Tips Memilih Deodoran untuk Kulit Ketiak Sensitif

Memastikan aktivitas berjalan normal tanpa suatu kendala adalah keharusan. Penampilan yang baik, tentunya membuat orang-orang yang ada di sekitar kita menjadi nyaman. Oleh karenanya, menghilangkan bau badan, termasuk ketiak ialah langkah penting yang harus dilakukan. Tentunya, kita semua mengetahui salah satu cara yang paling umum digunakan untuk menghindari ketiak menjadi bau karena keringat berlebih akibat aktivitas intens adalah dengan menggunakan deodoran.

Namun demikian, sebelum menggunakan atau membeli deodoran, kita juga pasti sudah memahaminya kalau ada langkah-langkah yang harus diperhatikan. Hal ini karena tidak semua deodoran bisa cocok dengan penggunanya. Argumentasi itu berdasarkan keterangan dari berbagai sumber yang menyebut bahwa sebelum memilih deodoran, kita harus mengetahui dulu jenis kulit diri sendiri.

Memilih deodoran berdasarkan jenis kulit sangat dianjurkan terutama bagi pembaca yang memiliki kulit ketiak sensitif. Dari berbagai literatur yang berhasil dijangkau, mengetahui kulit sensitif pada ketiak biasanya didasari pada respons saat menggunakan suatu produk.

Mari kita ambil satu contoh, katakanlah kamu menggunakan suatu produk deodoran. Lalu, setelah memakainya kamu merasakan hawa panas atau gatal pada ketiak. Jika respons itu yang muncul selepas menggunakan produk, maka bisa dikatakan kulit ketiak kamu mengalami tanda-tanda sensitif. Ketika kamu tidak menyadari kondisi itu, dan lantas tetap menggunakan produk yang sama selama bertahun-tahun, kondisi yang bakal terjadi adalah menghitamnya kulit ketiak.

Berangkat dari penjelasan singkat di atas, maka sebelum memilih deodoran langkah utama yang harus diketahui adalah tipe kulit ketiak kita. kalau di antara pembaca memiliki kulit yang sensitif, saran yang akan dijelaskan dalam artikel ini bisa dijadikan rujukan. Namun, anda juga bisa langsung berkonsultasi dengan dokter terkait apabila merasa membutuhkan penjelasan lebih detail.

Pada kulit ketiak yang sensitif, pembaca bisa memilih produk deodoran yang tidak memiliki kandungan propylene glycol dan paraben. Sebagai informasi, berdasarkan sumber yang dihimpun, propylene glycol adalah bahan kimia yang masih turunan dari petroleum. Jika menggunakan bahan ini secara berlebihan, kulit pengguna bisa mengalami kemerahan, sebab, propylene glycol juga memiliki kandungan yang dapat menyebabkan kulit mengalami iritasi. Sementara paraben adalah bahan yang bisa menimbulkan reaksi alergi.

Dengan penjelasan tersebut, seseorang yang memiliki kulit ketiak yang sensitif dianjurkan tidak memilih deodoran yang mengandung propylene glycol dan paraben karena bisa memicu reaksi sensitif pada kulit atau alergi. Tidak hanya memastikan produk yang dipilih tak mengandung dua zat itu, kamu juga harus memastikan deodoran yang dipilih mengandung minyak natural.

Di samping penjelasan di atas, bagi anda yang memiliki kulit ketiak sensitif, saran yang perlu dipertimbangkan adalah tidak memilih produk deodoran yang mengandung alkohol. Hal ini dikemukakan, sebab, penggunaan alkohol bisa mengakibatkan kulit menjadi iritasi. Untuk itu, selain alkohol, kita juga perlu mencari tahu lebih lanjut bahan-bahan apa saja yang menyebabkan kulit iritasi. Memastikan tahap ini menjadi penting karena kulit ketiak yang mengalami iritasi secara terus-menerus bisa membuatnya gelap.

Berdasarkan keterangan berbagai sumber, paling tidak bahan yang bisa membuat kulit iritasi selain alkohol adalah parfum. Oleh sebab itu, bagi yang kulit ketiaknya sensitif, disarankan agar tidak memilih produk deodoran yang mengandung parfum.

Demikian penjelasan yang bisa disampaikan mengenai tips memilih deodoran untuk kulit ketiak sensitif. Sangat diharapkan kita bisa lebih bijak sebelum membeli dan menggunakan produk. Diharapkan pula artikel singkat ini bisa membantu pembaca, khususnya anda yang memiliki kulit ketiak sensitif. Tentunya, memilih deodoran yang tepat akan sangat membantu, sebab, kita tidak ingin aktivitas menjadi terganggu hanya karena ketiak berbau. 

Cara Mengatasi Mata Bengkak

Terdapat berbagai macam hal yang bisa menyebabkan mata menjadi bengkak, meski begitu terlepas dari penyebabnya gejala yang muncul bisa diringankan dengan beberapa perawatan sederhana. Langkah-langkah tersebut bisa dijadikan sebagai perawatan pertama jika seseorang mengalami kondisi mata bengkak.

Pada dasarnya kondisi ini disebabkan oleh penumpukan cairan berlebih pada kelopak mata atau jaringan penghubung yang ada di sekitar mata. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai macam penyakit, seperti alergi, konjungtivis hingga seluitis orbital. Meski begitu, gejala yang muncul bisa diatasi dengan perawatan sederhana dan bisa dilakukan di rumah.

Mengatasi Mata Bengkak

  1. Mengompres

Mengompres dengan menggunakan kain yang sebelummnya sudah direndam dengan air dingin bersih, atau bisa dengan menempelkan kantong kompres berisi es selama 15 menit dalam satu jam sekali. Kantong kompres dari terlebih dahulu juga bisa dimasukkan ke dalam kulkas, kafein pada teh mampu meredakan pembengkakan.

Pada kasus tertentu, bengkak yang disebabkan karena kista dan bintitan dapat diatasi dengan mengompres sebanyak 4-5 kali dalam sehari. Kompres ini berguna untuk membantu melancarkan penyumbatan kelenjar minyak.

  1. Bilas dengan Air Garam

Mencoba mencuci mata dengan menggunakan larutan air garam atau larutan saline, cara ini dianggap ampuh dalam mengatasi mata yang bengkak. Faktor yang memengaruhi adalah garam bersifat dapat menarik dan selain itu memiliki sifat antimikroba, sifat ini mampu mengobati mata yang bengkak karena infeksi.

Meski begitu perlu diingat bahwa sangat disarankan untuk menggunakan larutan saline yang terdapat di apotek karena sudah terjamin kebersihannya. Menggunakan air garam yang tidak bersih untuk mencuci mata hanya meningkatkan risiko terjadinya iritasi dan infeksi.

  1. Obat Tetes Mata

Mata bengkak yang disebaabkan oleh alergi dapat ditangani menggunakan obat tetes dengan kandungan antihistamin dan bisa didapatkan di apotek. Meski begitu jika alergi yang terjadi tergolong parah, pasien perlu mendapat penanganan langsung dari dokter.

Penyebab Mata Membengkak

  1. Konjungtivitas

Merupakan penyebab paling umum dari keluhan mata bengkak, kondisi ini ditandai dengan gejala lain seperti mata merah, berair, gatal dan belekan. Penyebab umumnya adalah infeksi virus, bisa juga disebabkan karena infeksi bakteri atau iritasi karena produk perawatan tertentu, misalnya seperti shampo.

  1. Alergi

Salah satu gejala yang dialami pasien dalam kondisi ini adalah ketika kontak dengan zat pemicu alergi, seperti serbuk sari, debu, makanan dan obat-obatan tertentu. Alergi juga bisa ditandai dengan gejala lain, seperti bersin, hidung tersumbat, mata gatal, bibir atau wajah bengkak hingga sesak napas.

  1. Blefaritis

Gejalanya bisa ditandai dengan mata bengkak pada area kelopak mata dan mata merah, berair, gatal hingga terasa mengganjal. Penyebab dari kondisi ini belum diketahui secara pasti, namun diduga kuat dapat dipicu oleh dermatitis, seboroik, infeksi, tersumbatnya kelenjar minyak pada kelopak mata hingga munculnya kutu pada bulu mata.

  1. Seluitis Orbita

Mata bengkak karena kondisi ini ditandai dengan gejala mata merah, nyeri saat menggerakkan bola mata hingga penglihatan dapat menjadi buram. Kondisi ini sering dialami anak-anak dan dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diatasi dengan penanganan yang tepat. 

Dalam mengatasi kondisi mata bengkak, selain menggunakan perawatan di atas sangat disarankan untuk menghindari menyentuh atau menggosok mata dengan tangan. Segera lepas lensa kontak jika tengah memakainya, jangan lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu, selain itu juga hindari aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera mata.

Bagaimana Cara Memilih Body Lotion untuk Kulit Kering?

Kulit kering sering menjadi masalah bagi beberapa orang. Oleh karena itu, mereka harus menggunakan losion atau pelembab yang tepat untuk kulit kering mereka. Pasalnya, body lotion tersebut tidak hanya berfungsi untuk melembapkan saja, namun juga menyehatkan. 

Lalu, bagaimana cara memilih body lotion untuk kulit kering yang baik? Yuk, simak terus artikel berikut untuk mengetahui bagaimana cara memilih pelembap yang baik untuk kulit kering Anda. 

Bahan losion yang membantu kulit kering

Ada berbagai bahan berbeda yang digunakan untuk melembapkan dan memelihara kulit. Pilihan terbaik untuk Anda tergantung pada gejala spesifik Anda dan apakah Anda memiliki kondisi kulit seperti eksim. Saat memilih losion, perhatikan setidaknya satu dari berikut pada label kemasan yang terbukti secara klinis dapat meningkatkan penyerapan kelembapan kulit:

  • Shea butter
  • Asam hialuronat
  • Mentega kakao
  • Sliserin
  • Ceramides
  • Oatmeal koloid
  • Petrolatum
  • Dimetikon

Cara memilih body lotion untuk kulit kering

Memilih losion untuk kulit kering tergantung pada sejumlah faktor. Meskipun Anda perlu mempertimbangkan tujuan Anda dan bagaimana Anda ingin tampilan kulit Anda, penting juga untuk memikirkan kondisi kulit Anda saat ini, seperti kulit Anda. Ini akan membantu Anda memilih pelembap yang paling sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda. 

  1. Bahan 

Langkah pertama dalam memilih losion terbaik untuk kulit kering Anda adalah menemukan yang mengandung bahan yang tepat. Misalnya, kondisi seperti jerawat pada wajah dan tubuh mengharuskan Anda tetap menggunakan bahan nonkomedogenik, yang berarti tidak akan menyumbat pori-pori. 

Penelitian menunjukkan bahwa bahan-bahan seperti petrolatum, lanolin, dan minak mineral dapat menimbulkan masalah jerawat. Sebaliknya, penderita eksim atau kulit sangat kering mendapatkan manfaat dari krim dan salep daripada losion berbahan dasar air. Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda, jadi perjelas kondisi kulit Anda sebelum menilai bahan-bahannya. 

  1. Tujuan kulit

Selain untuk melembapkan kulit, pertimbangkan apakah Anda memiliki tujuan kulit lainnya. Misalnya saja untuk membantu peradangan, Anda dapat menggunakan losion berbahan asam hialuronat dan asam alfa hidroksida. 

Minyak mineral, petroleum jelly, dan lilin lebah paling banyak untuk penderita eksim dan alergi kulit. Jika tujuan Anda adalah peremajaan kulit karena penuaan atau paparan sinar matahari, kolagen, elastin, dan keratin adalah pilihan terbaik. 

  1. Aroma dan konsistensi

Terakhir, penting untuk memilih losion yang memiliki aroma dan konsistensi yang Anda sukai. Mengenakan body lotion untuk kulit kering setiap hari penting untuk memastikan hasil yang optimal. Namun, jika losion terasa terlalu berminyak atau tidak cukup melembapkan, kemungkinan besar Anda tidak akan menggunakannya. 

Apa perawatan terbaik untuk kulit kering?

Selain menggunakan body lotion atau pelembap, Anda dalam melakukan beberapa langkah ini untuk mengatasi kulit kering, meliputi:

  • Jarang mandi. Hal ini mungkin tidak sesuai dengan kebiasaan Anda, tetapi yang terbaik adalah menghentikan mandi harian Anda. Terlalu sering mandi pun dapat menghilangkan kelembapan pada kulit Anda. 
  • Pilih sabun yang cocok. Pilihlah sabun mandi yang lembut. Disarankan untuk menggunakan sabun cair daripada sabun batangan. 
  • Gunakan air hangat. Jangan mandi dengan air yang terlalu hangat, tapi gunakan air hangat-hangat kuku, bukan panas. Air panas menguapkan kelembapan di kulit Anda. 
  • Jangan handukan sampai benar-benar kering. Setelah Anda mandi, tepuk-tepuk tubuh dengan handuk namun jangan terlalu kering, tetapi berikan sedikit air pada kulit Anda. Kemudian oleskan pelembap Anda dalam waktu tiga menit untuk membantu menahan kelembapan di kulit. 
  • Gunakan pelembap. Melembapkan kulit setiap kali Anda mandi atau kulit terasa kering. Mengembalikan minyak yang hilang saat Anda mencuci akan melindungi kulit Anda. 

Jadi, body lotion untuk kulit kering adalah salah satu strategi yang terbukti efektif dalam mengatasi kulit kering. Hal ini telah ditunjukkan bahwa losion dapat memperbaiki tekstur kulit dan berfungsi sebagai pelindung kulit serta mengurangi kekeringan.

Seluk Beluk Mandi Susu dan Segudang Manfaatnya

Perawatan kulit tubuh tentu banyak jenisnya dan semuanya bertujuan untuk membuat kulit menjadi lebih sehat. Beberapa jenis perawatan yang mungkin untuk diberikan pada kulit yaitu lulur badan, penggunaan produk kecantikan kulit, serta mandi secara rutin. Jika kulit ingin lebih terawat, Anda dapat mencoba mandi menggunakan bunga, rempah, atau susu. Ketiganya memberikan manfaat masing-masing untuk kulit. Meski demikian, mandi susu cukup banyak diminati sebagai treatment di salon atau spa sebab bisa membuat kulit menjadi lebih lembap dan halus. 

Apakah mandi susu aman dilakukan?

Kulit tidak bisa sembarangan berkontak langsung dengan zat tertentu sebab bisa saja malah melukai. Lalu, apakah mandi susu aman dilakukan? Secara umum mandi susu tergolong aman. Akan tetapi reaksi kulit terhadap susu dapat berbeda tergantung jenis kulit yang dimiliki. Untuk Anda yang memiliki kulit sensitif sebaiknya melakukan tes alergi terlebih dahulu sebelum mandi susu. Anda dapat mengoleskan sedikit air susu pada bagian leher atau pergelangan tangan. Apabila dalam 24 jam tidak muncul ruam dan reaksi alergi lainnya, maka Anda dapat mencoba mandi susu. Jika ingin lebih pasti, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter melalui aplikasi SehatQ sebelum melakukan mandi susu. 

Susu yang digunakan 

Manfaat mandi susu akan maksimal apabila Anda menggunakan susu dan bahan campuran yang tepat. Susu yang dapat digunakan untuk mandi cukup bervariasi seperti susu kedelai, susu murni, susu beras, susu bubuk, susu kelapa, atau susu mentega. Anda dapat memilih salah satu yang paling Anda sukai sebab semuanya dianggap bisa memberi manfaat yang sama. Bahan campuran yang biasa ditambahkan beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit Anda yaitu madu, minyak zaitun, oatmeal, baking soda, atau minyak esensial lavender. 

Manfaat mandi susu 

Mandi susu telah dilakukan sejak lama oleh para bangsa Romawi Kuno dan dijadikan kebiasaan agar kulit senantiasa sehat. Kini, mandi susu dapat Anda lakukan di salon, spa, atau bahkan di rumah. Mandi susu menggunakan air hangat dapat membantu menenangkan pikiran terutama jika dipadukan dengan penggunaan essential oil. Berikut ini merupakan beberapa manfaat mandi susu yang bisa Anda dapatkan. 

  1. Melembapkan kulit

Berbagai jenis kulit terutama kulit kering sangat cocok mandi susu sebab berbagai kandungan nutrisinya dapat melembapkan kulit. Kandungan dalam susu tersebut yaitu lemak, vitamin, mineral, asam laktat, dan protein. 

  1. Menangani luka bakar

Berbagai gejala luka bakar pada kulit akibat paparan sinar matahari dapat dikurangi dengan mandi susu. Berbagai kandungan seperti asam amino, vitamin A dan D, lemak, serta protein pada susu akan bekerja mengurangi rasa perih di kulit akibat terbakar. 

  1. Meredakan gejala psoriasis

Bagi Anda yang mengalami psoriasis, mungkin bisa mencoba mandi susu. Kondisi psoriasis ditandai dengan kulit gatal dan bersisik. Dengan berendam pada air susu, kedua gejala tersebut dapat dikurangi. Sayangnya, penelitian ilmiah tentang hal ini belum ada sehingga belum 100% akurat. 

  1. Mengatasi eksim

Mandi susu juga berpotensi mengatasi eksim yang dialami oleh seseorang. Eksim merupakan penyakit kulit yang membuat seseorang mengalami iritasi karena alergi. Meski dipercaya dapat membantu mengatasi eksim, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mengurangi risiko yang mungkin terjadi akibat mandi susu.

Ketika Anda berendam pada air susu, pastikan tidak terlalu lama. Durasi yang disarankan yaitu sekitar 20 menit saja. Gunakan air hangat untuk memberikan efek relaksasi pada tubuh. Selain itu, Anda bisa memilih susu yang sudah disterilkan untuk menghindari terinfeksi bakteri atau terkena kuman penyakit ketika berendam. Jika Anda ingin kulit sehat, maka selain mandi susu Anda perlu mengurangi begadang, olahraga teratur, banyak mengonsumsi buah dan sayur, serta menghindari rokok. Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai masalah kulit, konsultasikan secara online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Dijamin mudah, cepat, dan dijawab oleh dokter terpercaya. Unduh aplikasinya sekarang juga di App Store atau Google Play.

FK Unpad Jadi ‘Pemasok’ Dokter Kulit di Bandung

Sebagai salah satu kota besar, Bandung didukung dengan beragam sarana dan fasilitas penunjang yang mumpuni. Dua lini yang mendapat banyak perhatian adalah pendidikan dan kesehatan. Tak sedikit sekolah atau perguruan tinggi jempolan di Bandung. Di mana Universitas Padjadjaran atau Unpad jadi salah satu yang terdepan. Kenyataan bahwa kampus ini masuk jajaran teratas di Indonesia membuatnya sukses melahirkan banyak ahli di berbagai macam bidang, termasuk dokter kulit di Bandung.

Sebenarnya, lulusan Fakultas Kedokteran Unpad banyak menyebar di seluruh pelosok negeri ini. Namun, karena kedudukannya di Bandung, tak dapat dimungkiri jika Kota Kembang bakal jadi gelanggang pertama atau semacam tempat pertama mereka meniti karir sebelum menemukan lubang-lubang kesuksesan yang lain.

Sebelum dapat melakukan praktik, dokter kulit di Bandung harus menempuh jalan yang panjang di FK Unpad. Mereka harus mengantongi titel SpKK yang hanya bisa didapat setelah menyelesaikan masa perkuliahan di Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Selama masa perkuliahan, para calon dokter kulit di Bandung ini digembleng untuk dapat menguasai setidaknya tujuh area kompetensi. 

Jadi, hampir dapat dipastikan jika dokter kulit di Bandung yang mencuat ke permukaan setelah digodok di kawah candradimuka Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Unpad akan memiliki karakter seperti:

  • Keterampilan interpersonal dan komunikasi efektif
  • Keterampilan menerapkan Evidence-Based Medicine (EBM), farmakologi klinik, biologi molekuler, parasitologi klinik, mikrobiologi klinik, patologi klinik, dan patologi anatomi.
  • Keterampilan pelayanan medis spesialistik
  • Pembelajaran berbasis praktik
  • Pembelajaran berbasis sistem
  • Penerapan etik, hukum kedokteran, dan profesionalisme
  • Pengembangan keilmuan dan pembelajaran sepanjang hayat.

Kompetensi-kompetensi tersebut mereka cicil selama bertahun-tahun masa perkuliahan yang secara garis besar dibagi ke dalam tiga tahapan, yakni tahap pengayaan; tahap magang; dan tahap mandiri. Masing-masing tahapan itu mempunyai tujuan khusus, mengacu kepada tujuan akhir pendidikan. Setiap tahap dapat dicapai dengan berbagai pengalaman belajar yang sesuai dengan tingkat keterampilan yang diharapkan, dan tentu saja dengan memperhatikan etika dan perilaku profesi.

Dalam mencetak para dokter kulit di Bandung, Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unpad mengusung misi menjadi program studi dermatologi dan venereologi yang unggul dan transformatif dalam bidang pendidikan dan penelitian, terutama infeksi dan alergi-imunologi untuk kemaslahatan masyarakat dan diakui secara internasional pada tahun 2020.

Yang mana visi itu dimanifestasikan dalam lima misi yang dirumuskan belakangan. Adapun misi-misi tersebut antara lain:

  • Menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis dermatologi dan venereologi (SpDV) yang berkualitas dan sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan Kolegium Dermatologi dan Venereologi Indonesia.
  • Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama mengenai infeksi dan alergi-imunologi dalam bidang dermatologi dan venereologi untuk kemaslahatan masyarakat.
  • Meningkatkan kolaborasi dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri untuk menunjang terwujudnya pendidikan dan penelitian yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
  • Menyelenggarakan sistem tata pamong yang baik untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif.
  • Menjadi pelopor dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat di bidang dermatologi dan venereologi.

Tujuan-tujuan tersebut tentu tidak muluk-muluk jika kita lihat jajaran pejabat dan para pengajar yang tergabung di dalamnya. Dimana hampir semua nama-nama yang pernah dan masih ada di dalam daftar dapat diketahui sebagai yang terbaik dalam profesi dokter kulit di Bandung.

Jika dilihat dari semua yang telah dilakukannya, Unpad, melalui Fakultas Kesehatannya, tentu saja telah memberikan banyak warna dalam khazanah spesialisasi dokter kulit di Bandung. 

TBC Kulit

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit yang dapat menyerang organ dalam paru-paru manusia. Tidak hanya terjadi pada bagian paru-paru, TBC juga bisa terjadi pada bagian luar paru-paru (ekstrapulmonari) seperti pada bagian kulit (atau yang dikenal sebagai TBC kulit).

Pengertian TBC Kulit

TBC kulit juga disebut sebagai TBC kutaneous. TBC kulit merupakan jenis infeksi yang terjadi pada bagian kulit manusia dimana kondisi tersebut disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yakni bakteri yang menimbulkan TBC paru. Bakteri tuberkulosis memiliki empat spesies, antara lain M. tuberculosis, M. bovis, M. africanum, dan M. microti. Semua spesies bakteri dapat menyebabkan TBC kulit.

Sama seperti TBC paru, TBC kulit juga biasanya dapat ditemukan di bagian tubuh yang banyak terdapat penderita TBC paru. Yang menjadi perbedaan antara TBC paru dan TBC kulit adalah jumlah penderita. 1 hingga 2 persen penderita mengalami TBC kulit. Jumlahnya jauh lebih sedikit dari jumlah penderita TBC ekstrapulmonari.

TBC kulit bisa terjadi pada saat bakteri tuberkulosis menyebar ke bagian permukaan kulit manusia. Infeksi yang dialami manusia mungkin terjadi melalui beberapa cara seperti infeksi langsung pada kulit, bakteri yang menyebar ke kulit organ pada bagian bawah kulit manusia yang mengalami TBC sebelumnya, atau melalui peredaran darah dan limfogen.

Gejala

Ketika Anda mengalami TBC kulit, Anda mungkin bisa mengalami berbagai gejala pada tubuh Anda. TBC kulit dibagi menjadi dua jenis, antara lain TBC kulit primer dan TBC kulit sekunder.

TBC kulit primer terjadi pada orang yang pernah mengalami TBC lain atau disuntik vaksin BCG dan ditandai dengan bintil kecil yang berkembang menjadi lesi seperti luka, namun tidak menimbulkan rasa nyeri. Sebagian orang yang pernah mengalami TBC atau disuntik vaksin BCG, lesi yang muncul biasanya berbentuk papula yang berkembang menjadi hiperkeratotik dan jaringan parut. Kondisi tersebut terjadi selama bertahun-tahun.

TBC kulit sekunder merupakan reaktivasi dari lesi lama atau TBC kulit primer yang berkembang menjadi lebih kronis. TBC kulit sekunder juga lebih banyak terjadi pada manusia dibandingkan dengan TBC kulit primer.

Diagnosis

Jika Anda mengalami TBC kulit, Anda dapat periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan memeriksa kondisi fisik Anda terlebih dahulu. Pemeriksaan fisik bertujuan untuk mengetahui jika ada lesi pada kulit atau tidak.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi tes mantoux. Caranya dengan menyuntikkan cairan yang disebut sebagai PPD tuberculin ke kulit pada bagian lengan Anda.

48 hingga 72 jam kemudian, dokter akan memeriksa bekas suntikan tersebut, untuk mengetahui jika Anda mengalami benjolan atau tidak. Jika Anda mengalami benjolan berukuran 5 hingga 9 mm, maka Anda dinyatakan positif mengalami TBC. Setelah mengetahui kondisi tersebut, Anda perlu menjalani pemeriksaan lanjut yang meliputi pemeriksaan dahak dan rontgen dada.

Pengobatan

Jika pasien ingin mengobati TBC kulit, maka pengobatannya sama seperti TBC paru, yakni obat antituberkulosis. Obat antituberkulosis yang dapat digunakan termasuk obat antibiotik. Contoh obat antibiotik yang dapat digunakan adalah isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, dan ethambutol. Pengobatan tersebut bergantung pada kondisi pasien, ada yang perlu waktu berbulan-bulan, namun juga ada yang sampai sekitar satu tahun.

Kesimpulan

TBC kulit merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai. Gejala yang dialami penderita dapat berkembang menjadi lebih buruk. Oleh karena itu, pengobatan sangat diperlukan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai TBC kulit, Anda bisa tanyakan persoalan ini ke dokter.

Waspadai Faktor Penyebab Penyakit Panu Berikut

Setidaknya hingga 90% orang dewasa ternyata memiliki jamur pada tubuhnya yang kapan saja dapat berkembang menjadi penyakit kulit. Jamur yang disebut dengan malassezia itu, merupakan penyebab penyakit panu.

Dalam kondisi yang normal, jamur ini tidak akan menyebabkan masalah apa pun. Hanya saja, pada beberapa kasus yang dialami oleh orang dewasa, jamur ini dapat berkembang dalam kondisi lembab, seperti ketika memiliki kebiasaan malas mandi, mengganti baju, atau menggunakan handuk dalam kondisi basah dan lembab.

Penyakit panu umumnya menyerang kelompok remaja dan orang dewasa muda. Selain karena faktor perubahan hormon dan banyaknya aktivitas yang dapat mengeluarkan keringat berlebih, kondisi kulit mereka ternyata lebih berminyak. Tidak hanya itu, kedua kelompok tersebut cenderung tinggal di lingkungan atau ruangan yang lembab dan jarang terkena sinar matahari.

Faktor lain yang memicu timbulnya panu adalah gaya hidup, seperti kebiasaan mengenakan pakaian yang terlalu ketat dan sulit menyerap keringat. Jamur juga dapat berkembang dengan cepat ketika seseorang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik dan juga mengalami kekurangan gizi.

Obat apa yang efektif menyembuhkan panu?

Gejala yang umumnya sering dikeluhkan ketika seseorang mengidap penyakit panu adalah munculnya bercak-bercak berwarna putih di tubuh, seperti pada area punggung, dada, perut, leher, dan juga lengan atas. Panu juga dapat memicu rasa gatal dan menyebabkan kulit bersisik atau kemerahan.

Satu hal yang perlu Anda tahu, bahwa penyakit panu bukanlah penyakit yang menular dan bukan merupakan tanda adanya gangguan maupun masalah kesehatan yang serius. Mengenai pengobatan penyakit panu, penyakit ini relatif mudah diatasi.

Umumnya, seseorang yang mengidap penyakit panu akan membeli obat salep khusus untuk panu. Salep ini memiliki kandungan zat tertentu, seperti miconazole, selenium sulfide, atau terbinafine. Penggunaan salep ini juga mudah, hanya dengan mengoleskannya pada area panu. Anda dapat melakukan pengobatan ini hingga panu benar-benar hilang. Obat-obatan ini juga umumnya dijual bebas, sehingga mudah untuk ditemukan. Biasanya, seseorang membutuhkan waktu sekitar 3-7 hari untuk benar-benar sembuh.

Dalam beberapa kasus, dokter akan meresepkan obat panu khusus, jika panu yang Anda derita dalam tingkatan yang cukup berat. Obat tersebut mengandung ciclopirox, ketoconazole, flukonazol, atau itraconazole. Penting bagi Anda, untuk menjaga kebersihan dan mengubah kebiasaan buruk agar panu tidak datang kembali.

Menilik Kandungan dalam Serum Rambut Rontok, Efektifkah Mengatasi Kerontokan?

Rambut rontok menjadi salah satu permasalahan yang umumnya dialami oleh banyak orang, baik oleh kaum hawa maupun kaum adam. Pasalnya, kondisi rambut rontok ini dapat mengakibatkan kebotakan yang dapat berujung pada rendahnya kepercayaan diri untuk tampil di depan umum. Kerontokan rambut ini umumnya didapat ketika sedang menyisir, melepas ikat rambut, bahkan rambut dapat dengan sendirinya rontok begitu saja.

Berbagai cara tersedia untuk mengatasi kerontokan rambut ini atau setidaknya mengurangi jumlah rambut yang rontok, salah satunya dengan menggunakan serum rambut rontok. Dari sekian banyak produk serum rambut yang dijual di pasaran, manakah produk yang secara ampuh mengatasi masalah kerontokan rambut?

Perhatikan kandungan serum rambut rontok

Serum rambut rontok dikhususkan untuk mengatasi kerontokan rambut. Serum ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di atas permukaan rambut yang berfungsi untuk menghalau panas, kotoran, maupun polusi. Selain itu, lapisan ini juga membantu dalam mengurangi kerusakan rambut, memperbaiki akar rambut, dan menutrisi setiap helai rambut.

Dalam memilih serum rambut rontok, sebaiknya Anda memerhatikan beberapa kandungan penting yang dibutuhkan oleh rambut Anda, seperti:

  • Protein untuk membentuk keratin pada rambut.
  • Vitamin A untuk mempercepat pertumbuhan rambut dan mengoptimalkan kesehatan kulit kepala.
  • Biotin atau B7 yang berperan penting bagi pertumbuhan rambut.
  • Minyak kelapa yang berfungsi untuk mencegah kerusakan akar rambut dan merangsang pertumbuhan rambut.
  • Minyak zaitun untuk melindungi rambut dari kondisi kering dan kerusakan.

Apa saja yang menyebabkan kerontokan rambut?

Kerontokan rambut dapat terjadi karena beberapa faktor, di antaranya:

  • Kondisi hormon: kadar hormon pria, yaitu hormon androgen yang berada dalam kondisi abnormal dalam memicu kerontokan pada rambut
  • Stres: dapat terjadi akibat terlalu banyaknya beban pikiran, baik itu urusan pekerjaan, akademik, hingga hubungan.
  • Penggunaan produk rambut: proses bleaching, pewarna rambut, dan juga keramas terlalu sering dapat menipiskan rambut, sehingga rambut rentan rontok. Selain itu, rambut yang dikepang, dikuncir, dijepit, dikeriting meningkatkan risiko kerusakan dan kerontokan rambut.
  • Faktor keturunan: kondisi rambut yang mudah rontok ternyata dapat diwariskan secara garis keturunan.
  • Obat: mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi, pengencer darah, dan pil KB dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara.