Tips Aman Penggunaan Bedak untuk Biang Keringat pada Bayi

Penggunaan bedak untuk biang keringat pada bayi merupakan hal yang biasa dilakukan para ibu guna membantu mencegah ruam dan iritasi kulit akibat gesekan. Namun, penggunaan bedak tabur untuk mengatasi biang keringat sendiri mengalami pro dan kontra. 

Beberapa kalangan mengatakan kalau penggunaan bedak tabur untuk mengatasi ruam ataupun iritasi sebaiknya dihindari. Karena penggunaan bedak tabur secara berlebih dapat menimbulkan kanker. Meskipun begitu, masih banyak masyarakat yang tetap menggunakan bedak biang keringat untuk bayi.

Bedak untuk biang keringat pada bayi bantu mencegah iritasi

Pada dasarnya, bedak digunakan untuk menjaga kelembapan kulit bayi agar tidak mudah lecet saat mengalami gesekan. Pasalnya, kulit bayi masih sangat sensitif sehingga mudah mengalami iritasi saat aktif bergerak. Oleh karena itu, banyak orang tua yang beranggapan bahwa penggunaan bedak bayi dapat mencegah terjadinya iritasi pada kulit bayi.

Namun pada faktanya, manfaat penggunaan bedak tabur dalam mengatasi iritasi kulit pun belum teruji secara penuh oleh medis. Menurut beberapa penelitian, penggunaan bedak tabur pada bayi tidak terlalu dibutuhkan dan penggunaannya ditakutkan dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti sesak nafas bahkan yang terparah bisa menyebabkan kanker.

Meskipun penggunaannya tidak begitu dianjurkan, bukan berarti penggunaan pada bayi tidak diperbolehkan. Bagi Anda yang ingin menggunakan bedak untuk biang keringat pada bayi, pastikan Anda memperhatikan beberapa hal berikut:

Perhatikan kandungannya

Ada baiknya sebelum Anda  membeli produk bedak tabur bayi teliti terlebih dahulu kandungan yang terdapat di dalam produk tersebut. Pastikan kandungan yang terdapat dalam produk tersebut tidak menimbulkan alergi. Pilihlah bedak yang mengandung bahan mineral seperti talcum karena memiliki partikel yang ringan dan lembut.

Tuangkan bedak pada telapak tangan 

Hindari penggunaan bedak secara langsung pada kulit bayi, terutama di dekat wajahnya. Partikel-partikel bedak akan jadi lebih mudah terhirup oleh bayi. Tuang terlebih dahulu bedak pada tangan, kemudian ratakan dengan kedua telapak tangan dan balurkan dengan hati- hati pada kulit bayi. Jangan sampai mengenai area hidung dan mulut bayi agar tidak mengganggu sistem pernapasannya. Jika bayi mengalami batuk-batuk atau sulit bernapas, segera hubungi hubungi dokter atau segara larikan ke balai kesahatan sekitar.

Hindari penggunaan bedak  pada wajah, kelamin, dan lipatan kulit

Sebaiknya hindari penggunaan bedak untuk biang keringat pada di daerah wajah agar partikel-partikel bedak tidak  terhirup oleh bayi. Penggunaan bedak pada area kelamin bayi serta lipatan kulit seperti ketiak dan lipatan paha juga tidak anjurkan. Karena endapan bedak yang mengumpul dapat menyebabkan iritasi atau infeksi. Oleh karena itu bersihkan, setiap habis mandi atau mengganti popok.

Rajin mengganti popok

Usahakan untuk mengganti popok secara berkala untuk menghindari ruam pada kulit bayi. Setelah diganti dan dibersihkan, hindari untuk memberikan bedak pada area kelamin pada kondisi yang masih basah. Biarkan hingga kering kemudian baru tepuk- tepuk dengan sedikit bedak.

Jangan memberikan bedak saat bayi berkeringat dan Seusai BAB ataupun buang air kecil

Bedak dan keringat yang bercampur dapat menyumbat saluran keringat. Penyumbatan ini menyebabkan terjadinya biang keringat. Selain itu pemberian bedak sesuai si kecil BAB ataupun buang air kecil juga tidak dianjurkan. Pasalnya area bokong berdekatan dengan area kelamin sehingga sangat berisiko. Cukup bersihkan dengan waslap basah dank rim untuk mencegah iritasi ataupun ruam.

Itu dia beberapa tips menggunakan bedak untuk biang keringat pada bayi agar tetap aman dan tidak menimbulkan risiko. Gunakan bedak biang keringat seperlu saja dan jangan sampai berlebihan karena penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan pada bayi. Hindari penggunaan bedak pada area- area yang sensitif.

Sebamed Baby Lotion, Apa Manfaatnya untuk Bayi?

Ada banyak sekali produk baby lotion yang dijual di pasaran. Di antara banyaknya produk tersebut, salah satu yang cukup unggul dan bermanfaat adalah Sebamed Baby Lotion.

Baby lotion ini, sesuai namanya, diberikan kepada bayi. Anda bisa mengoleskan produknya ke permukaan kulit bayi untuk menjaga kulit bayi Anda tetap sehat dan lembab. 

Manfaat menggunakan Sebamed Baby Lotion

Baby lotion memiliki berbagai macam fungsi. Ketika Anda menggunakannya pada bayi Anda, Anda akan merasakan manfaat berupa: 

  • Menjaga kelembaban kulit bayi

Kulit manusia pada dasarnya memerlukan hidrasi yang cukup agar tetap terjaga kesehatannya. Hal yang sama pun juga akan berlaku untuk kondisi kulit bayi Anda.

Bahkan, kulit bayi memerlukan kelembaban yang lebih dari kulit orang dewasa. Kulit yang lembab menandakan kulit yang sehat. Ketika kulit bayi Anda menjadi kering, maka kulit tersebut rentan terhadap berbagai macam kondisi medis.

Menggunakan baby lotion adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga kulit bayi Anda tetap lembab dan terhidrasi dengan baik.

  • Melindungi dari infeksi

Tidak seperti kulit orang dewasa, kulit bayi cenderung lebih halus dan sensitif. Paparan dengan zat berbahaya bisa dengan mudah membuat kulit bayi Anda terinfeksi.

Menggunakan Sebamed Baby Lotion bisa membantu mencegah hal ini. Produk baby lotion ini dilengkapi dengan berbagai macam kandungan nutrisi yang menyehatkan, sehingga baik untuk memberikan perlindungan bagi kulit bayi.

Ketika kulit bayi terlindungi, maka mereka akan terhindar dari risiko berbagai macam infeksi. 

  • Aman untuk kulit bayi

Jika Anda memberikan lotion untuk orang dewasa pada bayi Anda, maka kulit bayi Anda berisiko mengalami iritasi. Hal ini terjadi karena lotion biasa pada umumnya mengandung banyak tambahan zat berbahaya yang tidak aman untuk kulit bayi.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kulit bayi sangatlah lembut dan sensitif. Oleh sebab itu, pastikan Anda menggunakan lotion yang aman dan dikhususkan bagi bayi, seperti Sebamed Baby Lotion.

Kapan perlu memberikan baby lotion pada bayi?

Perlu diperhatikan, waktu pemberian baby lotion perlu Anda sesuaikan dengan usia bayi Anda. Jangan langsung memberikan baby lotion bagi bayi yang baru dilahirkan.

Bayi baru lahir memiliki lapisan penutup di kulit mereka yang disebut dengan vernix. Lapisan ini merupakan lapisan zat lilin yang menutupi tubuh bayi secara keseluruhan ketika masih berada di dalam rahim sang ibu. 

Lapisan ini kemudian akan mulai mengelupas seiring berjalannya waktu setelah bayi dilahirkan. Biasanya pengelupasan dimulai di beberapa minggu pertama setelah bayi lahir.

Selama proses pengelupasan, kulit bayi akan tampak kering dan bersisik. Tapi, setelah semua lapisan ini terlepas, kulit yang berada di bawahnya akan lebih lembut dan lembab, sehingga tidak perlu pelembab ekstra. 

Sebaiknya, tunggu sampai bayi sudah berusia beberapa bulan sebelum Anda memberikan Sebamed Baby Lotion. Ketika masih dalam proses pengelupasan kulit, Anda tidak perlu memberikan lotion tersebut. 

Secara khusus, berikan baby lotion setiap kali kulit bayi Anda terasa kering. Biasanya ini terjadi setelah mandi atau saat bayi berada di dalam ruangan yang bersuhu dingin. Anda bisa mendapatkan Sebamed Baby Lotion secara bebas, baik di apotek maupun di toko-toko lainnya yang menjual alat kesehatan serta di supermarket. Untuk ukuran 100 ml, produk ini bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp150.000.

Kenali 5 Manfaat Bedak Johnson Baby Cream Bagi Si kecil

Memilih produk bayi yang tepat memang susah-susah gampang, Anda tidak boleh hanya terpaku pada produk yang terkenal saja. Anda tetap perlu mengecek kandungannya, apakah tepat bagi bayi anda atau tidak. Well, salah satu produk yang terkenal adalah johnson baby cream. Tahukah anda, fungsi dan kegunaan dari produk yang satu ini?

Johnson's Baby Cream Clinically Mildness Proven 100 g harga terbaik

Kegunaan Bedak Johnson Baby Cream Bagi Bayi

Johnson Baby Cream merupakan produk perawatan kulit yang didesain khusus untuk kulit lembut bayi. Produk ini anti paraben dan teruji klinis sehingga sangat aman bagi si kecil. Selain itu, produk Johnson Baby Cream juga hypoallergenic dan cocok untuk melembabkan kulit bayi tanpa membuat efek samping. 

Anda yang ingin kulit si kecil terasa lembut terus, maka produk yang satu ini sangatlah cocok. Kandungan Emolien di dalamnya mampu menghindarkan kulit bayi dari kekeringan. Selain itu, produk ini juga telah lulus uji dermatologis dan mengandung pH seimbang. 

Gunakan produk Johnson Baby Cream ke seluruh tubuh bayi setelah mandi. Bila terasa udara sangat dingin dan khawatir kulit kering, maka digunakan sesering mungkin. Anda tidak perlu khawatir karena teksturnya tidak akan membuat lengket meskipun creamy. 

Cara Memilih Produk Perawatan Kulit Bagi Bayi

Agar anda merasa lebih tenang, simak beberapa tips memilih produk perawatan bayi berikut ini. 

1. Kenali Bahan Berbahaya Apa Saja yang Sebaiknya Tidak Ada di Kulit Bayi

Sebelum anda membeli produk perawatan kulit bayi.ada baiknya ketahui dulu kandungan di dalamnya. Ada bahan yang sangat direkomendasikan untuk kulit si kecil, namun ada pula bahan yang berbahaya dan harus dijauhi. Sebisa mungkin hindari produk-produk yang bisa memicu iritasi kulit. 

Beberapa bahan yang sebaiknya harus dijauhi antara lain adalah:

  • DHA dan ARA Buatan

DHA dan ara merupakan asam lemak yang sangat penting untuk otak dan mata bayi. Bagus tidaknya suatu produk bayi biasanya dilihat dari kandungan DHA dan ARA di dalamnya. Sayangnya, semakin kesini banyak DHA dan ARA buatan dari ganggang dan jamur yang tidak aman untuk dikonsumsi. Itulah kenapa sebaiknya anda memilih produk dengan bahan-bahan organik. 

  • Dioxin

Zat Dioxin di dalam susu formula bayi merupakan penyebab kanker. Kehadiran zat ini sangat sulit untuk ditolak. Meski begitu, anda bisa meminimalisirnya dengan cara konsultasi terlebih dahulu ke dokter bayi anda. 

  • Nutrisi Sintetis

Nutrisi memang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak sekali formula buatan yang diinjeksikan ke produk bayi. Salah satunya adalah L-Carnitine dan lycopene. Kedua bahan ini sudah banyak yang men-downgrade sehingga kandungannya beracun. Bahkan, sebagian produsen membuatnya dengan bahan-bahan murah dan berbahaya. 

2. Konsultasikan dengan Dokter Anak

Bila anda tidak terlalu paham dengan bahan-bahan berbahaya yang terkandung di dalam produk bayi, coba konsultasikan dengan dokter anak di lingkungan anda. 

3. Pastikan Anda Mendapatkan Informasi Produk Secara Jelas

Saat ini banyak sekali informasi simpang siur terkait suatu produk. Anda sebaiknya memastikan dengan benar isi dan faktanya. Anda bisa mengecek lewat google scholars untuk mendapatkan referensi terkait kandungan berbahaya pada produk bayi. 

4. Pilih Produk Khusus Bayi Untuk Si Kecil

Produk bayi memang didesain khusus untuk kulit si kecil yang lembut. Hindari mengaplikasikan produk biasa untuk si kecil. Pasalnya, belum tentu kulit bayi akan beradaptasi dengan shampo dan cream orang dewasa.

Baru Melahirkan, Ketahui Tips Mengatur Suhu Ruangan untuk Bayi

Ketika baru memiliki buah hati, sebagai orang tua tentu kita menginginkan si Kecil mendapatkan rasa nyaman dan aman. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengatur suhu ruangan untuk bayi.

Pengaturan suhu kamar bayi merupakan langkah penting dalam memastikan bayi Anda tidur dengan aman. 

Suhu ruangan dapat memengaruhi kualitas tidur Anda

Selain itu, suhu ruangan untuk bayi juga penting diperhatikan untuk mengurangi risiko SIDS atau sudden infant death syndrome. Kondisi ini menyebabkan kematian mendadak pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun, dan terjadi tanpa menimbulkan gejala-gejala terlebih dahulu

Meskipun ada sejumlah faktor yang terkait dengan SIDS, sindrom ini sebagian besar terkait dengan panas berlebih. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa panas berlebih di bulan-bulan musim dingin dikaitkan dengan peningkatan risiko SIDS.

Penting untuk diketahui, ini beberapa tips mengatur suhu ruangan untuk bayi.

Ketahui Suhu Ideal untuk Tidur

Kebanyakan dokter anak menyarankan agar suhu ruangan untuk bayi sekitar 23–25 derajat celcius. Dalam suhu ini, Anda tetap perlu mengenakan Si Kecil pakaian berbahan katun dan menyelimutinya dengan selimut tipis yang nyaman dan dapat menyerap keringat.

Usahakan agar Anda selalu mempertahankan suhu konstan. Sesuaikan juga dengan kondisi Anda. Jika Anda merasa kedinginan atau terlalu hangat, maka suhunya mungkin tidak sesuai untuk bayi Anda.

Untuk mempermudah pemantauan suhu, Anda dapat mempertimbangkan berbagi kamar dengan bayi Anda.   

Cara Menjaga Suhu Ruangan untuk Bayi Ketika Cuaca Panas

Menjaga suhu ruangan tetap sejuk membuat bayi tidak mudah gelisah dan lebih nyaman saat ia tidur. 

Ketika cuaca panas, Anda bisa melakukan berbagai cara agar si Kecil terhindar dari kepanasan berlebih:

  • Usahakan suhu ruangan tidak lebih dari 23 derajat celcius.
  • Hindari menempatkan bayi Anda langsung di aliran udara jika Anda memiliki AC, karena cenderung sangat dingin.
  • Pakaikan bayi Anda dengan pakaian yang lebih ringan.
  • Buka pintu kamar tidur dan jendela jika aman untuk melakukannya.
  • Jangan mengarahkan kipas langsung ke bayi Anda.

Cara Menjaga Suhu Ruangan untuk Bayi Ketika Cuaca Dingin

Selama musim dingin, Anda juga harus memperhatikan suhu ruangan agar bayi Anda tidak kedinginan. Pertahankan suhu yang konsisten.

Berikut ini adalah beberapa saran untuk menghadapi suhu yang lebih dingin selama musim dingin:

  • Hindari mengenakan topi pada bayi Anda saat berada di dalam ruangan, karena kepala penting dalam mengatur suhu tubuh. Bayi tidak dapat mendinginkan diri dengan mudah dengan mengenakan topi dan ada risiko topi itu bisa jatuh mengenai wajah bayi Anda.
  • Kenakan pakaian dalam satu lapisan ekstra dari apa yang Anda kenakan sendiri (tetapi pastikan untuk tidak pernah membungkus bayi Anda secara berlebihan).
  • Hindari pemakain selimut berlebihan karena berisiko secara tidak sengaja jatuh atau menjadi terlalu panas atau mati lemas.
  • Hindari menempatkan pemanas ruangan di dekat bayi Anda dan jangan biarkan panas berhembus langsung ke tubuhnya.

Biarkan Bayi Beradaptasi dengan Suhu Ruangan 

Bayi yang baru lahir belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri, perubahan suhu yang tiba-tiba dapat menyebabkan bayi menjadi sakit. Sebaiknya, Anda beri bayi waktu untuk beradaptasi membiasakan diri dengan suhu di luar.

Artinya, jangan membawanya secara tiba-tiba menuju ruangan panas ketika sebelumnya berada di ruangan ber-AC.

Rutin Membersihkan Pendingin Ruangan

Apapun jenis pendingin ruangan yang digunakan, baik itu AC maupun kipas angin, pastikan Anda selalu rutin membersihkannya secara berkala.

Alat ini seringkali dapat mengakibatkan mikroorganisme seperti tungau debu yang berbahaya bagi kesehatan bayi dan juga keluarga. Untuk menghindari bayi menjadi sakit, jaga filter udara tetap bersih.

Periksa secara berkala AC untuk mengeluarkan udara yang bersih dan lebih efisien. Selain itu, kebersihan kipas angin juga harus diperhatikan dengan rutin membersihkan seluruh bagian dalam kipas secara benar.

Itulah tips menciptakan suhu ruangan untuk bayi yang nyaman. Jangan lupa untuk menerapkannya di rumah ya!

Zat Besi untuk Bayi, Penting atau Tidak?

Umumnya, bayi memerlukan banyak asupan nutrisi untuk proses tumbuh dan berkembang. Salah satu nutrisi yang harus Anda perhatikan adalah zat besi untuk bayi.

Zat besi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, baik untuk orang dewasa, anak-anak, maupun bayi. Sebagai orang tua, Anda harus bisa memastikan bayi mendapatkan asupan zat besi yang cukup, tidak kurang dan juga tidak berlebih.

Pentingnya zat besi untuk bayi

Pada dasarnya, zat besi diperlukan oleh tubuh untuk membuat hemoglobin, yaitu komponen dasar sel darah merah. Tubuh yang kurang mendapatkan zat besi akan mengalami kesulitan untuk memproduksi sel darah merah yang memadai.

Hal ini tentu berakibat fatal bagi tubuh, karena sel darah merah berperan penting dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika oksigen tidak tersalurkan dengan maksimal, maka jaringan serta organ tubuh bayi tidak bisa berkembang dengan baik.

Bayi yang kekurangan zat besi bisa mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan perilaku. 

Memberikan zat besi untuk bayi

Karena zat besi sangat dibutuhkan oleh tubuh, maka Anda harus bisa memastikan bayi Anda mendapatkan asupan zat besi yang cukup. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memastikan hal ini, seperti:

  • Menyusui ASI

Bayi yang baru lahir akan mendapatkan banyak nutrisi dari ASI sang ibu ketika menyusui. Selama enam bulan pertama, bayi bisa menyerap zat besi dari ASI. 

Oleh sebab itu, sang ibu juga harus memiliki kondisi tubuh yang sehat dan memiliki kadar zat besi yang memadai. Karena, ibu menyusui yang kekurangan zat besi atau anemia bisa membuat bayi mengalami kekurangan zat besi juga. 

  • Memberikan makanan kaya akan zat besi

Banyak makanan sehat alami yang mengandung zat besi di dalamnya. Setelah melewati usia enam bulan, bayi mungkin sudah bisa mengonsumsi makanan padat. Di tahap ini, Anda harus bisa memberikan makanan padat yang kaya akan zat besi.

Dengan begitu, Anda bisa mencegah bayi mengalami kekurangan zat besi begitu berhenti menyusui. Ada beberapa makanan yang kaya akan zat besi yang bisa diberikan pada bayi, seperti tahu, kacang-kacangan, telur kuning, brokoli, kacang kedelai, dan lain sebagainya.

  • Suplemen zat besi

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah memberikan suplemen zat besi untuk bayi. Tapi, perlu diperhatikan, suplemen tidak selalu tepat untuk bayi. Jadi, sebaiknya Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda. 

Ada suplemen zat besi yang hadir dalam bentuk sirup, dan ada juga yang dalam bentuk obat kunyah. Anda bisa memilih suplemen yang secara khusus ditujukan untuk pengguna anak-anak dan bayi. 

Kebutuhan zat besi pada bayi

Supaya Anda bisa memastikan bayi mendapatkan asupan zat besi yang memadai, Anda harus tahu berapa kadar asupan zat besi harian yang dibutuhkan. Pada dasarnya, jumlah asupan zat besi harian setiap orang berbeda, tergantung pada usianya.

Untuk anak-anak dalam rentang usia satu sampai dengan tiga tahun, kadar zat besi yang dianjurkan per harinya adalah 7 miligram. Sementara, untuk bayi di bawah usia 1 tahun, Anda sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Seiring bertambahnya usia anak, kebutuhan kadar zat besi harian ini akan terus bertambah. Anda juga perlu memperhatikan hal ini. 

Pastikan Anda memberikan asupan zat besi untuk bayi yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai, kekurangan zat besi membuat anak Anda mengalami hambatan dalam pertumbuhan.

Cara Memilih Tisu Basah Bayi yang Aman dan Tidak Bikin Iritasi

Kulit bayi umumnya lebih tipis dan lebih rentan mengalami alergi dibandingkan kulit orang dewasa, oleh sebab itu, kita harus lebih cermat saat memilih tisu basah bayi yang aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. 

Salah dalam memilih bahan yang terkandung di dalamnya justru berdampak bahaya pada bayi. Tak hanya untuk membersihkan kotoran pada bayi, tisu basah juga kerap digunakan untuk membersihkan tangan dan wajah bayi yang belepotan bekas sisa makanan. 

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu ikuti dalam memilih tisu basah pada bayi yang aman dan tidak membuat iritasi. 

Lolos Uji Klinis 

Hal ini adalah langkah pertama yang harus diperhatikan orangtua sebelum membeli tisu basah untuk bayi. Perhatikan standar produksi tisu basah, untuk mengetahui apakah produk tersebut sudah lulus uji laboratorium dan bahan yang digunakan aman. 

Sebaiknya jangan pilih tisu basah yang mengandung alkohol untuk bayi. Hentikan pemakaian bila terjadi tanda-tanda alergi pada bayi. 

Sesuaikan dengan Kebutuhan Bayi 

Beberapa bayi mengalami ruam saat terpapar tisu sekali pakai, jadi memilih tisu basah yang bisa digunakan kembali adalah pilihan terbaik. 

Tisu basah yang dapat digunakan kembali juga ramah lingkungan karena mengurangi intensitas polusi di lingkungan dan juga menghemat biaya. 

Namun beberapa tenaga medis menyarankan untuk menggunakan tisu yang bisa digunakan kembali selama bulan pertama setelah melahirkan, karena kulit bayi masih sangat lembut.

Terbuat dari Bahan yang Tidak Mudah Sobek 

Tisu basah yang berbahan tipis tidak efektif saat membersihkan sisa kotoran atau hal lainnya. Hal ini tentunya membuat penggunaan tisu basah bayi jadi lebih boros. 

Hindari juga memilih tisu basah dengan kandungan alkohol atau kandungan kimia lainnya yang mungkin berbahaya dan menyebabkan iritasi. 

Hindari Tisu Basah yang Mengandung Pewangi 

Kulit bayi yang baru lahir biasanya masih lembut, dan harus ditangani dengan hati-hati agar tidak timbul ruam dan masalah kulit lainnya. 

Ini juga menjadi alasan utama mengapa dalam memilih tisu basah untuk bayi, orangtua harus berhati-hati dengan produk yang mengandung pewangi. 

Tisu yang mengandung pewangi biasanya menggunakan campuran bahan kimia yang bisa menimbulkan masalah kesehatan pada bayi, seperti iritasi. 

Mengandung Bahan Alami Pembunuh Kuman 

Tisu basah dengan kandungan bahan alami lebih aman digunakan karena kulit bayi cenderung tipis dan sensitif. Salah satunya kandungan tea tree oil sebagai anti bakteri alami yang membantu membunuh kuman dan bakteri hingga 99%. 

Tisu basah jenis ini bisa digunakan usai bayi buang air atau mengganti popok, setelah bayi makan, bermain, dan dalam perjalanan karena lebih praktis serta higienis sebagai pengganti air. 

Penutup yang Rapat 

Memilih tisu basah dengan penutup yang rapat juga jadi hal wajib yang harus diperhatikan sebelum membeli tisu basah. Umumnya tisu basah dijual dalam kontainer plastik dengan tutup flip-up sehingga mudah dibuka dan ditutup. 

Posisi yang menyembul keluar membuat kamu mudah untuk mengambilnya. Terdapat juga refil dalam bentuk plastik, sehingga kita tinggal mengisi ulang jika tisu basah dalam kontainer habis bisa langsung dimasukkan. 

Itu dia beberapa tips memilih tisu basah bayi yang bagus dan aman sehingga kulit bayi terlindungi dan tidak menyebabkan iritasi.

Sekali lagi, sebelum memilih pastikan baca kandungan yang ada di dalamnya, ya. Hal ini untuk mencegah terjadinya ruam atau iritasi pada kulit.

Cara Mengobati dan Merawat Cacar Air pada Bayi

Cacar air pada bayi adalah penyakit yang terlihat dengan gejala munculnya ruam pada kulit bayi yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Gejala cacar air pada bayi adalah sebagai berikut:

  • demam mencapai 38,3° C hingga 38,9° C
  • sulit makan
  • batuk-batuk
  • jadi cerewet atau lebih rewel
  • mudah lelah
  • tidur lebih lama dari biasanya.

Cacar air pada bayi mungkin juga tidak disertai dengan demam karena sistem kekebalan bayi belum berkembang sempurna, oleh karena itu saat terkena infeksi seperti cacar air tubuh mereka tidak selalu meresponsnya dengan menaikkan suhu tubuh.

Cacar air merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Cacar air pada bayi bisa disebabkan karena terkena sebaran air liur, lepuh atau lendir orang yang telah terinfeksi virus tersebut. Cacar air pada bayi juga dapat menyebar melalui udara jika sedang batuk atau bersin.

Cara Mengobati dan Merawat Cacar Air pada Bayi

Umumnya, gejala cacar air pada bayi akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu. Pengobatan dan perawatan lebih berfokus pada pengelolaan gejala yang timbul.

Berikut cara mengobati dan merawat cacar air pada bayi.

1. Jaga anak Anda tetap berada di dalam rumah

Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular. Oleh karena itu, jagalah anak Anda tetap berada di dalam rumah dan batasi kontaknya dengan orang lain sampai lepuh cacar airnya membentuk koreng serta tidak timbul lepuh yang baru. Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar satu minggu sampai melepuh berubah menjadi koreng.

2. Berendam dalam rendaman oatmeal koloid

Oatmeal koloid adalah oatmeal yang sering digunakan sebagai lotion atau untuk mandi. Oatmeal koloid memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan serta mengandung senyawa tertentu yang dapat mengurangi rasa gatal. Untuk mengatasi gatal karena cacar air pada bayi, Anda bisa menambahkan oatmeal koloid di bawah keran saat mengisi bak mandi dengan air hangat.

3. Oleskan salep topikal

Setelah mandi, Anda bisa mengoleskan salep topikal seperti losion kalamin, petroleum jelly, atau lotion antigatal yang bebas dari zat pewangi untuk anak atau bayi Anda. Oleskan lotion tersebut ke bintik-bintik ruam cacar air yang gatal. Anda juga perlu untuk menghindari penggunaan antibiotik topikal yang sering dijual bebas karena dapat menimbulkan reaksi alergi.

4. Meredakan demam

Untuk meredakan demam pada bayi akibat cacar air, Anda bisa menggunakan obat non-aspirin seperti asetaminofen atau ibuprofen. Hindari penggunaan aspirin atau produk yang mengandung aspirin. Hal ini karena penggunaan aspirin untuk mengobati cacar pada bayi dikaitkan dengan timbulnya sindrom Reye, yaitu penyakit yang dapat memengaruhi hati dan otak serta berisiko kematian.

5. Meredakan gatal

Anda bisa memberikan kepada anak antihistamin oral yang dijual bebas untuk anak-anak. Meski begitu, tetap ikuti petunjuk penggunaan yang sudah tercantum pada label.

6. Potong kuku pada jari 

Tindakan ini perlu dilakukan untuk membantu mencegah timbulnya infeksi kulit karena sering menggaruk lepuh. Anda juga bisa memakaikan kaus kaki atau sarung tangan pada bayi untuk mencegahnya menggaruk secara tidak sengaja.

7. Beri makanan yang dingin dan lembut

Untuk merawat cacar air pada bayi, Anda harus memberikan makanan yang dingin, lembut dan hambar. Hal ini karena cacar air di mulut bisa membuat anak Anda susah minum atau makan. Hindari memberikan makanan yang asam atau asin seperti jus jeruk.

Selain cara di atas, ada hal penting yang harus diingat untuk mengobati cacar air pada bayi yang berusia di bawah 3 bulan, yaitu sebaiknya Anda tidak memberikan obat penurun demam apapun tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Cara Mengobati Sariawan pada Bayi, Amankah Menggunakan Obat Sariawan Bayi?

Sariawan pada bayi merupakan kondisi yang jarang terjadi. Namun, jika suatu ketika terjadi pada bayimu, kamu perlu mengetahui obat sariawan bayi serta penyebab dan cara mengatasinya dengan benar.

Sariawan adalah peradangan yang ditandai dengan luka berwarna putih atau kuning, dengan tepian berwarna merah. Kondisi ini biasanya terjadi di bagian dalam mulut atau bibir.

Meski sangat jarang terjadi, bayi yang berusia di bawah 10 bulan bisa saja mengalami sariawan sehingga membuatnya rewel dan tidak mau menyusu. Hal ini tentu bisa berdampak pada asupan nutrisinya sehari-hari.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui penyebab dan memahami cara tepat untuk mengatasinya dengan obat sariawan bayi.

Penyebab Sariawan Pada Bayi

Pada bayi, sariawan biasanya akan muncul di mulut bayi yang menyusui. Peradangan ini akan muncul di tempat yang hangat, lembap, dan manis, seperti mulut bayi. Dari mulut bayi, jamur penyebab sariawan akan menyebar pada puting susu ibu. Penyebaran sariawan pada bayi yang menyusui akan terletak pada mulut bayi yang menyebar ke puting, atau dari puting yang menyebar ke mulut bayi.

Kondisi ini umum terjadi pada bayi, karena sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang, sehingga belum mampu untuk melawan infeksi pada tubuh. Sariawan dapat menyebar dengan mudah jika puting ibu mengalami lecet, atau jika pelekatan mulut bayi pada puting tidak menempel dengan sempurna. 

Pahami gejalanya, agar ibu dapat melakukan langkah penanganan segera. Pemeriksaan dilakukan agar infeksi jamur tidak menyebar dan mencegah timbulnya gejala yang lebih parah.

Gejala yang Muncul Saat Bayi Mengalami Sariawan

Ibu sendiri biasanya tidak akan langsung menyadari ketika Si Kecil mengalami sariawan. Namun, ibu dapat melihat gejala-gejala yang ditunjukkan Si Kecil ketika sedang mengidap sariawan, seperti:

  • Adanya bintik putih, atau luka kecil yang terdapat pada gusi, lidah, langit-langit mulut, atau pipi bagian dalam.
  • Si Kecil akan terlihat gelisah ketika sedang makan.
  • Si Kecil kemungkinan akan mengalami penurunan aktivitas menyusui, karena rasa sakit pada mulutnya.
  • Si Kecil mengalami ruam popok.
  • Warna bibir Si Kecil menjadi pucat.

Tak hanya melalui mulut, jamur penyebab sariawan pada Si Kecil juga dapat masuk pada tubuh melalui sistem pencernaan, yang menyebabkan terjadinya ruam popok. Ruam popok pada bayi biasanya akan ditandai dengan bintik-bintik merah yang dapat menyebar ke bagian lipatan kulit.

Langkah-langkah Obati Sariawan Bayi

Sariawan pada bayi disebabkan oleh adanya infeksi jamur. Jika ingin mencegah sariawan, ibu perlu mencegah penyebaran infeksi jamur. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya sariawan pada Si Kecil, yaitu:

Jaga kebersihan mainan bayi, botol minum, dot, dan pompa payudara. Jika perlu, cuci peralatan Si Kecil dengan sabun antiseptik dan air hangat.

  • Cuci tangan ibu setelah mengganti popok bayi guna mencegah penyebaran infeksi jamur melalui sistem pencernaan Si Kecil.
  • Cuci pakaian Si Kecil dengan air hangat guna membunuh jamur, serta keringkan pakaian Si Kecil di bawah sinar matahari.
  • Jika ibu merasakan lecet pada payudara, segera lakukan penanganan agar luka tidak terinfeksi.

Langkah-langkah tersebut dapat ibu lakukan untuk mencegah timbulnya sariawan pada Si Kecil. Jika langkah-langkah tersebut tidak juga melindungi Si Kecil dari sariawan, sebaiknya ibu segera melakukan upaya guna menyembuhkan sariawan pada Si Kecil, agar infeksi jamur tidak terus berkembang dan menjadi membahayakan kesehatan Si Kecil.

Apabila kamu khawatir, bawalah Si Kecil ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan. Dokter biasanya akan meresepkan obat seperti ibuprofen atau paracetamol dengan dosis yang tepat untuk bayi sebagai pereda nyeri.

Selama Si Kecil mengalami sariawan, hindari memberinya makanan yang terlalu panas atau asam, karena dapat membuat mulutnya menjadi perih. Selain itu, jagalah kebersihan mulut Si Kecil dengan rutin membersihkan giginya menggunakan sikat gigi khusus bayi sebanyak 2 kali sehari.

Jika sariawan pada bayi tidak kunjung membaik dalam waktu lebih dari 2 minggu, atau bahkan disertai demam, ruam kulit, penurunan berat badan, dan pembengkakan kelenjar getah bening, segera bawa Si Kecil ke dokter agar dapat dilakukan penanganan yang tepat dan jangan konsumsi obat sariawan bayi sembarangan.

Tips Membuat Bayi Menangis Cepat Tenang

Siapapun sebenarnya tahu bahwa ketika bayi menangis, ada suatu ketidaknyamanan yang hendak ia sampaikan. Namun ada kalanya, Anda pasti akan dibuat pusing sendiri oleh ulah sang buah hati yang terus-menerus menangis dan sulit dihentikan. 

Anda mungkin mencoba untuk mengidentifikasi apa penyebab bayi menangis dan mencari solusi untuk masalah tersebut. Namun hasilnya, ketika Anda sedang melakukan observasi tersebut, tangisan bayi semakin kencang dan memekakkan telinga. 

Tidak usah terlalu bingung mengenai penyebab bayi menangis. Apapun penyebabnya, coba lakukan beberapa tips di bawah ini agar tangisnya cepat mereda. Bayi dan Anda pun bisa sama-sama tenang. 

  1. Segera Susui 

Anda mungkin berpikir belum tentu bayi menangis karena lapar jadi jangan terburu-buru disuse. Nyatanya, bayi menangis memang tidak selalu lapar. Namun, sebagian besar bayi yang menangis akan langsung tenang begitu disusui, apapun penyebab tangisannya. 

  1. Alihkan dengan Suara 

Bayi sangat peka ketika ada suara baru. Konsentrasinya pun bisa langsung tertuju ke arah suara. Bahkan ketika bayi menangis, suara yang tiba-tiba muncul, bisa berupa teriakan Anda ataupun musik yang asing, dapat langsung membuatnya diam seketika untuk memperhatikan suara tersebut dengan lebih saksama. 

  1. Gendong Bayi 

Coba segera gendong bayi ketika ia menangis. Gendongan Anda membuatnya merasa diperhatikan. Saat menggendong, bayi juga merasa lebih aman karena merasa dipeluk. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menggendong bayi menangis. Jangan terlalu takut nantinya bayi akan “bau tangan”. Nyatanya, bayi butuh perasaan aman agar tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan kuat.

  1. Ajak Melihat Atas 

Alihkan perhatian bayi dengan mengajaknya sesuatu di bagian atas. Melihat ke atas akan membuat air mata bayi cepat mereda. Ia pun akan lebih tenang dan mencoba memperhatikan objek yang Anda tunjukkan di bagian atas. 

  1. Belai Punggung Si Kecil 

Cara ini pun sangat ampuh membuat bayi menangis menjadi lebih tenang. Anda hanya perlu membelai punggung si kecil secara perlahan. Jika bayi terus bergerak dan tidak bisa diam, coba pegang si kecil dan tengkurapkan supaya Anda lebih mudah membelainya. 

  1. Bawa Berjalan-jalan 

Membawa bayi berjalan-jalan dapat menjadi kunci untuk menenangkan bayi. Cobalah bawa ia berjalan-jalan ke luar rumah. Kondisi ruangan terbuka yang lebih tenang umumnya membuat bayi merasa lebih tenang dan tidak teroverstimulasi sehingga tangisan bayi cepat mereda.

  1. Pijatan Lembut di Perut 

Banyak kejadian bayi menangis karena perutnya terasa kembung dan tidak nyaman. Anda bisa menyiasatinya dengan memijat lembut bagian perut bayi. Tidak perlu gunakan minyak atau losion. Anda hanya perlu memijat lembut dengan gerakan melingkar searah jarum jam untuk membuat perutnya lebih nyaman. 

  1. Mandikan Bayi 

Anda mau bayi menangis segera cepat tenang? Coba persiapkan perlengkapan mandinya. Segerakanlah mandikan bayi dengan air hangat untuk membuatnya lebih rileks sehingga ia pun menjadi berhenti menangis. 

  1. Tertawalah!

Bayi adalah peniru yang baik. Ketika bayi menangis, jangan langsung panik atau malah ikut menangis. Itu hanya membuat tangisan bayi semakin kencang. Sebaliknya, cobalah tersenyum atau tertawa. Umumnya, bayi akan menghentikan tangisannya secara perlahan melihat tawa Anda. Sampai akhirnya, dia pun akan ikut tertawa juga. 

  1. Ganti Popoknya

Salah satu penyebab bayi menangis adalah popok yang penuh. Namun walaupun belum penuh, tidak ada salahnya mencoba mengganti popoknya untuk membuatnya lebih tenang. Soalnya bisa jadi, walaupun popoknya belum penuh, ia merasa tidak nyaman sebab popoknya terasa agak lembap. 

*** 

Tidak perlu panik bukan melihat bayi menangis? Yuk, segera praktikkan tips-tips simpel di atas dan buktikan sendiri bayi akan cepat merasa tenang.

Ini Manfaat Perawatan Metode Kanguru untuk Bayi

Perawatan metode kanguru (PMK) adalah salah satu metode yang sangat dianjurkan bagi bayi baru lahir prematur. Lalu, apa manfaat metode kanguru untuk bayi?

Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru (PMK) adalah salah satu perlakuan yang direkomendasikan langsung oleh WHO, badan kesehatan dunia.

PMK pada awalnya adalah perawatan yang dilakukan untuk bayi terlahir prematur, tapi kini PMK juga umum dilakukan pada bayi kelahiran normal.

Metode ini dilakukan dengan menempelkan ibu dengan bayi secara skin to skin segera setelah proses persalinan. Keduanya kemudian diselimuti, mirip dengan posisi anak kanguru di dalam kantung ibunya.

PMK sendiri sudah lazim dilakukan di Indonesia. Lalu apa manfaat perawatan metode kanguru?

Apa manfaat Metode Kanguru?

Ada banyak manfaat dari PMK. Metode ini tidak hanya efektif untuk bayi prematur atau bayi normal, tapi juga penting bagi orang tua.

Menariknya, PMK tidak terbatas dilakukan oleh ibu saja. Ayah juga bisa melakukan PMK, bergantian dengan ibu.

Ada banyak manfaat PMK untuk bayi, di antaranya:

  • Menstabilkan detak jantung bayi
  • Meningkatkan pola pernapasan bayi dan membantu bayi bernapas lebih lancar
  • Meningkatkan level saturasi oksigen
  • Waktu tidur meningkat
  • Pertambahan berat badan bayi jadi lebih cepat
  • Mengurangi tangisan bayi
  • Pemberian ASI lebih lancar
  • Dapat keluar dari rumah sakit lebih awal.

Selain itu, ada pula manfaat PMK untuk orang tua:

  • Meningkatkan ikatan dengan bayi dan merasa lebih dekat
  • Meningkatkan suplai ASI
  • Meningkatkan kepercayaan diri dalam kemampuan merawat bayi
  • Membuat ibu merasa memegang kontrol

Bagaimana cara kerja Metode Kanguru?

Manfaat-manfaat metode kanguru di atas telah terbukti dalam studi beberapa tahun terakhir. Faktanya, metode skin to skin ibu dengan bayi dapat menstabilkan detak jantung dan pernapasan bayi.

Ketika ibu melakukan PMK, biasanya bayi akan meringkuk di area sekitar payudara dan tertidur selama beberapa menit. Menariknya, payudara dapat menyesuaikan suhu sesuai dengan kebutuhan bayi.

Artinya suhu payudara dapat meningkat saat si kecil merasa kedinginan, demikian pula sebaliknya ketika si kecil merasa sudah cukup hangat.

Riset juga membuktikan bahwa PMK dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan otak bayi.

Cara melakukan PMK

Pada umumnya, tenaga medis akan membantu Anda melakukan PMK di rumah sakit. Meski begitu, ada beberapa tips dasar metode kanguru yang bisa Anda perhatikan seperti:

  • Lepas bra dan gunakan kemeja terbuka. Anda harus menempatkan bayi langsung bersentuhan dengan kulit. Karena itu, Anda juga bisa menggunakan baju rumah sakit yang sudah disediakan.
  • Posisikan bayi di atas dada. Pastikan bayi tidak mengenakan pakaian, hanya popok dan topi sudah cukup untuk menjaganya tetap hangat.
  • Tutup punggung bayi. Setelah bayi diposisikan, tutupi punggungnya dengan selimut. Jaga bayi tetap hangat dan nyaman.
  • Rileks bersama. Selama sesi skin to skin, cobalah rileks dan beri waktu bagi si kecil. Ibu dan bayi mungkin bergantian tertidur.
  • Bisa lebih dari satu sesi. Anda dapat merencanakan PMK lebih dari satu kali, setidaknya 1-4 jam setiap pekan.
  • Jangan ajak main si kecil. Biarkan bayi mendapatkan pengalaman skin to skin semaksimal mungkin, tahan hasrat untuk bermain dengannya.

Perlu diingat, metode kanguru tidak terbatas dilakukan oleh ibu saja. Bayi juga dapat melakukan metode skin to skin dengan ayah. Faktanya, hal ini juga dianjurkan untuk memberikan stimulus berbeda pada si kecil.

Hal yang sebaiknya tidak dilakukan dalam Kangaroo Care

Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan dalam PMK. Sebaiknya Anda fokus sepenuhnya merawat bayi dalam masa-masa ini. Berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan:

  • Jangan bermain HP
  • Pastikan Anda dalam kondisi sehat
  • Luangkan waktu setidaknya 60 menit untuk metode skin to skin
  • Kulit bersih dan sehat
  • Jangan merokok

Demikian manfaat perawatan metode kanguru untuk bayi Anda. Menariknya, PMK juga dapat memberi manfaat yang besar untuk orang tua.

Silakan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemahaman lebih terkait perawatan kanguru.