Apa Itu Law Of Attraction?

Melansir dari Your Tango, istilah Law of Attraction (LoA) bermakna keyakinan kalau memfokuskan diri pada hal (pemikiran, perasaan, perilaku, dan kepercayaan) positif atau negatif akan mendatangkan pengalaman yang sama dalam hidup, baik itu pada aspek kesehatan, kekayaan, bahkan asmara. Sederhananya, ketika memfokuskan diri untuk mendapatkan sesuatu atau seseorang, kamu akan menarik hal itu datang padamu.

Law of Attraction merupakan salah satu cara agar terhindar dari stress. Sebenarnya stres tidak selalu berorientasi buruk pada hidup Anda. Adanya stres mendasari semua tindakan yang Anda lakukan. Tanpa adanya stres, Anda tidak memiliki kekhawatiran untuk melakukan hal ini dan itu. Meski begitu, stress yang tidak terkendali dan berlangsung dalam jangka panjang akan bisa memunculkan berbagai masalah kesehatan.

Filosofi hukum ketertarikan atau law of attraction berakar pada pemikiran positif yang akan berdampak positif pula bagi kehidupan seseorang. Di sisi lain, pemikiran negatif pun akan membuahkan hal serupa. Artinya, pemikiran merupakan energi yang bisa menarik hal-hal di sekitar. Aspek yang tercakup di dalamnya pun beragam mulai dari kesehatan, hubungan, dan juga finansial. Namun, bukti ilmiah yang mendukung hal ini masih sangat terbatas.

Terdapat beberapa prinsip universal yang mendasari law of attraction di antaranya

  1. Kemiripan saling tarik menarik

Menurut hukum ini, hal-hal yang serupa akan tertarik satu sama lain, termasuk seorang individu yang merasa lebih nyaman dekat dengan orang sepemikiran. Prinsip ini berlaku untuk hal positif maupun negatif. Ketika seseorang cenderung berpikir negatif, maka pengalaman negatif juga akan mendekat. Di sisi lain, pemikiran positif akan mendekatkan dengan hal yang diinginkan.

  1. Kehidupan dan pikiran yang terisi

Ada juga prinsip nature abhors a vacuum yang berarti pikiran dan hidup akan selalu terisi. Tinggal bagaimana seseorang mengisinya, apakah dengan hal positif atau negatif. Hal ini sangat menekankan pentingnya untuk mengisi dengan hal-hal positif.

  1. Masa kini selalu sempurna

Hukum ini juga fokus pada ide bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki masa kini. Jadi, meski ada yang salah dari masa kini, hukum ini menyarankan untuk memusatkan energi pada bagaimana cara menyempurnakan momen yang tengah dijalani.

Menurut law of attraction, seseorang bisa menciptakan realitanya sendiri. Fokus pikiran Anda, itulah yang akan terbawa menjadi kenyataan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukannya, seperti

  1. Selalu bersyukur 

Buat mood board untuk membantu mensyukuri hal-hal kecil yang mungkin sering luput diperhatikan atau bisa juga dengan memulai hari dengan mensyukuri 3 hal sederhana ketika baru terbangun di pagi hari.

  1. Visualisasi tujuan dengan nyata

Melakukan visualisasi nyata bisa dilakukan dengan cara masing-masing. Contohnya dengan menuliskan jurnal sembari memaparkan apa saja pemikiran positif dan negatif yang menyertai jalan demi mewujudkan tujuan itu.

  1. Mencari hal positif dari segala situasi

Ketimbang menguras energi dengan fokus pada apa yang salah, coba asah diri untuk menerima situasi seperti apa adanya. Ini berbeda dengan menyerah dan enggan berjuang, hanya saja upaya untuk tidak terus menerus menggerutu dan mengeluh ketika situasi sedang kacau.

  1. Menggunakan afirmasi positif atau positive self-talk

Apabila suara-suara di kepala terlalu bising dengan skeptisme, coba alihkan dengan sering-sering melakukan positive self-talk setiap hari. Dalam jangka panjang, cara ini akan jadi lebih mudah bahkan terjadi kebalikannya, yaitu sulit mempertahankan pikiran negatif.
Itulah penjabaran secara singkat mengenai law of attraction dalam mengatasi stres. Anda bisa melakukan hal ini jika sedang merasa lelah ataupun pikiran – pikiran negatif yang mulai menyerang. Jika Anda sudah melakukan ini dan belum merasa lebih baik, segeralah untuk mendapatkan pertolongan professional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *