Floppy Eyelid Syndrome, Ketika Kelopak Mata Terlihat Kuyu

Mata adalah salah satu indra yang paling banyak dilihat. Ketika berbicara, seseorang akan menatap mata, sehingga sering disebut sebagai jendela jiwa. Namun bagaimana jika mata terlihat kuyu akibat kelopak mata yang seperti mengendur?

Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan floppy eyelid syndrome (FES) atau sindrom mata terkulai. Gangguan ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1981 oleh Culbertson dan Ostler. Mereka menemukan sindrom ini dialami oleh pasien pria yang kelebihan berat badan dengan kelopak mata atas terkulai, kenyal, dan mudah terbuka.

Namun pada awalnya floppy eyelid syndrome belum dikenali sebagai suatu penyakit. 

Penyebab floppy eyelid syndrome

Ada beberapa kondisi yang menjadi faktor risiko atau penyebab dari sindrom floppy eyelid. Biasanya sindrom ini dikaitkan dengan konjungtivitis papiler kronis. Faktor lain yang dapat menyebabkan floppy eyelid syndrome antara lain:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Iritasi mata 
  • Apnea tidur obstruktif (obstructive sleep apnea/OSA)
  • Matting atau kotoran mata
  • Blepharoptosis dan dermatochalasis
  • Keratopati kornea belang-belang
  • Keratitis
  • Neovaskularisasi kornea bilateral
  • Ulserasi kornea
  • Jaringan parut pada kornea
  • Sindrom erosi kornea berulang
  • Sindrom Down
  • Keratitis filamen
  • Ektropion atau posisi kelopak mata bawah yang membalik

Menggosok mata terlalu kencang atau posisi tidur yang cenderung lebih banyak menekankan pada salah satu sisi juga dapat meningkatkan risiko. Ketika kelopak mata mendapatkan tekanan terus menerus (stres mekanis berulang) jumlah elastin pada kelopak mata akan berkurang sehingga menyebabkan floppy eyelid syndrome.

Gejala floppy eyelid syndrome

Sindrom floppy eyelid dapat dialami oleh siapa saja dengan rentang usia 2-80 tahun, tapi pada kebanyakan kasus sindrom ini lebih banyak dialami oleh laki-laki gemuk paruh baya (40-50 tahun). 

Floppy eyelid syndrome memiliki gejala yang serupa dengan penyakit lain, sehingga seringkali tidak terdiagnosis secara akurat pada permulaan penyakit ini muncul. Gejala yang umum terjadi meliputi:

  • Kulit kelopak mata atas yang mudah dibuka
  • Kulit kelopak mata atas yang tampak memanjang dan tumpang tindih di atas tepi kelopak bawah
  • Keluarnya lendir atau cairan keputihan dari mata
  • Mata kering

Bagaimana mengobati floppy eyelid syndrome?

Dokter akan mendiagnosis sindrom floppy eyelid berdasarkan gejala yang tampak. Karena floppy eyelid syndrome dikaitkan dengan apnea tidur obstruktif (OSA), kemungkinan besar pasien juga ditangani oleh spesialis gangguan tidur. 

Pengobatan terbagi menjadi terapi medis dan prosedur bedah. Tindakan suportif seperti memberi cairan pelumas pada mata dan antihistamin dapat mencegah kelopak mata teriritasi. Menggunakan penutup mata juga efektif mengatasi keluhan pasien untuk sementara waktu. Pasien juga diminta untuk menghindari menggosok atau membebani mata untuk memperburuk kondisinya. 

Prosedur bedah yang dilakukan bertujuan untuk mengencangkan kelopak mata. Karena sebagian besar pasien sindrom floppy eyelid juga menderita OSA, mempertimbangkannya bersama dengan posisi terlentang juga penting. 

Terapi bedah lain yang bisa dilakukan meliputi:

  • Pemendekan kelopak mata horizontal, untuk mencegah kecenderungan kelopak mata untuk kembali membuka keluar. Selama prosedur ini dilakukan, perbaikan ptosis, reposisi bulu mata, dan blepharoplasty juga dilakukan.
  • Canthopexy lateral, merupakan prosedur yang lebih efektif dari pemendekan kelopak mata.
  • Tarsorrhaphy, dilakukan kepada pasien yang gagal merespon prosedur pemendekan kelopak mata. 

Catatan

Menderita floppy eyelid syndrome akan terasa sangat mengganggu dan mengganjal. Kondisi ini harus segera ditangani, karena jika tidak dapat menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya. 

Diskusikan mengenai floppy eyelid syndrome atau gangguan penglihatan lainnya dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *