Stimulasi untuk Mendukung Perkembangan Bayi 4 Bulan

Bayi Anda sudah mencapai usia 4 bulan, tentu sebagai orang tua Anda tidak sabar melihat pertumbuhannya. Anda mungkin bertanya-tanya, stimulasi apa yang cocok untuk bayi 4 bulan?

Pertanyaan Anda tepat. 4 bulan adalah usia matang untuk bayi mulai belajar. Dengan aktivitas dan metode pengajaran yang tepat, Anda bisa mempercepat perkembangan emosi, fisik, dan kognitif si bayi.

Lalu, apa saja yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 4 bulan?

Apa yang bisa dilakukan bayi 4 bulan?

Jika Anda penasaran apa yang bisa dilakukan si kecil di usia 4 bulan, setidaknya ada beberapa hal umum seperti:

  • Ekspresi wajah. Si kecil seharusnya sudah bisa mengenali wajah-wajah yang familier, termasuk wajah Anda.
  • Warna. Bayi Anda sudah bisa membedakan warna-warna terang seperti merah atau oranye. Di usia ini, warna-warna terang bisa membuatnya terkagum-kagum.
  • Berguling. Transisi menuju merangkak dimulai di fase ini. Bayi akan mulai berguling dan belajar tengkurap.
  • Berceloteh. Bayi akan mulai sering berceloteh karena terus mempelajari kata-kata baru. Jika si kecil mulai cerewet, itu berarti pertanda bagus bagi Anda.

Apa yang harus dihindari bayi 4 bulan?

Tentu bermain dengan si kecil sangat menyenangkan, tapi ada beberapa hal yang harus Anda hindari seperti:

  • Jauhkan bayi dari benda-benda tajam
  • Ketika Anda bermain dengan si kecil, pastikan mengenakan pakaian yang nyaman dan lembut dan tidak akan melukai bayi
  • Pastikan kantong baju Anda kosong. Tampak sederhana, tapi bayi mungkin terluka ketika Anda menggendongnya
  • Jangan sampai bayi hilang dari pandangan
  • Hanya gunakan mainan yang tidak mungkin sampai tertelan

Mendukung perkembangan bayi 4 bulan

Anda dapat meniru beberapa cara membantu perkembangan bayi Anda dari orang tua lainnya atau dengan saran dokter anak. Berikut beberapa kegiatan bayi 4 bulan yang bisa Anda coba:

Untuk mendukung perkembangan visual

  • Gantung mainan berwarna-warni di atas tempat tidurnya, pastikan mainan berada di posisi aman dan di luar jangkauan si bayi.
  • Coba posisikan bayi di depan cermin, biarkan dia mengamati bayangan dirinya.
  • Coba bermain cilukba dengan bayi Anda. Dia senang melihat wajah Anda muncul, hilang, dan muncul lagi.

Untuk mendukung perkembangan motorik

  • Biarkan bayi tengkurap. Dia akan mencoba mengangkat kepala dan dadanya. Ini bagus untuk memperkuat otot-otot yang diperlukan untuk berguling dan duduk
  • Latihan duduk. Dengan ditopang oleh Anda, bayi bisa belajar duduk dan mempelajari posisi baru untuk memperluas jangkauan geraknya.
  • Latihan berdiri. Anda bisa menopang bayi di kedua lengannya, tarik dia ke posisi berdiri untuk membantu melatih otot-otot kakinya.

Untuk mendukung perkembangan kemampuan bicara

  • Membaca dan bernyanyi untuk si bayi
  • Tirukan suaranya
  • Berikan respons positif ketika dia meniru suara Anda

Tips untuk bayi 4 bulan

  • Berikan benda-benda dengan beragam tekstur untuk si bayi. Mulai dari benda empuk seperti spons hingga benda keras seperti mainan plastik
  • Luangkan beberapa menit untuk membacakan cerita atau bernyanyi pada bayi Anda setiap harinya
  • Meski bayi 4 bulan belum bisa merangkak, bahkan belum bisa berguling, tidak ada salahnya memasang pengamanan berlapis di tempat tidur atau kamarnya.

Catatan

Setiap bayi berbeda-beda, kecepatan pertumbuhan mereka juga berbeda-beda. Anda tidak perlu memaksakan stimulasi tersebut jika si bayi memang belum siap.

Yang terpenting adalah kenali bayi Anda dan sesuaikan stimulasi untuk mendukung perkembangan bayi 4 bulan Anda.

7 Rekomendasi Vitamin Anak untuk Tambah Nafsu Makan

Bagi para orang tua, memberikan suplemen berupa vitamin untuk anak sangat dibutuhkan terlebih jika sang anak dalam kondisi susah makan. Atau jika anak tidak mau makan dan justru memilih-milih makanan untuk dikonsumsi, vitamin anak mampu memberikan manfaat berupa meningkatkan nafsu makan si anak, beberapa jenis suplemen juga baik memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Alasan paling umum anak susah makan atau juga terkenal dengan sebutan picky eater adalah karena anak tidak menyukai rasa dan tekstur makanan yang dikonsumsi. Beberapa kondisi tersebut bisa terjadi pada anak yang sudah terbiasa diberi makanan yang manis atau mengandung penyedap rasa buatan.

Macam Vitamin Anak

  1. Apialys Drop

Rekomendasi vitamin pertama untuk anak adalah Apialys tersedia dalam bentuk drop dan sirup, multivitamin ini sering menjadi pilihan bagi para dokter anak. Suplemen ini mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, nicotinamide, lysine HCL, D-panthothenol dan I-glutamic acid.

  1. Blackmores Superkids Multichewable

Merupakan produk impor yang sudah terkenal di kalangan para orang tua dikenal dengan nama blackmole superkids multichewable. Suplemen ini mengandung vitamin B3 dan zinc yang bisa meningkatkan fungsi otak, ada pula odine yang membantu tumbuh kembang. Ada Pula vitamin C sebagai antioksidan anak, ditambah vitamin B1, B2, B3, B6, B12, C, D, folat dan biotin.

  1. Mollers Tran Cod Liver Oil

Juga merupakan produk impor dari Norwegia yang bisa menjadi pilihan lain dari produk minyak ikan dengan kandungan omega-3, vitamin A, DHA, vitamin D dan vitamin E. Suplemen ini bisa membantu perkembangan otak, menjaga daya tahan tubuh dan yang paling utama adalah menambah nafsu makan pada anak.

  1. Scott’s Emulsion Vita

Vitamin ini sudah banyak dikenal di Indonesia sejak dulu hingga sekarang, salah satu keunggulannya membantu memenuhi vitamin untuk anak yang sulit makan. Suplemen ini berisi minyak ikan kod kaya vitamin A, vitamin D, omega-3 (DHA dan EPA) hingga kalsium. Multivitamin ini membantu mendukung pertumbuhan anak terutama dalam menjaga daya tahan.

  1. Vidoran Gummy

Vitamin dengan bentuk yang unik dan bisa menarik perhatian anak, salah satu contoh bentuk dari vidoran gummy adalah kartun-kartun terkenal. Suplemen ini mengandung vitamin B kompleks, vitamin C dan lysine. Beberapa jenis nutrisi ini dapat memenuhi kebutuhan vitamin sehari-hari pada anak.

  1. Vitabumin

Produk vitamin untuk anak ini mengandung beberapa bahan yang dipercaya bisa menambahkan nafsu makan anak. Seperti madu, ikan gabus, temulawak dan pegagan, suplemen ini mampu memenuhi asupan protein albumin dan vitamin pada tubuh anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak bisa maksimal.

  1. Zamel Drop

Suplemen vitamin anak ini bisa dibeli bebas tanpa resep dokter, memiliki beberapa kandungan nutrisi yang bermanfaat. Seperti vitamin A, B1, B2, B3, B12, C, D3, E, Zinc damn asam pantotena, fungsinya adalah untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral bagi anak dan bayi dalam masa pertumbuhan.

Namun demikian perlu diingat bagi para orang tua bahwa memberi vitamin dalam dosis besar dan menganggapnya sebagai jalan pintas bukan merupakan solusi yang baik untuk mengatasi masalah susah makan pada anak. Pemberian suplemen ini juga harus sesuai aturan yang berlaku, jika secara asal dan melebihi jumlah dosis justru mengganggu kesehatan anak terutama masalah makannya.

Memahami Perubahan Warna ASI Berdasarkan Tahapannya

Bagi ibu menyusui, kualitas ASI tentu menjadi perhatian utama Anda. Salah satu hal yang rutin diperhatikan untuk menilai kualitas ASI adalah dari warna ASI.

Bila Anda menyadari adanya perubahan pada warna ASI Anda, Anda tidak perlu khawatir. Karena, setiap ibu menyusui pasti akan mengalami hal ini. Perubahan warna ini terjadi karena adanya beberapa tahap pada masa menyusui.

Tahap-tahap perubahan warna ASI

Perubahan warna ASI terjadi sangat cepat, khususnya pada satu minggu setelah Anda melahirkan. Perubahan warna ini juga diikuti dengan perubahan komposisi dan jumlah ASI.

Berikut ini perubahan warna yang normal berdasarkan tahapannya:

  • Kolostrum

Kolostrum adalah jenis ASI pertama yang diproduksi oleh tubuh Anda setelah melahirkan. Tubuh Anda mungkin hanya memproduksi kolostrum dalam jumlah yang sedikit. Namun, jenis ASI ini memilik konsentrasi gizi yang sangat tinggi.

Umumnya, kolostrum bertekstur encer dan bewarna bening, namun warna bening ini juga diikuti dengan warna kekuningan atau sedikit oranye. Warna kuning dan oranye ini dipengaruhi oleh tingkat beta-karoten pada ASI Anda.

  • Susu Transisi

Pada 30-40 jam pertama setelah melahirkan, produksi susu biasanya mulai mengalami peningkatan. Tubuh Anda pun mulai membuat ASI transisi. ASI ini menandai masa transisi dari produksi kolostrum ke susu matang.

Pada tahap transisi ini, ASI akan memiliki tesktur yang sedikit lebih kental dari sebelumnya dan berwarna putih atau kuning. Tekstur dan warna ini akan terus bertahan sampai sekitar dua minggu.

  • Susu matang

Susu atau ASI yang matang mulai terbentuk ketika Anda sudah melewati dua minggu pada masa susu transisi. Di tahap ini, perubahan tampilan susu matang akan dipengaruhi oleh kadar lemak yang terkandung di dalamnya.

ASI matang berjenis foremilk memiliki warna kebiruan, tampak bening, dan memiliki konsistensi yang lebih encer. ASI ini mengandung kadar lemak yang cenderung lebih rendah.

Sementara, ASI hindmilk biasanya mengandung lemak yang lebih tinggi. Kadar lemak ini membuat ASI menjadi lebih kental dan berwarna putih atau kuning.

Perubahan warna ASI yang tak sesuai tahapan

Beberapa dari Anda bisa saja menyadari adanya perubahan warna ASI yang tidak sesuai dengan tahapannya. Hal ini bisa saja menimbulkan kekhawatiran.

Perlu diperhatikan, selain perubahan warna karena tahapannya, warna susu juga bisa mengalami perubahan akibat makanan yang Anda konsumsi. Meskipun tampak mengkhawatirkan, memiliki warna ASI yang beragam pada dasarnya cukup normal.

Berikut ini beberapa warna lain pada ASI yang perlu Anda pahami:

  • ASI berwarna hijau

Perubahan ASI menjadi kehijauan mungkin terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan berwarna hijau, seperti sayur-sayuran. Selain itu, perubahan warna ini juga dipengaruhi oleh pewarna hijau pada makanan, minuman, atau obat-obatan yang Anda konsumsi.

  • ASI berwarna pink atau merah

Tak perlu takut bila melihat warna merah muda atau pink pada ASI. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh perwarna pink dan merah dari makanan atau minuman Anda.

Namun, warna ini juga bisa menandakan adanya darah pada ASI Anda, misalnya karena pendarahan di puting setelah menyusui.

  • ASI berwarna cokelat tua atau hitam

Warna ASI yang gelap bisa saja disebabkan oleh pendarahan di bagian dalam payudara. Anda perlu melakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Akan tetapi, warna hitam gelap pada susu juga bsisa disebabkan oleh efek samping dari penggunaan beberapa jenis obat tertentu.

Perhatikan kondisi ASI Anda secara berkala. Apabila perubahan warna ASI terasa menganggu dan mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Cara Rumahan untuk Membantu Ibu Menyusui Susah Bab

Sembelit adalah masalah yang umum dialami ibu hamil dan banyak ibu menyusui. Kondisi ini sangat tidak nyaman dan bahkan termasuk salah satu komplikasi terburuk setelah melahirkan.

Ada beberapa penyebab ibu mengalami sembelit pascapartum, misalnya hormon yang belum stabil. Artikel berikut akan memberikan beberapa cara untuk membantu ibu menyusui susah BAB.

Alasan ibu menyusui susah BAB

Sembelit biasanya dimulai pada kehamilan, memuncak setelah melahirkan, dan berlanjut hingga tahap menyusui. Pada beberapa kasus sembelit pada ibu berlangsung hingga anak mulai memasuki usia balita.

Ibu menyusui susah BAB disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, antara lain:

  • Perubahan hormonal, yaitu tingginya tingkat progesteron sejak kehamilan
  • Kerusakan pada sfingter ani atau otot dasar panggul yang terjadi selama proses persalinan
  • Kerja sistem pencernaan melambat
  • Dehidrasi
  • Efek dari konsumsi obat atau suplemen tertentu, misalnya suplemen zat besi atau obat opioid untuk menghilangkan rasa sakit selama persalinan
  • Melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4,5 kg
  • Efek samping penggunaan instrumen selama proses persalinan, seperti forsep atau ventouse

Komplikasi lain yang menyerang ibu pasca persalinan

Selain sembelit, ibu pasca melahirkan juga bisa mengalami masalah lain yang dapat mengganggu kenyamanan ibu selama proses menyusui. Berikut diantaranya:

  • Wasir

Banyak wanita mengalami waisr setelah melahirkan. Gejalanya berupa gatal dan nyeri pada dubur, pendarahan setelah buang air besar, atau area di sekitar anus membengkak. Wasir juga bisa menjadi penyebab ibu menyusui susah BAB.

  • Pendarahan vagina

Pasca melahirkan, setiap wanita akan melewati masa nifas dan keluarnya lokia atau darah nifas dari vagina. Awalnya pendarahan yang keluar berupa gumpalan kecil dan berwarna merah terang. Setelah dua hingga enam minggu, warnanya akab berubah menjadi coklat kemerahan kemudian memudar menjadi krem atau putih.

  • Postpartum blues

Postpartum blues atau baby blues adalah depresi ringan yang dirasakan ibu pasca melahirkan. Sekitar 60-80% wanita mengalami kondisi ini.

Gejalanya akan tampak dalam 1-2 minggu pertama setelah persalinan, dan dapat berlangsung selama beberapa minggu setelahnya. Gejalanya termasuk perasaan lelah, perubahan suasana hati, frustasi atau mudah marah, menangis tiba-tiba, dan gangguan tidur.

  • Depresi pascapartum

Depresi pascapartum (PDD) adalah kondisi lanjutan dari baby blues yang berarti depresi akan semakin memburuk. Gejalanya mirip dengan baby blues namun lebih intens, termasuk pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi.

Cara mengatasi susah BAB pada ibu menyusui

Menurut sebuah penelitian di Kanada, 60 persen wanita mengalami sembelit setiap minggu, dan 90 persen mengalami susah BAB setidaknya satu kali dalam sebulan. Hal ini berlaku pada semua wanita menyusui, yang berarti tidak semuanya mengalami sembeti pascapartum.

Perawatan pertama untuk mencegah dan meredakan konstipasi pada ibu menyusui datang dari rumah. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Makan makanan kaya serat

Serat adalah nutrisi penting yang berperan dalam mendukung kesehatan sistem pencernaan serta melancarkan BAB. Wanita membutuhkan 25 gram serat per hari, namun kebanyakan dari mereka hanya menerima 15 gram per hari.

Kacang-kacangan, biji-bijian, buah dan sayur adalah sumber serat alami. Plum menjadi pilihan terbaik, karena penelitian menemukan bahwa efek dari makan dua atau tiga buah plum setara dengan meminum obat pencahar.

  • Cukupi kebutuhan cairan

Saat ibu menyusui, sebagian air biasanya langsung masuk ke usus besar untuk membantu produksi ASI. Tanpa air yang cukup, usus besar akan mengambil cairan dari sisa makanan sehingga menyebabkan feses lebih keras dan sulit untuk keluar.

Bagi ibu menyusui, 10-12 gelas air sehari adalah rekomendasi wajib. Ditambah lagi selain air yang cukup, menambah asupan serat justru dapat memperburuk sembelit dan menyebabkan gas, kembung, dan refluks.

  • Aktif bergerak

Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Berolahraga setelah melahirkan mungkin akan melelahkan. Sebagai gantinya ibu bisa berjalan-jalan santai atau melakukan peregangan ringan.

  • Memijat perut

Menurut Dr. Pagliano, seorang ahli terapis, memijat perut merupakan cara sederhana dan efektif untuk merangsang buang air besar.

Pijat perut dengan lembut mengikuti jalur usus besar. Dimulai dari tulang pinggul di kanan bawah, gerakkan ke atas melintasi perut hingga tepat di bawah tulang rusuk, turun ke arah tulang pinggul kiri, kembali ke pusar, lalu turun ke area kemaluan. Untuk hasil terbaik, lakukan pijatan sebelum atau setelah makan.

Jika cara di atas tetap tidak bekerja, Anda bisa berdiskusi dengan dokter untuk menerima obat sembelit pascapartum. Pada dasarnya obat ini bisa dengan mudah ditemukan di apotek, namun akan lebih baik jika menggunakannya sesuai arahan dokter.

Apabila ibu menyusui susah BAB mengalami gejala lain yang menyertai, segera hubungi dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut. Anda bisa bertanya kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ dengan mendownload aplikasinya di App Store atau Google Play Store.

Jangan Sampai Tidak Tahu, Ini Batasan Screen Time Anak Sesuai Usia

Kemajuan teknologi seperti sekarang ini memang membuat hampir semua orang banyak menghabiskan waktu di depan layar ponsel. Termasuk anak-anak. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memantau dan mengetahui screen time anak.

Screen time adalah waktu yang dihabiskan ketika berada di depan layar elektronik, seperti bermain game di smartphone, menonton youtube di tablet, maupun menonton televisi.

Kenapa penting menjaga screen time anak? Sebab, ketika penggunaan gadget atau barang elektronik tidak dibatasi pada anak, maka dapat memengaruhi tumbuh kembang anak seperti pertumbuhan fisik, mental, hingga emosi si kecil.

Apalagi di awal-awal usia sang anak, penting bagi bayi mengeksplorasi semua hal yang ada di sekitarnya. Rangsangan terbaik untuk perkembangan otak bayi didapat saat berinteraksi dengan nyata dengan orang tua, saudara, ataupun teman-temannya.

Akan tetapi, seringkali anak malah asik sendiri dengan smartphone dan lupa untuk berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Batasan Screen Time Anak Sesuai Usia

Terkait hal ini, sebenarnya ada batasan screen time anak, lho. Batasan ini disesuaikan dengan golongan usia.

Berikut batasan screen time anak yang dianjurkan sesuai umur anak menurut WH dan Akademi Kedokterak Anak Amerika Serikat.

  • Usia 0-18 Bulan

Tahukah Anda bahwa bayi yang masih berusia 0-18 bulan tidak dianjurkan untuk mendapat screen time sama sekali. Apalagi jika bayi dibiarkan menonton atau menikmati ponsel sendirian.

Namun, untuk sekadar video call dengan anggota keluarga tidak ada salahnya. Kondisi tersebut termasuk dalam membangun interaksi dengan orang lain di sekitarnya.

  • Usia 18-24 Bulan

Ketika bayi berusia 18-24 bulan atau menuju 2 tahun, sudah boleh mendapat screen time. Namun, haruslah didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Berikan tontonan yang bermanfaat dan juga menghibur sesuai dengan usianya.

Tapi sewajarnya saja, tidak boleh terlalu lama karena bayi masih perlu bermain, berinteraksi dengan lingkungan, dan tidur.

  • Usia 2-5 Tahun

Nah, di usia 2 tahun, screen time anak hanya boleh maksimal 1 jam saja. Akan lebih baik waktu tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin agar anak mendapat edukasi seusianya.

Jangan sampai anak menjadi penonton pasif dan menyaksikan sesuatu yang bukan untuk dirinya. Anda sebagai orang tua bisa memberikan anak tontonan tentang edukasi bentuk, warna, nama hewan, ataupun benda-benda yang ada di lingkungan. Tontonan ini akan membantu tumbuh kembang anak.

  • Usia 6 Tahun ke Atas

Sebenarnya di usia 6 tahun ke atas, tidak ada waktu spesifik terkait screen time anak. Hanya saja, sebaiknya orang tua memberikan batasan waktu yang konsisten bagi anak. Berapa lama dalam sehari anak hanya boleh menatap gadget dan disiplinkan aturan tersebut setiap hari. Screen time juga tidak boleh mengganggu jadwal tidur, aktivitas, hingga kebiasaan yang penting dilakukan oleh anak demi menjaga kesehatannya.

Tips Membatasi Screen Time Anak

Membatasi waktu bermain gadget memang harus dibiasakan. Memang tidak mudah, apalagi sudah sejak bayi dikenalkan dengan gadget. Sehingga perlu konsistensi dan disiplin yang ketat dari orang tua.

Berikut beberapa tips untuk mengurangi screen time anak.

  • Dimulai sejak dini, dengan menerapkan pembatasan screen time sesuai usia
  • Mulai bernegosiasi dengan anak yang lebih tua agar mau membatasi screen time hariannya. Biasanya anak yang lebih tua akan sulit jika tiba-tiba disuruh berhenti menggunakan gawai. Jelaskan maksud dan tujuannya agar anak mengerti.
  • Letakkan gawai Anda dan lakukan banyak hal bersama. Anda harus memberi contoh yang baik di rumah, termasuk dalam penggunaan gadget. Jika dalam kondisi mendesak harus memegang ponsel di depan anak-anak, jelaskan alasan Anda melakukan hal tersebut.

Waspadai Neuroblastoma, Kanker Langka yang Menyerang Anak-Anak

Penyakit kanker bisa menyerang siapa saja, baik bayi yang baru lahir maupun lansia. Dari berbagai jenis penyakit kanker yang ada, neuroblastoma menjadi salah satu penyakit kanker yang menyerang anak-anak.

Neuroblastoma tergolong sebagai kondisi kanker yang cukup langka. Kanker ini menyerang jaringan saraf anak yang berfungsi untuk membawa pesan dari otak ke seluruh tubuh.

Kanker ini paling sering muncul di sekitar kelenjar adrenal, yaitu kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi hormon. Kelenjar ini terletak di atas ginjal dan memiliki sel yang serupa dengan sel saraf.

Meski umumnya tumbuh di sekitar kelenjar adrenal, kanker ini juga bisa timbul dari berbagai area lainnya, khususnya di area tempat sekelompok sel saraf berkumpul.

Gejala yang timbul pada anak saat menderita neuroblastoma

Saat kanker baru tumbuh, gejala pada anak mungkin sulit untuk dideteksi. Hal ini karena beberapa gejala tampaknya serupa dengan kondisi penyakit umum pada anak.

Sebagai orang tua, Anda bisa mendeteksi kemungkinan anak menderita kanker ini dengan mengenali gejala-gejalanya. Biasanya, anak yang menderita neuroblastoma akan mengalami gejala berupa:

  • Benjolan yang tumbuh di area leher
  • Sesak napas dan kesulitan menelan
  • Nyeri tulang, lemas, dan mudah tersinggung
  • Gerakan mata dan otot yang tersentak-sentak
  • Bengkak dan nyeri pada perut, terkadang disertai dengan sembelit dan kesulitan buang air kecil
  • Benjolan kebiruan di kulit dan memar, khususnya di sekitar area mata
  • Kelemahan tungkai, membuat anak tidak stabil saat berjalan, disertai dengan mati rasa pada tubuh bagian bawah
  • Kulit pucat, kelelahan, kehilangan energi, kehilangan nafsu makan, berat badan menurun

Kondisi-kondisi di atas bisa juga dirasakan ketika anak menderita beberapa penyakit lain. Oleh sebab itu, apabila Anda melihat anak mengalami gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan anak.

Apakah neuroblastoma diturunkan?

Secara umum, kanker bisa tumbuh berdasarkan hasil mutasi pada beberapa sel tubuh. Proses mutasi memungkinkan beberapa sel untuk tumbuh di luar kendali.

Pada neuroblastoma, mutasi mempengaruhi sel saraf yang belum matang pada bayi di dalam kandungan. Sel-sel tersebut akan tumbuh seiring dengan bertumbuhnya bayi di dalam kandungan, menjadi sel saraf yang memicu kondisi kanker ini.

Sebagian besar kasus kanker jenis ini bukan merupakan kanker yang diturunkan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa diturunkan melalui suatu pola mutasi gen.

Upaya pengobatan neuroblastoma

Pengobatan untuk kanker ini berbeda-beda bagi setiap anak, tergantung pada usia dan stadium kanker. Umumnya, anak-anak yang menderita kanker jenis ini melakukan lebih dari dua upaya pengobatan dan dilakukan selama bertahun-tahun.

Beberapa pengobatan neuroblastoma meliputi:

  • Operasi pengangkatan sel kanker. Dalam beberapa kasus, anak hanya perlu menjalani operasi sebagai upaya pengobatan.
  • Kemoterapi, membantu memperkecil sel kanker. Bila sel kanker berhasil mengecil sebelum operasi, anak tidak perlu menjalani operasi.
  • Terapi radiasi, dilakukan setelah operasi untuk menghancurkan sel kanker yang masih tersisa.
  • Imunoterapi, menggunakan obat yang menargetkan sel kanker secara langsung, namun tidak digunakan secara rutin.
  • Transplantasi sel induk, sel induk anak dikumpulkan, dibekukan, dan disimpan, kemudian melalui kemoterapi intensif. Setelah itu, sel induk anak akan dikembalikan.

Hasil dari upaya pengobatan ditentukan oleh stadium kanker neuroblastoma anak. Semakin tinggi stadiumnya, maka semakin kompleks pula upaya pengobatan yang perlu dilalui. Apabila kanker terdeteksi sedini mungkin, peluang anak untuk mengalami pemulihan dengan cepat lebih tinggi.