Segala Hal Tentang Fraktur Pelvis yang Perlu Anda Ketahui

Segala hal tentang fraktur pelvis yang perlu Anda tahu. Pelvis adalah tulang berbentuk kupu-kupu yang menjadi dasar dari tulang belakang.

Pelvis terdiri dari beberapa tulang yang disatukan oleh ligamen. Ada tulang ekor, tulang pinggul, dan sakrum yang membentuk cincin kukuh.

Fungsi tulang pelvis cukup banyak, termasuk salah satu fungsi terpentingnya untuk menjadi dasar pergerakan manusia. Artinya, cedera pada tulang Pelvis dapat sangat menyakitkan dan menyulitkan.

Nah, fraktur pelvis terjadi ketika salah satu dari tulang-tulang penyusun pelvis patah atau retak. Untuk sebagian kasus, retak atau patah dapat terjadi pada beberapa tulang sekaligus.

Jenis fraktur pelvis

Kasus fraktur pelvis sangat menyakitkan, tapi sebenarnya masalah ini cukup jarang terjadi. Diperkirakan hanya ada 3% kasus retak atau patah tulang pelvis yang terjadi pada orang dewasa.

Secara umum kasus patah tulang pelvis terbagi menjadi dua, yakni patah tulang stabil dan patah tulang tidak stabil.

  • Fraktur stabil: Tulang yang retak atau patah masih tersusun di tempatnya. Biasanya hanya salah satu tulang yang retak atau patah.
  • Fraktur tidak stabil: Terjadi ketika ada dua tulang atau lebih yang retak atau patah. Biasanya kasus ini terjadi karena benturan keras.

Selain itu, baik fraktur stabil maupun tidak stabil juga dapat dikategorikan dalam jenis fraktur terbuka atau tertutup. Terbuka berarti kondisi patah tulang sampai menembus kulit dan dapat dilihat, tertutup berarti kondisi patah tulang tidak sampai menembus kulit.

Seberapa serius fraktur pelvis?

Tingkat keseriusan atau keparahan fraktur tergantung pada berapa banyak tulang yang patah dan seberapa buruk patahan tersebut.

Selain itu, ada kemungkinan patahan tulang melukai organ di dalam pelvis. Kondisi ini tentu lebih berbahaya dan mengkhawatirkan.

Tingkat keparahan patah tulang pelvis bervariasi mulai dari kasus ringan hingga mengancam nyawa.

Apa penyebab fraktur pelvis?

Kasus fraktur parah umumnya disebabkan oleh trauma atau insiden kecelakaan besar seperti jatuh dari ketinggian atau kecelakaan lalu lintas.

Biasanya kasus patah tulang pelvis akibat benturan atau hantaman keras lebih sulit distabilkan dan harus segera mendapatkan perawatan layak di rumah sakit.

Ada pula kasus pergeseran tulang pelvis akibat terjatuh atau tersandung. Kasus ini lebih sering terjadi pada orang tua yang memiliki tulang lebih tipis.

Siapa yang mengalami fraktur pelvis?

Kasus patah tulang pelvis ekstrem dapat terjadi pada siapa saja yang mengalami trauma parah. Kasus patah tulang pelvis yang tidak terlalu parah dan stabil lebih sering terjadi pada orang tua, terutama mereka yang mengalami osteoporosis.

Gejala fraktur pelvis stabil

Fraktur tulang pelvis stabil masih terasa menyakitkan. Memang benar tulang-tulang masih terletak di posisinya, tetapi rasa nyeri yang muncul masih sulit ditoleransi.

Biasanya rasa nyeri akan semakin parah ketika dibuat berjalan. Biasanya ada posisi tertentu yang dapat mengurangi rasa nyeri.

Gejala-gejala lain mungkin muncul tergantung pada tingkat keparahan fraktur, di antaranya:

  • Nyeri di selangkangan, pinggul, punggung bawah, pantat, atau panggul
  • Memar dan bengkak di area atas tulang panggul
  • Mati rasa atau kesemutan di area genital atau paha atas
  • Nyeri saat duduk atau buang air besar

Fraktur juga dapat menyebabkan pendarahan di beberapa tempat. Sebagian mudah terlihat, sebagian tidak. Di antaranya:

  • Memar di atas tulang panggul
  • Memar di selangkangan atau perineum
  • Perdarahan vaginal pada wanita, memar skrotum pada pria
  • Urine berdarah

Gejala fraktur tidak stabil

Fraktur tulang pelvis yang sudah mencapai tingkat parah atau tidak stabil dapat menyebabkan rasa sakit ekstrem dan syok tingkat parah. Nyeri mungkin muncul di area panggul, selangkangan, punggung, dan perut.

Tulang panggul kaya akan suplai darah. Artinya, patah tulang panggul sangat mungkin menyebabkan pendarahan ekstrem yang tidak bisa berhenti dengan cepat.

Darah memang tidak terlihat karena berada di bagian dalam perut, tetapi kasus ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba.

Penderita kemungkinan akan merasa tidak enak badan, pucat, hingga tidak sadarkan diri atau pingsan.

Penanganan fraktur pelvis

Untuk kasus fraktur stabil, dokter biasanya menyarankan perawatan non-operasi. Biasanya Anda akan diresepkan obat antinyeri dan anjuran untuk tidak banyak bergerak.

Jika dirasa perlu, dokter akan meminta Anda menggunakan kruk atau alat bantu jalan. Anda bisa jadi diminta menggunakan kursi roda.

Kasus fraktur tidak stabil perlu mendapatkan perawatan lebih. Tergantung pada lokasi fraktur dan cedera lainnya, dokter mungkin akan merekomendasikan sejumlah perawatan seperti:

  • Pertolongan pertama untuk fraktur tulang
  • Perawatan kehilangan darah ekstrem
  • Perbaikan panggul eksternal
  • Perbaikan panggul internal
  • Upaya mengurangi rasa nyeri
  • Mengatasi pembekuan darah
  • Fisioterapi

TB Ekstra Paru: Apakah Menular? Dapatkah Disembuhkan?

TB ekstra paru atau extra pulmonary tuberculosis adalah suatu kondisi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis menyerang ke organ-organ tubuh selain paru-paru.

Kondisi ini termasuk langka. Pasalnya, TB atau TBC lebih sering menyerang paru-paru. Umumnya muncul peradangan di paru-paru akibat infeksi bakteri. Kondisi ini disebut TB paru.

Namun menurut WHO (World Health Organization) kasus TB ekstra paru juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Tercatat ada sekitar 20% kasus TB ini.

Kasus ini juga dapat terjadi pada setiap usia, meski lebih umum terjadi pada orang dewasa. Biasanya organ yang diserang adalah organ selain paru-paru seperti persendian, kelenjar limpa, selaput otak, ginjal, tulang, alat kelamin, hingga kulit.

TB ekstra paru termasuk penyakit mematikan, khususnya jika tidak dirawat dengan benar. Lantas, apakah menular? Dapatkah disembuhkan?

Penyebab TB ekstra paru

Seperti yang disinggung di atas, tuberkulosis disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. TB ekstra paru juga demikian, tidak ada pengecualian, hanya kondisinya lebih buruk karena menyerang organ selain paru-paru.

Ada pula faktor epidemiologis kasus TB ini, khususnya bagi mereka yang terlahir di negara dengan prevalensi TB tinggi. Biasanya penderita mudah tertular di tempat kerja atau tempat tinggal bersama.

Masalahnya, diagnosis tuberkulosis ekstra paru ini sedikit sulit karena lambatnya perkembangan manifestasi klinis nonspesifik. Ada pula masalah rendahnya sensitivitas acid-fast bacilli (AFB) pada spesimen.

Diagnosis

Seperti yang disinggung di atas, mendeteksi TB ekstra paru tidak selalu mudah. Perlu uji lab intensif untuk mengenali kasus extra pulmonary TB sejak dini.

Menurut NCBI kasus TB ekstra pada rentang 2005-2007 mencapai 14%, tapi pada rentang 2010-2013 meningkat lebih dari 20%. Hingga kini tidak diketahui apa penyebab peningkatan tersebut.

Pasalnya, pencatatan kasus sedikit sulit karena minimnya laporan kasus. Diagnosis TB ekstra juga lebih sulit. Sebab itu, kemungkinan kasus nyata di lapangan lebih tinggi dari data.

Faktor kunci dalam diagnosis

  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Nyeri dada pleuritik
  • Nyeri tulang
  • Gejala kencing

Faktor diagnosis lainnya

  • Batuk-batuk
  • Mental tidak stabil
  • Gejala neurologis
  • Hepatomegali

Faktor risiko TB ekstra

  • Terpapar bakteri TB
  • Lahir di Asia, Amerika Latin, atau Afrika
  • Infeksi HIV
  • Pengobatan immunosuppressive

Langkah diagnosis awal

  • X-ray dada
  • Kultur dahak
  • Smear dahak
  • Tes kulit tuberkulin

Apakah TB ekstra menular?

Pada dasarnya, setiap jenis TB dapat menular, sehingga harus diobati dengan segera agar tidak sampai melukai organ tubuh lainnya. TB dapat menimbulkan komplikasi jika tidak segera dicegah.

Meski demikian, TB ekstra paru tidak dapat menular dengan mudah, kecuali jika penderita juga mengalami kasus TB paru di saat yang sama.

TB paru dapat menyebabkan batuk, sehingga bakteri dapat menular melalui droplet. Nah dalam kasus TB ekstra yang tidak menyerang paru-paru, potensi penularan lebih kecil, meski tidak sepenuhnya nol.

Untuk itu, sebaiknya Anda mengambil kemungkinan terburuk dan menjaga diri agar tiadk sampai terpapar atau memaparkan ke orang lain.

Dapatkah disembuhkan?

Pada umumnya, pengobatan TB luar paru dan TB biasa tidak jauh berbeda. Artinya kasus spesial ini dapat diatasi dengan pengobatan anti-tuberkulosis.

Tentunya Anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Kemungkinan besar Anda akan diresepkan obat anti-TB dasar, lalu ditambahkan dengan obat tertentu sesuai dengan organ yang diserang.

Secara umum ada tiga jenis obat antituberkulosis, yaitu Rifampicin, Isoniazid, dan Pyrazinamide. Dokter akan menentukan kombinasi yang tepat untuk kondisi Anda.

Selain itu, tentu Anda mungkin perlu menjalani perawatan lain seperti:

  • Paradoxical reaction
  • Corticosteroids
  • Operasi
  • Monitor TB selama perawatan

Demikian informasi mengenai TB ekstra paru, khususnya soal apakah menular dan dapatkah disembuhkan. Semoga membantu ya.

Berbagai Macam Tes Cek Gula Darah

Penting sekali untuk mengetahui kadar gula dalam darah, terutama bagi penderita diabetes. Pasalnya, dengan rutin cek gula darah dapat membantu pasien dalam mengelola diabetes dan mengurangi risiko komplikasi serius dari diabetes. Lalu, bagaimana cara mengetahui kadar gula darah?

Kadar gula darah atau biasa dikenal dengan kadar glukosa darah merupakan ukuran yang menunjukkan beberapa banyak glukosa yang ada dalam darah. Glukosa merupakan gula yang bisa didapatkan melalui makanan dan minuman. Kadar gula darah bisa naik turun sepanjang hari.

Cek gula darah dapat dilakukan sendiri dengan menggunakan alat yang diberi nama glukometer atau dengan Continuous Glucose Meter (CGM). Glukometer merupakan alat untuk cek gula darah berupa perangkat digital yang berfungsi mengetahui kadar gula dalam darah melalui sampel darah dari ujung jari. 

Sementara CGM merupakan alat yang diselipkan ke dalam jaringan kulit untuk membantu memonitor cek gula darah secara rutin dan terus menerus. Namun, meski menggunakan CGM, glukometer masih diperlukan untuk mengkalibrasi CGM setiap hari.

Anda bisa menggunakan glukometer untuk mengecek gula darah beberapa kali sehari. Hal ini bertujuan untuk mengawasi kadar gula darah dalam tubuh dan membantu untuk mengelola diabetes. Anda jadi dapat menentukan apa yang harus dikonsumsi dan berapa banyak obat yang harus diminum.

Namun, tidak semua penderita diabetes perlu memeriksakan kadar gula darahnya secara rutin dengan glukometer. Biasanya, hanya penderita diabetes yang meminum obat diabetes tertentu yang perlu melakukan cek gula darah secara rutin. Karena itu penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau perawat sebelum melakukan cek gula darah.

Tes untuk cek gula darah

Selain dengan alat-alat tertentu, ada pula beberapa tes cek gula darah yang biasa dilakukan atas rekomendasi dari dokter, di antaranya adalah:

1. Tes A1C

Glycohemoglobin atau biasa disingkat A1C merupakan salah satu tes untuk cek gula darah yang biasa dilakukan pada penderita diabetes. Tes A1C mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin, protein pembawa oksigen dalam sel darah merah. Jika Anda memiliki gula darah tinggi akan semakin banyak gula yang melekat pada hemoglobin. Seseorang akan didiagnosis memiliki diabetes apabila tingkat A1C sekitar 6,5% atau lebih tinggi. Dan, jika A1C di antara 5,7% dan 6,4% artinya menunjukkan kondisi pradiabetes.

2. Tes Gula Darah Pasa

Tes satu ini untuk mengukur kadar gula darah setelah pasien berpuasa semalaman. Jika kadar gula darah saat puasa berada di angka 99 mg/dL atau lebih rendah, ini adalah kondisi normal. Jika berada di antara 100 hingga 125 mg/dL, menunjukkan pasien memiliki pradiabetes. Sementara jika kadar gula darah mencapai 126 mg/dL atau lebih tinggi menunjukkan pasien menderita diabetes.

3. Tes Toleransi Glukosa

Salah satu cara untuk tes gula darah lainnya adalah dengan tes toleransi glukosa. Tes ini bertujuan untuk mengukur gula darah sebelum dan sesudah pasien meminum cairan yang mengandung glukosa. Namun, sebelum tes pasien akan dianjurkan untuk berpuasa semalaman. Pada tes toleransi glukosa, pasien akan terus diperiksa kadar gula darahnya selama 1-2 jam sesudah tes pertama.

Setelah dua jam, kadar gula darah 140 mg/dL atau lebih rendah dianggap normal, 140 hingga 199 mg/dL menunjukkan Anda memiliki pradiabetes, dan 200 mg/dL atau lebih tinggi menunjukkan Anda menderita diabetes.

Itulah beberapa cara untuk mengetes kadar gula darah Anda. Mengapa mengetahui kadar gula darah penting? Jika Anda sedang mengambil pengobatan tertentu, seperti insulin atau sulfonilurea, memeriksa gula darah adalah menjadi bagian penting untuk penderita diabetes. Pemeriksaan rutin cek gula darah dapat membantu Anda mengetahui kapan kadar gula darah mungkin mulai terlalu rendah (hypo) atau terlalu tinggi (hyper). Tetapi yang terpenting, ini akan membantu Anda tetap sehat dan mencegah komplikasi diabetes yang serius di masa depan.

Dapat EUA BPOM, Inilah Efikasi Vaksin Sputnik V

Vaksin Sputnik V untuk COVID-19 telah mendapat Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk program vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Vaksin Sputnik-V atau Gam-COVID-Vac menjadi jenis vaksin ke-7 yang telah mendapatkan EUA dari BPOM setelah Sinovac (Corona Vac), Vaksin Covid-19 Bio Farma, AstraZeneca Covid-19 Vaccine, Sinopharm, Moderna, dan Comirnaty atau Pfizer.

The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia mengembangkan vaksin Covid-19 Sputnik V dengan menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S). Kemudian, sebagai prosedur selanjutnya, Vaksin Covid-19 Sputnik V didaftarkan PT Pratapa Nirmala yang berkedudukan sebagai EUA dan bertanggung jawab penuh untuk penjamin mutu vaksin serta keamanannnya di Indonesia. 

Pada awalnya, Sputnik V didistribusikan di Rusia yang kemudian digunakan di 59 negara. Ada beberapa negara yang juga menggunakan vaksin Sputnik V dalam pandemi Covid-19. Di antaranya adalah Argentina, Belarusia, Hongaria, Serbia, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Filipina.

Bagaimana efikasi dan efek samping Vaksin Covid-19 Sputnik V?

Sebagai informasi, tingkat efikasi Vaksin Covid-19 Sputnik V terbilang tinggi. Hal itu dibuktikan berdasar data uji klinik fase III. Berdasar hasil yang didapatkan, Vaksin Covid-19 ini terbukti memberikan efikasi 91,6 persen dengan rentang confidence interval 85,6 persen–95,2 persen.

Lebih lanjut, telah dilakukan inspeksi on site pada fasilitas produksi Vaksin Sputnik V di Rusia, yaitu Generium dan Biocad sebagai fasilitas produksi bulk vaksin serta Ufavita sebagai fasilitas fill and finish produk jadi. 

Hasil inspeksi pada Vaksin Covid-19 jenis ini menunjukkan bahwa vaksin tersebut memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan standar persyaratan mutu vaksin.

Sementara itu, ada pula efek samping dari penggunaan vaksin jenis ini. Yang mana efek sampingnya menunjukkan tingkat keparahan ringan atau sedang. Lebih lanjut, hasilnya dilaporkan pada uji klinik vaksin tersebut dari teknologi platform yang sama. Efek samping tersebut meliputi:

  • Nyeri sendi (arthralgia)
  • Gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome)
  • Ditandai dengan demam
  • Menggigil
  • Nyeri otot (myalgia)
  • Badan lemas (asthenia)
  • Ketidaknyamanan
  • Reaksi lokal pada lokasi injeksi
  • Sakit kepala
  • Hipertermia

Perlu diketahui bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan orang dengan penyakit penyerta tertentu, sebaiknya orang-orang dalam kelompok tersebut berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mendapatkan jenis vaksin ini.

Penggunaan dan Penyimpanan Vaksin Covid-19 Sputnik V 

Sebagai pencegahan Covid-19, Vaksin Sputnik V digunakan untuk orang berusia 18 tahun ke atas berdasar indikasinya. Penggunaan vaksin tersebut dilakukan secara injeksi intramuscular (IM) yang dosisnya sebanyak 0,5 ml untuk 2 kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 minggu. Penting untuk diketahui bahwa penyimpanan Vaksin Covid-19 ini memerlukan penyimpanan pada konsisi suhu khusus, yaitu -20°C ± 2°C.

Sebagai informasi, melalui pengkajian secara intensif oleh Badan POM yang bekerjasama dengan Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19 di Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Vaksin Sputnik V pun mendapat EUA. Secara internasional, penilaian vaksin tersebut mengacu pada pedoman evaluasi yang berlaku.

Meski begitu, terdapat penambahan vaksin yang dilabeli EUA oleh BPOM, masyarakat tetap diimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan tepat serta tidak mudah terpengaruh pada obat-obatan herbal yang belum teruji secara klinis.

Cara Mengobati Penyakit HNP atau Saraf Terjepit dengan Aman

Penyakit Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau saraf kejepit merupakan penyakit yang tidak jarang menyerang banyak orang mulai dari usia tua hingga usia muda.

Pada usia tua, HNP tidak jarang terjadi karena faktor usia yang menyebabkan bantalan sendi akan kehilangan kadar air. Kondisi ini mengakibatkan bantalan sendi menjadi rapuh, pecah-pecah, bergeser dan tidak fleksibel.

Hernia nucleus pulposus membuat Anda mengalami nyeri punggung

Sedangkan pada usia muda, HNP diakibatkan oleh pola kerja yang tidak tepat diantaranya duduk terlalu lama, berdiri terlalu lama, naik turun tangga terlalu sering, tubuh mengalami getaran kuat terlalu lama (seperti operator mesin, driver, dan lain lain) atau bisa jadi karena jatuh dalam posisi duduk.

Penyakit HNP biasa menyerang beberapa bagian tubuh, yaitu seperti:

  • Leher dan bahu
  • Punggung dan dada bagian atas
  • Lengan dan siku
  • Pergelangan tangan dan tangan

Penyebab penyakit HNP

Beberapa kondisi dapat menyebabkan penyakit HNP menyerang Anda adalah:

  1. Rheumatoid arthritis menyebabkan peradangan pada persendian yang dapat menekan saraf di dekatnya.
  2. Proses penuaan dimana tulang belakang dan diskus akan mengalami kerusakan akibat penggunaan terus menerus. Diskus akan kehilangan kandungan air dan bentuknya berubah menjadi rata. Tulang belakang akan merapat, dan sebagai respons, tubuh akan membentuk tulang baru. Pertumbuhan tulang baru ini dapat menekan saraf.
  3. Cedera mendadak akibat olahraga atau kecelakaan dapat mengakibatkan saraf terjepit.
  4. Posisi gerak tubuh yang salah (misal memutar punggung, atau mengangkat barang berat) dapat menyebabkan diskus mengalami herniasi (menonjol).
  5. Kelebihan berat badan dapat membuat jalur saraf bengkak sehingga memberi tekanan pada saraf.

Lakukan pengobatan ini untuk mengatasi penyakit HNP

Pengobatan untuk penyakit HNP bervariasi tergantung dari tingkat keparahannya dan ketidaknyamanan pasien yang mengidap penyakit tersebut.

Sebesar 70% kasus HNP tidak memerlukan operasi,karena belum merusak syaraf. Pengobatan diberikan berupa modifikasi obat-obatan dengan fisioterapi, bila dalam waktu maksimal 3 bulan belum ada perbaikan, maka Dokter akan mempertimbangkan untuk melakukan operasi.

Tindakan operasi dilakukan dengan tujuan dapat menghilangkan nyeri, mencegah kerusakan pada syaraf menjadi lebih parah, dan memungkinkan terjadinya kesembuhan pada syaraf.

Dengan kemajuan teknologi kedokteran saat ini, operasi untuk HNP menggunakan metode yang dikenal dengan nama MED (Microendoscopic Discectomy) atau operasi minimal invasif. MED adalah tindakan bedah pada kelainan penekanan saraf tulang belakang menggunakan kamera dengan sayatan minimal kira2 1-1,5 cm.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengobati penyakit HNP yang Anda alami.

  1. Istirahat yang cukup

Beristirahat yang cukup baik untuk kesehatan tubuh. Tidur sangat penting untuk kesembuhan saraf. Pada banyak kasus, mengistirahatkan area yang sakit dan tidur lebih lama dapat membantu saraf yang kejepit untuk pulih.

  1. Mengubah gaya hidup

Pada usia muda, penyakit HNP seringkali hadir karena gaya hidup dan pola kerja yang tidak baik. Untuk itu, cobalah mengubah gaya hidup menjadi lebih baik dengan rajin menggerakan tubuh, melakukan olahraga secara rutin, dan mengubah posisi kerja untuk membantu mengurangi tekanan di tangan dan pergelangan tangan. Mengatur layar komputer setinggi pandangan mata dapat membantu mengurangi nyeri leher.

  1. Konsumsi obat anti nyeri

Mengonsumsi Obat-obatan anti nyeri dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri pada kasus syaraf kejepit ringan. Misalnya obat-obat golongan anti-inflamasi non steroid.

  1. Kompres air dingin dan panas

Kompres dingin dan panas dapat membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan pada berbagai kasus. Kombinasi panas dan dingin dapat meningkatkan sirkulasi darah ke area yang sakit sehingga dapat membantu meredakan nyeri dan membuat tubuh menjadi lebih rileks.

  1. Pijat

Dipijat juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi rasa nyeri yang diakibatkan oleh penyakit HNP. Pijat juga dapat membantu mengurangi nyeri fisik dan stress. Memijat area yang nyeri dapat membantu mengurangi tegangan.

Jika penyakit HNP yang Anda rasakan sudah menimbulkan rasa tidak nyaman yang luar biasa, sebaiknya Anda segera berkonsultasi melakukan konsultasi dengan Dokter Bedah Syaraf (SpBS) atau Dokter Spesialis Syaraf (SpS) yang khusus menangani masalah HNP untuk penanganan lebih lanjut. 

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit HNP maupun jenis pemeriksaan penyakit lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Benarkah Khitan Adalah Hal yang Wajib Dilakukan untuk Bayi?

Salah satu pertanyaan pertama yang mungkin ditanyakan oleh dokter anak setelah kelahiran putra Anda adalah apakah Anda berencana untuk menyunatnya. Sunat atau khitan adalah prosedur bedah yang relatif umum di mana kulup bayi, tudung kulit yang menutupi kepala penis mereka diangkat. Jika bayi akan menjalani operasi, biasanya dilakukan sebelum mereka meninggalkan rumah sakit, 2 atau 3 hari setelah lahir. Jika Anda mempertimbangkannya, inilah yang perlu Anda ketahui.

Apa itu khitan?

Kulit kulup umumnya menutupi kepala penis, atau kepala penis. Dengan memotongnya melalui operasi, maka penis akan kehilangan kupu, sehingga dapat terlihat langsung ujung penis. Praktek sunat sudah ada sejak Mesir kuno. Prosedur ini dipercaya dapat membantu pria menjaga kebersihan pada area intim. Meskipun itu benar, sunat saat ini dilakukan terutama untuk alasan agama atau budaya. 

Persiapan sebelum sunat

Jika Anda ingin menyunat bayi, bicarakan dengan dokter yang akan melakukan prosedur tersebut. Anda bisa berdiskusi dengan dokter anak, dokter keluarga, ahli urologi, ahli neonatologi, atau bahkan ahli bedah anak.

Meskipun sebagian besar bayi dapat disunat dalam waktu 2 hari setelah lahir, Anda mungkin perlu menunggu jika bayi Anda prematur, lahir dengan masalah pada penisnya, atau memiliki masalah pendarahan atau keluarga memiliki riwayat tersebut.

Dokter akan menjelaskan risiko dan manfaat dari operasi tersebut. Ini adalah kesempatan Anda untuk mengajukan pertanyaan apa pun yang Anda miliki tentang prosedur ini. Setelah puas bertanya, Anda akan menandatangani formulir persetujuan yang memberikan izin Anda untuk operasi.

Apa yang terjadi selama sunat?

Jika prosedurnya terjadi ketika bayi baru lahir, mereka umumnya akan terjaga selama sunat. Bayi umumnya akan menggunakan pita Velcro atau pengekangan lain yang digunakan untuk menjaga lengan dan kaki supaya tetap diam, sehingga tidak melukai bekas jahiitan.

Dokter akan membersihkan area penis dengan antiseptik, kemudian menyuntikkan obat bius ke pangkal penis untuk meredakan rasa sakit. Terkadang dokter mengoleskan pereda nyeri sebagai krim. Dokter juga akan merekomendasikan untuk membungkusnya setelah prosedur dengan selimut. Bayi juga dapat diberikan asetaminofen untuk meredakan rasa sakit.

Tiga jenis klem atau cincin plastik yang berbeda digunakan untuk sunat klem gomco, alat plastibell, dan klem mogen. Akan tetapi tidak semua prosedurnya serupa. Dokter bisa saja menjepit atau memasang cincin pada penis dan dokter memotong kelebihan kulup. Dokter kemudian mengoleskan salep seperti petroleum jelly ke penis dan membungkusnya dengan kain kasa. Biasanya selesai dalam waktu sekitar 10 menit. Jika dilakukan di rumah sakit, bayi umumnya tidak membutuhkan perawatan lebih, dan Anda bisa membawanya pulang dalam beberapa jam.

Lakukan hal ini setelah bayi sunat

Setelah disunat, bayi Anda mungkin rewel dan sangat sensitif. Pegang mereka dengan hati-hati agar Anda tidak menekan penisnya. Ujungnya mungkin sakit, dan penis itu sendiri mungkin terlihat merah dan bengkak. Anda mungkin melihat kerak kuning di ujungnya juga. Kondisi ini normal dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Butuh waktu seminggu hingga 10 hari agar penis putra Anda sembuh sepenuhnya.

Tidak apa-apa untuk mencuci penis mereka saat sembuh. Anda harus mengganti perban mereka setiap kali mengganti popok, oleskan setetes petroleum jelly terlebih dahulu agar tidak menempel pada popok mereka. Sekitar 48 jam setelah prosedur, perban biasanya tidak boleh dipasang kembali setelah dilepas. Pelumas, harus tetap digunakan agar penis tidak menempel pada popok. Jika tinja mengenai penis mereka, bersihkan dengan lembut dengan air sabun hangat. Untuk mencegah infeksi, sering-seringlah mengganti popok dan kencangkan dengan longgar.

Khitan adalah prosedur yang aman dan sebagian besar tidak memiliki masalah. Hanya sekitar 1% yang mengalami komplikasi. Hubungi dokter jika:

– Bayi Anda tidak buang air kecil dalam waktu 12 jam setelah disunat.

– Anda melihat darah di popok mereka lebih besar dari ukuran seperempat.

– Kemerahan atau pembengkakan di sekitar penis mereka menjadi lebih buruk, tidak lebih baik.

– Anda melihat tanda-tanda infeksi, seperti nanah.

– Berbau busuk, drainase keruh berasal dari ujung penis mereka.

– Cincin plastik yang digunakan saat khitanan tidak terlepas setelah 2 minggu.

Lakukan Ini Untuk Mengatasi Tenggorokan Bengkak!

Radang tenggorokan adalah infeksi bakteri yang dapat membuat tenggorokan Anda terasa sakit dan gatal. Radang tenggorokan umumnya terjadi pada anak-anak, tetapi dapat juga terjadi pada segala usia. Tenggorokan bengkak merupakan salah satu gejala dari radang tenggorokan. 

Globus sensation dapat menyebabkan perasaan mengganjal di tenggorokan.

Radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes. Bakteri ini sangat menular. Mereka dapat menyebar melalui udara ketika seseorang yang sedang terinfeksi batuk atau bersin, atau melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi bersama. Anda juga dapat terinfeksi bakteri dari gagang pintu atau permukaan lain dan sampai ke hidung, mulut, atau mata Anda.

Radang tenggorokan didiagnosa oleh dokter dengan memeriksa tenggorokan Anda dan memeriksa tanda-tanda peradangan. Dokter juga akan menanyakan gejala lain yang Anda alami. Dokter mungkin akan melakukan rapid strep test untuk menentukan apakah sakit tenggorokan Anda disebabkan oleh infeksi radang atau jenis bakteri atau kuman lain.

Secara umum, tenggorokan bengkak ini bisa menimbulkan beberapa penyakit lain selain radang tenggorokan. Berikut ini beberapa penyakit yang bisa muncul akibat tenggorokan bengkak.

  • Tonsillitis, yaitu peradangan pada amandel atau tonsil
  • Faringitis, yaitu peradangan pada saluran yang menghubungkan hidung atau mulut dengan kerongkongan (esofagus) atau saluran tempat pita suara (laring)
  • Laringitis, yaitu peradangan pada laring

Pada beberapa kasus, sakit tenggorokan juga bisa menjadi pertanda dari penyakit yang lebih serius, seperti

  • Infeksi mononukleosis, yaitu infeksi virus Epstein Barr yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening, demam, dan sakit tenggorokan.
  • Abses peritonsil, yaitu pembengkakan bernanah yang timbul pada langit-langit tenggorokan dan bagian belakang amandel.
  • Epiglottitis, yaitu peradangan pada epiglotis atau katup yang memisahkan saluran pernapasan dengan saluran pencernaan.
  • COVID-19, yaitu infeksi virus Corona yang menyerang saluran pernapasan dan menimbulkan gejala yang beragam, termasuk flu, sakit tenggorokan, demam, batuk, dan sesak napas.

Ada beberapa langkah yang dapat membantu Anda untuk meringankan tenggorokan bengkak yang meradang, yaitu sebagai berikut.

  1. Perbanyak minum air putih

Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat memperparah gejala radang tenggorokan. Anda juga bisa mengonsumsi minuman hangat seperti teh chrysanthemum atau campuran teh lemon dengan madu, agar tenggorokan terasa lebih nyaman.

  1. Mengonsumsi makanan lembut

Sementara pilihlah jenis makanan yang lembut dan tidak mengganggu atau melukai tenggorokan yang sedang meradang. Misalnya sup, bubur ayam, atau nasi tim, pastikan tidak terlalu panas.

  1. Berkumur dengan air garam

Tindakan ini dipercaya mampu membantu mengurangi keluhan peradangan pada tenggorokan. Lakukan pada tenggorokan (gargle) 2 hingga 3 kali sehari, menggunakan campuran setengah cangkir air putih dan seperempat sendok garam. Namun hindari lakukan aktivitas ini pada anak-anak yang masih terlalu kecil, atau belum mampu meludah.

  1. Menghirup udara lembap

Udara lembap pada saluran napas bagian atas akan membantu membersihkan lendir dan cairan akibat peradangan. Hindari terlalu lama berada dalam ruangan ber-AC, atau gunakanlah pelembap udara (humidifier).

  1. Jangan terlalu banyak bersuara

Penggunaan pita suara secara berlebihan dapat memperparah radang tenggorokan. Agar radang cepat sembuh, maka minimalkan penggunaan pita suara dengan kurangi berbicara, setidaknya hindari bersuara keras.

  1. Berhenti merokok

Jika Anda seorang perokok, disarankan untuk segera menghentikan kebiasaan tersebut. Hal ini akan memberikan efek positif terutama jika radang disebabkan oleh infeksi. Berhenti merokok akan membuat waktu penyembuhan lebih cepat.

Selain mempraktikkan beberapa cara untuk mempercepat proses penyembuhan tenggorokan bengkak akut di atas, Anda dianjurkan untuk mencukupi istirahat. Hal ini dibutuhkan untuk mendukung tubuh melawan penyebab radang selama menghadapi gangguan tenggorokan ini.

Penyebab Benjolan di Selangkangan yang Wajib Anda Tahu

Selangkangan memiliki sekelompok kelenjar (kelenjar getah bening) yang biasanya tidak dapat dirasakan. Kelenjar tersebut berisi kanal inguinalis di setiap sisinya. Kanalis inguinalis adalah saluran struktur seperti ligamen untuk melewati antara perut dan area genital. Munculnya benjolan di selangkangan dapat terjadi karena banyak faktor, namun ada beberapa penyebab paling umum seperti berikut.

1. Infeksi kulit

Kondisi ini termasuk infeksi seperti bisul atau abses. Kadang-kadang infeksi dapat berkembang di sekitar folikel rambut rambut kemaluan di daerah selangkangan, terutama jika ada trauma dari mencukur atau waxing atau dari menggosok pakaian dalam. Benjolan di selangkangan ini akan menjadi merah atau merah muda dan sakit, bahkan terasa lebih menyakitkan pada saat menyentuhnya. benjolan di selangkangan dapat bervariasi, mulai dari seperti jerawat yang sedikit sakit hingga abses yang sangat besar.

2. Pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening adalah benjolan kecil di seluruh tubuh Anda yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh untuk membantu melawan infeksi. Biasanya Anda tidak dapat merasakan kelenjar getah bening, tetapi jika kelenjar tersebut menjadi bengkak, Anda mungkin merasakannya seperti benjolan atau gumpalan. Selangkangan adalah salah satu bagian tubuh di mana hal ini dapat terjadi. 

Penyebab paling umum dari pembengkakan kelenjar getah bening mengalami infeksi. Infeksi pada area sekitar selangkangan dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, misalnya infeksi menular seksual (IMS), ruam popok, atau infeksi kulit. Kelenjar getah bening juga dapat membengkak sebagai respons terhadap infeksi yang memengaruhi seluruh sistem Anda, seperti demam kelenjar, cacar air, atau flu. Ketika kelenjar getah bening membengkak karena infeksi, mereka biasanya kembali ke ukuran normal setelah infeksi hilang.

Kelenjar getah bening yang bengkak karena sejenis kanker cenderung keras atau padat, dan tidak hilang seperti saat bengkak karena infeksi. Mereka biasanya tumbuh perlahan, sedangkan kelenjar bengkak karena infeksi tiba-tiba muncul. Ada beberapa penyebab lain dari pembengkakan kelenjar getah bening, seperti sarkoidosis, lupus eritematosus sistemik (SLE), HIV dan AIDS.

3. Hernia

Hernia terjadi ketika bagian dalam tubuh mendorong melalui kelemahan pada otot atau dinding jaringan di sekitarnya. Selangkangan adalah bagian umum untuk hernia, dan ada tiga jenis hernia yang dapat terjadi:

– Hernia inguinalis – lebih sering terjadi pada pria.

– Hernia femoralis – lebih sering terjadi pada wanita.

– Hernia insisional – di area bekas luka atau cedera operasi sebelumnya.

Hernia biasanya terasa sangat lunak dan cenderung hilang saat Anda berbaring. Jika jaringan di dalam hernia tersangkut, kondisi ini bisa menjadi keras dan menyakitkan. Jika ini terjadi, Anda harus segera menemui dokter.

4. Benjolan berisi cairan 

Benjolan di selangkangan bisa juga terjadi karena tumbuhnya kutil. Ini adalah benjolan kecil pada kulit yang disebabkan oleh virus. benjolan di selangkangan yang berada di sekitar area genital disebut kutil kelamin dan dapat ditularkan secara seksual.

5. Benjolan lemak

Benjolan yang berasal dari lapisan lemak di bawah kulit disebut lipoma. Area cukup umum dan dapat terjadi diseluruh anggota tubuh di mana terdapat lapisan jaringan lemak. Benjolan ini terasa cukup lembut dan biasanya tidak berbahaya.

6. Pembuluh darah membesar

Terkadang vena atau arteri bisa menjadi bengkak, menyebabkan benjolan. Pembengkakan arteri atau benjolan di selangkangan disebut aneurisma femoralis. Sedangkan pembengkakan vena disebut varises, dan di selangkangan ini disebut saphena varix.

Sarkoidosis Bikin Nyeri di Tulang Hidung Dekat Mata?

Umum sekali seseorang merasakan sakit di rongga hidungnya karena sinusitis. Akan tetapi, pernahkah kamu mendengar tentang sarkoidosis? Konon katanya, kondisi kesehatan ini bisa mengakibatkan nyeri di tulang hidung dekat mata. Benarkah demikian?

Sarkoidosis sendiri dapat dijelaskan sebagai sebuah kondisi di mana sel tubuh mengalami peradangan. Tak terbatas di rongga hidung, utamanya di tulang hidung dekat mata, kondisi ini bisa terjadi di mana saja. Peradangan yang terjadi karena sarkoidosis ini menyebabkan terbentuknya granuloma, yaitu sel-sel radang yang menumpuk.

Gejala sarkoidosis dapat muncul secara perlahan-lahan dengan pola yang berbeda-beda, tergantung kepada organ tubuh mana yang mengalami kondisi ini. Pada beberapa kasus, gejala dapat hanya muncul sesaat, lalu menghilang. Ada juga gejala yang berlangsung hingga bertahun-tahun (kronis), atau justru tidak menampakkan gejala sama sekali.

Gejala sarkoidosis secara umum adalah demam, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, dan rasa lelah yang berlebihan. Adapun masalah kesehatan ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, namun penyebab pastinya masih belum diketahui. Sarkoidosis bisa dipicu oleh paparan infeksi, debu, atau zat kimia. 

Paparan tersebut mengakibatkan reaksi yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh, sehingga membentuk reaksi peradangan dan granuloma pada organ yang terkena. Seiring bertambah besarnya granuloma pada organ yang terkena, maka fungsi organ juga akan ikut terganggu.

Nyeri di tulang hidung dekat mata pada umumnya bisa diobati secara sederhana. Termasuk dengan kondisi yang disebabkan oleh sarkoidosis. Apalagi faktanya setengah dari total kasus sarkoidosis dapat sembuh dengan sendirinya. Beberapa pasien tidak memerlukan penanganan khusus jika tidak ditemukan gejala yang signifikan. Namun, dokter tetap akan terus memantau perkembangan kondisi pasien.

Jika mendapat bantuan dari petugas medis, seseorang yang mengalami sarkoidosis bisa menjalani beberapa prosedur medis di bawah ini, seperti: 

  • Pemberian obat antiradang, yaitu kortikosteroid, obat yang menjadi pengobatan lini pertama untuk sarkoidosis. Obat ini bisa digunakan dengan cara diminum, dioleskan secara langsung pada kulit, atau diteteskan pada mata.
  • Pemberian hydroxychloroquine, untuk mengatasi gangguan kulit.
  • Pemberian obat imunosupresif, untuk menekan sistem kekebalan tubuh demi mengurangi gejala peradangan.
  • Transplantasi organ, jika sarkoidosis telah mengakibatkan kerusakan organ.

Selain menjalani pengobatan, melakukan perubahan gaya hidup seperti yang disarankan di bawah ini dapat memudahkan penderita dalam menjalani kehidupan sehari-hari:

  • Sebisa mungkin hindari paparan debu dan zat kimia
  • Berhenti merokok
  • Memulai diet dan pola makan seimbang yang direkomendasikan dokter
  • Memenuhi asupan air putih
  • Pastikan tubuh beristirahat dan berolahraga yang cukup.

Sarkoidosis hanyalah satu dari sekian banyak kemungkinan kondisi yang menyebabkan nyeri di tulang hidung dekat mata. Dokter dapat mencurigai seorang pasien menderita sarkoidosis jika terdapat gejala-gejalanya. Kemudian diperkuat oleh pemeriksaan fisik, yaitu dengan memeriksa bagian tubuh yang dicurigai terkena sarkoidosis, seperti mata, jantung, paru-paru, serta kelenjar getah bening, untuk mendeteksi adanya pembengkakan. Untuk memastikan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan, berupa:

  • Tes darah, untuk memeriksa kesehatan tubuh secara keseluruhan, khususnya fungsi organ hati dan ginjal.
  • Foto Rontgen dada, untuk memeriksa jika terdapat kelainan pada paru-paru atau terjadi pembesaran jantung.
  • Tes fungsi paru, untuk mengukur volume dan kapasitas paru-paru.
  • CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat gambaran organ lebih jelas.
  • Biopsi, dengan mengambil sebagian kecil jaringan dari bagian tubuh yang dicurigai sebagai granuloma, dan diperiksa di bawah mikroskop.

Yang sebenarnya terjadi jika seseorang mengalami nyeri di tulang hidung dekat mata bisa saja satu kondisi medis yang serius. Ada baiknya, seseorang langsung mencari bantuan petugas kesehatan apabila mengalami kondisi tersebut, terlebih yang sudah berlangsung selama beberapa waktu. Perlu diingat bahwa kualitas pengobatan jelas berkaitan dengan kemungkinan kesembuhan, dan lain-lain.

8 Fakta Penting Seputar Pheochromocytoma

Pheochromocytomas, disebut sebagai tumor langka yang berkembang di dalam kelenjar adrenal. Istilah pheochromocytoma (dalam bahasa Yunani, phios berarti kehitaman, chroma berarti warna, dan cytoma berarti tumor). Penyakit ini memiliki beberapa fakta penting yang wajib Anda ketahui, supaya tidak berlanjut semakin parah hingga memberikan dampak serius bagi tubuh.

1. Mengubah hormon tubuh secara signifikan

Pheochromocytomas memproduksi katekolamin secara berlebihan, sehingga mengganggu keseimbangan normal tubuh dari hormon respons stres. Meskipun sebagian besar pheochromocytomas berkembang di medula adrenal, ada kemungkinan untuk menemukan pheochromocytomas di daerah penghasil katekolamin lain seperti perut, panggul, dada, dan leher.

2. Mengganggu ritme jantung dan aliran darah

Medula adrenal memainkan peran penting dalam mensintesis dan mensekresi katekolamin – hormon seperti epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin). Ketika tubuh sedang stres, hormon-hormon ini dilepaskan untuk memulai respons yang membawa perubahan fisiologis secara cepat seperti peningkatan detak jantung dan aliran darah ke organ-organ penting. Efek hormonal ini terjadi dalam hitungan detik. 

3. Semua orang berisiko menderita pheochromocytomas

Pheochromocytomas muncul pada sekitar 1-2 orang dari 100.000 orang dewasa per tahun. Sekitar 1 dari 500 orang dengan tekanan darah tinggi ditemukan memiliki pheochromocytomas. Usia paling umum bagi orang untuk mengembangkan pheochromocytomas adalah selama 40-an dan 50-an. Pria dan wanita sama-sama terpengaruh.

4. Pheochromocytomas bisa berkembang di beberapa organ

Sekitar 85% pheochromocytomas terletak di dalam kelenjar adrenal, dan 98% berada di dalam perut. Ketika tumor tersebut muncul di luar kelenjar adrenal, mereka disebut pheochromocytomas ekstra-adrenal, atau paragangliomas.

Feokromositoma ekstra-adrenal berkembang di jaringan kromafin paraganglion sistem saraf. Mereka dapat terjadi di mana saja, mulai dari dasar otak ke kandung kemih. Lokasi umum untuk pheochromocytomas ekstra-adrenal termasuk organ Zuckerkandl (dekat dengan asal arteri mesenterika inferior), dinding kandung kemih, jantung, mediastinum, dan badan karotis dan glomus jugulare. 

5. Mengalami tekanan darah tinggi secara tiba-tiba

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah masalah paling umum yang dikaitkan dengan feokromositoma. Ini adalah hasil dari peningkatan pelepasan katekolamin epinefrin dan norepinefrin. Setiap tumor berbeda dari tumor berikutnya, pasien dengan pheochromocytoma dapat mengalami tekanan darah tinggi secara konsisten (karena pelepasan hormon yang konstan) atau puncak episodik dalam tekanan darah (karena semburan pelepasan hormon secara acak).

Gejala pheochromocytoma sering dikaitkan dengan lonjakan tekanan darah. Banyak pasien melaporkan merasakan “adrenalin” tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, dan dapat terjadi hingga beberapa kali per hari. 

6. Olahraga dapat memicu lonjakan pheochromocytoma

Beberapa pasien mengalami lonjakan pheochromocytoma secara serius usai mereka berolahraga. Biasanya, orang dengan pheochromocytoma akan mengalami beberapa gejala seperti sakit kepala parah, palpitasi atau detak jantung cepat, banyak berkeringat, rasa panas berlebihan, nyeri dada atau tekanan dada.

7. Pheochromocytoma biasanya bersifat kanker jinak

Mayoritas pheochromocytoma bersifat jinak. Kemungkinan pheochromocytoma ganas tampaknya sangat bergantung pada mutasi yang mendasarinya. Untuk kebanyakan pheochromocytomas sporadis, kurang dari 10% berubah menjadi ganas. Tingkat keganasan tertinggi dikaitkan dengan mutasi SDHB (familial pheochromocytoma/sindrom paraganglioma) yang dapat membawa tingkat keganasan di atas 50%.

8. Tidak semua penderita hipertensi memiliki pheochromocytoma

Tes urin 24 jam untuk mendiagnosis pheochromocytoma sangat diperlukan. Pheochromocytoma dianggap positif jika kadar katekolamin melebihi dua kali batas atas normal. Banyak orang, terutama penderita hipertensi, memiliki sedikit peningkatan kadar katekolamin yang secara teknis di atas kisaran normal. Akan tetapi tidak semua penderita hipertensi berisiko memiliki pheochromocytoma.