Lakukan Gerakan Pemanasan Sebelum Olahraga

Pemanasan sebelum lari bisa menghindari Anda dari cedera otot, yang menyusahkan.

Agar aman dan mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga yang Anda lakukan, Anda harus selalu melakukan gerakan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya. Namun, karena keterbatasan waktu, banyak orang sering melewatkan atau tidak melakukan gerakan pemanasan apapun. Padahal, tidak melakukan pemanasan sebelum olahraga dapat meningkatkan risiko cedera, dan memberikan lebih banyak ketegangan pada otot. Saat Anda bersiap untuk melakukan aktivitas olahraga tertentu, baik olahraga kardio, latihan kekuatan, ataupun olahraga tim seperti sepak bola dan basket, sangat penting untuk meluangkan waktu beberapa menit untuk pemanasan. Artikel ini akan membahas hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang gerakan pemanasan. 

Gerakan pemanasan sebelum olahraga itu penting

Gerakan pemanasan dapat membantu tubuh mempersiapkan diri dalam melakukan aktivitas yang berat, membuatnya lebih mudah untuk dilakukan. Beberapa manfaat penting yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan gerakan pemanasan di antaranya adalah:

  • Meningkatkan fleksibilitas. Menjadi lebih fleksibel dapat membuat Anda lebih mudah bergerak serta berolahraga dengan benar. 
  • Mengurangi risiko cedera. Melakukan gerakan pemanasan membuat otot menjadi lebih santai, sehingga dapat mengurangi risiko cedera.
  • Meningkatkan aliran darah dan oksigen. Memiliki aliran darah yang lebih lancar dapat membantu otot mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan sebelum otot tersebut bekerja dengan lebih intens saat berolahraga. 
  • Meningkatkan kinerja. Penelitian menunjukkan bahwa melakukan gerakan pemanasan pada otot membuat Anda dapat berolahraga dengan lebih efektif. 
  • Rentang gerakan yang lebih baik. Memiliki rentang gerakan yang lebih baik dapat membantu Anda menggerakkan persendian sepenuhnya. 
  • Kurangnya ketegangan otot dan rasa sakit. Otot yang mendapatkan pemanasan dapat membantu bergerak dengan lebih mudah, mengurangi otot kaku dan rasa nyeri. 

Pemanasan dinamis dan peregangan statis

Anda mungkin pernah mendengar gerakan pemanasan dinamis dan peregangan statis. Pemanasan dinamis dilakukan pada awal rutinitas olahraga Anda. Pemanasan ini bertujuan untuk mempersiapkan tubuh untuk bekerja dengan intensitas yang lebih berat dan tinggi. Gerakan pemanasan dinamis berfokus pada gerakan yang sama Anda lakukan saat berolahraga. Contohnya, Anda bisa melakukan peregangan yang berdasarkan gerakan seperti squat, atau gerakan ringan seperti mengendarai sepeda dan jogging. Pemanasan dinamis dapat membantu membangun kekuatan, mobilitas, dan koordinasi, yang dapat membantu meningkatkan kinerja atau performa olahraga. 

Sementara itu, peregangan statis akan lebih efektif apabila dilakukan di akhir olahraga. Tindakan ini melibatkan peregangan yang ditahan dalam beberapa waktu untuk membantu memperpanjang atau melemaskan otot dan jaringan penghubung. Aktivitas ini berbeda dengan gerakan pemanasan dinamis, karena Anda harus menjaga tubuh tetap pada posisi yang sama. Peregangan statis dapat membantu Anda meningkatkan jarak gerakan dan fleksibilitas. Beberapa jenis peregangan statis yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah peregangan tricep, peregangan hip flexor, dan peregangan hamstring berbaring. 

Luangkan waktu sekitar 5 hingga 10 menit untuk melakukan gerakan pemanasan. Semakin intens olahraga yang akan Anda lakukan, semakin lama pula pemanasan disarankan. Fokuslah pada grup otot besar dan lakukan gerakan pemanasan yang meniru beberapa gerakan yang akan Anda lakukan saat olahraga. Contohnya, apabila Anda akan berlari atau bersepeda, lakukan hal tersebut dalam laju yang lebih lambat sebagai bentuk gerakan pemanasan. 

Meskipun sering dilewatkan saat olahraga, gerakan pemanasan merupakan bagian sangat penting dalam rutinitas olahraga. Tubuh Anda membutuhkan aktivitas tertentu untuk membuat otot menjadi lebih “panas” agar dapat bersiap saat Anda melakukan olahraga guna mencegah cedera dan meningkatkan fleksibilitas dan performa.

Jangan Sepelekan, Obesitas pada Pria Bisa Mengganggu Kesuburan!

Fertilitas atau kesuburan pada laki-laki maupun perempuan memang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kesehatan dan status gizi seseorang sangat menentukan tingkat kesuburan. Obesitas adalah salah satu faktor yang dapat menganggu kesuburan seseorang, terutama pada pria. Menurut hasil penelitian Hiola et al. (2013) dalam Jurnal e-Biomedik, obesitas pada pria dapat menyebabkan disfungsi seksual, yaitu gangguan pada salah satu atau lebih aspek fungsi seksual, yaitu gairah atau hasrat seksual (libido), ereksi, dan ejakulasi.

Bagaimana bisa obesitas pada pria mengganggu kesuburan?

Berbicara tentang aspek kesuburan pria, tentunya tidak lepas dari produksi sperma, kemampuan ereksi, hingga ejakulasi. Kemampuan tubuh melakukan fungsi reproduksi ini sangat dipengaruhi oleh status gizi tubuh, termasuk obesitas. Dilansir dari laman Harvard Health Publishing dengan tajuk Obesity: Unhealthy and Unmanly pada tahun 2011, menunjukkan bahwa pria yang mengalami obesitas hanya mampu memproduksi sedikit sperma. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh terhadap peluang untuk hamil jika suatu saat ingin merencanakan momongan.

Obesitas terhadap hormon testosteron.

Testosteron adalah salah satu hormon reproduksi yang terdapat pada pria dan wanita. Hanya saja, hormon ini lebih banyak diproduksi oleh pria. Fungsi utama hormon testosteron pada pria adalah untuk memproduksi sperma. Hormon ini juga bertanggung jawab dalam memberikan suara yang dalam, otot menjadi besar, pertumbuhan janggut, dan tulang yang kuat pada pria.

Obesitas pada pria dapat menurunkan kadar hormon testosteron. Hal ini disebabkan terjadi peningkatan hormon estrogen, sebagai hasil dari aromatisasi androgen di bagian perifer jaringan adiposa penderita obesitas. Akibatnya, terdapat umpan balik negatif pada kelenjar hipofisis di hipotalamus otak terhadap produksi hormon testosteron, sehingga sekresinya menjadi sedikit.

Obesitas terhadap kemampuan ereksi dan ejakulasi.

Ternyata, obesitas pada pria tidak hanya mengganggu produksi sperma saja, loh. Obesitas juga memengaruhi kemampuan ereksi pria. Pasalnya, meskipun kadar testosteron normal, pria yang obesitas berisiko tinggi mengalami disfungsi ereksi. Bahkan, sebuah penelitian di California menunjukkan bahwa pria yang memiliki IMT overweight (di bawah obesitas) berisiko mengalami gangguan ereksi lebih dari 90%.

Merujuk pada Jurnal e-Biomedik yang berjudul Pengaruh Obesitas Terhadap Terjadinya Disfungsi Seksual pada Pria, masalah ejakulasi akibat obesitas pada pria dikaitkan dengan masalah psikologis. Pria yang mengalami obesitas cenderung merasa kurang percaya diri terhadap tubuhnya, sehingga timbul kecemasan bahkan stres. Apabila kondisi tersebut sudah dialami pria, maka ketika orgasme dan ejakulasi jadi tergesa-gesa. Akibatnya, pasangan menjadi tidak puas.

Tidak hanya kesuburan, obesitas pada pria juga memicu penyakit lainnya.

Jika Anda mengalami obesitas dan tidak segera mengatasinya, maka tidak hanya kesuburan saja yang terganggu, melainkan timbul masalah kesehatan yang lebih parah lagi. Baik itu overweight maupun obesitas, keduanya sama-sama dapat meningkatkan risiko penyakit :

  1. Diabetes mellitus tipe II.
  2. Asma.
  3. Gangguan tidur atau insomnia.
  4. Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  5. Serangan jantung.
  6. Sirosis hati.
  7. Sindrom metabolik.
  8. Stroke.
  9. Kolesterol tinggi.
  10. Nyeri sendi.

Obesitas pada pria banyak terjadi karena penumpukan lemak secara berlebihan di tubuh. Lemak bisa menumpuk karena tidak dikeluarkan dalam bentuk energi, seperti olahraga dan beraktivitas fisik. Banyak orang mengalami obesitas karena banyak makan, namun malas bergerak, alias sedentary lifestyle. Oleh sebab itu, penting sekali menerapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat untuk kesehatan Anda saat ini dan di masa yang akan datang. 

Prosedur dan Risiko Cabut Gigi Geraham

Kerusakan gigi parah, infeksi gigi, dan gigi yang berkerumun umumnya menjadi alasan mengapa orang-orang melakukan cabut gigi geraham. Mereka yang mendapatkan behel, dalam kasus tertentu, membutuhkan pencabutan satu atau lebih gigi agar memiliki cukup ruang untuk gigi bergerak ke posisi yang diinginkan. Selain itu, mereka yang akan mendapatkan chemotherapy atau akan mendapatkan transplantasi organ tubuh memerlukan cabut gigi geraham yang rusak untuk menjaga mulut mereka tetap sehat. Pencabutan gigi dilakukan oleh dokter gigi dan merupakan prosedur rawat jalan yang cukup cepat, serta menggunakan anestesi lokal, umum, ataupun IV.

Persiapan sebelum pencabutan gigi

Sebelum melakukan cabut gigi geraham, dokter akan mengambil gambar sinar-X dari gigi Anda. Pastikan Anda memberitahu dokter tentang obat tertentu, vitamin, obat OTC, ataupun suplemen yang sedang dikonsumsi. Anda juga perlu memberitahu dokter apabila Anda akan mendapatkan perawatan kondisi medis berbentuk obat IV yang bernama bisphosphonate. Apabila iya, cabut gigi geraham akan dilakukan sebelum perawatan obat tersebut diberikan. Jika tidak, rahang Anda memiliki risiko yang tinggi terkena kematian tulang (osteonecrosis). Anda juga perlu memberitahu dokter gigi apabila memiliki kondisi seperti cacat jantung bawaan, diabetes, penyakit hati, penyakit thyroid, tekanan darah tinggi, persendian buatan, penyakit adrenal, katup jantung yang rusak, sistem kekebalan tubuh yang lemah dan penyakit renal.

Dokter gigi akan memastikan semua kondisi kesehatan yang Anda miliki dalam keadaan stabil atau dirawat terlebih dahulu sebelum Anda mendapatkan pencabutan gigi. Anda akan diberi resep antibiotik beberapa hari sebelum prosedur dilakukan jika operasi diperkirakan membutuhkan waktu yang lama, Anda memiliki infeksi atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Prosedur cabut gigi geraham

Pencabutan gigi terbagi menjadi dua jenis, ekstraksi sederhana dan ekstraksi bedah. Jenis pencabutan yang akan Anda dapatkan tergantung pada apakah gigi Anda terlihat atau impaksi.

  • Ekstraksi sederhana

Dalam prosedur jenis ini, Anda akan mendapatkan anestesi lokal, yang akan membuat daerah di sekitar gigi mati rasa sehingga Anda hanya akan merasakan adanya tekanan (dan bukan rasa sakit) saat prosedur cabut gigi geraham berlangsung. Dokter gigi kemudian akan menggunakan sebuah alat yang bernama “elevator” untuk melonggarkan gigi dan tang untuk mencabutnya.

  • Ekstraksi bedah

Dalam ekstraksi jenis ini, Anda akan mendapatkan anestesi lokal dan anestesi IV (yang akan membuat Anda merasa santai dan tenang). Anda juga bisa mendapatkan anestesi umum tergantung pada kondisi medis apapun yang Anda miliki. Apabila Anda mendapatkan anestesi umum, Anda akan tidak sadarkan diri selama prosedur berlangsung. Dokter gigi akan membuka gusi lewat sayatan kecil. Dokter juga dapat mengangkat tulang di sekitar gigi atau memototng gigi sebelum gigi dapat dicabut.

Risiko cabut gigi

Ada beberapa risiko kecil dari cabut gigi geraham. Namun, apabila dokter gigi Anda merekomendasikan prosedur ini, manfaat yang didapat akan jauh lebih besar dibandingkan dengan kemungkinan kecil terjadinya komplikasi kesehatan. Umumnya setelah cabut gigi geraham, darah akan menggumpal secara alami di rongga tulang (lubang di tulang di mana gigi yang cabut tadinya berada). Beberapa risiko lain dari cabut gigi geraham adalah pendarahan yang bertahan selama lebih dari 12 jam, demam atau menggigil yang parah (menjadi tanda-tanda adanya infeksi), mual dan muntah, batuk, sakit dada dan sesak napas, serta pembengkakan dan tanda-tanda kemerahan di daerah yang dioperasi.

Depresi dan Gangguan Cemas pada Generasi Milenial

Generasi milenial mengubah cara orang memandang kesehatan mental. Lebih dari itu, generasi ini mendorong orang untuk membicarakan kesehatan mental. Persoalan yang sebetulnya dekat dan bisa dialami siapa saja, namun dalam kurun waktu yang panjang dianggap tabu untuk dibicarakan.

Memang benar, kasus depresi dan anxiety meningkat drastis di kalangan generasi milenial. Namun, hal ini terjadi karena generasi milenial merupakan generasi pertama yang tidak sungkan membicarakan tentang pergulatan mereka dengan gangguan mental. Harapannya, tidak ada lagi stigma terhadap orang dengan gangguan kesehatan mental.

Kesehatan mental generasi milenial

Depresi dan kecemasan merupakan dua jenis gangguan mental yang umum ditemui pada generasi milenial. Tekanan finansial, kesepian, keinginan menjadi sempurna, serta kelelahan di tempat kerja, merupakan beberapa faktor utama yang meningkatkan gangguan kesehatan mental pada generasi ini.

Mari kita bahas satu per satu faktor-faktor tersebut!

1. Generasi milenial tertekan secara finansial

Sebagian besar milenial merasakan tekanan, antara harus menyiapkan keuangan untuk hidup saat ini serta bertanggung jawab atas kebutuhan keuangan di masa depan. Sementara, diketahui bahwa kebanyakan milenial tidak memiliki dana pensiun.

Generasi milenial sibuk melunasi utang dan selalu ada di bawah tekanan untuk membeli rumah. Kerap kali, generasi ini dibandingkan dengan generasi sebelumnya, yang rata-rata sudah memiliki rumah di usia yang sama.

Perlu dipahami juga, generasi milenial tumbuh dalam atau setelah krisis ekonomi. Di mana biaya hidup semakin mahal. Walaupun gaya hidup juga memegang peranan penting dalam pengelolaan finansial ini.

Tekanan atau kesulitan finansial ini dapat berujung menjadi tekanan psikologis. Otak akan mengalami peradangan akut sebagai respons terhadap kesulitan finansial yang dialami.

Situasi ini berpotensi menimbulkan hubungan yang tidak baik dengan teman atau keluarga, konflik di tempat kerja, dan tekanan sosial. Semua hal tersebut dapat menjadi pemicu terjadinya depresi dan gangguan kecemasan.

2. Kelelahan di tempat kerja

Kelelahan dan tekanan di tempat kerja juga berkontribusi besar pada munculnya gangguan kesehatan mental di kalangan milenial. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa 50% generasi milenial meninggalkan pekerjaan karena alasan kesehatan mental.

Hal ini juga sangat erat kaitannya dengan tekanan finansial. Kebanyakan milenial bekerja keras demi memenuhi ekspektasi, baik pribadi maupun lingkungan sekitar, terkait kemapanan finansial.

Lagi-lagi, situasi ini dapat berakhir menjadi depresi dan gangguan kecemasan.

3. Merasa kesepian

Dibandingkan generasi sebelumnya, generasi milenial cenderung lebih merasa kesepian. Setidaknya, sekitar 30% dari milenial hampir selalu merasa kesepian.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa 1 dari 5 orang milenial mengaku tidak memiliki teman, 27% di antaranya mengaku tidak memiliki teman dekat, dan 30% mengaku tidak memiliki sahabat atau ‘best friend’.

Keberadaan media sosial turut menyumbang pada munculnya rasa kesepian ini. Generasi milenial diketahui banyak menghabiskan waktu untuk mengakses media sosial. Aktivitas ini, tanpa disadari, membuat para milenial jarang berinteraksi dengan orang di dunia nyata. Akibatnya, para milenial kerap merasa kesepian.

Kesepian dan isolasi sosial merupakan dua di antara berbagai pemicu utama depresi. Kondisi ini juga bisa sekaligus gejala dari depresi itu sendiri.

Seseorang yang mengalami depresi dapat merasa kesepian, meskipun ada orang di sekitarnya. Sebab kesepian merupakan perasaan internal yang memiliki kaitan erat dengan rendahnya self esteem.

Generasi milenial yang merasa sangat kesepian umumnya memiliki kesehatan fisik yang tidak baik, mengalami depresi, kesulitan membuat keputusan, merasakan stres, berpotensi menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan terlarang, hingga memiliki dorongan untuk bunuh diri.

Bagi Anda, baik generasi milenial atau bukan, jika merasakan ada gangguan kesehatan mental yang dialami, atau sesederhana sering merasa kesepian, segeralah berkonsultasi dengan professional.

5 Manfaat Bubur Kacang Hijau yang Sangat Menakjubkan

Kacang hijau sudah mulai dibudidayakan sejak dulu. Berawal dari India, kacang hijau lalu tersebar ke China dan berbagai negara di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, kacang yang satu ini diolah menjadi rupa-rupa kudapan, salah satunya bubur.

Banyak orang sangat familier dengan bubur kacang hijau. Beberapa menambahkan bubur ketan hitam, bahkan roti tawar, sebagai pelengkap. Di samping lezat disantap, hidangan nusantara yang satu ini juga menyimpan ragam manfaat bagi kesehatan.

1. Membantu meningkatkan kesehatan kandungan

Wanita hamil biasanya disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung asam folat. Tidak lain, karena asam folat sangat esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Sayangnya, kebanyakan perempuan tetap kekurangan asam folat dan berakhir mengalami proses persalinan yang berisiko. Padahal, tidak sulit untuk memperoleh asupan asam folat. Bubur kacang hijau dapat menjadi pilihan kudapan para ibu hamil, sebab di dalamnya terkandung asam folat dalam kadar yang tinggi.

Kacang hijau juga kaya akan zat besi, protein, dan serat. Semuanya merupakan zat-zat yang sangat dibutuhkan selama masa kehamilan.

2. Menurunkan risiko serangan jantung

Risiko serangan jantung kerap dikaitkan dengan kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh, khususnya kadar LDL atau ‘kolesterol jahat’.

Penelitian menunjukkan bahwa kacang hijau memiliki zat tertentu yang dapat menurunkan kadar LDL. Antioksidan yang terkandung di dalam kacang hijau bukan hanya dapat menurunkan kadar LDL, melainkan dapat mencegah LDL berinteraksi dengan radikal bebas yang tidak stabil.

Mengonsumsi sekitar 130 gram bubur kacang hijau dapat membantu menurunkan kadar LDL, sehingga risiko serangan jantung juga menurun. Tentu sangat baik bila bubur yang dikonsumsi tidak terlalu banyak mengandung gula dan santan.

3. Membantu menurunkan tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan persoalan kesehatan yang serius. Gangguan ini menjadi salah satu penyebab kematian, sebab dari tekanan darah tinggi ada banyak gangguan medis yang dapat timbul.

Kabar baik bagi Anda penggemar bubur kacang hijau, sebab kacang yang satu ini disebut-sebut dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Di dalam kacang hijau terkandung banyak kalium, magnesium, dan serat. Nutrien yang berkaitan dengan kejadian darah tinggi.

Sebuah penelitian pada hewan uji menunjukkan bahwa protein tertentu di dalam kacang hijau dapat menekan enzim yang secara alami meningkatkan tekanan darah. Meski demikian, seberapa jauh efeknya pada tekanan darah manusia masih belum diketahui secara pasti.

4. Meningkatkan kesehatan saluran pencernaan

Di dalam kacang hijau, terdapat banyak nutrien yang baik bagi kesehatan pencernaan. Salah satunya, kandungan serat yang tinggi.

Kacang hijau juga mengandung serat larut air yang disebut pectin. Jenis serat ini dapat menjaga gerakan peristaltik usus tetap teratur serta mempercepat pergerakan makanan di usus. Dengan demikian, proses buang air besar pun dapat lebih teratur dan lancar.

Tidak hanya itu, di dalam kacang hijau juga terdapat pati yang dapat menjaga bakteri baik di usus Anda. Bakteri baik akan mencerna pati tersebut dan mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek. Nantinya, asam lemak ini dapat menutrisi sel-sel usus, meningkatkan kekebalan sel usus, hingga mencegah kanker usus.

Tidak heran bila bubur kacang hijau banyak dikonsumsi sebagai menu sarapan, ya!

5. Membantu menurunkan berat badan

Mengonsumsi jenis makanan yang kaya serat dan protein sangat baik dalam proses menurunkan berat badan. Serat dan protein dapat menekan produksi hormon yang menyebabkan rasa lapar.

Selain menekan hormon penyebab lapar, konsumsi bubur kacang hijau juga akan menginduksi produksi hormon yang membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Dengan demikian, konsumsi makanan harian Anda dapat berkurang yang berdampak pada penurunan berat badan. 

Daun Gedi Di Indonesia

Daun gedi bentuknya seperti daun pepaya

Daun gedi atau sayur Yondok mempunyai nama latin Abelmoschus manihot, yang sebelumnya dinamakan sebagai Hibiscus Manihot L. Daun ini juga memiliki berbagai macam sebutan di berbagai negara lain di Filipina, daun gedi dikenal sebagai Lagikuway, sedangkan di Thailand dikenal sebagai Po fai dan di Inggris lebih dikenal sebagai Edible hibiscus. 

Daun gedi sendiri merupakan sayur khas yang terdapat di daerah Sulawesi Utara. Di Sulawesi Utara sendiri, daun gedi selalu jadi campuran atau pelengkap makanan khas Manado, yaitu Bubur Manado atau tinutuan. Selain rasanya yang enak, daun gedi mempunyai fungsi sebagai penambah rasa gurih serta mengentalkan.

Selain gurih, daun gedi juga kaya akan vitamin A, zat besi dan serat yang baik untuk saluran pencernaan pada tubuh Anda. Daun gedi juga memiliki kolagen dalam kandungannya, yang bermanfaat sebagai antioksidan dan menjaga kesehatan kulit. Zat kolagen yang bersifat antioksidan dalam daun gedi berguna untuk merawat kesehatan kulit dan melancarkan peredaran darah. Daun gedi juga mengandung banyak serat sehingga dipercaya dapat menyerap kolesterol dan lemak pada tubuh. Salah satu manfaat kesehatan lain yang dikaitkan dengan daun gedi adalah menurunkan kadar kolesterol serta hipertensi. 

Daun gedi memiliki banyak manfaat kesehatan dan mudah untuk diolah, sehingga banyak masyarakat Sulawesi yang menanam daun gedi di rumah mereka masing-masing. Berikut resep bubur manado menggunakan daun gedi yang bisa Anda coba di rumah:

Bahan-bahan 

Bahan bubur :

  • 2 centong nasi
  • 2 mangkok labu kuning potong dadu
  • 1 batang ubi/ketela kuning atau putih
  • 2 ikat kangkung, dipotong
  • 1 mangkok daun gedi
  • 1 bonggol jagung manis yang sudah di pipil
  • 1 batang serai besar, di geprek
  • 2 siung bawang merah dan 2 siung bawang putih, dihaluskan
  • 1 ikat daun bawang, di iris-iris
  • 1 ikat daun kemangi, dipetik
  • Secukupnya garam

Sambal ikan :

Secukupnya kepala ikan asin, digoreng kering

  • 2 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 20 buah cabe rawit
  • 1 buah tomat,iris
  • Secukupnya gargul

Pelengkap :

Sesuai selera, ikan asin atau sambal dabu-dabu.

Cara memasak:

  • Siapkan air secukupnya di panci, masukkan serai, bawang merah bawang putih, nasi, jagung, labu kuning, ubi dan garam sampai mendidih dan ubi melunak.
  • Masukkan daun gedi, kangkung, kemangi dan daun bawang selama 2 menit. Lalu tes rasa
  • Untuk sambalnya, goreng semua bahan kecuali kepala ikan asin. 
  • Lalu ulek kasar semua bahan yang sudah digoreng beserta kepala ikan asin. 
  • Sajikan tinutuan atau bubur Manado bersama sambal dan pelengkap seperti ikan asin dan sambal dabu-dabu.

Tumbuhan daun gedi adalah tumbuh-tumbuhan yang bisa mencapai tinggi dua hingga tiga meter. Daunnya hijau, sepintas mirip daun singkong atau karena daunnya membentuk lima jari. Selain dijadikan bahan dalam pembuatan bubur Manado, daun gedi juga dapat Anda olah sesuai dengan selera Anda.

Presbiopi

Presbiopi adalah kelainan pada mata yang menyebabkan hilangnya kemampuan mata untuk melihat objek dalam jarak dekat secara bertahap.

Presbiopi adalah kondisi mata dimana masalah tersebut bisa menyebabkan seseorang sulit melihat dengan jarak dekat. Meskipun hal tersebut bukan merupakan suatu penyakit, presbiopi terjadi seiring bertambahnya usia.

Seseorang yang mengalami presbiopi pada umumnya terjadi ketika mereka memasuki usia 40 tahun. Contoh tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami presbiopi adalah pandangan yang kabur ketika membaca sesuatu.

Perbedaan Antara Presbiopi dan Rabun Dekat
Meskipun presbiopi dan rabun dekat menyebabkan seseorang merasa kesulitan dalam melihat dengan jarak dekat, kedua kondisi tersebut memiliki perbedaan. Presbiopi terjadi karena lensa mata kehilangan kelenturan, akibat pertambahan usia. Masalah ini akan dialami oleh semua orang.

Orang yang mengalami rabun dekat disebabkan karena adanya kelainan bentuk pada bola mata. Cahaya yang masuk ke mata manusia dipantulkan di belakang retina. Kondisi tersebut juga merupakan gangguan refraksi mata.

Gejala Presbiopi
Perubahan pada mata ini umumnya akan muncul ketika manusia memasuki usia 40 tahun. Secara perlahan kondisi yang dialami semakin memburuk hingga mereka memasuki usia 65 tahun.

Orang-orang yang mengalami presbiopi dapat ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Mudah mengalami pusing atau mata pegal setelah melihat dengan jarak dekat.
  • Kesulitan membaca tulisan yang berukuran kecil.
  • Perlu menggunakan lampu yang lebih terang ketika membaca dalam jarak dekat.
  • Memicingkan mata supaya dapat fokus terhadap pandangan.

Kondisi seperti ini tidak dapat disembuhkan, karena tergolong proses normal. Meskipun demikian, jika Anda mengalami presbiopi, Anda sebaiknya periksa diri jika mengalami kejanggalan pada mata Anda. Mungkin saja Anda mengalami gejala sebagai berikut:

  • Titik-titik hitam muncul.
  • Adanya lingkaran di tepi cahaya.
  • Adanya kilatan cahaya pada pandangan.
  • Pandangan yang kurang jelas atau kabur.
  • Melihat pandangan ganda.
  • Mengalami kebutaan pada salah satu atau kedua mata.

Penyebab Presbiopi
Agar seseorang dapat melihat suatu objek, matanya akan menangkap cahaya. Cahaya tersebut akan diteruskan melewati kornea, lensa, iris, dan retina. Setelah itu, otak akan menerimanya sebagai suatu sinyal.

Selain itu, otot-otot mata yang elastis dibutuhkan. Namun, seiring bertambahnya usia, otot-otot akan mengeras sehingga membuatnya kaku. Masalah tersebut adalah salah satu penyebab seseorang mengalami presbiopi.

Selain pengaruh di atas, orang-orang yang mengalami gangguan seperti ini juga kemungkinan disebabkan oleh faktor berikut:

  • Mengkonsumsi alkohol.
  • Penggunaan obat-obatan seperti obat antidepresan.
  • Profesi yang mengharuskan Anda untuk melihat objek tertentu dalam jarak dekat.
  • Penyakit tertentu seperti diabetes dan jantung.

Diagnosis
Jika Anda mengalami gangguan seperti ini, Anda sebaiknya tanyakan masalah ini kepada dokter. Sebelum mengobatinya, dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu, yaitu dengan tes ketajaman penglihatan, pemeriksaan refraksi, dan tes dilatasi mata.

Cara Mengatasi Presbiopi
Setelah melakukan diagnosis, cara mengatasi masalah presbiopi adalah menggunakan kacamata sesuai dengan kondisi Anda. Anda dapat membeli ukuran lensa kacamata baik melalui anjuran dokter maupun pilihan sendiri.

Karena presbiopi tidak dapat diobati dan masalah tersebut hanya terjadi ketika Anda memasuki usia 40, dan berakhir pada usia 65 tahun, Anda setidaknya perlu menjaga kesehatan mata Anda. Anda dapat melakukannya dengan:

  • Membaca di tempat yang memiliki penerangan yang cukup.
  • Jangan membaca terlalu dekat.
  • Melindungi mata dari paparan sinar matahari dengan mengenakan kacamata hitam.
  • Memeriksa kondisi mata secara rutin.

Kesimpulan

Itulah cara penanganan yang tepat jika Anda mengalami presbiopi. Presbiopi hanya terjadi pada sementara waktu. Selain itu, Anda perlu terapkan hal-hal yang disebutkan di atas untuk menjaga kesehatan mata. Jika kondisi mata Anda memburuk, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Makanan Penambah Darah yang Perlu Dikonsumsi Sehari-Hari

Anemia adalah kondisi tubuh yang kekurangan jumlah sel darah merah yang bertugas mengantar oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kebanyakan anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi makanan penambah darah yang kaya akan kandungan zat besi ke dalam menu harian merupakan langkah penting untuk mencegah anemia.

Penderita anemia akan merasakan gejala berupa lebih, lesu, lemas, sulit berkonsentrasi, napas pendek, jantung berdebar, serta sering merasa pusing. Gejala ini mungkin tidak berat tapi bisa mengganggu produktivitas kerja orang dewasa dan mengganggu konsentrasi belajar pada anak. Agar asupan zat besi selalu terpenuhi, makanan-makanan berikut ini bisa dimasukkan sebagai variasi dalam menu makanan Anda.

Sayuran berwarna hijau tua

Bayam, kangkung, daun singkong dan brokoli merupakan sayuran hijau tua yang kaya akan zat besi. Dalam 100 gram bayam atau kangkung terkandung sekitar 2.7 mg zat besi, sedangkan dalam 100 gram brokoli ada sekitar 0.7 mg zat besi. Perlu Anda ketahui, zat besi dari sumber-sumber nabati ini adalah jenis zat besi non-heme. Zat besi non-heme lebih suka diserap oleh tubuh, hanya sekitar 30 persen dari jumlah zat besi non-heme dalam sumber nabati yang mampu diserap dengan baik. Sedangkan jenis zat besi heme yang didapat dari sumber hewani bisa sampai 70 persen terserap dengan baik oleh tubuh.

Daging merah

Daging merah merupakan sumber zat besi yang baik, dengan 2,8 mg zat besi per 100 gram daging. Kandungan zat besinya memang tidak berbeda jauh dari sayuran hijau seperti bayam, tetapi jenis zat besi dalam daging adalah zat besi heme yang mudah diserap oleh tubuh, yang membuat daging lebih efektif sebagai makanan penambah darah.

Kerang dan tiram

Kerang dan tiram merupakan makanan lauh yang tinggi kandungan zat besinya, apalagi jika disajikan dengan perasan air lemon yang kaya vitamin C. Tapi untuk ibu hamil, makanan laut sejenis kerang dan tiram perlu dihindari. Pasalnya makanan laut ini kemungkinan besar mengandung racun dan limbah industri yang dibunag ke laut.