Hati-hati, Ini Bahaya Obat untuk Ginjal

Fungsi ginjal adalah memastikan tubuh kita terbebas dari zat, senyawa, atau bahan-bahan yang tak berguna beredar bersama aliran darah. Ini tentu berkaitan dengan pola hidup, termasuk pola konsumsi. Terlalu banyak mengonsumsi sesuatu yang masuk ke dalam kategori di atas, termasuk obat, akan menambah beban kerja ginjal. Oleh karenanya orang meyakini bahwa tak baik obat untuk ginjal.

Akan tetapi faktanya, anggapan itu bisa benar, bisa juga tidak. Tak seperti konsumsi alkohol berlebihan, misalnya, yang jelas-jelas dapat merusak ginjal, mengonsumsi obat secara terus menerus tak selamanya berbahaya bagi ginjal. Memang ada obat-obatan yang berpotensi membuat ginjal kehilangan fungsinya, tetapi tak sedikit pula yang tidak memberikan pengaruh sama sekali. Justru sebaliknya, di antara obatan-obatan itu malah ada yang menjaga fungsinya—termasuk fungsi tubuh yang lain.

Sebagai pedoman, beberapa jenis obat yang bisa memperburuk fungsi ginjal tersedia pada daftar di bawah ini:

  • Antibiotik;
  • Analgesik;
  • COX-2 inhibitor;
  • Kelompok obat untuk lambung, seperti ompeprazole, iansoprazole, pantoprazole, dan lain sebagainya;
  • Obat antivirus;
  • Obat tekanan darah tinggi;
  • Obat radang;
  • Antikonvulsan;
  • Obat kemoterapi;
  • Dan lain sebagainya.

Di luar daftar di atas, penggunaan obat mungkin masih dapat ditolerir oleh ginjal seseorang. Inilah salah satu alasan mengapa penggunaan obat perlu didasari oleh rekomendasi dokter. Meski obat itu dijual secara bebas, bukan berarti obat itu aman sepenuhnya bagi ginjal seseorang.

Selain itu, perlu digaris bawahi pula bahwa bahaya obat untuk ginjal bisa terjadi lantaran pola konsumsi yang salah. Kendati obat yang dikonsumsi terbilang aman bagi ginjal, tetapi tidak diikuti dengan penggunaan yang baik, tepat, dan benar, bisa saja justru membahayakan organ vital tersebut.

Kira-kira, inilah tiga pola konsumsi obat yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah pada ginjalnya:

  • Konsumsi obat secara bebas

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penting bagi seseorang mengonsumsi obat dengan resep atau “restu” dari dokter. Pasalnya, perilaku ini punya pengaruh besar terhadap kesehatan ginjal mereka. Terkadang kemudahan dalam membeli obat-obatan di pasaran disalahgunakan oleh beberapa orang. 

Tak jarang orang membeli obat-obatan sendiri tanpa rekomendasi atau pengawasan dokter. Seperti yang sudah disebutkan di atas pula bahwa obat-obatan yang sering menyebabkan kerusakan ginjal adalah penggunaan obat NSAIDs (non-steroidal antiinflamation drugs/ obat anti radang) yang tidak bijaksana.

Penggunaan obat NSAIDs yang tak sesuai dengan indikasinya dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada ginjal. Apabila berlanjut, kondisi tersebut dapat memicu jaringan parut yang dapat mengganggu fungsi ginjal.

  • Mengonsumsi antibiotik dengan serampangan

Antibiotik merupakan suatu agen antimikroba yang bermanfaat untuk membunuh bakteri. Ini berarti, penyakit yang telah terbukti disebabkan oleh bakteri sajalah yang dapat ditangani dengan antibiotik. Jika seseorang mengonsumsi antibiotik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus atau sebab lain, dia berpotensi mengalami resistensi antibiotik, termasuk gangguan pada ginjal.

Antibiotik bisa jadi obat untuk ginjal yang berbahaya, utamanya antibiotik golongan aminoglikosida, beta-laktam, dan kuinolon—terlebih tanpa pengawasan dokter. Mengingat tidak semua penyakit disebabkan oleh bakteri dan membutuhkan antibiotik, maka bijaksanalah dalam membeli obat di apotek.

  • Obat herbal bisa membahayakan ginjal juga

Berdasarkan beberapa sumber yang berhasil dihimpun, ada sebuah kesimpulan bahwa pengobatan herbal rupanya paling banyak menyebabkan masalah pada ginjal. Ini dapat terjadi karena nyatanya tidak semua obat-obatan yang berlabel herbal terbuat dari tumbuh- tumbuhan yang aman dikonsumsi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi obat herbal dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan perubahan struktur ginjal hingga berujung pada kerusakan ginjal.

Jadi kiranya itulah yang dapat disajikan mengenai polemic penggunaan obat dan kaitannya dengan kondisi ginjal. Dari apa yang tertulis di atas, seharusnya pembaca mafhum bahwa obat memiliki manfaat dan risikonya sendiri-sendiri. Artinya, tak semua obat bisa membahayakan ginjal sebagaimana tak semua obat bagus untuk kesehatan. 

Sederhananya, bahaya obat untuk ginjal berlaku jika seseorang mengonsumsinya tanpa aturan. Jika indikasi dan kondisi pasien sesuai dengan obat yang dikonsumsi, tentu saja kamu tak perlu khawatir obat tersebut akan merusak ginjalmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *