Berbagai Prosedur NICU RS Rajawali

RS Rajawali

Kebanyakan bayi yang dirawat di NICU (neonatal intensive care unit) RS Rajawali adalah bayi yang lahir secara premature (terlahir sebelum kehamilan mencapai usia 37 bulan), memiliki berat badan yang rendah (kurang dari 2,27 kg), atau memiliki kondisi medis tertentu yang membutuhkan perawatan khusus.

Di Amerika Serikat, hampir 500 ribu bayi lahir premature. Kebanyakan dari bayi tersebut juga memiliki berat badan lahir yang rendah. Bayi kembar juga sering dirawat di NICU.

Hal ini disebabkan karena bayi kembar cenderung lahir lebih awal dan memiliki berat badan lebih rendah dibandingkan dengan satu bayi yang lahir dengan normal dan pada waktu yang tepat. Bayi yang terlahir dengan kondisi kesehatan seperti gangguan pernapasan, masalah jantung, infeksi, dan cacat bawaan lahir juga akan dirawat di NICU. Namun, yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, apa saja prosedur perawatan yang dilakukan di NICU?

Staf NICU RS Rajawali akan melakukan berbagai macam prosedur dan pemeriksaan atau tes untuk memastikan perawatan bayi yang tepat. Beberapa prosedur medis tersebut di antaranya adalah:

  • Sinar-X. Sinar-X adalah salah satu tes pencitraan yang paling sering dilakukan di NICU. Tes ini dapat membantu dokter untuk melihat bagian dalam tubuh tanpa harus membuat sayatan khusus. Di NICU, sinar-X biasanya akan dilakukan untuk memeriksa dada bayi dan mengevaluasi fungsi paru-paru. Sinar-X di perut juga dapat dilakukan apabila bayi kesulitan makan. 
  • Ultrasound. Ini adalah jenis tes pencitraan lain yang dapat dilakukan oleh petugas NICU RS Rajawali. Prosedur ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk memproduksi gambar yang detail pada berbagai struktur tubuh, seperti organ tubuh, pembuluh darah, dan jaringan. Tes ini tidak berbahaya dan tidak akan menyebabkan rasa sakit apapun. Semua bayi yang lahir premature dan memiliki berat badan yang rendah secara rutin akan mendapatkan pemeriksaan dan evaluasi menggunakan tes ultrasound. Tes ini sering digunakan untuk memeriksa kerusakan oatak dan pendarahan di tulang tengkorak. 
  • Tes urin dan darah. Petugas NICU RS Rajawali dapat melakukan tes urin dan darah untuk mengevaluasi gas darah. Gas yang ada di dalam darah terdiri dari oksigen, karbondioksida, dan asam. Level gas darah dapat membantu staf NICU menilai seberapa baik paru-paru berfungsi dan seberapa banyak bantuan pernapasan dibutuhkan. Tes gas darah biasanya melibatkan pengambilan darah lewat kateter arteri. Jika bayi tidak memiliki kateter arteri, sampel darah dapat diambil dari tumit bayi. 

Tes haematocrit dan hemoglobin dapat membantu menyediakan informasi seputar seberapa baik oksigen dan nutrisi dikirim ke seluruh tubuh. Kedua tes ini hanya membutuhkan sampel darah dalam jumlah kecil. Sampel tersebut dapat didapat dengan menyuntik tumit bayi atau mengambil darah lewat kateter arteri. 

Level nitrogen urea darah (BUN) dan creatinine mengindikasikan seberapa baik ginal Anda berfungsi. Pengukuran BUN dan creatinine dapat dilakukan lewat tes darah atau tes urin. 

Petugas NICU RS Rajawali juga akan memeriksa garam kimia. Garam tersebut termasuk sodium, glukosa, potassium, dan lain-lain. Mengukur level garam kimia dapat menyediakan informasi yang komprehensif seputar kesehatan keseluruhan bayi. 

Merupakan suatu hal yang normal untuk khawatir terhadap kondisi bayi saat ia berada di NICU RS Rajawali. Namun, penting untuk diingat bahwa mereka berada di tangan yang tepat dan para staf NICU RS Rajawali tahu apa yang mereka lakukan untuk meningkatkan kesehatan bayi Anda. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *