luar kelenjar adrenal, mereka disebut pheochromocytomas ekstra-adrenal, atau paragangliomas.

Feokromositoma ekstra-adrenal berkembang di jaringan kromafin paraganglion sistem saraf. Mereka dapat terjadi di mana saja, mulai dari dasar otak ke kandung kemih. Lokasi umum untuk pheochromocytomas ekstra-adrenal termasuk organ Zuckerkandl (dekat dengan asal arteri mesenterika inferior), dinding kandung kemih, jantung, mediastinum, dan badan karotis dan glomus jugulare. 

5. Mengalami tekanan darah tinggi secara tiba-tiba

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah masalah paling umum yang dikaitkan dengan feokromositoma. Ini adalah hasil dari peningkatan pelepasan katekolamin epinefrin dan norepinefrin. Setiap tumor berbeda dari tumor berikutnya, pasien dengan pheochromocytoma dapat mengalami tekanan darah tinggi secara konsisten (karena pelepasan hormon yang konstan) atau puncak episodik dalam tekanan darah (karena semburan pelepasan hormon secara acak).

Gejala pheochromocytoma sering dikaitkan dengan lonjakan tekanan darah. Banyak pasien melaporkan merasakan “adrenalin” tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, dan dapat terjadi hingga beberapa kali per hari. 

6. Olahraga dapat memicu lonjakan pheochromocytoma

Beberapa pasien mengalami lonjakan pheochromocytoma secara serius usai mereka berolahraga. Biasanya, orang dengan pheochromocytoma akan mengalami beberapa gejala seperti sakit kepala parah, palpitasi atau detak jantung cepat, banyak berkeringat, rasa panas berlebihan, nyeri dada atau tekanan dada.

7. Pheochromocytoma biasanya bersifat kanker jinak

Mayoritas pheochromocytoma bersifat jinak. Kemungkinan pheochromocytoma ganas tampaknya sangat bergantung pada mutasi yang mendasarinya. Untuk kebanyakan pheochromocytomas sporadis, kurang dari 10% berubah menjadi ganas. Tingkat keganasan tertinggi dikaitkan dengan mutasi SDHB (familial pheochromocytoma/sindrom paraganglioma) yang dapat membawa tingkat keganasan di atas 50%.

8. Tidak semua penderita hipertensi memiliki pheochromocytoma

Tes urin 24 jam untuk mendiagnosis pheochromocytoma sangat diperlukan. Pheochromocytoma dianggap positif jika kadar katekolamin melebihi dua kali batas atas normal. Banyak orang, terutama penderita hipertensi, memiliki sedikit peningkatan kadar katekolamin yang secara teknis di atas kisaran normal. Akan tetapi tidak semua penderita hipertensi berisiko memiliki pheochromocytoma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *