Cek Kesehatan Pra Nikah yang Wajib Kamu Lakukan

Memiliki keluarga lengkap yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak dengan kondisi sehat, tentu menjadi impian setiap rumah tangga. Itulah alasannya mengapa cek kesehatan pra nikah sangat perlu dilakukan. Pemeriksaan pranikah merupakan garis pertahanan pertama untuk kebahagiaan semua pasangan. Tidak hanya perencanaan keuangan yang bijaksana, tetapi rencana keluarga yang tepat juga pada dasarnya tetap penting. 

Skrining pranikah terutama membantu pasangan berguna untuk mengidentifikasi berbagai kondisi seperti kelainan genetik, penyakit menular darah dan penyakit menular, sehingga perawatan yang relevan dapat diberikan dengan tepat jika ada kelainan yang terdeteksi. 

Selain itu, pemeriksaan kesuburan pranikah yang lengkap dapat mendeteksi kondisi abnormal yang berpotensi mengurangi peluang kehamilan. Masalah kesuburan dapat diatasi sedini mungkin tanpa trauma biologis, psikologis, sosial dan emosional yang tidak perlu yang terkait dengan kemandulan. Oleh karena itu, cek kesehatan pra nikah sangat perlu Anda lakukan.

Sebelum Anda memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup dengan seseorang, penting untuk mengetahui status medis pasangan Anda. Saat Anda bersiap untuk hari-H, lakukan cek kesehatan pra nikah medis ini agar lebih siap dan siap menghadapi rintangan apa pun yang mungkin menghadang Anda.

1. Tes infertilitas

Tes infertilitas dirancang untuk memberi tahu Anda kesehatan ovarium dan jumlah sperma. Karena tidak ada gejala infertilitas yang jelas, penting untuk menjalani tes ini jika Anda berencana untuk memiliki bayi di masa depan atau bahkan memiliki kehidupan seks yang normal. Ketika Anda mengetahui hasilnya sebelum menikah, ada baiknya Anda mencari pengobatan yang benar, jika diperlukan.

2. Tes kompatibilitas golongan darah

Ini mungkin tidak tampak seperti tes yang sangat penting, tetapi jika Anda berencana untuk memiliki anak, sangat penting untuk mengetahui Anda dan pasangan memiliki faktor Rh (faktor Rhesus) yang sama. Jika golongan darah Anda tidak cocok satu sama lain, hal itu dapat menimbulkan komplikasi selama kehamilan. Ketidakcocokan Rh bisa berakibat fatal bagi anak kedua karena ini adalah kondisi di mana antibodi dalam darah wanita hamil menghancurkan sel darah bayinya.

3. Tes darah

Tes darah bertujuan untuk mendeteksi tanda-tanda yang berpotensi menyebabkan kondisi abnormal, termasuk:

– Tes golongan darah

Konsentrasi sel darah merah dalam darah yang pasti berhubungan dengan anemia – penurunan jumlah sel darah merah;

– Tes serologis untuk mengidentifikasi fungsi imun, mis. antibodi yang ada terhadap campak Jerman (rubella) dan hepatitis B;

– Deteksi penyakit yang mendasari seperti diabetes, hipertensi dan gangguan tiroid. Memiliki kondisi medis ini menempatkan wanita hamil dan bayi pada risiko yang lebih besar untuk masalah serius selama kehamilan dan setelah melahirkan. Ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa jika tidak ditangani. Jika masalah medis ini terdeteksi sebelum kehamilan, rencana perawatan yang tepat dan tepat waktu dapat diberikan.

– Deteksi penyakit keturunan seperti thalasemia yang merupakan kelainan darah yang diturunkan melalui keluarga di mana tubuh membuat bentuk abnormal atau jumlah hemoglobin yang tidak memadai. 

4. Tes kondisi yang ditransmisikan secara genetik

Kondisi genetik dapat dengan mudah ditransfer dari satu generasi ke generasi lainnya. Oleh karena itu, penting untuk dites untuk kondisi medis kronis ini sebelum terlambat. Beberapa penyakit tersebut antara lain kanker payudara, kanker usus besar, penyakit ginjal dan diabetes. Diagnosis tepat waktu juga dapat membantu mendapatkan perawatan yang tepat untuk kondisi medis ini sebelum menjadi mengancam jiwa.

5. Tes STD

Banyak orang sudah melakukan hubungan seks pranikah, oleh karena itu ada baiknya bagi kedua pasangan untuk melakukan tes penyakit menular seksual. Penyakit-penyakit ini termasuk HIV/AIDS, gonore, herpes, sifilis dan hepatitis C. Karena beberapa dari kondisi medis ini mengancam jiwa dan dapat bertahan seumur hidup, tes PMS harus dilakukan.

Jika laporan hasil cek kesehatan pra nikah pasangan Anda ternyata positif, hal itu dapat menyelamatkan Anda dari trauma psikologis yang mungkin Anda hadapi di masa depan dan memberi Anda kejelasan apakah ingin melanjutkan pernikahan atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *