Tips Cerdas Pilih Kursi Mandi Bayi Terbaik

Jangan biarkan proses memandikan bayi menjadi sangat membahayakan karena tidak ada bantuan dari orang lain atau alat pendukung. Kursi mandi bayi seakan menjadi kebutuhan wajib bagi Anda yang membutuhkan alat bantu untuk memandikan bayi agar lebih mudah. 

Sudah banyak model kursi mandi bayi yang beredar di pasaran dan bisa Anda beli untuk memudahkan proses mandi si buah hati. Namun layaknya membeli peralatan bayi lainnya, Anda harus jeli dalam membeli kursi mandi bayi agar memperoleh produk yang terbaik. 

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam pembelian kursi mandi bayi. Berikut ini adalah hal-hal tersebut yang jika diikuti bisa membuat Anda memperoleh kursi mandi bayi yang pas dan aman untuk proses mandi si kecil.

Kursi mandi bayi

Usia Jadi Patokan 

Beda usia, beda pula jenis kursi mandi bayi yang terbaik. Untuk bayi dengan usia 0—6 bulan, pastikan Anda memilih kursi mandi bayi yang bisa diatur tingkat kemiringan dudukannya di mana salah satunya tingkat kemiringan kursi tersebut harus mampu membuat bayi rebah. Selanjutnya pada usia bayi di atas 6 bulan, biasakanlah memakai kursi mandi bayi dengan tipe duduk. Model kursi mandi bayi ini memungkinkan sang buah hati untuk duduk manis dan bersiap mandi. 

Beli yang Memiliki Pengaman 

Salah satu risiko terbesar saat memandikan bayi adalah bayi tergelincir maupun jatuh. Hal ini tetap nisa terjadi apabila kursi mandi bayi yang Anda beli tidak memiliki pengaman. Jika Anda membeli kursi mandi bayi model rebah, pastikan Anda mencari produk yang memiliki sabuk pengaman di area perut bayi. Sementara itu saat membeli kursi mandi bayi dengan model duduk, carilah kursi yang memiliki bagian pengaman di bagian depan yang berfungsi pula sebagai penopang. 

Pastikan Kenyamanan Bayi 

Jangan sampai kursi mandi bayi yang sudah Anda sediakan menjadi tidak terpakai karena bayi memberontak tiap kali hendak dimandikan menggunakan alat bantu yang satu ini. Biasanya hal tersebut terjadi jika kursi mandi bayi dirasa tidak nyaman oleh bayi itu sendiri. Anda beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memastikan kenyamanan bayi terkait kursi mandi yang Anda beli. Pertama, pastikan kursi tersebut memiliki area bantalan kepala yang menghindari bayi dari guncangan berlebih. Kedua, jika membeli kursi mandi bayi dengan model duduk, pastikan area kursi cukup besar dan tidak terlalu longgar untuk bayi duduki. Bukan hanya itu, pemilihan bahan juga berpengaruh pada tingkat kenyamanan bayi Anda. 

Pertimbangkan Bahan yang Tepat 

Kalau dilihat dari bahannya, ada tiga tipe kursi mandi bayi. Yang pertama adalah kursi mandi bayi dngan bahan plastik. Ini merupakan bahan yang paling digemari pada orang tua karena bisa membuat kursi mandi bayi tahan lama. Setelah itu, ada bahan PVC atau busa yang lebih nyaman untuk kulit bayi. Lalu yang terakhir adalah kursi mandi bayi dengan bahan berjaring. Biasanya tipe kursi mandi bayi yang terakhir ini lebih banyak ditemukan di kursi mandi bayi model rebah. 

Cari yang Mudah Dibersihkan 

Kursi mandi bayi sangat mudah ditumbuhi jamur jika tidak dibersihkan dengan benar. Soalnya, kursi ini tiap hari bisa terpapar kotoran dan sisa-sisa sabun saat si kecil mandi. Anda mungkin bingung bagaimana menentukan sebuah kursi mandi bayi dinilai mudah dibersihkan atau tidak. Sebenarnya simpel saja, kursi mandi bayi yang mudah dibersihkan biasanya memiliki bagian penopang atau pengaman yang bisa dilepaskan terlebih dahulu. Bukan hanya itu, kursi mandi bayi yang mudah dibersihkan juga memiliki saluran drainase yang baik, khususnya di bagian dudukan bayi. 

Jangan Lupa Harus Anti Selip! 

Kurangi risiko bayi tergelincir di kamar mandi dengan memilih kursi mandi bayi yang anti selip. Kursi mandi bayi bisa dikatakan anti selip apabila bagian bawahnya berukuran lebar dan stabil. Bukan hanya itu, kursi mandi bayi anti slip biasanya memiliki bagian bawah kursi yang dilengkapi bahan anti selip. 

Memilih kursi mandi bayi tidak terlalu sulit, bukan? Kini saatnya mulai mengajar buah hati Anda untuk mandi di atas kursi mandi bayi agar semua proses mandi menjadi lebih mudah, aman, dan menyenangkan.

5 Rekomendasi Baby Bouncer yang Aman untuk Bayi

Baby bouncer atau ayunan bayi merupakan salah satu perlengkapan bayi yang sangat penting. Dengan adanya perlengkapan bayi ini, membantu Anda dan pasangan untuk menidurkan maupun menenangkan bayi lebih cepat. Anda juga bisa melakukan aktivitas lain ketika bayi diletakkan di baby bouncer. Berikut rekomendasi baby bouncer yang bisa jadi pilihan Anda. 

Baby Bouncer yang Aman untuk Bayi

Kehadiran baby bouncer akan sangat membantu Anda ketika baru memiliki bayi. Sebab, alat ini akan memudahkan Anda untuk melakukan aktivitas lain sambil mengurus si kecil. Berikut beberapa rekomendasinya.

Baby bouncer
  1. Fisher Price Infant-to-Toddler Rocker Pacific Pebble

Apakah Anda sedang mencari baby bouncer yang bisa digunakan hingga balita? Fisher Price Infant-to-Toddler Rocker Pacific Pebble ini pilihan yang tepat untuk Anda. 

Sebab peralatan bayi ini bisa digunakan hingga bayi berusia balita dengan berat 18 kilogram. Baby bouncer ini dapat bergetar sehingga membuat bayi lebih tenang saat diletakkan di alat ini.     

Tak hanya itu, bantalan kursinya juga dapat dilepas dan dibersihkan menggunakan mesin cuci. Jadi, Anda tak perlu khawatir bila sisa makanan atau kotoran yang menempel di bantalannya. 

Posisi baby bouncer ini juga bisa diatur untuk duduk atau berbaring dengan batang mainan yang dapat dilepas. Adapun harga untuk Fisher Price Infant-to-Toddler Rocker Pacific Pebble adalah sekitar Rp1.169.00-an. 

  1. Apple Baby Grow Series

Baby bouncer terdiri dari dua jenis, yakni manual dan elektrik. Jika saat ini Anda mencari baby bouncer manual yang aman untuk bayi, Apple Baby Grow Series ini bisa Anda coba. 

Baby bouncer ini menawarkan tiga posisi yang dapat membuat bayi merasa lebih nyaman, yakni posisi tegak, posisi istirahat, hingga posisi tidur. Selain itu, Apple Baby Grow Series ini juga memiliki panjang hingga 89 cm sehingga dapat digunakan hingga anak 2 tahun. 

Jika tertarik, baby bouncer dari Apple Baby ini dijual dengan harga Rp629.000 saja. 

  1. Bouncer Royal Grow Apple Baby Curve Electric 

Selain yang manual, Apple Baby juga menyediakan baby bouncer yang elektrik atau otomatis, yakni Bouncer Royal Grow Apple Baby Curve Electric. Ayunan bayi yang satu ini dapat bergerak secara otomatis dengan aliran listrik atau baterai. 

Anda juga bisa mengatur kekuatan ayun dengan menggunakan remote control yang telah disediakan. Selain itu, baby bouncer ini juga menawarkan tiga posisi yang dapat diatur ketinggiannya dan mampu menahan beban hingga 15 kg sehingga bisa digunakan hingga anak berusia 3 tahun. 

Adapun harga baby bouncer elektrik ini adalah Rp1.900.000.

  1. Nuna Leaf Grow

Baby bouncer ini menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari mampu bergerak tanpa menimbulkan suara berisik sehingga bayi bisa tidur dengan nyenyak, bagian bantal yang bisa dilepas dengan mudah dan dicuci menggunakan mesin cuci, hingga dilengkapi dengan sabuk pengaman untuk mencegah bayi terjatuh. 

Banyaknya keunggulan yang dimiliki Nuna Leaf Grow ini tak heran kalau harganya cukup mahal, yakni Rp3.100.000.

  1. Sugar Baby My Rocker 3 Stages

Baby bouncer yang satu ini dilengkapi dengan 12 pilihan musik dengan posisi duduk yang bisa diubah sesuai keinginan. Ayunan bayi ini juga diklaim menggunakan bahan yang berkualitas dan bebas zat kimia bernama bisphenol-A (BPA) sehingga aman digunakan bayi. Dapat digunakan mulai dari bayi baru lahir hingga berat 20 kg, baby bouncer ini dilengkapi dengan mainan yang digantung di bagian atasnya. Harga Sugar Baby Bouncer My Rocker 3 Stages juga sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp375.000-an.

Kandungan dan Manfaat Susu Dancow Fortigro

Susu Dancow Fortigro  merupakan susu pertumbuhan yang sangat baik dikonsumsi anak berusia 6 – 12 tahun. Susu Dancow ini terkenal dengan kandungannya yang memiliki tinggi  nutrisi  serta mempunyai rasa sangat nikmat, sehingga cocok dinikmati oleh semua anak. Susu Dancow Fortigro memiliki banyak nutrisi penting yang sangat dibutuhkan anak, seperti kandungan berikut ini.

Susu Dancow yang enak

1. Kalsium

Kalsium merupakan mineral yang sering ditemukan dalam makanan, khususnya susu Dancow. Kalsium tersebut biasanya disimpan dalam tulang dan gigi di dalam tubuh. Kalsium sangat diperlukan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, remaja hingga lansia. Selain untuk mempertahankan tulang dan gigi yang kuat kalsium juga membantu dalam kontraksi otot, stimulasi saraf dan mengatur tekanan darah.

Selama masa tumbuh kembang, anak Anda setidaknya harus mendapatkan kalsium setidaknya sebagai berikut:

  • Bayi hingga usia 6 bulan: 210 mg
  • Bayi dari usia 7 bulan hingga 1 tahun: 270 mg
  • Anak-anak usia 1 hingga 3 tahun: 700 mg
  • Anak-anak usia 4 hingga 8 tahun: 1000 mg
  • Anak-anak usia 9 hingga 18 tahun: 1.300 mg

2. Zat Besi

Anak membutuhkan zat besi dalam makanannya untuk menjaga kesehatan darahnya. Zat besi mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Selain itu, zat besi juga membantu membuat sel darah merah baru yang membawa oksigen dari paru-paru anak ke seluruh tubuh.

Bayi yang baru lahir memiliki simpanan zat besi yang bertahan sekitar 6 bulan. Kekurangan zat besi dalam darah bisa menyebabkan anak mengalami anemia jika mereka tidak mendapatkan cukup zat besi dalam makanan maupun susu. Anak-anak berusia 1 hingga 3 tahun mungkin membutuhkan zat besi tambahan, sehingga pemberian susu Dancow secara rutin bisa menjadi solusinya.

3. Zink

Zink atau seng adalah mineral penting untuk membantu mempercepat dan memaksimalkan pertumbuhan anak. Zink sangat  diperlukan untuk membangun jaringan baru. Seng juga dibutuhkan untuk aktivitas lebih dari 100 enzim yang berbeda dalam tubuh. Selain itu, zink sangat membantu pemeliharaan fungsi kekebalan yang sehat pada anak-anak dan dapat mengurangi frekuensi infeksi saluran pernapasan atas ringan. Zink juga membantu memaksimalkan pembentukan kolagen yang sangat berfungsi dalam mendukung pembangunan tulang, memelihara kekuatan tulang, maupun menjaga fungsi serta perkembangan tulang rawan supaya sendi tetap sehat.

4. Vitamin A, C, dan D

Vitamin A mampu membantu menjaga penglihatan normal, menjaga fungsi normal sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan kulit. Sedangkan vitamin C dapat membantu menjaga sistem kekebalan yang berfungsi normal, meningkatkan penyerapan zat besi dan melindungi sel.

Vitamin D yang terdapat dalam susu Dancow Fortigro sangat berkontribusi pada fungsi normal sistem kekebalan tubuh, mendukung kesehatan tulang dan gigi dan mendukung pertumbuhan normal tulang anak.

5. Omega 6 dan DHA 

Omega 6 merupakan lemak tak jenuh ganda dan berperan dalam pembelajaran dan perilaku anak-anak selama masa perkembangan. Membran sel di otak sebagian besar terdiri dari lemak tak jenuh ganda, dan ada penelitian yang menunjukkan bahwa asam lemak penting untuk transmisi sinyal antara sel-sel saraf dan pengaturan sistem sinyal di otak. 

Efek omega-3 untuk anak menunjukkan hasil yang positif dan membuat mereka jauh lebih konsentrasi dan merangsang kecerdasan kognitifnya. Oleh karena itu, Anda dapat memberikan Dancow Fortigro untuk membantu memaksimalkan kecerdasan anak.

Tips Memilih Mainan Anak Laki-laki

Memilih mainan anak laki-laki tentu tidak semudah seperti yang dibayangkan. Apalagi, mainan anak laki-laki juga sebaiknya yang memiliki unsur edukatifnya, sehingga anak-anak bisa belajar sambil bermain.

Bermain memberikan kesempatan untuk anak Anda agar bisa mengembangkan kemampuannya sekaligus melatih keterampilan baru. Oleh karena itu, bagi Anda yang masih kebingungan untuk memilih mainan anak laki-laki, simak tips berikut ini.

1. Pilih Mainan yang Bisa Digunakan dengan Berbagai Cara

Anak laki-laki terutama yang masih balita suka sekali mainan yang melibatkan aktivitas membongkar, menyatukan kembali, memasukkan, dan membangun. Oleh karena itu, Anda bisa memberikannya mainan yang bisa dimainkan dengan cara yang berbeda, misalnya balok plastik yang bisa saling bertautan yang dapat digunakan untuk membuat jalan, jembatan, kebun binatang, atau pesawat ruang angkasa. Mainan seperti ini dapat memicu imajinasi anak Anda dan membantunya untuk mengembangkan keterampilan untuk memecahkan masalah serta berpikir logis.

2. Pilih Mainan yang Akan Tumbuh Bersama Anak

Anda tentu pernah memiliki mainan yang hanya dimainkan saat masih fase kanak-kanak dan tidak pernah disentuh lagi. Membeli mainan anak laki-laki yang hanya dipakai sekali tentu akan membuat pengeluaran Anda menjadi lebih boros. Oleh karena itu, pilihlah permainan yang bisa dimainkan kapan saja bahkan sampai anak Anda sudah cukup besar.

3. Pilih Mainan yang Mendorong Anak untuk Eksplorasi dan Memecahkan Masalah

Bermain akan memberi anak Anda kesempatan untuk mencoba melatih keterampilan baru berulang kali. Dengan bermain, anak-anak bisa mendapatkan kesempatan untuk memikirkan sesuatu sendiri, membangun keterampilan berpikir yang logis, dan membuat anak menjadi sosok pemecah masalah yang gigih. Selain itu, permainan ini juga dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan keterampilan hubungan spasial, koordinasi tangan dan mata, dan keterampilan motorik halus yaitu keterampilan yang menggunakan otot-otot kecil di tangan dan jari.

4. Pilih Mainan yang Memicu Imajinasi Anak

Saat anak Anda berusia tiga tahun, kreativitasnya akan meningkat. Oleh karena itu, carilah mainan yang bisa digunakan anak Anda untuk mengembangkan dan memerankan cerita. Anda bisa melakukan permainan role play atau bermain pura-pura untuk membangun keterampilan bahasa dan literasi, keterampilan memecahkan masalah, dan kemampuan untuk mengurutkan.

5. Permainan untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca

Anda bisa mulai memperkenalkan keterampilan membaca melalui mainan anak laki-laki yang akan Anda beli. Anda bisa memberikan mainan huruf alfabet magnetik dan perlengkapan seni seperti spidol, krayon, dan cat jari yang dapat membantu anak Anda untuk meningkatkan keterampilan menulis dan membaca. Anda juga bisa melatihnya secara menyenangkan dengan mulai membaca huruf-huruf besar yang biasa terlihat di majalah, katalog belanja, atau kardus kemasan.

6. Pilih Mainan yang Mendorong Anak untuk Aktif

Anda bisa memberikan mainan anak laki-laki agar dia tetap aktif. Balita sebaiknya sering beraktivitas fisik karena akan membuat fisik mereka lebih kuat dan mereka juga jadi lebih percaya diri dengan tubuh mereka. 

7. Cari Permainan Lintas Generasi

Anak-anak dan orang dewasa bisa melakukan permainan secara bersama-sama. Hal ini bisa Anda lakukan dengan memberikan mainan anak laki-laki yang bisa digunakan lintas generasi. Saat anak Anda mendekati usia 3 taun ke atas, permainan papan awal seperti menggunakan kartu memori bisa melatih anak Anda untuk melatih memorinya. Permainan lintas generasi juga akan melatih anak Anda untuk bisa berkomunikasi dengan baik kepada orang lain seperti saudara dan anggota keluarganya yang lebih tua.

Ciri-ciri Anak Mandiri yang Perlu Orang Tua Ketahui

Anak mandiri merupakan kebanggaan orang tua karena anak sudah bisa bertanggung jawab akan dirinya sendiri. Anak mandiri tentu diharapkan sudah bisa menyiapkan kebutuhannya sendiri sesuai dengan usianya. Menjadi anak mandiri juga memudahkan anak dalam melakukan kehidupan sosialnya. 

Karakter Anak Mandiri

Anak mandiri dengan usia balita tentu berbeda dengan anak mandiri yang sudah berusia belasan tahun. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui seperti apa ciri-ciri anak mandiri. Berikut beberapa ciri-ciri anak mandiri yang bisa orang tua perhatikan, di antaranya, yaitu:

Ingin Banyak Belajar

Anak mandiri selalu ingin belajar hal baru untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang bisa dijadikan bekal hidupnya. Misalnya, anak tertarik untuk belajar memasak, sehingga jika orang tua sedang pergi atau dirinya merantau jauh dari rumah bisa memasak untuk dirinya sendiri. Ada pula yang tertarik untuk belajar membetulkan alat elektronik dan mesin otomotif agar bisa memperbaikinya sendiri. Selain itu, belajar banyak hal baru juga membuat dirinya untuk tidak selalu bergantung kepada orang lain, termasuk orang tuanya.

Mampu Mengambil Keputusan

Jika anak Anda sudah bisa mengambil keputusan sendiri maka bisa dipastikan bahwa dia sedang belajar menjadi anak mandiri. Mampu mengambil keputusan bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, apabila dirinya sudah yakin dengan apa yang dipilihnya, artinya dia juga siap dengan konsekuensinya. Anak sudah mengetahui apa kelebihan dan kekurangan serta dampak dari pilihannya tanpa minta orang tua memutuskan pilihan untuk dirinya. Salah satu contohnya yaitu ketika anak memutuskan jurusan bidang yang akan dipilihnya di sekolah sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Memiliki Inisiatif Kuat

Anak mandiri juga akan menawarkan diri atau berinisiatif untuk membantu atau melakukan hal lainnya tanpa perlu menunggu untuk disuruh terlebih dahulu. Misalnya membantu orang tua dengan melakukan beberapa pekerjaan rumah yaitu menyapu dan mengepel lantai, membereskan tempat tidur, memberi makan kucing peliharaan, atau membuang sampah dapur. Begitu pula dengan kehidupan bersosialnya. Anak mandiri umumnya mudah bergaul dan mendapatkan teman baru dengan cepat. Berbeda dengan anak yang belum mandiri karena mereka umumnya masih malu-malu dan perlu ditemani oleh orang tuanya dalam bersosialisasi, misalnya seperti di sekolah.

Menyelesaikan Masalah Sendiri

Tanpa bergantung kepada orang lain, anak mandiri akan berusaha untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Anak mandiri akan meminimalisir meminta bantuan dari orang lain, termasuk orang tuanya sendiri untuk menyelesaikan kendala yang dihadapinya. Namun, sebagai orang tua jangan lupa untuk tetap menemani dan mendampinginya, ya. Anak mandiri mungkin akan terlihat tidak butuh bantuan, tetapi dukungan dari orang tua bisa membantu menenangkan anak. Meski sedang belajar menjadi anak mandiri, Anda dapat memberikan sedikit masukan jika diminta olehnya.

Berani Mengutarakan Pendapat

Ciri-ciri anak mandiri lainnya yaitu berani mengutarakan pendapat sendiri tanpa harus menunggu pendapat dari orang lain atau orang tuanya. Dia sudah memiliki pola pikirnya sendiri tanpa harus menunggu didikte oleh orang lain. Hal ini juga berkaitan dengan ciri-ciri anak mandiri yang senang belajar banyak hal baru, sehingga memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam mengemukakan opininya. Berani mengutarakan pendapat artinya juga anak berani mempertanggungjawabkan apa yang sudah diucapkan. Selain itu, anak mandiri juga berani menghadapi konsekuensi yang diterima akibat perbuatan yang dilakukan tanpa berlindung dibalik orang tuanya.

Meski anak Anda sudah memiliki beberapa atau bahkan semua ciri-ciri anak mandiri yang telah disebutkan di atas, Anda tetap harus memantau dan mendampingi anak. Bukan berarti anak mandiri bisa dibiarkan dan dilepaskan begitu saja. Untuk menjadikan anak mandiri juga diperlukan waktu yang lama dan harus dididik sejak dini oleh bimbingan orang tua. Dengan begitu, ketika di masa depan, anak mandiri memiliki kemampuan dan kepercayaan diri yang positif.

Stimulasi untuk Mendukung Perkembangan Bayi 4 Bulan

Bayi Anda sudah mencapai usia 4 bulan, tentu sebagai orang tua Anda tidak sabar melihat pertumbuhannya. Anda mungkin bertanya-tanya, stimulasi apa yang cocok untuk bayi 4 bulan?

Pertanyaan Anda tepat. 4 bulan adalah usia matang untuk bayi mulai belajar. Dengan aktivitas dan metode pengajaran yang tepat, Anda bisa mempercepat perkembangan emosi, fisik, dan kognitif si bayi.

Lalu, apa saja yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 4 bulan?

Apa yang bisa dilakukan bayi 4 bulan?

Jika Anda penasaran apa yang bisa dilakukan si kecil di usia 4 bulan, setidaknya ada beberapa hal umum seperti:

  • Ekspresi wajah. Si kecil seharusnya sudah bisa mengenali wajah-wajah yang familier, termasuk wajah Anda.
  • Warna. Bayi Anda sudah bisa membedakan warna-warna terang seperti merah atau oranye. Di usia ini, warna-warna terang bisa membuatnya terkagum-kagum.
  • Berguling. Transisi menuju merangkak dimulai di fase ini. Bayi akan mulai berguling dan belajar tengkurap.
  • Berceloteh. Bayi akan mulai sering berceloteh karena terus mempelajari kata-kata baru. Jika si kecil mulai cerewet, itu berarti pertanda bagus bagi Anda.

Apa yang harus dihindari bayi 4 bulan?

Tentu bermain dengan si kecil sangat menyenangkan, tapi ada beberapa hal yang harus Anda hindari seperti:

  • Jauhkan bayi dari benda-benda tajam
  • Ketika Anda bermain dengan si kecil, pastikan mengenakan pakaian yang nyaman dan lembut dan tidak akan melukai bayi
  • Pastikan kantong baju Anda kosong. Tampak sederhana, tapi bayi mungkin terluka ketika Anda menggendongnya
  • Jangan sampai bayi hilang dari pandangan
  • Hanya gunakan mainan yang tidak mungkin sampai tertelan

Mendukung perkembangan bayi 4 bulan

Anda dapat meniru beberapa cara membantu perkembangan bayi Anda dari orang tua lainnya atau dengan saran dokter anak. Berikut beberapa kegiatan bayi 4 bulan yang bisa Anda coba:

Untuk mendukung perkembangan visual

  • Gantung mainan berwarna-warni di atas tempat tidurnya, pastikan mainan berada di posisi aman dan di luar jangkauan si bayi.
  • Coba posisikan bayi di depan cermin, biarkan dia mengamati bayangan dirinya.
  • Coba bermain cilukba dengan bayi Anda. Dia senang melihat wajah Anda muncul, hilang, dan muncul lagi.

Untuk mendukung perkembangan motorik

  • Biarkan bayi tengkurap. Dia akan mencoba mengangkat kepala dan dadanya. Ini bagus untuk memperkuat otot-otot yang diperlukan untuk berguling dan duduk
  • Latihan duduk. Dengan ditopang oleh Anda, bayi bisa belajar duduk dan mempelajari posisi baru untuk memperluas jangkauan geraknya.
  • Latihan berdiri. Anda bisa menopang bayi di kedua lengannya, tarik dia ke posisi berdiri untuk membantu melatih otot-otot kakinya.

Untuk mendukung perkembangan kemampuan bicara

  • Membaca dan bernyanyi untuk si bayi
  • Tirukan suaranya
  • Berikan respons positif ketika dia meniru suara Anda

Tips untuk bayi 4 bulan

  • Berikan benda-benda dengan beragam tekstur untuk si bayi. Mulai dari benda empuk seperti spons hingga benda keras seperti mainan plastik
  • Luangkan beberapa menit untuk membacakan cerita atau bernyanyi pada bayi Anda setiap harinya
  • Meski bayi 4 bulan belum bisa merangkak, bahkan belum bisa berguling, tidak ada salahnya memasang pengamanan berlapis di tempat tidur atau kamarnya.

Catatan

Setiap bayi berbeda-beda, kecepatan pertumbuhan mereka juga berbeda-beda. Anda tidak perlu memaksakan stimulasi tersebut jika si bayi memang belum siap.

Yang terpenting adalah kenali bayi Anda dan sesuaikan stimulasi untuk mendukung perkembangan bayi 4 bulan Anda.

7 Rekomendasi Vitamin Anak untuk Tambah Nafsu Makan

Bagi para orang tua, memberikan suplemen berupa vitamin untuk anak sangat dibutuhkan terlebih jika sang anak dalam kondisi susah makan. Atau jika anak tidak mau makan dan justru memilih-milih makanan untuk dikonsumsi, vitamin anak mampu memberikan manfaat berupa meningkatkan nafsu makan si anak, beberapa jenis suplemen juga baik memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Alasan paling umum anak susah makan atau juga terkenal dengan sebutan picky eater adalah karena anak tidak menyukai rasa dan tekstur makanan yang dikonsumsi. Beberapa kondisi tersebut bisa terjadi pada anak yang sudah terbiasa diberi makanan yang manis atau mengandung penyedap rasa buatan.

Macam Vitamin Anak

  1. Apialys Drop

Rekomendasi vitamin pertama untuk anak adalah Apialys tersedia dalam bentuk drop dan sirup, multivitamin ini sering menjadi pilihan bagi para dokter anak. Suplemen ini mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, nicotinamide, lysine HCL, D-panthothenol dan I-glutamic acid.

  1. Blackmores Superkids Multichewable

Merupakan produk impor yang sudah terkenal di kalangan para orang tua dikenal dengan nama blackmole superkids multichewable. Suplemen ini mengandung vitamin B3 dan zinc yang bisa meningkatkan fungsi otak, ada pula odine yang membantu tumbuh kembang. Ada Pula vitamin C sebagai antioksidan anak, ditambah vitamin B1, B2, B3, B6, B12, C, D, folat dan biotin.

  1. Mollers Tran Cod Liver Oil

Juga merupakan produk impor dari Norwegia yang bisa menjadi pilihan lain dari produk minyak ikan dengan kandungan omega-3, vitamin A, DHA, vitamin D dan vitamin E. Suplemen ini bisa membantu perkembangan otak, menjaga daya tahan tubuh dan yang paling utama adalah menambah nafsu makan pada anak.

  1. Scott’s Emulsion Vita

Vitamin ini sudah banyak dikenal di Indonesia sejak dulu hingga sekarang, salah satu keunggulannya membantu memenuhi vitamin untuk anak yang sulit makan. Suplemen ini berisi minyak ikan kod kaya vitamin A, vitamin D, omega-3 (DHA dan EPA) hingga kalsium. Multivitamin ini membantu mendukung pertumbuhan anak terutama dalam menjaga daya tahan.

  1. Vidoran Gummy

Vitamin dengan bentuk yang unik dan bisa menarik perhatian anak, salah satu contoh bentuk dari vidoran gummy adalah kartun-kartun terkenal. Suplemen ini mengandung vitamin B kompleks, vitamin C dan lysine. Beberapa jenis nutrisi ini dapat memenuhi kebutuhan vitamin sehari-hari pada anak.

  1. Vitabumin

Produk vitamin untuk anak ini mengandung beberapa bahan yang dipercaya bisa menambahkan nafsu makan anak. Seperti madu, ikan gabus, temulawak dan pegagan, suplemen ini mampu memenuhi asupan protein albumin dan vitamin pada tubuh anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak bisa maksimal.

  1. Zamel Drop

Suplemen vitamin anak ini bisa dibeli bebas tanpa resep dokter, memiliki beberapa kandungan nutrisi yang bermanfaat. Seperti vitamin A, B1, B2, B3, B12, C, D3, E, Zinc damn asam pantotena, fungsinya adalah untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral bagi anak dan bayi dalam masa pertumbuhan.

Namun demikian perlu diingat bagi para orang tua bahwa memberi vitamin dalam dosis besar dan menganggapnya sebagai jalan pintas bukan merupakan solusi yang baik untuk mengatasi masalah susah makan pada anak. Pemberian suplemen ini juga harus sesuai aturan yang berlaku, jika secara asal dan melebihi jumlah dosis justru mengganggu kesehatan anak terutama masalah makannya.

Memahami Perubahan Warna ASI Berdasarkan Tahapannya

Bagi ibu menyusui, kualitas ASI tentu menjadi perhatian utama Anda. Salah satu hal yang rutin diperhatikan untuk menilai kualitas ASI adalah dari warna ASI.

Bila Anda menyadari adanya perubahan pada warna ASI Anda, Anda tidak perlu khawatir. Karena, setiap ibu menyusui pasti akan mengalami hal ini. Perubahan warna ini terjadi karena adanya beberapa tahap pada masa menyusui.

Tahap-tahap perubahan warna ASI

Perubahan warna ASI terjadi sangat cepat, khususnya pada satu minggu setelah Anda melahirkan. Perubahan warna ini juga diikuti dengan perubahan komposisi dan jumlah ASI.

Berikut ini perubahan warna yang normal berdasarkan tahapannya:

  • Kolostrum

Kolostrum adalah jenis ASI pertama yang diproduksi oleh tubuh Anda setelah melahirkan. Tubuh Anda mungkin hanya memproduksi kolostrum dalam jumlah yang sedikit. Namun, jenis ASI ini memilik konsentrasi gizi yang sangat tinggi.

Umumnya, kolostrum bertekstur encer dan bewarna bening, namun warna bening ini juga diikuti dengan warna kekuningan atau sedikit oranye. Warna kuning dan oranye ini dipengaruhi oleh tingkat beta-karoten pada ASI Anda.

  • Susu Transisi

Pada 30-40 jam pertama setelah melahirkan, produksi susu biasanya mulai mengalami peningkatan. Tubuh Anda pun mulai membuat ASI transisi. ASI ini menandai masa transisi dari produksi kolostrum ke susu matang.

Pada tahap transisi ini, ASI akan memiliki tesktur yang sedikit lebih kental dari sebelumnya dan berwarna putih atau kuning. Tekstur dan warna ini akan terus bertahan sampai sekitar dua minggu.

  • Susu matang

Susu atau ASI yang matang mulai terbentuk ketika Anda sudah melewati dua minggu pada masa susu transisi. Di tahap ini, perubahan tampilan susu matang akan dipengaruhi oleh kadar lemak yang terkandung di dalamnya.

ASI matang berjenis foremilk memiliki warna kebiruan, tampak bening, dan memiliki konsistensi yang lebih encer. ASI ini mengandung kadar lemak yang cenderung lebih rendah.

Sementara, ASI hindmilk biasanya mengandung lemak yang lebih tinggi. Kadar lemak ini membuat ASI menjadi lebih kental dan berwarna putih atau kuning.

Perubahan warna ASI yang tak sesuai tahapan

Beberapa dari Anda bisa saja menyadari adanya perubahan warna ASI yang tidak sesuai dengan tahapannya. Hal ini bisa saja menimbulkan kekhawatiran.

Perlu diperhatikan, selain perubahan warna karena tahapannya, warna susu juga bisa mengalami perubahan akibat makanan yang Anda konsumsi. Meskipun tampak mengkhawatirkan, memiliki warna ASI yang beragam pada dasarnya cukup normal.

Berikut ini beberapa warna lain pada ASI yang perlu Anda pahami:

  • ASI berwarna hijau

Perubahan ASI menjadi kehijauan mungkin terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan berwarna hijau, seperti sayur-sayuran. Selain itu, perubahan warna ini juga dipengaruhi oleh pewarna hijau pada makanan, minuman, atau obat-obatan yang Anda konsumsi.

  • ASI berwarna pink atau merah

Tak perlu takut bila melihat warna merah muda atau pink pada ASI. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh perwarna pink dan merah dari makanan atau minuman Anda.

Namun, warna ini juga bisa menandakan adanya darah pada ASI Anda, misalnya karena pendarahan di puting setelah menyusui.

  • ASI berwarna cokelat tua atau hitam

Warna ASI yang gelap bisa saja disebabkan oleh pendarahan di bagian dalam payudara. Anda perlu melakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Akan tetapi, warna hitam gelap pada susu juga bsisa disebabkan oleh efek samping dari penggunaan beberapa jenis obat tertentu.

Perhatikan kondisi ASI Anda secara berkala. Apabila perubahan warna ASI terasa menganggu dan mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Cara Rumahan untuk Membantu Ibu Menyusui Susah Bab

Sembelit adalah masalah yang umum dialami ibu hamil dan banyak ibu menyusui. Kondisi ini sangat tidak nyaman dan bahkan termasuk salah satu komplikasi terburuk setelah melahirkan.

Ada beberapa penyebab ibu mengalami sembelit pascapartum, misalnya hormon yang belum stabil. Artikel berikut akan memberikan beberapa cara untuk membantu ibu menyusui susah BAB.

Alasan ibu menyusui susah BAB

Sembelit biasanya dimulai pada kehamilan, memuncak setelah melahirkan, dan berlanjut hingga tahap menyusui. Pada beberapa kasus sembelit pada ibu berlangsung hingga anak mulai memasuki usia balita.

Ibu menyusui susah BAB disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, antara lain:

  • Perubahan hormonal, yaitu tingginya tingkat progesteron sejak kehamilan
  • Kerusakan pada sfingter ani atau otot dasar panggul yang terjadi selama proses persalinan
  • Kerja sistem pencernaan melambat
  • Dehidrasi
  • Efek dari konsumsi obat atau suplemen tertentu, misalnya suplemen zat besi atau obat opioid untuk menghilangkan rasa sakit selama persalinan
  • Melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4,5 kg
  • Efek samping penggunaan instrumen selama proses persalinan, seperti forsep atau ventouse

Komplikasi lain yang menyerang ibu pasca persalinan

Selain sembelit, ibu pasca melahirkan juga bisa mengalami masalah lain yang dapat mengganggu kenyamanan ibu selama proses menyusui. Berikut diantaranya:

  • Wasir

Banyak wanita mengalami waisr setelah melahirkan. Gejalanya berupa gatal dan nyeri pada dubur, pendarahan setelah buang air besar, atau area di sekitar anus membengkak. Wasir juga bisa menjadi penyebab ibu menyusui susah BAB.

  • Pendarahan vagina

Pasca melahirkan, setiap wanita akan melewati masa nifas dan keluarnya lokia atau darah nifas dari vagina. Awalnya pendarahan yang keluar berupa gumpalan kecil dan berwarna merah terang. Setelah dua hingga enam minggu, warnanya akab berubah menjadi coklat kemerahan kemudian memudar menjadi krem atau putih.

  • Postpartum blues

Postpartum blues atau baby blues adalah depresi ringan yang dirasakan ibu pasca melahirkan. Sekitar 60-80% wanita mengalami kondisi ini.

Gejalanya akan tampak dalam 1-2 minggu pertama setelah persalinan, dan dapat berlangsung selama beberapa minggu setelahnya. Gejalanya termasuk perasaan lelah, perubahan suasana hati, frustasi atau mudah marah, menangis tiba-tiba, dan gangguan tidur.

  • Depresi pascapartum

Depresi pascapartum (PDD) adalah kondisi lanjutan dari baby blues yang berarti depresi akan semakin memburuk. Gejalanya mirip dengan baby blues namun lebih intens, termasuk pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi.

Cara mengatasi susah BAB pada ibu menyusui

Menurut sebuah penelitian di Kanada, 60 persen wanita mengalami sembelit setiap minggu, dan 90 persen mengalami susah BAB setidaknya satu kali dalam sebulan. Hal ini berlaku pada semua wanita menyusui, yang berarti tidak semuanya mengalami sembeti pascapartum.

Perawatan pertama untuk mencegah dan meredakan konstipasi pada ibu menyusui datang dari rumah. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Makan makanan kaya serat

Serat adalah nutrisi penting yang berperan dalam mendukung kesehatan sistem pencernaan serta melancarkan BAB. Wanita membutuhkan 25 gram serat per hari, namun kebanyakan dari mereka hanya menerima 15 gram per hari.

Kacang-kacangan, biji-bijian, buah dan sayur adalah sumber serat alami. Plum menjadi pilihan terbaik, karena penelitian menemukan bahwa efek dari makan dua atau tiga buah plum setara dengan meminum obat pencahar.

  • Cukupi kebutuhan cairan

Saat ibu menyusui, sebagian air biasanya langsung masuk ke usus besar untuk membantu produksi ASI. Tanpa air yang cukup, usus besar akan mengambil cairan dari sisa makanan sehingga menyebabkan feses lebih keras dan sulit untuk keluar.

Bagi ibu menyusui, 10-12 gelas air sehari adalah rekomendasi wajib. Ditambah lagi selain air yang cukup, menambah asupan serat justru dapat memperburuk sembelit dan menyebabkan gas, kembung, dan refluks.

  • Aktif bergerak

Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Berolahraga setelah melahirkan mungkin akan melelahkan. Sebagai gantinya ibu bisa berjalan-jalan santai atau melakukan peregangan ringan.

  • Memijat perut

Menurut Dr. Pagliano, seorang ahli terapis, memijat perut merupakan cara sederhana dan efektif untuk merangsang buang air besar.

Pijat perut dengan lembut mengikuti jalur usus besar. Dimulai dari tulang pinggul di kanan bawah, gerakkan ke atas melintasi perut hingga tepat di bawah tulang rusuk, turun ke arah tulang pinggul kiri, kembali ke pusar, lalu turun ke area kemaluan. Untuk hasil terbaik, lakukan pijatan sebelum atau setelah makan.

Jika cara di atas tetap tidak bekerja, Anda bisa berdiskusi dengan dokter untuk menerima obat sembelit pascapartum. Pada dasarnya obat ini bisa dengan mudah ditemukan di apotek, namun akan lebih baik jika menggunakannya sesuai arahan dokter.

Apabila ibu menyusui susah BAB mengalami gejala lain yang menyertai, segera hubungi dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut. Anda bisa bertanya kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ dengan mendownload aplikasinya di App Store atau Google Play Store.

Jangan Sampai Tidak Tahu, Ini Batasan Screen Time Anak Sesuai Usia

Kemajuan teknologi seperti sekarang ini memang membuat hampir semua orang banyak menghabiskan waktu di depan layar ponsel. Termasuk anak-anak. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memantau dan mengetahui screen time anak.

Screen time adalah waktu yang dihabiskan ketika berada di depan layar elektronik, seperti bermain game di smartphone, menonton youtube di tablet, maupun menonton televisi.

Kenapa penting menjaga screen time anak? Sebab, ketika penggunaan gadget atau barang elektronik tidak dibatasi pada anak, maka dapat memengaruhi tumbuh kembang anak seperti pertumbuhan fisik, mental, hingga emosi si kecil.

Apalagi di awal-awal usia sang anak, penting bagi bayi mengeksplorasi semua hal yang ada di sekitarnya. Rangsangan terbaik untuk perkembangan otak bayi didapat saat berinteraksi dengan nyata dengan orang tua, saudara, ataupun teman-temannya.

Akan tetapi, seringkali anak malah asik sendiri dengan smartphone dan lupa untuk berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Batasan Screen Time Anak Sesuai Usia

Terkait hal ini, sebenarnya ada batasan screen time anak, lho. Batasan ini disesuaikan dengan golongan usia.

Berikut batasan screen time anak yang dianjurkan sesuai umur anak menurut WH dan Akademi Kedokterak Anak Amerika Serikat.

  • Usia 0-18 Bulan

Tahukah Anda bahwa bayi yang masih berusia 0-18 bulan tidak dianjurkan untuk mendapat screen time sama sekali. Apalagi jika bayi dibiarkan menonton atau menikmati ponsel sendirian.

Namun, untuk sekadar video call dengan anggota keluarga tidak ada salahnya. Kondisi tersebut termasuk dalam membangun interaksi dengan orang lain di sekitarnya.

  • Usia 18-24 Bulan

Ketika bayi berusia 18-24 bulan atau menuju 2 tahun, sudah boleh mendapat screen time. Namun, haruslah didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Berikan tontonan yang bermanfaat dan juga menghibur sesuai dengan usianya.

Tapi sewajarnya saja, tidak boleh terlalu lama karena bayi masih perlu bermain, berinteraksi dengan lingkungan, dan tidur.

  • Usia 2-5 Tahun

Nah, di usia 2 tahun, screen time anak hanya boleh maksimal 1 jam saja. Akan lebih baik waktu tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin agar anak mendapat edukasi seusianya.

Jangan sampai anak menjadi penonton pasif dan menyaksikan sesuatu yang bukan untuk dirinya. Anda sebagai orang tua bisa memberikan anak tontonan tentang edukasi bentuk, warna, nama hewan, ataupun benda-benda yang ada di lingkungan. Tontonan ini akan membantu tumbuh kembang anak.

  • Usia 6 Tahun ke Atas

Sebenarnya di usia 6 tahun ke atas, tidak ada waktu spesifik terkait screen time anak. Hanya saja, sebaiknya orang tua memberikan batasan waktu yang konsisten bagi anak. Berapa lama dalam sehari anak hanya boleh menatap gadget dan disiplinkan aturan tersebut setiap hari. Screen time juga tidak boleh mengganggu jadwal tidur, aktivitas, hingga kebiasaan yang penting dilakukan oleh anak demi menjaga kesehatannya.

Tips Membatasi Screen Time Anak

Membatasi waktu bermain gadget memang harus dibiasakan. Memang tidak mudah, apalagi sudah sejak bayi dikenalkan dengan gadget. Sehingga perlu konsistensi dan disiplin yang ketat dari orang tua.

Berikut beberapa tips untuk mengurangi screen time anak.

  • Dimulai sejak dini, dengan menerapkan pembatasan screen time sesuai usia
  • Mulai bernegosiasi dengan anak yang lebih tua agar mau membatasi screen time hariannya. Biasanya anak yang lebih tua akan sulit jika tiba-tiba disuruh berhenti menggunakan gawai. Jelaskan maksud dan tujuannya agar anak mengerti.
  • Letakkan gawai Anda dan lakukan banyak hal bersama. Anda harus memberi contoh yang baik di rumah, termasuk dalam penggunaan gadget. Jika dalam kondisi mendesak harus memegang ponsel di depan anak-anak, jelaskan alasan Anda melakukan hal tersebut.