Manfaat Phone Sex Agar Hubungan Jarak Jauh Tetap Romantis

Untuk menjaga kualitas hubungan pasangan yang menjalin hubungan jarak jauh, tidak ada salahnya sesekali Anda melakukan phone sex. Ini bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan kepuasan seksual tanpa harus melakukannya secara langsung. Cara ini paling cocok untuk pasangan suami istri yang sudah menikah akan tetapi harus tinggal secara terpisah.

Bagi pasangan yang sudah menikah, melakukan hubungan intim merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga. Akan tetapi tidak semua pasangan beruntung bisa tinggal bersama dan melakukan hubungan suami istri kapan pun yang mereka inginkan. Bagi pasangan LDR hal ini pastinya menjadi tantangan tersendiri karena harus menahan hasrat untuk melakukan hubungan dengan pasangan.

Meskipun sering dianggap tabu, phone sex ternyata memiliki banyak manfaat khususnya bagi pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh. Dengan cara ini Anda dan pasangan tetap bisa memuaskan gairah sex satu sama lain. 

Bagi Anda yang ingin mencoba bercinta lewat telepon ini, berikut beberapa manfaatnya yang perlu Anda ketahui.

Manfaat Phone Sex untuk Menjaga Kualitas Hubungan Pasangan LDR

Melakukan phone sex tidak selalu bersifat negatif. Akan tetapi bagi pasangan yang sudah menikah dan sedang menjalani hubungan jarak jauh, melakukan panggilan sex bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga keharmonisan hubungan suami istri. Nah, berikut ini beberapa manfaat dari melakukan panggilan sex yang perlu Anda ketahui.

1. Menjaga Kualitas Hubungan Pasangan LDR 

Salah satu manfaat utama dari melakukan phone sex adalah untuk menjaga kualitas hubungan pasangan yang LDR tetap terjaga dengan baik. Seperti yang diketahui, menjalani hubungan jarak jauh khususnya bagi pasangan yang sudah menikah bukan hal mudah. Selain. tidak bisa bertemu secara langsung, hubungan LDR juga lebih rawan terjadi kesalahpahaman karena komunikasi yang kurang efektif.

Agar hasrat  biologis dan gairah sex bisa tetap tersalurkan, tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk melakukan panggilan sex dengan pasangan. Cara ini sebenarnya mirip dengan masturbasi akan tetapi mendapatkan rangsangan langsung dari pasangan sehingga sensasinya akan terasa nyata. Dengan melakukan phone sex, komunikasi antar pasangan juga bisa lebih terjaga sehingga meskipun menjalani hubungan jarak jauh Anda bisa tetap harmonis dengan pasangan.

2. Meningkatkan Semangat Ketika Bertemu Pasangan

Menjalani hubungan jarak jauh bukan hal mudah bagi pasangan kekasih maupun pasangan suami istri. Jika tidak ada komitmen untuk menjaga hubungan dengan baik, menjalin hubungan LDR sangat rawan menyebabkan perpisahan. Selain menjaga komunikasi dengan baik, sesekali melakukan panggilan sex juga bisa menjadi kunci agar hubungan jarak jauh tetap harmonis. Dengan gairah sex yang tetap terpenuhi, rutin melakukan phone sex juga bisa meningkatkan semangat ketika bertemu dengan pasangan sehingga hubungan harmonis akan terus terjaga dengan baik.

3. Alternatif untuk Kepuasan Tanpa Kontak Fisik

Manfaat lainnya dari melakukan panggilan sex adalah bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan kepuasan tanpa harus melakukan kontak fisik. Dengan berbagai alasan, ada beberapa pasangan yang tidak bisa melakukan kontak fisik meskipun tidak sedang menjalani hubungan jarak jauh. Sebagai gantinya, Anda bisa mengucapkan kata-kata “nakal” kepada pasangan untuk memuaskan fantasi sex.

4. Melepas Stress

Padatnya aktivitas ditambah lagi dengan hubungan LDR yang dijalani, kadang membuat resiko stres semakin meningkat. Melakukan phone sex dengan pasangan nyatanya cukup efektif untuk melepas stres. Jika stres berkurang, maka mood akan menjadi lebih bagus sehingga hubungan dengan pasangan juga akan terus terjaga dengan baik.

Tidak selamanya, panggilan sex selalu berkonotasi negatif. Akan tetapi jika digunakan dengan bijak, phone sex nyatanya juga memiliki banyak manfaat khususnya bagi pasangan yang sedang menjadi hubungan jarak jauh. Namun pastikan sebelum melakukan panggilan sex kedua belah pihak telah menginginkannya tanpa adanya paksaan sehingga keduanya akan mendapatkan kepuasan yang sama.

Mengenal Pentingnya Melakukan Cek Kesehatan Pra Nikah

Sebelum menikah, Anda akan disibukkan dengan berbagai macam persiapan. Namun, hal yang tak kalah penting adalah menjalankan pre marital check up. Cek kesehatan pra nikah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan kesehatan, tidak hanya pada diri sendiri, pasangan, dan keturunan.

Mengenal Pre Marital Check Up

Sebagai pasangan yang akan melangsung pernikahan dan mengarungi kehidupan rumah tangga yang panjang, tentu Anda dan pasangan mendambakan kehidupan pernikahan yang sehat. Karena semua aspek perlu diperhatikan dalam pernikahan, mulai dari kesehatan psikis, seksual, hingga aspek sosial. Sehingga ketika semua aspek ini terpenuhi, maka kehidupan yang dibangun akan sehat dan bahagia.

Tujuan dilakukannya cek kesehatan pra nikah ini adalah untuk memeriksa kesehatan Anda dan pasangan. Hal ini sebagai upaya mengetahui bila ada penyakit menular pada pasangan. Jika sudah diketahui lebih awal, maka bisa dicegah agar tidak menyebar ke pasangan dan keturunan nantinya.

Melakukan pre marital check up juga berguna untuk mengetahui apakah Anda dan pasangan punya penyakit tertentu yang bisa membahayakan nantinya. Seperti penyakit genetik atau infeksi. Sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari nantinya. 

Pentingnya Melakukan Cek Kesehatan Pra Nikah

Tes kesehatan sebelum menikah dilakukan untuk melindungi Anda, pasangan, dan buah hati di kemudian hari. Adanya pemeriksaan ini akan membuat Anda lebih memahami berbagai risiko yang mungkin saja muncul nantinya. 

Berikut alasan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, di antaranya:

  • Mencegah penyakit gangguan darah yang muncul karena masalah genetik. Misalnya penyakit anemia sel sabit dan thalasemia.
  • Membatasi penyebaran penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, hepatitis B, dan C.
  • Mengurangi beban keuangan pasangan, jika nanti ada masalah kesehatan pada anak dengan kondisi medis tertentu.
  • Menghindari masalah psikologis dan sosial yang mungkin terjadi atau penyakit tertentu yang bisa ditularkan pada buah hati nantinya.

Kapan Tes Kesehatan Pra Nikah Sebaiknya Dilakukan?

Tes kesehatan ini tujuannya untuk menghindari pasangan dari berbagai risiko kesehatan setelah menikah. Pre marital check up sebaiknya dilakukan minimal 3 bulan sebelum dilangsungkan pernikahan. Hasil dari pemeriksaan ini akan berlaku enam bulan sejak dilakukannya pemeriksaan.

Beberapa Jenis Tes Kesehatan Pra Nikah

Saat melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum nikah ini, calon suami dan istri akan menjalani serangkaian pemeriksaan. Berikut beberapa jenis tes kesehatan sebelum nikah yang dianjurkan untuk dilakukan, yaitu:

  • Tes golongan darah dan rhesus

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kecocokan rhesus dan apa efek yang akan ditimbulkan terhadap ibu dan bayi nantinya. Bila rhesus pasangan berbeda, maka kemungkinan ibu akan mengandung Si Kecil dengan rhesus yang berbeda. Ini dikhawatirkan bisa mengakibatkan bayi mengalami anemia, penyakit kuning, dan keguguran janin.

  • Pemeriksaan penyakit menular seksual

Pemeriksaan yang satu ini terdiri dari VDRL/RPR yang bisa mendeteksi jika ada penyakit sifilis atau tidak. Ada pula pemeriksaan HbSAg yang tujuannya untuk mendeteksi penyakit hepatitis B. Dan ada pemeriksaan anti HVI yang tentu saja bertujuan untuk mendeteksi penyakit HIV.

  • USG

Pemeriksaan USG dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi di rahim, misalnya mioma, kista ovarium, uteri, dan penyakit lainnya.

  • Tes Hematologi

Tes hematologi ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya kelainan pada jumlah sel darah atau tidak.

  • Tes urine

Pemeriksaan kesehatan jenis ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada infeksi saluran kemih dan kelainan ginjal. Sehingga bisa mengetahui bila pasien dan pasangan menderita penyakit sistemik atau metabolisme tertentu.

Mencoba Memahami Perasaan Pria Setelah Putus Cinta

Putus cinta memang sangat mengganggu dan membuat siapa saja menjadi tidak nyaman. Tidak hanya bagi wanita, tapi juga pria. Pernahkah Anda mencari tahu bagaimana perasaan pria setelah putus cinta? Terlihat bahagia, namun sebenarnya ada kesedihan besar yang juga merasakannya.

Bahkan tak menutup kemungkinan bahwa perasaan pria setelah putus justru lebih parah dibanding wanita. 

Pria Lebih Sulit Move On Usai Putus Cinta

Menurut beberapa penelitian menyebut bahwa ternyata pria lebih susah move on setelah putus cinta. 

Hal ini terjadi karena pria disebut mendapat sedikit dukungan secara emosional. Menurut penelitian pada tahun 2021, disebutkan bahwa perpisahan punya efek fisik dan mentah yang lebih buruk bagi pria dibanding wanita. Hal ini karena pria bergantung pada pasangannya dan juga mendapat sedikit sumber dukungan jika dibanding wanita. Bahkan ada juga yang menyebut bahwa laki-laki biasanya tidak mau atau menolak pertolongan temannya ketika mereka putus cinta.

Berbeda dengan wanita, pria biasanya jarang mencari pertolongan untuk memulihkan emosi saat putus cinta. Mereka umumnya tidak menceritakan apa yang dialami atau dirasakan kepada orang terdekatnya. Padahal pertolongan semacam ini cukup dibutuhkan agar beban emosional yang dirasakan tidak menjadi kesedihan yang berlarut-larut. 

Dampak Setelah Putus Cinta pada Pria

Ada beragam dampak putus cinta bagi pria jika dibandingkan dengan wanita. Apa saja dampaknya?

  1. Rentan Depresi

Umumnya, pria akan berbagi keluh kesah kepada pasangannya setelah menghadapi berbagai masalah di kesehariannya. Dengan berbagi cerita seperti itu saja sudah cukup menenangkan pikiran dan perasaannya.
Akan tetapi saat sudah tak lagi bersama, tentu tak ada lagi tempat bercerita ketika menghadapi berbagai masalah. Ini pulalah yang meningkatkan risiko seorang pria mengalami depresi. Menurut penelitian, 71 persen suami memilih istri untuk menjadi orang pertama yang tahu saat dirinya merasa sedih. Namun, hanya 39 persen istri yang memilih suaminya jadi orang pertama tempat curhat saat sedih.

  1. Gaya Hidup Jadi Berantakan

Biasanya wanita yang sering kali menyarankan agar pasangannya menjalani gaya hidup sehat dalam sebuah hubungan. Misalnya dilarang merokok, tidak banyak minum alkohol, disuruh olahraga, dan sebagainya.

Akan tetapi setelah putus cinta, biasanya dampak positif ini akan menghilang dan membuat pria akan kembali terjebak dalam gaya hidup tidak sehat.

  1. Lebih Butuh Pasangan

Jika melihat pasangan suami istri yang bercerai, biasanya pria akan lebih dulu menikah lagi atau menemuka pasangan baru karena pria membutuhkah kepedulian seorang istri. Hal ini menjadi bukti bahwa pria memiliki ketergantungan pada wanita atau tingkat ketergantungan suami lebih tinggi dalam sebuah hubungan.

  1. Koneksi Terbatas

Perasaan pria setelah putus cinta biasanya lebih down karena jaringan atau koneksi yang dimilikinya tidak seluas wanita. Bukan berarti tidak memiliki keluarga atau teman, namun biasanya kedekatan dengan mereka tidak sedekat dan signifikan seperti hubungan dengan pasangannya.

Berbeda dengan wanita yang memiliki jaringan pertemanan yang luas dan banyak irisannya. Ada teman curhat, teman ibu-ibu pengajian, ibu-ibu arisan, teman olahraga, dan sebagainya.

  1. Strategi Bertahan yang Berbeda

Laki-laki biasanya akan lebih marah dan rentan terjebak dalam hal-hal yang merusak, seperti mabuk-mabukan atau merokok. Berbeda dengan wanita yang akan mencari strategi bertahan yang lain ketika putus cinta.

Perbedaan strategi bertahan ini disebabkan karena alasan yang berbeda. Pria biasanya memilih cara bertahan seperti itu demi menjaga kepercayaan diri. Sedangkan wanita tendensinya menjaga sebuah hubungan.

  1. Faktor Biologis

Selain itu, perasaan pria setelah putus cinta juga dipengaruhi oleh faktor biologis atau hormonal. Saat menjalin hubungan, biasanya level testosteron pria menurun sehingga membuatnya merasa hormon oksitosin. Hormon inilah yang membuat pria dimabuk cinta. Saat hubungan berakhir, maka hormon testosteron kembali meningkat dan kadar oksitosin menurun. Sehingga inilah alasan pria bisa lebih cepat pulih dari patah hati yang baru saja dirasakan.