Cara Mengatasi Alergi Matahari Ringan hingga Berat

Apakah Anda termasuk orang yang memiliki alergi matahari? Jangan khawatir, ada beberapa cara untuk mengatasi alergi matahari, mulai dari alergi tingkat ringan hingga berat. Jika Anda memiliki alergi matahari yang parah, maka mungkin Anda perlu mendapatkan pengobatan medis sesuai dengan saran dari dokter.

Penyebab seseorang mengalami alergi matahari

Sama seperti alergi debu atau makanan tertentu, alergi matahari juga merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh Anda terhadap cahaya matahari. Gejala yang paling sering muncul adalah ruam, kemerahan, dan gatal-gatal.

Bagian tubuh yang paling sering diserang adalah bagian V pada leher, punggung tangan, permukaan luar lengan, dan kaki. Dalam kasus yang jarang terjadi, reaksi alergi matahari bisa lebih parah dengan gejala gatal-gatal dan lepuh kecil yang menyebar ke bagian kulit lainnya.

Hingga saat ini, munculnya alergi matahari masih belum dapat dipastikan. Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa sistem kekebalan tubuh mengenali beberapa komponen kulit yang diubah sinar matahari sebagai ‘benda asing’. Akibatnya, muncul respons perlawanan terhadap ‘benda asing’ tersebut dalam bentuk reaksi alergi matahari.

Munculnya gejala bisa berbeda-beda setiap orang, bergantung pada seberapa sensitifnya kulit seseorang terhadap sinar matahari. Dalam beberapa kasus, gejala alergi matahari ada yang muncul begitu terkena paparan sinar matahari.

Cara mengatasi alergi matahari

Untuk alergi matahari yang masih terbilang ringan, Anda dapat melakukan upaya untuk mencegah dan meminimalisir gejala alergi yang muncul dengan cara:

  1. Mencari tempat berteduh, terutama jika Anda sedang melakukan aktivitas di luar ruangan pada jam 10 pagi hingga 4 sore. Jam-jam tersebut adalah waktu paparan sinar matahari maksimum.
  2. Menggunakan tabir surya di kulit dan bibir, terutama mengandung SPF 30 atau lebih, berspektrum luas (mampu melindungi dari sinar UVA dan UVB), dan tahan air (water proof).
  3. Usahakan area tubuh yang terpapar cahaya matahari tetap lembab untuk mengurangi tingkat keparahan gejala jika muncul.
  4. Menggunakan pakaian dan aksesoris lainnya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Misalnya kacamata hitam, baju dan celana panjang, serta topi dengan pinggiran lebar.
  5. Teliti dalam memilih produk perawatan kulit dan obat-obatan, terutama antibiotik tertentu yang dapat memicu erupsi fotoalergi.

Jika mengalami alergi matahari yang parah, pengobatan medis mungkin dibutuhkan untuk menanganinya, seperti:

  1. Obat-obatan.

Umumnya, dokter kulit mungkin meresepkan beberapa obat-obatan untuk meringankan gejala pada reaksi alergi matahari yang parah. Obat-obatan yang diberikan mulai dari krim yang mengandung kortikosteroid, antihistamin, pil kortikosteroid (Prednison), beta-karoten, dan obat malaria hydroxychloroquine (Plaquenil). Tentunya, pemberian obat ini berdasarkan tingkat keparahan alergi matahari yang dialami.

  • Terapi.

Biasanya, fototerapi paling sering dilakukan jika alergi matahari sudah sangat parah. Fototerapi menggunakan lampu khusus untuk menyinari area tubuh yang sering terpapar oleh cahaya matahari. Dalam banyak kasus, fototerapi dilakukan sebanyak lima kali paparan setiap minggu selama tiga minggu.

Tanda alergi matahari sudah parah

Berikut tanda-tanda alergi matahari sudah parah, meliputi:

  • Ruam dan gatal tidak kunjung mereda bahkan setelah menggunakan produk perawatan yang dijual bebas, seperti krim kortikosteroid.
  • Ruam dan gatal menyebar dan menyerang bagian tubuh lainnya, termasuk bagian yang tertutup pakaian.
  • Terjadi perdarahan abnormal di bawah kulit yang terpapar cahaya matahari.
  • Gatal-gatal yang disertai pembengkakan di sekitar mata atau bibir, pingsan, atau kesulitan bernapas atau menelan.

Jarang sekali kasus alergi dapat sembuh total, termasuk alergi matahari. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki alergi ini, maka lakukanlah tindakan perlindungan dari sinar matahari untuk mencegah atau mengurangi gejala yang muncul. Gejala alergi matahari yang sudah parah harus segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani secara medis dengan dokter spesialis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *