Jangan Sepelekan, Obesitas pada Pria Bisa Mengganggu Kesuburan!

Fertilitas atau kesuburan pada laki-laki maupun perempuan memang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kesehatan dan status gizi seseorang sangat menentukan tingkat kesuburan. Obesitas adalah salah satu faktor yang dapat menganggu kesuburan seseorang, terutama pada pria. Menurut hasil penelitian Hiola et al. (2013) dalam Jurnal e-Biomedik, obesitas pada pria dapat menyebabkan disfungsi seksual, yaitu gangguan pada salah satu atau lebih aspek fungsi seksual, yaitu gairah atau hasrat seksual (libido), ereksi, dan ejakulasi.

Bagaimana bisa obesitas pada pria mengganggu kesuburan?

Berbicara tentang aspek kesuburan pria, tentunya tidak lepas dari produksi sperma, kemampuan ereksi, hingga ejakulasi. Kemampuan tubuh melakukan fungsi reproduksi ini sangat dipengaruhi oleh status gizi tubuh, termasuk obesitas. Dilansir dari laman Harvard Health Publishing dengan tajuk Obesity: Unhealthy and Unmanly pada tahun 2011, menunjukkan bahwa pria yang mengalami obesitas hanya mampu memproduksi sedikit sperma. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh terhadap peluang untuk hamil jika suatu saat ingin merencanakan momongan.

Obesitas terhadap hormon testosteron.

Testosteron adalah salah satu hormon reproduksi yang terdapat pada pria dan wanita. Hanya saja, hormon ini lebih banyak diproduksi oleh pria. Fungsi utama hormon testosteron pada pria adalah untuk memproduksi sperma. Hormon ini juga bertanggung jawab dalam memberikan suara yang dalam, otot menjadi besar, pertumbuhan janggut, dan tulang yang kuat pada pria.

Obesitas pada pria dapat menurunkan kadar hormon testosteron. Hal ini disebabkan terjadi peningkatan hormon estrogen, sebagai hasil dari aromatisasi androgen di bagian perifer jaringan adiposa penderita obesitas. Akibatnya, terdapat umpan balik negatif pada kelenjar hipofisis di hipotalamus otak terhadap produksi hormon testosteron, sehingga sekresinya menjadi sedikit.

Obesitas terhadap kemampuan ereksi dan ejakulasi.

Ternyata, obesitas pada pria tidak hanya mengganggu produksi sperma saja, loh. Obesitas juga memengaruhi kemampuan ereksi pria. Pasalnya, meskipun kadar testosteron normal, pria yang obesitas berisiko tinggi mengalami disfungsi ereksi. Bahkan, sebuah penelitian di California menunjukkan bahwa pria yang memiliki IMT overweight (di bawah obesitas) berisiko mengalami gangguan ereksi lebih dari 90%.

Merujuk pada Jurnal e-Biomedik yang berjudul Pengaruh Obesitas Terhadap Terjadinya Disfungsi Seksual pada Pria, masalah ejakulasi akibat obesitas pada pria dikaitkan dengan masalah psikologis. Pria yang mengalami obesitas cenderung merasa kurang percaya diri terhadap tubuhnya, sehingga timbul kecemasan bahkan stres. Apabila kondisi tersebut sudah dialami pria, maka ketika orgasme dan ejakulasi jadi tergesa-gesa. Akibatnya, pasangan menjadi tidak puas.

Tidak hanya kesuburan, obesitas pada pria juga memicu penyakit lainnya.

Jika Anda mengalami obesitas dan tidak segera mengatasinya, maka tidak hanya kesuburan saja yang terganggu, melainkan timbul masalah kesehatan yang lebih parah lagi. Baik itu overweight maupun obesitas, keduanya sama-sama dapat meningkatkan risiko penyakit :

  1. Diabetes mellitus tipe II.
  2. Asma.
  3. Gangguan tidur atau insomnia.
  4. Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  5. Serangan jantung.
  6. Sirosis hati.
  7. Sindrom metabolik.
  8. Stroke.
  9. Kolesterol tinggi.
  10. Nyeri sendi.

Obesitas pada pria banyak terjadi karena penumpukan lemak secara berlebihan di tubuh. Lemak bisa menumpuk karena tidak dikeluarkan dalam bentuk energi, seperti olahraga dan beraktivitas fisik. Banyak orang mengalami obesitas karena banyak makan, namun malas bergerak, alias sedentary lifestyle. Oleh sebab itu, penting sekali menerapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat untuk kesehatan Anda saat ini dan di masa yang akan datang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *