Sarkoidosis Bikin Nyeri di Tulang Hidung Dekat Mata?

Umum sekali seseorang merasakan sakit di rongga hidungnya karena sinusitis. Akan tetapi, pernahkah kamu mendengar tentang sarkoidosis? Konon katanya, kondisi kesehatan ini bisa mengakibatkan nyeri di tulang hidung dekat mata. Benarkah demikian?

Sarkoidosis sendiri dapat dijelaskan sebagai sebuah kondisi di mana sel tubuh mengalami peradangan. Tak terbatas di rongga hidung, utamanya di tulang hidung dekat mata, kondisi ini bisa terjadi di mana saja. Peradangan yang terjadi karena sarkoidosis ini menyebabkan terbentuknya granuloma, yaitu sel-sel radang yang menumpuk.

Gejala sarkoidosis dapat muncul secara perlahan-lahan dengan pola yang berbeda-beda, tergantung kepada organ tubuh mana yang mengalami kondisi ini. Pada beberapa kasus, gejala dapat hanya muncul sesaat, lalu menghilang. Ada juga gejala yang berlangsung hingga bertahun-tahun (kronis), atau justru tidak menampakkan gejala sama sekali.

Gejala sarkoidosis secara umum adalah demam, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, dan rasa lelah yang berlebihan. Adapun masalah kesehatan ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, namun penyebab pastinya masih belum diketahui. Sarkoidosis bisa dipicu oleh paparan infeksi, debu, atau zat kimia. 

Paparan tersebut mengakibatkan reaksi yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh, sehingga membentuk reaksi peradangan dan granuloma pada organ yang terkena. Seiring bertambah besarnya granuloma pada organ yang terkena, maka fungsi organ juga akan ikut terganggu.

Nyeri di tulang hidung dekat mata pada umumnya bisa diobati secara sederhana. Termasuk dengan kondisi yang disebabkan oleh sarkoidosis. Apalagi faktanya setengah dari total kasus sarkoidosis dapat sembuh dengan sendirinya. Beberapa pasien tidak memerlukan penanganan khusus jika tidak ditemukan gejala yang signifikan. Namun, dokter tetap akan terus memantau perkembangan kondisi pasien.

Jika mendapat bantuan dari petugas medis, seseorang yang mengalami sarkoidosis bisa menjalani beberapa prosedur medis di bawah ini, seperti: 

  • Pemberian obat antiradang, yaitu kortikosteroid, obat yang menjadi pengobatan lini pertama untuk sarkoidosis. Obat ini bisa digunakan dengan cara diminum, dioleskan secara langsung pada kulit, atau diteteskan pada mata.
  • Pemberian hydroxychloroquine, untuk mengatasi gangguan kulit.
  • Pemberian obat imunosupresif, untuk menekan sistem kekebalan tubuh demi mengurangi gejala peradangan.
  • Transplantasi organ, jika sarkoidosis telah mengakibatkan kerusakan organ.

Selain menjalani pengobatan, melakukan perubahan gaya hidup seperti yang disarankan di bawah ini dapat memudahkan penderita dalam menjalani kehidupan sehari-hari:

  • Sebisa mungkin hindari paparan debu dan zat kimia
  • Berhenti merokok
  • Memulai diet dan pola makan seimbang yang direkomendasikan dokter
  • Memenuhi asupan air putih
  • Pastikan tubuh beristirahat dan berolahraga yang cukup.

Sarkoidosis hanyalah satu dari sekian banyak kemungkinan kondisi yang menyebabkan nyeri di tulang hidung dekat mata. Dokter dapat mencurigai seorang pasien menderita sarkoidosis jika terdapat gejala-gejalanya. Kemudian diperkuat oleh pemeriksaan fisik, yaitu dengan memeriksa bagian tubuh yang dicurigai terkena sarkoidosis, seperti mata, jantung, paru-paru, serta kelenjar getah bening, untuk mendeteksi adanya pembengkakan. Untuk memastikan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan, berupa:

  • Tes darah, untuk memeriksa kesehatan tubuh secara keseluruhan, khususnya fungsi organ hati dan ginjal.
  • Foto Rontgen dada, untuk memeriksa jika terdapat kelainan pada paru-paru atau terjadi pembesaran jantung.
  • Tes fungsi paru, untuk mengukur volume dan kapasitas paru-paru.
  • CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat gambaran organ lebih jelas.
  • Biopsi, dengan mengambil sebagian kecil jaringan dari bagian tubuh yang dicurigai sebagai granuloma, dan diperiksa di bawah mikroskop.

Yang sebenarnya terjadi jika seseorang mengalami nyeri di tulang hidung dekat mata bisa saja satu kondisi medis yang serius. Ada baiknya, seseorang langsung mencari bantuan petugas kesehatan apabila mengalami kondisi tersebut, terlebih yang sudah berlangsung selama beberapa waktu. Perlu diingat bahwa kualitas pengobatan jelas berkaitan dengan kemungkinan kesembuhan, dan lain-lain.

8 Fakta Penting Seputar Pheochromocytoma

Pheochromocytomas, disebut sebagai tumor langka yang berkembang di dalam kelenjar adrenal. Istilah pheochromocytoma (dalam bahasa Yunani, phios berarti kehitaman, chroma berarti warna, dan cytoma berarti tumor). Penyakit ini memiliki beberapa fakta penting yang wajib Anda ketahui, supaya tidak berlanjut semakin parah hingga memberikan dampak serius bagi tubuh.

1. Mengubah hormon tubuh secara signifikan

Pheochromocytomas memproduksi katekolamin secara berlebihan, sehingga mengganggu keseimbangan normal tubuh dari hormon respons stres. Meskipun sebagian besar pheochromocytomas berkembang di medula adrenal, ada kemungkinan untuk menemukan pheochromocytomas di daerah penghasil katekolamin lain seperti perut, panggul, dada, dan leher.

2. Mengganggu ritme jantung dan aliran darah

Medula adrenal memainkan peran penting dalam mensintesis dan mensekresi katekolamin – hormon seperti epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin). Ketika tubuh sedang stres, hormon-hormon ini dilepaskan untuk memulai respons yang membawa perubahan fisiologis secara cepat seperti peningkatan detak jantung dan aliran darah ke organ-organ penting. Efek hormonal ini terjadi dalam hitungan detik. 

3. Semua orang berisiko menderita pheochromocytomas

Pheochromocytomas muncul pada sekitar 1-2 orang dari 100.000 orang dewasa per tahun. Sekitar 1 dari 500 orang dengan tekanan darah tinggi ditemukan memiliki pheochromocytomas. Usia paling umum bagi orang untuk mengembangkan pheochromocytomas adalah selama 40-an dan 50-an. Pria dan wanita sama-sama terpengaruh.

4. Pheochromocytomas bisa berkembang di beberapa organ

Sekitar 85% pheochromocytomas terletak di dalam kelenjar adrenal, dan 98% berada di dalam perut. Ketika tumor tersebut muncul di luar kelenjar adrenal, mereka disebut pheochromocytomas ekstra-adrenal, atau paragangliomas.

Feokromositoma ekstra-adrenal berkembang di jaringan kromafin paraganglion sistem saraf. Mereka dapat terjadi di mana saja, mulai dari dasar otak ke kandung kemih. Lokasi umum untuk pheochromocytomas ekstra-adrenal termasuk organ Zuckerkandl (dekat dengan asal arteri mesenterika inferior), dinding kandung kemih, jantung, mediastinum, dan badan karotis dan glomus jugulare. 

5. Mengalami tekanan darah tinggi secara tiba-tiba

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah masalah paling umum yang dikaitkan dengan feokromositoma. Ini adalah hasil dari peningkatan pelepasan katekolamin epinefrin dan norepinefrin. Setiap tumor berbeda dari tumor berikutnya, pasien dengan pheochromocytoma dapat mengalami tekanan darah tinggi secara konsisten (karena pelepasan hormon yang konstan) atau puncak episodik dalam tekanan darah (karena semburan pelepasan hormon secara acak).

Gejala pheochromocytoma sering dikaitkan dengan lonjakan tekanan darah. Banyak pasien melaporkan merasakan “adrenalin” tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, dan dapat terjadi hingga beberapa kali per hari. 

6. Olahraga dapat memicu lonjakan pheochromocytoma

Beberapa pasien mengalami lonjakan pheochromocytoma secara serius usai mereka berolahraga. Biasanya, orang dengan pheochromocytoma akan mengalami beberapa gejala seperti sakit kepala parah, palpitasi atau detak jantung cepat, banyak berkeringat, rasa panas berlebihan, nyeri dada atau tekanan dada.

7. Pheochromocytoma biasanya bersifat kanker jinak

Mayoritas pheochromocytoma bersifat jinak. Kemungkinan pheochromocytoma ganas tampaknya sangat bergantung pada mutasi yang mendasarinya. Untuk kebanyakan pheochromocytomas sporadis, kurang dari 10% berubah menjadi ganas. Tingkat keganasan tertinggi dikaitkan dengan mutasi SDHB (familial pheochromocytoma/sindrom paraganglioma) yang dapat membawa tingkat keganasan di atas 50%.

8. Tidak semua penderita hipertensi memiliki pheochromocytoma

Tes urin 24 jam untuk mendiagnosis pheochromocytoma sangat diperlukan. Pheochromocytoma dianggap positif jika kadar katekolamin melebihi dua kali batas atas normal. Banyak orang, terutama penderita hipertensi, memiliki sedikit peningkatan kadar katekolamin yang secara teknis di atas kisaran normal. Akan tetapi tidak semua penderita hipertensi berisiko memiliki pheochromocytoma.

Pengobatan Alami untuk Mengatasi Kaki Terasa Panas

Kaki terasa panas merupakan suatu gejala yang menunjukkan adanya gangguan saraf pada kaki yang sering disebut sebagai neuropati. Kaki terasa panas ini bisa menyebabkan nyeri yang menimbulkan rasa tidak nyaman.

Kaki terasa panas biasanya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan gejalanya semakin intens saat malam hari. Penyebab paling umum dari kaki terasa panas adalah diabetes.

Ada berbagai cara untuk mengobati dan mengatasi kaki terasa panas. Ada yang harus menggunakan obat-obatan, ada juga yang bisa menggunakan pengobatan rumahan dan alami.

Pengobatan Alami dan Rumahan untuk Kaki Terasa Panas

1. Merendam kaki dalam air dingin

Merendam kaki dalam air dingin dapat membantu meredakan gejala kaki terasa panas, meski untuk sementara waktu.

Namun, orang yang menderita eritromelalgia harus menghindari cara pengobatan ini karena justru dapat merusak kulitnya.

2. Menggunakan metode RICE (rest, ice, compression, elevation)

Metode Rice ini dilakukan dengan cara mengistirahatkan kaki, mengompres es ke pergelangan kaki, memberikan tekanan, dan mengangkat kaki.

RICE dapat membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan yang dapat membantu mengurangi gejala kaki terasa panas.

3. Garam Epsom

Banyak dijumpai orang-orang menggunakan garam Epsom untuk mengatasi berbagai masalah, termasuk nyeri dan gejala kaki atlet.

Garam Epsom merupakan senyawa alami yang mengandung magnesium sulfat dan oksigen. Penggunaan garam Epsom juga memiliki manfaat termasuk:

  • mengurangi gejala kaki atlet
  • mengurangi peradangan
  • mengelupas kulit
  • mengurangi bau
  • meredakan sembelit.

Cara menggunakan garam Epsom untuk mengobati kaki terasa panas adalah dengan memasukkan garam Epsom ke dalam air hangat, lalu rendamlah kaki dalam campuran tersebut selama 20-30 menit.

Meski begitu, penderita diabetes harus memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu jika ingin melakukan pengobatan dengan menggunakan garam Epsom untuk mengobati kaki terasa panas. Hal ini karena garam Epsom dapat meningkatkan risiko kerusakan kaki pada penderita diabetes.

4. Cuka sari apel

Cuka sari apel dapat mencegah dan mengatasi bakteri, jamur, dan mikroba berbahaya lainnya.

Merendam kaki dalam air hangat dan cuka sari apel dipercaya dapat membantu mengobati kaki terasa panas karena kutu air. 

5. Suplemen kunyit

Kunyit mengandung senyawa kurkumin. Kurkumin memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba dan dapat dijadikan sebagai pengobatan yang efektif untuk beberapa kondisi kulit. Kurkumin juga merupakan pengobatan yang efektif untuk berbagai gangguan neurologis. Kurkumin juga dapat membantu mencegah perkembangan neuropati atau kaki terasa panas yang sudah kronis.

Suplemen kunyit dapat digunakan untuk mengobati kaki terasa panas. Anda bisa mengonsumsi kunyit dalam bentuk suplemen, atau mengonsumsi 1 sendok teh bubuk kunyit yang dicampur dengan 1/4 sendok teh merica bubuk, dan dikonsumsi tiga kali sehari.

6. Minyak ikan

Minyak ikan memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman karena nyeri. Jika seseorang menderita kaki terasa panas akibat diabetes, mereka dapat mengobatinya dengan minyak ikan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Diabetes Reviews pada tahun 2018 menunjukkan bahwa minyak ikan dapat memperlambat perkembangan kaki terasa panas karena diabetes.

Suplemen minyak ikan juga mudah ditemukan dan tersedia tanpa harus menggunakan resep (OTC). 

7. Jahe

Minyak jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan merupakan pengobatan yang efektif untuk mengatasi kaki terasa panas

8. Lidokain atau capsaicin

Lidokain adalah obat bius lokal. Para ahli medis sering menggunakan lidokain untuk membuat kulit menjadi mati rasa sebelum melakukan prosedur tertentu seperti pengambilan darah.

Capsaicin merupakan zat aktif yang terkandung dalam cabai dan bermanfaat sebagai pereda nyeri alami. Satu penelitian yang dipublikasikan oleh British Journal of Anaesthesia pada tahun 2011 menunjukkan bahwa capsaicin juga efektif dalam membantu mengatasi rasa sakit.

Beberapa ahli medis juga mengusulkan krim topikal yang mengandung capsaicin dan lidokain sebagai pengobatan yang efektif untuk gejala nyeri neuropati diabetes. Keduanya adalah pengobatan umum untuk kaki terasa panas pada penderita diabetes.

9. Pijat kaki

Memijat kaki bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah. Oleh karena itu, jika Anda mengalami kaki terasa panas, maka Anda dapat memijat kaki untuk meningkatkan sirkulasi dan aliran darah ke area yang membutuhkannya.

Testis Sakit? Waspadai Bisa Menyebabkan Kemandulan

Masalah ketidaksuburan bisa terjadi pada setiap laki-laki maupun perempuan, namun permasalah ketidaksuburan pada laki-laki dapat terjadi karena adanya masalah pada testis. Mengingat peran testis sebagai pabrik sperma. Tentu hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran pada pria. Jika testis sakit atau terjadi peradangan pada testis bisa jadi menyebabkan kemandulan. Oleh karena itu, segera lakukan pemeriksaan. 

Penyakit yang dapat mengakibatkan kemandulan bagi pria yang menyerang pada bagian testis ini, dikenal dengan varikokel. Apa itu varikokel? Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah di skrotum atau buah zakar membengkak dan membesar. Ini sangat mirip dengan varises yang dialami pada kaki Anda. Ketika varikokel berkembang pada buah zakar Anda, maka dapat menghalangi aliran darah ke seluruh sistem reproduksi, karena darah tidak dapat kembali ke jantung maka darah menggenang di buah zakar. kemudian pembuluh dara menjadi besar secara tidak normal. Maka, ini bisa menjadi penurunan jumlah sperma Anda. 

Bagaimana varikokel dapat menyebabkan kemandulan?

Varikokel telah dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma, peningkatan DNA sperma yang rusak, morfologi sperma yang buruk dan pergerakan sperma yang buruk. Sebuah teori menjelaskan bahwa sirkulasi yang buruk dapat mengakibatkan peningkatan kadar racun, yang berakibat pada kesehatan air mani yang buruk. Selain itu, teori lain menjelaskan peningkatan tekanan skrotum dapat membahayakan kesehatan air mani. 

Kejadian seperti ini paling sering terjadi pada pria antara 15 hingga 25 tahun. Varikokel umumnya terbentuk selama pubertas dan lebih sering terjadi pada sisi kiri skrotum atau buah zakar. 

Apa saja gejala dari testis sakit terkait varikokel?

Semua pria tidak sadar adanya varikokel hingga baru tersadar ketika mengalami masalah kesuburan. Ketika baru dianalisis air mani yang tidak normal maka akan dilakukan tindak lanjut dengan pemeriksaan fisik oleh dokter, dan kemudian varikokel akan ditemukan. Tetapi, varikokel ini juga memiliki tanda atau gejala. 

  • Biasanya nyeri ringan dan terlokalisasi yang dimulai setelah pubertas (saat varikokel pertama kali berkembang).
  • Hampir selalu di sisi kiri dan bukan di kanan, karena 95% varikokel hanya terjadi di sisi kiri.
  • Rasa sakit biasanya di testis, di sekitarnya, atau di atasnya. Kulit skrotum tidak sakit. Biasanya tidak ada nyeri di selangkangan, yang lebih khas pada hernia.
  • Nyeri varikokel terasa sakit atau “kongestif”, atau mungkin terasa seperti “berat” atau hanya meningkatkan kepekaan. Itu tidak tajam atau menusuk.
  • Rasa sakitnya diperburuk dengan aktivitas fisik (yaitu olahraga, seks), berdiri, dan bahkan duduk. Ini sering terjadi hanya di penghujung hari.

Bagaimana penyembuhannya?

Kemandulan merupakan komplikasi dari varikokel. Dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk melakukan operasi varikokelektomi untuk memiliki anak. Operasi yang dilakukan ini juga memiliki efek samping dari penurunan produksi testosteron, seperti penambahan berat badan, dan penurunan gairah seks. Penyembuhan lainya bisa dilakukan dengan Perawatan embolisasi perkutan, dan Varikokelektomi laparoskopi. Namun, sebaliknya jika varikokel tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, dokter akan menyarankan untuk membiarkannya untuk menghindari resiko operasi. 

Prosedur pemulihan pasca operasi varikokel

Setelah melakukan operasi varikokel ini, tentunya masih perlu proses pemulihan yang dilakukan di rumah apa saja prosedur tersebut. 

  • Pertama, jangan lupa dengan minum obat atau antibiotik yang sudah diresepkan oleh dokter. 
  • Kedua, minum obat nyeri, seperti ibuprofen tujuannya untuk mengatasi rasa sakit pasca operasi. 
  • Ketiga, ikut saran atau instruksi yang diberikan oleh dokter untuk membersihkan sayatan dari operasi varikokel. 
  • Keempat, lakukan kompres es ke buah zakar selama 10 menit, setiap beberapa kali sehari agar pembengkakan turun. 

Pasca operasi dilakukan tentu Anda harus menghindari aktivitas yang dapat mengganggu, apa saja aktivitas harus dihindar. 

  • Jangan melakukan hubungan seks sampai dua minggu. 
  • Jangan melakukan kegiatan olahraga yang berat atau mengangkat yang berat-berat atau lebih berat dari 4,5 Kg. 
  • Jangan berenang, mandi atau merendamkan testis Anda ke dalam air karena dapat menyebabkan testis sakit kembali. 
  • Jangan mengejan atau memaksakan buang air besar. Pertimbangkan untuk menggunakan pelunak feses agar gerakan usus lebih mudah.

Kepala Sering Pusing? Ini 5 Alasan yang Mungkin Terjadi!

kepala sering pusing

Mungkin Anda berpikir wajar jika sering mengalami sedikit pusing, terlebih lagi ketika Anda habis melakukan sesuatu. Seperti, latihan yang melelahkan, melompat dari tempat duduk terlalu cepat atau tiba-tiba saja merasa pusing. 

Mengalami pusing sesekali memang merupakan hal yang normal. Tetapi, jika kepala sering pusing bisa jadi hal tersebut karena suatu masalah yang lebih serius. Nah, berikut beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab kepala Anda sering pusing.

Mengapa kepala sering pusing?

Beberapa hal berikut mungkin bisa menjadi penyebab mengapa kepala Anda sering mengalami pusing. Meliputi: 

  1. Masalah telinga bagian dalam

Masalah telinga bagian dalam yang dikenal sebagai vertigo dapat mempengaruhi keseimbangan Anda. vertigo menyebabkan sensasi berputar, membuatnya terasa seperti mabuk perjalanan atau seolah-olah Anda miring ke satu sisi. 

Vertigo dapat berkembang setelah infeksi saluran pernapasan atas, sinus, atau telinga, dapat berkembang secara tiba-tiba menyebabkan perputaran yang intens dan berhubungan dengan mual dan muntah. 

  1. Dehidrasi

Anda mungkin mengalami dehidrasi jika kepanasan, jika Anda tidak makan atau minum cukup, atau jika Anda sakit. Tanpa cairan yang cukup, volume darah Anda akan turun, menurunkan tekanan darah dan membuat otak tidak mendapatkan cukup darah bisa menyebabkan pusing.

  1. Migrain

Migrain dengan gejala mulai dari sakit kepala hebat hingga mual. Muntah, dan kelelahan dapat sangat mengganggu. Jika Anda menderita migrain, ada baiknya untuk mengetahui beberapa tanda peringatan yang umum, sehingga Anda dapat bersiap atau mencoba mencegahnya. 

  1. Penurunan tekanan darah

Saat Anda bangun terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring dan darah Anda tidak mengalir secepat ke kepala, maka Anda akan mengalami perasaan seperti pusing. Secara medis, hal ini dikenal sebagai hipotensi ortostatik, dimana tekanan darah turun drastis saat Anda berdiri. 

Mungkin Anda merasa akan pingsan, bingung, atau mengalami penglihatan kabur, tetapi biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika hal ini sering terjadi, bicarakan dengan dokter Anda. 

  1. Sirkulasi yang buruk

Sirkulasi darah yang buruk ke otak Anda dapat menyebabkan gejala pusing, lemas, mati rasa, dan kesemutan. Jika otak kekurangan oksigen dan nutrisi karena berkurangnya aliran darah, gejala-gejala ini dapat muncul dengan cepat. 

Kondisi jantung yang mendasari hal ini bisa menjadi alasan mengapa otak Anda tidak mendapatkan cukup darah. Atau, dalam kasus yang jarang sekali terjadi, pusing bisa menjadi gejala yang disebut “mini stroke” atau serangan iskemik transien, dimana aliran darah ke otak tersumbat untuk sementara. 

Meskipun gejala ini hanya berlangsung beberapa menit, gejala tersebut dapat mengindikasi risiko stroke di masa mendatang. Temui dokter jika Anda mengalami serangan pusing dengan gejala seperti tadi untuk mengetahui apakah Anda berisiko atau tidak. Pengencer darah dapat digunakan untuk mencegah penggumpalan. 

Lalu apa bedanya dengan pusing biasa?

Mungkin memang sulit untuk membedakan mana pusing biasa atau pusing dengan beberapa penyakit di atas. Mungkin beberapa pertanyaan terkait pusing yang Anda alami dari dokter akan menjawab, apakah pusing yang Anda alami berbahaya atau tidak. 

Penyebab umum pusing bisa termasuk efek samping dari pengobatan; infeksi atau gangguan lain pada telinga bagian dalam; tumor; stroke yang terjadi di bagian belakang otak; penyakit Meniere yang menyerang saraf penting dalam keseimbangan dan pendengaran; vertigo posisi paroksismal jinak, ketika kristal kecil di telinga bagian dalam terlepas dan bergerak di dalam saluran telinga; dan penyakit Parkinson. 

Jadi, mengobati kondisi yang mendasari kepala sering pusing bisa jadi dapat meredakan. Tetapi jangan pernah abaikan pusing yang terjadi. Pasalnya, vertigo dapat membuat Anda jatuh dan cedera. 

Penyebab Benjolan Di Kulit Kepala

Setiap orang perlu berhati-hati ketika melakukan aktivitas, baik di dalam maupun luar rumah. Jika tidak, mereka bisa terkena risiko seperti benjolan di kulit kepala. Benjolan di kulit kepala sering terjadi karena berbagai faktor seperti kecelakaan. Benjolan di kulit kepala tidak menimbulkan kondisi yang berbahaya.

Meskipun tidak berbahaya, pasien yang mengalami benjolan di kulit kepala perlu diperiksa oleh dokter supaya kondisinya bisa segera ditangani. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa terus timbul di kepala sehingga tidak dapat disembuhkan dan dapat mengancam jiwa.

image Benjolan di Kulit Kepala

Gejala

Berikut adalah gejala yang bisa terjadi jika seseorang mengalami benjolan di kulit kepala:

  • Kemerahan di kulit kepala.
  • Gatal.
  • Nyeri.
  • Benjolan yang meliputi cairan atau nanah.
  • Bercak.

Penyebab

Berikut adalah penyebab benjolan di kulit kepala:

  • Jerawat

Jerawat bisa terjadi di bagian tubuh manapun, termasuk kepala. Jerawat timbul karena bakteri, hormon, atau pori-pori yang tersumbat. Jerawat di kepala tidak hanya menyebabkan benjolan, namun juga dapat menyebabkan pendarahan (jika ditekan).

  • Folikulitis

Folikulitis merupakan jenis infeksi yang terjadi karena folikel rambut rusak. Folikulitis menyebabkan benjolan merah di kepala. Selain benjolan, folikulitis menyebabkan rasa nyeri, perih, dan nanah pada benjolan tersebut.

  • Reaksi alergi

Reaksi alergi merupakan salah satu penyebab yang paling umum terjadi. Reaksi alergi dapat menyebabkan berbagai reaksi pada tubuh, salah satunya termasuk benjolan di kulit kepala. Ada berbagai faktor yang dapat memicu reaksi alergi, salah satunya termasuk zat kimia yang umumnya ditemukan di produk kecantikan.

  • Kutu rambut

Kutu rambut merupakan penyebab lain yang dapat memicu penularan di kulit kepala sehingga benjolan juga akan muncul.

  • Dermatitis atopik

Dermatitis atopik, atau yang lebih umum disebut sebagai ketombe, bisa terjadi karena jamur di kulit kepala tumbuh secara berlebihan. Ketombe juga terjadi karena dehidrasi dan stres. Ketombe tidak hanya menyebabkan benjolan di kulit kepala, namun juga dapat menyebabkan rasa gatal.

  • Kanker kulit

Kanker kulit merupakan jenis kulit yang lebih sering terjadi pada manusia. Seseorang yang mengalami kanker kulit bisa diketahui melalui tanda-tanda berupa benjolan yang warnanya seperti lilin dan luka yang terjadi secara berulang kali.

  • Psoriasis

Psoriasis merupakan kondisi kulit kronis yang menimbulkan bercak di kulit kepala. Selain bercak, psoriasis juga dapat menimbulkan rasa gatal.

Jika Anda Mengalami Masalah Pada Kepala

Jika Anda mengalami masalah yang serius pada kepala, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis yang berkaitan dengan kepala Anda (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki reaksi alergi terhadap bahan tertentu?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dapat dilakukan untuk mengetahui seberapa parah kondisi yang dialami pasien.

  • Pemeriksaan neurologis

Pemeriksaan neurologis dapat dilakukan untuk mengetahui apakah fungsi saraf bekerja dengan baik atau tidak.

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan seperti CT scan dan MRI dapat dilakukan untuk melihat kondisi kepala secara mendetail.

Pengobatan

Pengobatan untuk masalah pada kepala seperti benjolan tergantung pada penyebab dan seberapa parah kondisi tersebut dialami pasien. Contoh obat yang bisa dikonsumsi pasien adalah obat antibiotik dan obat antihistamin.

Kesimpulan

Benjolan di kulit kepala merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan berbagai gejala di kepala. Jika Anda mengalami masalah pada kepala atau ingin tahu lebih lanjut tentang masalah pada kepala, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Cara Mengatasi Mata Bengkak

Terdapat berbagai macam hal yang bisa menyebabkan mata menjadi bengkak, meski begitu terlepas dari penyebabnya gejala yang muncul bisa diringankan dengan beberapa perawatan sederhana. Langkah-langkah tersebut bisa dijadikan sebagai perawatan pertama jika seseorang mengalami kondisi mata bengkak.

Pada dasarnya kondisi ini disebabkan oleh penumpukan cairan berlebih pada kelopak mata atau jaringan penghubung yang ada di sekitar mata. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai macam penyakit, seperti alergi, konjungtivis hingga seluitis orbital. Meski begitu, gejala yang muncul bisa diatasi dengan perawatan sederhana dan bisa dilakukan di rumah.

Mengatasi Mata Bengkak

  1. Mengompres

Mengompres dengan menggunakan kain yang sebelummnya sudah direndam dengan air dingin bersih, atau bisa dengan menempelkan kantong kompres berisi es selama 15 menit dalam satu jam sekali. Kantong kompres dari terlebih dahulu juga bisa dimasukkan ke dalam kulkas, kafein pada teh mampu meredakan pembengkakan.

Pada kasus tertentu, bengkak yang disebabkan karena kista dan bintitan dapat diatasi dengan mengompres sebanyak 4-5 kali dalam sehari. Kompres ini berguna untuk membantu melancarkan penyumbatan kelenjar minyak.

  1. Bilas dengan Air Garam

Mencoba mencuci mata dengan menggunakan larutan air garam atau larutan saline, cara ini dianggap ampuh dalam mengatasi mata yang bengkak. Faktor yang memengaruhi adalah garam bersifat dapat menarik dan selain itu memiliki sifat antimikroba, sifat ini mampu mengobati mata yang bengkak karena infeksi.

Meski begitu perlu diingat bahwa sangat disarankan untuk menggunakan larutan saline yang terdapat di apotek karena sudah terjamin kebersihannya. Menggunakan air garam yang tidak bersih untuk mencuci mata hanya meningkatkan risiko terjadinya iritasi dan infeksi.

  1. Obat Tetes Mata

Mata bengkak yang disebaabkan oleh alergi dapat ditangani menggunakan obat tetes dengan kandungan antihistamin dan bisa didapatkan di apotek. Meski begitu jika alergi yang terjadi tergolong parah, pasien perlu mendapat penanganan langsung dari dokter.

Penyebab Mata Membengkak

  1. Konjungtivitas

Merupakan penyebab paling umum dari keluhan mata bengkak, kondisi ini ditandai dengan gejala lain seperti mata merah, berair, gatal dan belekan. Penyebab umumnya adalah infeksi virus, bisa juga disebabkan karena infeksi bakteri atau iritasi karena produk perawatan tertentu, misalnya seperti shampo.

  1. Alergi

Salah satu gejala yang dialami pasien dalam kondisi ini adalah ketika kontak dengan zat pemicu alergi, seperti serbuk sari, debu, makanan dan obat-obatan tertentu. Alergi juga bisa ditandai dengan gejala lain, seperti bersin, hidung tersumbat, mata gatal, bibir atau wajah bengkak hingga sesak napas.

  1. Blefaritis

Gejalanya bisa ditandai dengan mata bengkak pada area kelopak mata dan mata merah, berair, gatal hingga terasa mengganjal. Penyebab dari kondisi ini belum diketahui secara pasti, namun diduga kuat dapat dipicu oleh dermatitis, seboroik, infeksi, tersumbatnya kelenjar minyak pada kelopak mata hingga munculnya kutu pada bulu mata.

  1. Seluitis Orbita

Mata bengkak karena kondisi ini ditandai dengan gejala mata merah, nyeri saat menggerakkan bola mata hingga penglihatan dapat menjadi buram. Kondisi ini sering dialami anak-anak dan dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diatasi dengan penanganan yang tepat. 

Dalam mengatasi kondisi mata bengkak, selain menggunakan perawatan di atas sangat disarankan untuk menghindari menyentuh atau menggosok mata dengan tangan. Segera lepas lensa kontak jika tengah memakainya, jangan lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu, selain itu juga hindari aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera mata.

Waspada Penyakit Langka Myotonia Congenita Pada Anak

Myotonia congenita adalah suatu penyakit langka yang menyebabkan otot menjadi kaku serta lemas. Otot kaku ini bisa menyebabkan penderitanya jadi sulit berjalan, sulit makan, dan berbicara. 

Kondisi ini bisa dideteksi sejak masih anak-anak. Anak-anak bisa menderitanya karena faktor genetik. Jika orang tua Anda menderita penyakit ini, Anda lebih mungkin untuk mengalaminya juga, demikian juga dengan anak Anda. 

image Myotonia Congenita

Mengapa anak bisa menderita myotonia congenita?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, myotonia congenita terjadi karena faktor genetik. Secara spesifik, ini terjadi akibat mutasi pada gen CLCN1, yaitu gen yang memberikan instruksi pada tubuh untuk membuat protein yang membentuk sel-sel otot.

Mutasi pada gen tersebut akan mempengaruhi pembentukan protein, sehingga berdampak juga pada melemahnya sel otot. Ini terjadi karena otot Anda sudah terlalu sering berkontraksi.

Myotonia congenita juga dikenal sebagai penyakit saluran klorida. Hal ini akan mempengaruhi aliran ion untuk melintasi membran sel otot. 

Pada dasarnya, saluran tersebut membantu Anda untuk mengontrol cara otot merespon rangsangan. Namun, ketika gen CLCN1 bermutas, saluran ini jadi tidak bekerja dengan semestinya, sehingga otot tidak bisa rileks dengan normal. 

Tanda-tanda anak terkena myotonia congenita

Penyakit ini sudah bisa dideteksi sejak masih usia anak-anak. Jika anak Anda menderitanya, Anda bisa mengenali gejala sebagai tanda-tandanya. 

Gejala utama dari myotonia congenita adalah otot yang menjadi kaku. Ketika anak mencoba bergerak setelah berdiam diri cukup lama, otot akan menjadi tegang. 

Kemungkinan besar, hal ini akan mempengaruhi otot kaki. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa otot wajah, tangan, dan bagian tubuh lainnya juga bisa menjadi kaku. 

Tingkat keparahan gejala ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Ada penderita yang hanya merasa kaku, tetapi masih bisa beraktivitas. Sementara, ada juga penderita yang kesulitan bergerak sama sekali karena kekakuan tersebut. 

Umumnya, rasa kaku akan paling terasa setelah anak Anda melakukan hal-hal berikut ini:

  • Mencoba berdiri dari kursi atau tempat tidur
  • Mulai berjalan
  • Menaiki anak tangga
  • Membuka kelopak mata setelah menutupnya dalam waktu lama

Gejala akan dirasakan setelah otot Anda terdiam cukup lama. Biasanya, setelah Anda mulai mencoba untuk bergerak kembali, kekakuan di otot akan berangsur-angsur membaik. Ini terjadi karena otot sudah melalui pemanasan.

Rata-rata penderita myotonia congenita memiliki otot yang sangat besar. Kondisi ini disebut dengan hipertrofi. Otot-otot besar ini akan membuat Anda terlihat seperti binaragawan meski sedang tidak mengangkat beban berat. 

Dalam beberapa kasus yang cukup parah, beberapa penderita juga mengalami gejala tambahan berupa penglihatan ganda serta kesulitan mengunyah, menelan, atau berbicara. 

Jenis-jenis penyakit myotonia congenita

Ada dua jenis myotonia congenita yang bisa terjadi pada seseorang, yaitu penyakit Thomsen dan Becker. Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:

  • Penyakit Becker

Jika mengalami kondisi Becker, Anda atau anak Anda kemungkinan besar akan mengalami kram yang mempengaruhi otot manapun di seluruh tubuh. Namun, kram ini paling menonjol di otot kaki. Ini akan menyebabkan kelemahan otot. 

  • Penyakit Thomsen

Sementara, apabila Anda mengalami kondisi Thomsen, kram dan kekakuan otot yang dirasakan akan disertai dengan kelainan mata, seperti mata malas. Kondisi ini cenderung lebih mengganggu dibanding penyakit Becker.Lakukan konsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui cara terbaik mengatasi myotonia congenita. Dokter bisa menyesuaikan pengobatan sesuai dengan usia Anda maupun anak Anda.

Otosclerosis Penyebab Tuli pada Dewasa Muda, Bisakah Disembuhkan?

Otosclerosis merupakan penyebab gangguan pendengaran paling umum yang menyerang dewasa muda. Otosklerosis berkaitan dengan tiga tulang kecil di telinga bagian tengah, khususnya yang disebut dengan stape.

Proses mendengar dimulai ketika getaran suara diterima oleh liang telinga, ditangkap oleh gendang telinga (membran timpani) dan bagian telinga lainnya, lalu sampai pada saraf, dan pada akhirnya sampai pada area otak yang bertanggung jawab dalam memproses suara.

Tulang di dalam telinga juga berperan dalam proses mendengar. Ketika tulang telinga tengah tumbuh dan menempel dengan tulang di sekitarnya, kemampuan mendengar menjadi terganggu. Kondisi ini disebut dengan otosclerosis. 

Apa itu otosclerosis?

Otosclerosis merupakan penyebab gangguan pendengaran paling umum yang menyerang dewasa muda. Otosklerosis berkaitan dengan tiga tulang kecil di telinga bagian tengah, khususnya yang disebut dengan stape. 

Kondisi ini terjadi ketika sebagian tulang tumbuh secara abnormal sehingga mencegah stape bergetar secara normal sebagai respon terhadap suara. Padahal, stape sangat penting dalam mentransmisikan gelombang suara dari telinga luar ke telinga bagian dalam.

Akibatnya, gelombang suara tidak berhasil sampai secara maksimal yang menyebabkan gangguan pendengaran. 

Penyebab otosclerosis

Para ahli tidak mengetahui secara jelas penyebab otosclerosis. Namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena gangguan pendengaran tersebut.

  • Usia

Otosclerosis mulai berkembang di usia 10 hingga 45 tahun, tapi lebih sering pada usia 20-an. Gejala akan memburuk di usia 30-an.

  • Genetika

Faktor genetika dipercaya terlibat dalam perkembangan ostclerosis. Setengah kasus otosclerosis memiliki gen terkait dengan kondisi tersebut. Namun ini tidak selalu menurun dalam keluarga. 

  • Jenis kelamin

Otosclerosis bisa menyerang siapa saja. Tapi wanita memiliki risiko yang lebih tinggi. Wanita yang mengalami otosklerosis selama kehamilan cenderung kehilangan pendengaran lebih cepat daripada wanita yang tidak hamil dan laki-laki.

  • Ras dan etnis

Sekitar 20% kasus otosklerosis dialami oleh kaukasia. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok ras dan etnis lain, terutama pada orang Afrika-Amerika.

  • Kondisi kesehatan

Orang yang pernah terinfeksi virus, khususnya campak, sangat berisiko terkena otosclerosis. Perubahan hormonal dan gangguan sistem kekebalan tubuh juga diduga berperan dalam perkembangan penyakit. 

Gejala

Otosclerosis mempengaruhi kedua telinga. Sekitar 10-15 persen hanya mengalami gangguan pendengaran pada salah satu pria, khususnya pada pria.

Gejala umum lainnya meliputi:

  • Tidak bisa mendengar suara bernada rendah atau suara bisikan
  • Pusing, vertigo, atau masalah keseimbangan
  • Tinnitus, atau suara berdering di telinga

Bisakah otosclerosis disembuhkan?

Otosclerosis merupakan gangguan pendengaran progresif, yang berarti kondisinya akan semakin memburuk seiring waktu. Pengobatan yang tersedia hanya bisa mengurangi keparahan gejala dan memperlambat kehilangan pendengaran. Kecuali jika Anda mengajukan untuk dilakukan pembedahan.

Perawatan didasarkan pada tingkat keparahan penyakit. Pilihan perawatan untuk otosclerosis antara lain:

  • Penggunaan alat bantu dengar

Jika kasus otosclerosis ringan, dokter akan melakukan pemantauan untuk menguji pendengaran Anda secara teratur. Anda juga akan disarankan untuk menggunakan alat bantu dengar.

Alat bantu dengar memang tidak dapat menyembuhkan otosklerosis, namun ini bisa mempertajam pendengaran Anda. Ini merupakan alternatif yang aman jika Anda tidak menginginkan operasi.

Karena penyakit bersifat progresif, dibutuhkan alat bantu dengar yang lebih kuat agar Anda bisa mendengar. Namun jika semakin parah, dokter lebih menyarankan untuk dilakukan pembedahan.

  • Pengobatan alternatif

Pengobatan dengan natrium fluorida terbukti memiliki hasil yang baik dalam meringankan gejala otosclerosis. Namun ini belum tentu efektif pada beberapa orang.

  • Operasi

Operasi adalah pilihan yang tepat untuk Anda yang menginginkan pendengaran kembali normal. Pembedahan juga memiliki efek menstabilkan dan mencegah otosclerosis berkembang ke area telinga lainnya.

Meskipun risiko pembedahan jarang terjadi, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter dan mempertimbangkan resikonya. 

Catatan

Otosclerosis bisa sembuh seutuhnya dan pendengaran Anda kembali normal hanya jika Anda mendapatkan perawatan medis sejak dini. Jika Anda memiliki masalah pendengaran, konsultasikan dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Kenali Cara Mengatasi Orang Pingsan yang Benar

cara mengatasi orang pingsan

Orang bisa pingsan kapan saja dan di mana saja. Maka dari itu, dalam memberikan pertolongan pertama pada orang pingsan tidak hanya tugas untuk dokter dan perawat. Semua orang perlu tahu cara mengatasi orang pingsan yang tepat agar penanganan bisa dilakukan saat itu juga.

Keadaan pingsan ini terjadi ketika otak kekurangan pasokan darah, sehingga asupan oksigen dan gula darah ke otak juga berkurang. Padahal, keduanya dibutuhkan oleh otak untuk dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya, dapat terjadi penurunan kesadaran untuk sementara waktu.

Selain karena berkurangnya aliran oksigen dan gula darah ke otak, pingsan juga bisa disebabkan oleh kelelahan. Pingsan juga bisa saja disebabkan oleh kondisi medis atau penyakit tertentu, seperti:

  • Hipoglikemia.
  • Gangguan jantung, misalnya kelainan irama jantung (aritmia) dan gagal jantung.
  • Serangan panik.
  • Gangguan elektrolit.
  • Penurunan tekanan darah yang drastis, misalnya karena hipotensi ortostatik atau dehidrasi.

Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai ketika Seseorang Pingsan

Pingsan dapat dialami oleh siapa pun dan kapan saja. Misalnya, ketika tubuh terlalu lelah, telat makan, mengubah posisi tubuh terlalu cepat, atau saat berdesak-desakan di dalam kendaraan umum.

Kondisi tersebut dapat memicu penurunan tekanan darah dan detak jantung, sehingga asupan darah ke otak berkurang dan mengakibatkan penurunan kesadaran.

Pingsan yang bukan disebabkan oleh kondisi medis serius biasanya tidak berbahaya dan penderitanya bisa sadar dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Akan tetapi, pingsan perlu diwaspadai jika disertai tanda dan gejala lain, seperti:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas atau tidak napas bernapas spontan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Bibir membiru
  • Kulit pucat dan dingin
  • Kejang
  • Tampak kebingungan
  • Sakit kepala
  • Pingsan setelah mengalami cedera kepala

Seseorang yang mengalami pingsan disertai beberapa hal di atas perlu segera mendapat pertolongan medis dan dibawa ke UGD rumah sakit terdekat.

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan pada Orang Pingsan

Penanganan terhadap orang pingsan sebenarnya tergantung pada penyebabnya. Namun, ada cara umum yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama dalam mengatasi orang pingsan (sebelum orang tersebut ditolong oleh dokter di rumah sakit).

Berikut ini adalah langkah-langkah yang tepat untuk menolong orang yang pingsan:

  • Pindahkan orang yang pingsan ke lokasi yang aman dan nyaman. Misalnya jika pingsan di jalan, coba pindahkan orang tersebut ke tepi jalan. Jika pingsan disebabkan oleh hawa panas, pindahkan orang tersebut ke tempat yang lebih teduh dan pastikan dia mendapatkan udara segar.
  • Minta bantuan orang lain untuk menghubungi ambulans atau rumah sakit terdekat.
  • Periksa kondisi orang yang pingsan, panggil orang tersebut dan lihat apakah ia dapat memberi respon atau menjawab panggilan. Selain itu, perhatikan juga apakah orang tersebut dapat bernapas dan terdapat denyut nadi di lehernya.
  • Posisikan secara terlentang dan naikkan kakinya lebih tinggi sekitar 30 cm dari dada. Tindakan ini bertujuan untuk mengembalikan aliran darah kembali ke otak. Orang yang pingsan di tempat duduk pun dianjurkan untuk dibaringkan di lantai atau permukaan yang datar.
  • Jangan lupa untuk melonggarkan pakaiannya, agar dia dapat lebih mudah dan nyaman untuk bernapas.
  • Ketika sadar, berikan dia minuman manis, seperti teh manis. Minuman manis dapat meningkatkan gula darah dan mengembalikan energi yang diperlukan tubuhnya.
  • Jika dia muntah, miringkan kepalanya agar tidak tersedak dan muntahannya tidak mengenai dirinya.
  • Jika orang tersebut tetap tidak sadarkan diri hingga beberapa menit lamanya, tidak bernapas, atau denyut nadinya tidak terdeteksi, maka Anda perlu memberikan napas buatan dan CPR sambil menunggu ambulans datang.

Orang yang telah sadar dari pingsan disarankan untuk tidak terlalu cepat berdiri. Dia perlu didudukkan atau beristirahat setidaknya selama 15–20 menit, agar pingsan tidak terulang kembali.

Tanyakan apakah dia masih mengalami gejala, seperti sesak napas, sakit kepala, lemas, atau sulit menggerakkan bagian tubuh tertentu.

Jangan tunda untuk segera membawanya ke UGD rumah sakit terdekat, jika orang yang pingsan tersebut mengeluhkan beberapa gejala di atas, sedang hamil, mengalami cedera kepala, atau menunjukkan gejala lain, seperti linglung, penglihatan buram, sulit bicara, demam, atau kejang.

Demikian penjelasan mengenai cara mengatasi orang pingsan. Jadi, jika kamu melihat orang pingsan bisa langsung melakukan cara-cara tersebut ya.