Social Butterfly

Ketika seseorang bertemu dengan orang lain, mungkin mereka ingin atau merasa menjadi pusat perhatian seolah-olah hal tersebut memberikan motivasi dalam kehidupan mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa seseorang merupakan social butterfly.

Apa Yang Dimaksud Dengan Social Butterfly?

Social butterfly merupakan kepribadian seseorang dimana mereka dapat mempengaruhi kehidupan orang lain. Social butterfly juga menunjukkan bahwa seseorang merasa hidup di dunia sendiri seolah-olah dirinya adalah yang paling penting. Hal tersebut dapat membuat mereka sulit untuk mempertahankan komitmen atau hubungan dalam jangka waktu yang lama.

Social butterfly berasal dari kata “socius,” yang artinya teman. Hal tersebut menjadi ciri khas seseorang yang memiliki kepribadian social butterfly dimana mereka bisa berteman dengan siapa saja seolah-olah memiliki jaringan yang luas. Orang-orang yang memiliki kepribadian seperti ini, walaupun tidak memiliki kesamaan, akan mudah mendekati orang atau kelompok tertentu.

Penelitian Tentang Social Butterfly

Jika menghubungkan bagaimana cara social butterfly berinteraksi dengan cara kerja otak, hal tersebut menunjukkan adanya refleksi dari lingkungan sosial yang terjadi sehari-hari.

Sebuah penelitian telah dilakukan oleh Maryann Noonan, peneliti pascadoktoral di Oxford University, dimana gagasan utamanya adalah untuk mengetahui apakah kinerja otak membuat seseorang memiliki kepribadian social butterfly atau tidak.

Penelitian tersebut melibatkan 18 partisipan yang berusia antara 27 hingga 70 tahun. Mereka ditanyai mengenai berapa banyak orang yang diajak untuk berinteraksi dalam 7 hingga 30 hari terakhir. Interaksi sosial yang dilakukan tidak hanya dengan bertemu langsung, namun juga bisa dengan komunikasi secara online seperti telepon.

Pada kesimpulan awal, Noonan menemukan bahwa otak bekerja menyesuaikan dengan seberapa aktif seseorang berinteraksi dengan orang lain, dan seberapa banyak pengaruh otak untuk beradaptasi dengan semua kebutuhan dan kemampuan seseorang.

Penelitian lain dilakukan oleh Paul Duberstein, seorang profesor di University of Rochester Medical Center di New York. Orang-orang yang memiliki kepribadian social butterfly, terutama yang berada di usia 60 tahun ke atas, bisa saja menyimpan depresi dalam dirinya. Hal tersebut bisa disebabkan oleh trauma atau pengalaman kehilangan.

Ciri-Ciri Social Butterfly

Sebenarnya Anda dapat mengetahui jika seseorang memiliki kepribadian social butterfly. Berikut adalah ciri-ciri yang menunjukkan kepribadian tersebut:

  1. Selalu bergaul dengan orang lain

Orang-orang yang memiliki kepribadian social butterfly selalu bergaul dengan orang lain tanpa memperhatikan minat mereka.

  • Suka menjadi pusat perhatian

Ketika mereka mengobrol, mereka akan mengambil kesempatan untuk berinteraksi seperti menunjukkan semangat terhadap topik yang dibicarakan.

  • Sangat spontan

Social butterfly adalah orang yang spontan dimana mereka tidak merasa ragu untuk mengambil keputusan, dan mereka justru suka bereksperimen dengan keadaan di sekitar.

  • Mudah berubah pikiran

Meskipun cepat mengambil keputusan, social butterfly juga cenderung berubah pikiran. Hal tersebut membuat mereka kurang bertanggung jawab dalam menanggapi pilihan atau keputusan.

  • Butuh dukungan

Social butterfly juga memerlukan dukungan ketika menghadapi masalah, walaupun mereka terlihat percaya diri.

  • Memiliki jadwal yang padat

Social butterfly cenderung memiliki jadwal yang padat seperti menghabiskan waktu dengan teman-teman di mal. Hal tersebut membuat mereka bersemangat sehingga mereka ingin terus melakukan aktivitasnya bersama.

  • Merasa egois

Walaupun mudah bersosialisasi dengan orang lain, social butterfly juga egois karena mereka cenderung memikirkan diri sendiri atau menjadi pusat perhatian.

  • Selalu punya harapan

Social butterfly juga punya harapan ketika mereka bertemu dengan orang lain, khususnya ketika mereka sedang berkencan. Social butterfly mengharapkan teman kencannya mengerti apa yang dipikiran oleh pasangannya.

  • Sulit menjaga komitmen

Social butterfly juga merasa sulit untuk menjaga komitmen. Contohnya, jika mereka merasa bahwa mereka tidak cocok dengan pasangannya, maka mereka akan ganti dengan pasangan lain, bahkan berkali-kali bila perlu.

  1. Perhatian pada penampilan

Social butterfly cenderung memperhatikan penampilan mereka. Mereka bisa saja menghabiskan waktu yang lebih lama agar mereka terlihat menarik ketika bepergian ke suatu tempat.

Kesimpulan

Social butterfly merupakan orang-orang yang mengharapkan sesuatu sesuai selera mereka. Oleh karena itu, jika Anda berteman atau berkencan dengan orang-orang yang memiliki kepribadian seperti ini, Anda sebaiknya coba untuk memahami pikiran mereka agar dapat memiliki hubungan yang baik.

Tips Memilih Catokan Rambut

catokan rambut sering kali menjadi cara yang paling mudah untuk meluruskan rambut tanpa memakan waktu yang lama

Catokan rambut dapat digunakan untuk mengaplikasikan semua jenis gaya pada rambut Anda sehingga secara efektif mengekspresikan keindahan rambut Anda.  Catokan dapat digunakan untuk meluruskan rambut Anda, menerapkan ikal dan gelombang atau bahkan membalik seperti apa adanya.

Namun, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum membeli atau menggunakan catokan rambut untuk menghindari kerusakan apa pun pada rambut Anda. Hal ini sangat penting karena suka atau tidak suka, catokan rambut dapat merusak rambut Anda sehingga memilih catokan rambut yg sesuai juga sangat penting.

Catokan rambut yang baik adalah investasi, bukan benda sekali pakai yang harus Anda ganti setiap beberapa bulan. Alat yang tepat dengan cepat menata rambut Anda tanpa kerusakan akibat panas, kerusakan, atau tekstur yang tidak rata. Berikut beberapa tips memilih catokan rambut yang tepat untuk kebutuhan Anda:

  • Pilih bentuk yang tepat

Anda mungkin berpikir bahwa catokan rambut pada umumnya adalah bertekstur datar pada bagian dalam. Namun ujung-ujung alat rambut ini dapat memengaruhi keserbagunaannya. Jika pelat dan tepi luar catokan berbentuk agak bundar, akan lebih mudah untuk mengubah catokan Anda menjadi curling iron. Catokan datar dengan ujung yang tajam kurang mudah beradaptasi tetapi bisa membuat rambut Anda sedikit lurus.

  • Pertimbangkan lebar plat

Semakin lebar lempeng pada catokan, semakin cepat Anda bisa meluruskan rambut Anda. Tentu saja, jika Anda berencana bepergian dan membawa catokan kemanapun Anda pergi, Anda akan membutuhkan pelat catokan yang sedikit lebih kecil yang dapat dengan mudah masuk ke dalam tas Anda. Wanita dengan rambut halus mungkin juga menemukan bahwa pelat lebar pada catokan memberikan efek terlalu panas, sehingga dapat dengan mudah merusak batang rambut.

  • Pilih pelat catokan yang tepat 

Pelat catokan dibuat dari berbagai logam dan zat lainnya. Tidak ada pilihan material pelat yang ‘tepat’. Sebagai gantinya, pertimbangkan kebutuhan rambut Anda:

  1. Catokan titanium memanas dengan cepat, menerapkan suhu yang lebih tinggi secara lebih merata. Catokan ini cenderung lebih mahal, dan Anda tidak memerlukan besi titanium kecuali rambut Anda sangat keriting dan kasar.
  2. Catokan keramik menggabungkan nilai dan efektivitas, bahkan menawarkan panas untuk sebagian besar tekstur rambut. Namun, beberapa pelurus hanya dilapisi keramik.  Seiring waktu, keramik menjadi usang, meninggalkan Anda dengan catokan yang mendistribusikan panas tidak merata atau tidak bekerja sama sekali.
  3. Pelat turmalin sangat bagus untuk rambut rusak. Kadang-kadang disebut ‘lempengan ionik’, lempeng-lempeng ini menghasilkan lebih banyak ion negatif daripada positif, mengurangi keriting dan menyegel batang rambut.
  • Pikirkan tentang suhu

Panas tinggi pada catokan berarti pelurusan bekerja lebih cepat, lebih efektif, tetapi tidak semua jenis rambut membutuhkan catokan terpanas. Untuk mengurangi kerusakan pada rambut Anda, pertimbangkan catokan yang menawarkan pengaturan panas yang dapat disesuaikan, lalu tata pada pengaturan panas terendah yang memberi Anda hasil yang Anda inginkan.

Setrika berbiaya rendah terkadang memanas secara tidak merata, menghasilkan tekstur yang tidak rata dan bahkan berpotensi membakar bagian rambut Anda. Styler rambut profesional memiliki sensor cerdas di setiap lempeng, memastikan bahwa catokan cukup panas untuk menata rambut Anda tanpa kepanasan.

  • Ketahui perbedaan antara harga dan nilai

Sangat mudah untuk pergi ke toko dan membeli catokan rambut murah pertama yang Anda lihat. Jika ya, Anda mungkin akan melakukan hal yang sama lagi beberapa bulan kemudian. Masalah dengan catokan murah adalah mereka cenderung patah lebih cepat. Mereka juga dapat merusak rambut Anda, karena catokan yang murah mungkin tidak merata ketika menerapkan panasnya, sehingga dapat merobek rambut Anda, dan bahkan membuat rambu terlalu panas.

Catokan rambut memiliki beberapa manfaat untuk mengatur dan memberikan style tertentu pada rambut Anda. Namun, Anda juga perlu mengingat, bahwa penggunaan catokan yang terlalu sering dapat membuat rambut Anda kering, kusam, patah dan bahkan rusak secara permanen.

Daun Gedi Di Indonesia

Daun gedi bentuknya seperti daun pepaya

Daun gedi atau sayur Yondok mempunyai nama latin Abelmoschus manihot, yang sebelumnya dinamakan sebagai Hibiscus Manihot L. Daun ini juga memiliki berbagai macam sebutan di berbagai negara lain di Filipina, daun gedi dikenal sebagai Lagikuway, sedangkan di Thailand dikenal sebagai Po fai dan di Inggris lebih dikenal sebagai Edible hibiscus. 

Daun gedi sendiri merupakan sayur khas yang terdapat di daerah Sulawesi Utara. Di Sulawesi Utara sendiri, daun gedi selalu jadi campuran atau pelengkap makanan khas Manado, yaitu Bubur Manado atau tinutuan. Selain rasanya yang enak, daun gedi mempunyai fungsi sebagai penambah rasa gurih serta mengentalkan.

Selain gurih, daun gedi juga kaya akan vitamin A, zat besi dan serat yang baik untuk saluran pencernaan pada tubuh Anda. Daun gedi juga memiliki kolagen dalam kandungannya, yang bermanfaat sebagai antioksidan dan menjaga kesehatan kulit. Zat kolagen yang bersifat antioksidan dalam daun gedi berguna untuk merawat kesehatan kulit dan melancarkan peredaran darah. Daun gedi juga mengandung banyak serat sehingga dipercaya dapat menyerap kolesterol dan lemak pada tubuh. Salah satu manfaat kesehatan lain yang dikaitkan dengan daun gedi adalah menurunkan kadar kolesterol serta hipertensi. 

Daun gedi memiliki banyak manfaat kesehatan dan mudah untuk diolah, sehingga banyak masyarakat Sulawesi yang menanam daun gedi di rumah mereka masing-masing. Berikut resep bubur manado menggunakan daun gedi yang bisa Anda coba di rumah:

Bahan-bahan 

Bahan bubur :

  • 2 centong nasi
  • 2 mangkok labu kuning potong dadu
  • 1 batang ubi/ketela kuning atau putih
  • 2 ikat kangkung, dipotong
  • 1 mangkok daun gedi
  • 1 bonggol jagung manis yang sudah di pipil
  • 1 batang serai besar, di geprek
  • 2 siung bawang merah dan 2 siung bawang putih, dihaluskan
  • 1 ikat daun bawang, di iris-iris
  • 1 ikat daun kemangi, dipetik
  • Secukupnya garam

Sambal ikan :

Secukupnya kepala ikan asin, digoreng kering

  • 2 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 20 buah cabe rawit
  • 1 buah tomat,iris
  • Secukupnya gargul

Pelengkap :

Sesuai selera, ikan asin atau sambal dabu-dabu.

Cara memasak:

  • Siapkan air secukupnya di panci, masukkan serai, bawang merah bawang putih, nasi, jagung, labu kuning, ubi dan garam sampai mendidih dan ubi melunak.
  • Masukkan daun gedi, kangkung, kemangi dan daun bawang selama 2 menit. Lalu tes rasa
  • Untuk sambalnya, goreng semua bahan kecuali kepala ikan asin. 
  • Lalu ulek kasar semua bahan yang sudah digoreng beserta kepala ikan asin. 
  • Sajikan tinutuan atau bubur Manado bersama sambal dan pelengkap seperti ikan asin dan sambal dabu-dabu.

Tumbuhan daun gedi adalah tumbuh-tumbuhan yang bisa mencapai tinggi dua hingga tiga meter. Daunnya hijau, sepintas mirip daun singkong atau karena daunnya membentuk lima jari. Selain dijadikan bahan dalam pembuatan bubur Manado, daun gedi juga dapat Anda olah sesuai dengan selera Anda.

Presbiopi

Presbiopi adalah kelainan pada mata yang menyebabkan hilangnya kemampuan mata untuk melihat objek dalam jarak dekat secara bertahap.

Presbiopi adalah kondisi mata dimana masalah tersebut bisa menyebabkan seseorang sulit melihat dengan jarak dekat. Meskipun hal tersebut bukan merupakan suatu penyakit, presbiopi terjadi seiring bertambahnya usia.

Seseorang yang mengalami presbiopi pada umumnya terjadi ketika mereka memasuki usia 40 tahun. Contoh tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami presbiopi adalah pandangan yang kabur ketika membaca sesuatu.

Perbedaan Antara Presbiopi dan Rabun Dekat
Meskipun presbiopi dan rabun dekat menyebabkan seseorang merasa kesulitan dalam melihat dengan jarak dekat, kedua kondisi tersebut memiliki perbedaan. Presbiopi terjadi karena lensa mata kehilangan kelenturan, akibat pertambahan usia. Masalah ini akan dialami oleh semua orang.

Orang yang mengalami rabun dekat disebabkan karena adanya kelainan bentuk pada bola mata. Cahaya yang masuk ke mata manusia dipantulkan di belakang retina. Kondisi tersebut juga merupakan gangguan refraksi mata.

Gejala Presbiopi
Perubahan pada mata ini umumnya akan muncul ketika manusia memasuki usia 40 tahun. Secara perlahan kondisi yang dialami semakin memburuk hingga mereka memasuki usia 65 tahun.

Orang-orang yang mengalami presbiopi dapat ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Mudah mengalami pusing atau mata pegal setelah melihat dengan jarak dekat.
  • Kesulitan membaca tulisan yang berukuran kecil.
  • Perlu menggunakan lampu yang lebih terang ketika membaca dalam jarak dekat.
  • Memicingkan mata supaya dapat fokus terhadap pandangan.

Kondisi seperti ini tidak dapat disembuhkan, karena tergolong proses normal. Meskipun demikian, jika Anda mengalami presbiopi, Anda sebaiknya periksa diri jika mengalami kejanggalan pada mata Anda. Mungkin saja Anda mengalami gejala sebagai berikut:

  • Titik-titik hitam muncul.
  • Adanya lingkaran di tepi cahaya.
  • Adanya kilatan cahaya pada pandangan.
  • Pandangan yang kurang jelas atau kabur.
  • Melihat pandangan ganda.
  • Mengalami kebutaan pada salah satu atau kedua mata.

Penyebab Presbiopi
Agar seseorang dapat melihat suatu objek, matanya akan menangkap cahaya. Cahaya tersebut akan diteruskan melewati kornea, lensa, iris, dan retina. Setelah itu, otak akan menerimanya sebagai suatu sinyal.

Selain itu, otot-otot mata yang elastis dibutuhkan. Namun, seiring bertambahnya usia, otot-otot akan mengeras sehingga membuatnya kaku. Masalah tersebut adalah salah satu penyebab seseorang mengalami presbiopi.

Selain pengaruh di atas, orang-orang yang mengalami gangguan seperti ini juga kemungkinan disebabkan oleh faktor berikut:

  • Mengkonsumsi alkohol.
  • Penggunaan obat-obatan seperti obat antidepresan.
  • Profesi yang mengharuskan Anda untuk melihat objek tertentu dalam jarak dekat.
  • Penyakit tertentu seperti diabetes dan jantung.

Diagnosis
Jika Anda mengalami gangguan seperti ini, Anda sebaiknya tanyakan masalah ini kepada dokter. Sebelum mengobatinya, dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu, yaitu dengan tes ketajaman penglihatan, pemeriksaan refraksi, dan tes dilatasi mata.

Cara Mengatasi Presbiopi
Setelah melakukan diagnosis, cara mengatasi masalah presbiopi adalah menggunakan kacamata sesuai dengan kondisi Anda. Anda dapat membeli ukuran lensa kacamata baik melalui anjuran dokter maupun pilihan sendiri.

Karena presbiopi tidak dapat diobati dan masalah tersebut hanya terjadi ketika Anda memasuki usia 40, dan berakhir pada usia 65 tahun, Anda setidaknya perlu menjaga kesehatan mata Anda. Anda dapat melakukannya dengan:

  • Membaca di tempat yang memiliki penerangan yang cukup.
  • Jangan membaca terlalu dekat.
  • Melindungi mata dari paparan sinar matahari dengan mengenakan kacamata hitam.
  • Memeriksa kondisi mata secara rutin.

Kesimpulan

Itulah cara penanganan yang tepat jika Anda mengalami presbiopi. Presbiopi hanya terjadi pada sementara waktu. Selain itu, Anda perlu terapkan hal-hal yang disebutkan di atas untuk menjaga kesehatan mata. Jika kondisi mata Anda memburuk, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Mengenal Tentang Midazolam, Obat yang Kontroversial

Midazolam termasuk dalam golongan obat Benzodiazepine yang bekerja pada sistem saraf pusat. Oleh karena itu obat Midazolam dapat menyebabkan efek relaksasi, mengantuk, dan menyebabkan hilangnya ingatan sebagian atau total selama penggunaan obat. Midazolam biasanya digunakan sebagai obat bius agar pasien bisa menahan sakit dari prosedur media yang akan dilakukan. Selain itu, obat ini juga sering digunakan di ICU pada pasien yang dipasang alat ventilator.

Obat ini juga memiliki efek mengurangi kecemasan. Tidak heran, midazolam tidak dijual bebas dan hanya bisa diberikan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan. Namun, apa saja efek sampingnya? Simak penjelasan berikut ini.

Efek samping midazolam

Efek samping dari midazolam dapat menyebabkan penekanan pada sistem pernapasan sehingga menyebabkan orang yang menggunakannya sulit untuk bernapas. Oleh karena itu, midazolam sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan penyakit pernapasan seperti PPOK. Jika penggunaannya tidak tepat, midazolam dapat menyebabkan napas berhenti yang akhirnya mengakibatkan kerusakan pada otak secara permanen bahkan dapat menyebabkan kematian.

Midazolam juga tidak dianjurkan pada wanita hamil dan menyusui karena obat ini dapat melewati ari-ari dan menyebabkan janin di dalam kandungan mengalami efek midazolam. Efek samping penggunaan obat ini juga bervariasi. Mulai dari efek samping yang ringan hingga berat tergantung dosis obat yang digunakan. Efek samping yang sering terjadi dengan penggunaan midazolam antara lain:

  • Rasa lelah
  • Sakit kepala
  • Sulit mengontrol diri
  • Gangguan keseimbangan
  • Gampang marah
  • Halusinasi
  • Bicara tidak jelas
  • Gemetaran
  • Sulit bernapas

Jika dosis midazolam berlebihan, akan terjadi gejala overdosis sebagai berikut:

  • Hilangnya kesadaran
  • Perasaan ngantuk terus-menerus
  • Gampang jatuh

Efek yang ditimbulkan, yaitu mengantuk, sakit kepala, dan batuk akibat iritasi tenggorokan. Selain itu, penggunaan pada hidung dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan hidung berair.

Penggunaan obat baru ini tidak diperbolehkan pada penderita glaukoma sudut tertutup. Adanya konsumsi obat sedasi lainnya, seperti obat nyeri golongan opioid, dapat menyebabkan efek sedasi berat, depresi pernapasan, koma hingga kematian.

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan obat ini, sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter mengenai obat lainnya yang sedang Anda konsumsi.

Waspada Perdarahan Post Partum yang Jadi Sebab Tingginya Angka Kematian Ibu Melahirkan

Perdarahan post partum perdarahan setelah melahirkan tidaklah selalu terjadi sesaat ketika bayi telah dilahirkan. Perdarahan post partum adalah kondisi perdarahan yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam setelah melahirkan. Namun, perdarahan masih mungkin terjadi bahkan hingga 12 minggu pasca persalinan. Kondisi ini disebut dengan perdarahan post partum sekunder.

Selama masa nifas, seorang ibu akan terus mengalami perdarahan. Namun, perdarahan yang terjadi dalam masa nifas tidak begitu berat dan jumlah darah yang keluar semakin hari akan semakin sedikit. Namun, jika selama masa tersebut darah yang keluar dalam jumlah yang cukup banyak, hal tersebut dapat menjadi gejala dari perdarahan post partum sekunder.

Idealnya, dua minggu pasca persalinan, perdarahan nifas akan berkurang banyak dan ibu perlahan akan kembali pulih. Namun, jika perdarahan tidak juga berhenti maupun tiba-tiba muncul perdarahan setelah sebelumnya mulai mereda, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter. Lebih jelasnya tentang gejala perdarahan post partum sekunder, dapat disimak di bawah ini:

  • Perdarahan terjadi dalam jumlah yang banyak atau tidak mengalami pengurangan jumlah

Dalam masa nifas, perdarahan yang dialami ibu berlangsung dalam empat hingga enam minggu, walaupun memang dalam beberapa kasus ada yang mencapai minggu ke delapan. Beberapa hari setelah persalinan, darah yang keluar umumnya dalam jumlah yang banyak dan cenderung berwarna merah terang, sehingga terkadang ibu perlu mengenakan pembalut khusus ibu melahirkan.

Namun, dalam beberapa hari setelah kondisi tersebut, darah yang keluar akan berangsur berkurang jumlah, seperti darah ketika menstruasi. Ketika kondisi terjadi, ibu dapat mengenakan pembalut untuk menstruasi. Namun, jika pembalut tersebut sudah penuh dengan darah dalam waktu satu jam, hal tersebut dapat menjadi gejala adanya perdarahan post partum.

  • Lemas dan seperti ingin pingsan

Keluarnya darah dalam jumlah banyak akan berdampak pada kondisi tubuh. Ibu akan merasa lemas dan kepala terasa ringan, seperti ingin pingsan. Jika kondisi ini terus terjadi dan diikuti dengan gejala meningkatnya denyut jantung dan menurunnya tekanan darah, segera rujuk ke rumah sakit.

  • Terdapat gumpalan darah

Gumpalan darah dalam ukuran kecil umumnya akan keluar beberapa hari pasca persalinan. Dalam kondisi normal, gumpalan tersebut seharusnya tidak keluar lagi setelah beberapa hari.

Jika terdapat gumpalan darah dalam ukuran besar dan diikuti dengan keluarnya gumpalan kecil, dan kram perut, segera rujuk ke rumah sakit. Kondisi tersebut dapat menjadi pertanda adanya sisa plasenta yang tertinggal dalam rahim.

Mewaspadai gejala post partum sangatlah penting. Pasalnya, kondisi ini menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan di Indonesia.

Makanan Penambah Darah yang Perlu Dikonsumsi Sehari-Hari

Anemia adalah kondisi tubuh yang kekurangan jumlah sel darah merah yang bertugas mengantar oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kebanyakan anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi makanan penambah darah yang kaya akan kandungan zat besi ke dalam menu harian merupakan langkah penting untuk mencegah anemia.

Penderita anemia akan merasakan gejala berupa lebih, lesu, lemas, sulit berkonsentrasi, napas pendek, jantung berdebar, serta sering merasa pusing. Gejala ini mungkin tidak berat tapi bisa mengganggu produktivitas kerja orang dewasa dan mengganggu konsentrasi belajar pada anak. Agar asupan zat besi selalu terpenuhi, makanan-makanan berikut ini bisa dimasukkan sebagai variasi dalam menu makanan Anda.

Sayuran berwarna hijau tua

Bayam, kangkung, daun singkong dan brokoli merupakan sayuran hijau tua yang kaya akan zat besi. Dalam 100 gram bayam atau kangkung terkandung sekitar 2.7 mg zat besi, sedangkan dalam 100 gram brokoli ada sekitar 0.7 mg zat besi. Perlu Anda ketahui, zat besi dari sumber-sumber nabati ini adalah jenis zat besi non-heme. Zat besi non-heme lebih suka diserap oleh tubuh, hanya sekitar 30 persen dari jumlah zat besi non-heme dalam sumber nabati yang mampu diserap dengan baik. Sedangkan jenis zat besi heme yang didapat dari sumber hewani bisa sampai 70 persen terserap dengan baik oleh tubuh.

Daging merah

Daging merah merupakan sumber zat besi yang baik, dengan 2,8 mg zat besi per 100 gram daging. Kandungan zat besinya memang tidak berbeda jauh dari sayuran hijau seperti bayam, tetapi jenis zat besi dalam daging adalah zat besi heme yang mudah diserap oleh tubuh, yang membuat daging lebih efektif sebagai makanan penambah darah.

Kerang dan tiram

Kerang dan tiram merupakan makanan lauh yang tinggi kandungan zat besinya, apalagi jika disajikan dengan perasan air lemon yang kaya vitamin C. Tapi untuk ibu hamil, makanan laut sejenis kerang dan tiram perlu dihindari. Pasalnya makanan laut ini kemungkinan besar mengandung racun dan limbah industri yang dibunag ke laut.

Ibu Hamil, Jauhi Pantangan Berikut Ini agar Kandungan Sehat Selalu

Kehamilan menjadi suatu proses yang didamba-dambakan oleh seorang wanita. Pasalnya, setelah proses kehamilan ini berakhir dan berhasil melahirkan buah hati dengan selamat, seorang wanita akan resmi menjadi seorang ibu.

Tentunya, selama masa kehamilan tersebut, kesehatan calon bayi dan ibu harus terus diperhatikan. Tidak jarang, calon ibu akan menjadi lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi agar tidak membahayakan kandungannya. Lebih jelasnya tentang pantangan ibu hamil, dapat Anda simak dalam artikel berikut ini:

Daftar pantangan ibu hamil yang wajib dijauhi:

Di bawah ini terdapat beberapa makanan dan minuman yang jadi pantangan ibu hamil selama masa mengandung:

  • Ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi

Bukan sebuah rahasia lagi, bahwa merkuri merupakan kandungan yang beracun dan membahayakan kesehatan. Jenis ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi, seperti ikan hiu, ikan todak, ikan makarel, dan tuna, hanyalah sebagian contoh kecil.

  • Ikan yang dimasak setengah matang atau bahkan mentah

Ikan mentah atau yang dimasak setengah matang, seperti sushi, sebenarnya mengandung virus dan bakteri, seperti Salmonella, Listeria, dan norovirus. Bakteri dan virus tersebut dapat mengakibatkan kondisi dehidrasi dan rasa lemas jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain itu, infeksi yang diakibat oleh virus dan bakteri tersebut dapat ditularkan pada janin.

  • Kafein

Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dapat diserap dengan cepat ke dalam plasenta dan berakhir pada janin. Ibu hamil perlu mengurangi konsumsi kopi, yaitu kurang dari 2-3 cangkir dalam sehari.

  • Makanan cepat saji

Kandungan nutrisi dalam makanan cepat saji cenderung rendah, namun tinggi akan kandungan kalori dan gula. Selain itu, makanan cepat saji juga mengandung lemak tambahan. Mengonsumsi makanan cepat saji saat hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan kelahiran.

  • Makanan yang tidak dicuci bersih

Sebelum mengolah makanan, ada baiknya sayur dan buah dicuci bersih terlebih dahulu. Jika tidak, kontaminasi bakteri dan parasit yang menempel, seperti Toksoplasma, E. coli, Salmonella, dan Listeria dapat masuk ke dalam tubuh.

  • Daging mentah, setengah matang, dan olahan

Bakteri E. coli, Toksoplasma, Listeria, dan Salmonella tidak hanya terdapat pada sayur dan buah yang tidak dicuci bersih, namun juga terdapat pada daging mentah, setengah matang, dan olahan. Mengonsumsi daging tersebut, dapat meningkatkan risiko ibu hamil terkena virus dan bakteri yang disebutkan.

Lebih jelasnya, ibu hamil dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan tentang kebutuhan nutrisi dan jenis makanan atau minuman apa saja yang dapat mendukung kesehatan janin.

Waspadai Penyebab Kolera yang Rawan Menyerang Masyarakat di Indonesia

Setidaknya terdapat 2,6 juta kasus kolera dengan 40 ribu lebih korban jiwa yang dilaporkan oleh WHO dalam kurun satu dasawarsa, dari 2006 hingga 2016. Bakteri Vibrio cholerae adalah penyebab utama dari penyakit kolera. Bakteri tersebut menginfeksi tubuh manusia melalui perantara makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Sesaat setelah bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, ia akan menginfeksi saluran pencernaan yang kemudian akan menyebabkan diare. Dalam kasus tertentu, diare berat yang tidak diatasi dapat menyebabkan dehidrasi berat dan kemungkinan meninggal dunia.

Bakteri yang menjadi penyebab kolera cenderung menyukai sanitasi yang buruk. Tidak adanya sarana yang menyediakan air bersih maupun fasilitas kebersihan lain, seperti fasilitas mandi cuci kakus yang memadai, yang juga dipicu oleh perilaku pribadi yang tidak menjaga kebersihan, mampu meningkatkan risiko penyakit kolera.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, penyakit kolera terbilang cukup ditemukan di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan bahwa Indonesia terbebas dari penyakit kolera. Faktanya, tingkat indikator perilaku hidup bersih di Indonesia hanya menyentuh angka 32,2%. Angka tersebut menunjukkan masih tingginya peluang bakteri penyebab kolera hadir di tengah kehidupan masyarakat.

Telah disebutkan bahwa terdapat kaitan yang erat tentang minimnya ketersediaan sarana sanitasi dan air bersih bagi masyarakat dengan tingkatan risiko risiko penyakit kolera, terlebih jika terjadi perang maupun bencana alam yang melanda Indonesia. Dapat diasumsikan bahwa, pada kondisi tertentu tersebut, sarana sanitasi dan sumber air bersih akan mengalami kerusakan, sehingga banyak pengungsi yang akan berkumpul di suatu tempat yang tidak ada akses air bersih sama sekali.

Risiko ini tentu dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup yang bersih. Hal sederhana seperti membiasakan diri mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, baik sebelum maupun setelah makan, begitu juga ketika setelah menggunakan toilet.

Mengolah bahan makanan yang akan dikonsumsi secara tepat juga dapat mengurangi risiko masuknya bakteri penyebab kolera ke dalam tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan bahwa bahan tersebut telah dicuci bersih dan dimasak dengan matang.

Apa itu Penyakit Limfoma dan Bagaimana Penangannya?

Apakah Anda pernah mendengar penyakit limfoma? Limfoma adalah suatu kondisi keganasan yang menyerang sel darah putih, limfosit, yang mulanya pada bagian kelenjar atau jaringan getah bening.

Limfoma memiliki beberapa jenis, salah satunya limfoma Hodgkin dan limfoma non-hodgkin (NHL). Perbedaan dari kedua jenis limfoma tersebut, yaitu ada atau tidaknya sel Reed-Sternberg yang dimiliki oleh limfoma Hodgkin.

Jenis NHL adalah tipe limfoma yang umumnya sering terjadi jika dibandingkan dengan tipe limfoma lainnya. Tipe NHL biasanya menyerang kelompok usia orang dewasa, namun tidak tertutup kemungkinan bahwa ia dapat menyerang usia yang lebih muda juga.

Apa saja gejala dari penyakit limfoma NHL?

Beberapa gejala yang umumnya dikeluhkan oleh pasien NHL, di antaranya:

  • Nyeri dan bengkak pada bagian perut.
  • Rasa nyeri pada bagian dada disertai batuk dan kesulitan bernapas.
  • Timbulnya bengkak pada kelenjar getah bening di area leher, ketiak, maupun selangkangan.
  • Demam dan berkeringat ketika malam hari.
  • Mudah merasa lelah.
  • Berat badan menurun tanpa alasan yang jelas.

Penyebab terjadinya NHL yaitu adanya perubahan atau mutasi pada DNA di salah satu sel darah putih (sel limfosit). Meskipun begitu, penyebab yang memicu perubahan DNA ini belum diketahui sampai sekarang. Ada beberapa dugaan, seperti usia yang semakin menua, kondisi obesitas, adanya paparan terhadap bahan karsinogen, radiasi, kemoterapi, dan juga dapat terjadi karena adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (HIV/AIDS, infeksi Epstein-Barr virus, atau infeksi Helicobacter pylori). Selain itu, faktor keturunan juga diduga menjadi pemicu seseorang mengalami NHL.

Bagaimana mengatasi penyakit limfoma NHL?

Ketika Anda mengalami gejala dari penyakit ini seperti yang sudah disebutkan di atas, maka langkah yang terbaik adalah datang dan berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menyarankan Anda untuk mengikuti beberapa tes, seperti tes darah, urine, pengambilan jaringan, dan tes radiologi untuk mendeteksi adanya NHL dalam tubuh Anda.

Jika hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa Anda didiagnosis dengan NHL, maka dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan terapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan tujuan membunuh sel-sel limfosit yang memicu NHL tersebut.

Sebagai catatan, hingga saat ini belum ditemukan cara yang tepat untuk secara efektif mengatasi NHL. Namun, dengan diagnosis dini dan penanganan lebih awal, beberapa risiko yang tidak diinginkan dapat dihindari.