Khasiat Buah Mengkudu, Benarkah bisa Membantu Mencegah Kanker?

Buah mengkudu atau Morinda citrifolia sering banyak ditemukan di Asia Tenggara, Australia, India, dan Kepulauan Pasifik. Dalam sejarahnya, buah mengkudu sering digunakan sebagai pewarna pakaian, namun saat ini banyak digunakan sebagai pengobatan alami. Salah satu khasiat buah mengkudu yakni membantu mencegah kanker karena kandungan antioksidan yang cukup tinggi.   

Buah mengkudu tinggi antioksidan

Antioksidan mencegah kerusakan sel yang disebabkan radikal bebas. Tubuh membutuhkan keseimbangan radikal bebas dan antioksidan untuk menjaga kesehatan. Menurut Journal of Ethnopharmacology, buah mengkudi memiliki efek antioksidan karena terdapat senyawa fenolik, iridoid, dan asam askorbat di dalamnya. 

Secara khusus, iridoid menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Aktivitas antioksidan iridoid terbukti mampu mengurangi kerusakan DNA pada perokok berat. 

Sebuah penelitian juga dilakukan pada studi lain. Hasilnya menunjukkan bahwa buah mengkudu memiliki efek antioksidan yang cukup tinggi sehingga mampu memperbaiki sistem imun dan peradangan dalam tubuh. Namun yang perlu diingat adalah derah tanam mengkudu memengaruhi kandungan gizi di dalamnya. 

Kanker yang terjadi pada perokok

Kondisi stres oksidatif berhubungan dengan kejadian kanker. Faktanya, antioksidan mengurangi stres oksidatif di dalam tubuh. Rokok merupakan salah satu penyebab kanker. Senyawa kimia di dalam rokok akan terikat di dalam sel tubuh dan menyebabkan pertumbuhan tumor. Apabila tumor berada pada organ-organ vital maka bisa berkembang menjadi kanker. 

Beberapa studi menyebutkan bahwa jus mengkudu memengaruhi kejadian kanker. Konsumsi 118 mL jus mengkudu setiap hari selama 1 bulan mampu mengurangi kadar bahan kimia penyebab kanker pada perokok sekitar 45%. Berikut ini bagian-bagian tubuh perokok yang berisiko terjangkit kanker:

  • Darah
  • Kandung kemih
  • Serviks
  • Kolon dan anus
  • Esofagus
  • Ginjal
  • Laring
  • Hati
  • Bronkus, trakea, dan paru-paru
  • Mulut dan tenggorokan
  • Pankreas
  • Lambung

Khasiat buah mengkudu dan kemoterapi

Kemoterapi merupakan jenis pengobatan kanker menggunakan bahan-bahan kimia sangat kuat untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Menurut Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, buah mengkudu berpotensi membantu pengobatan kemoterapi pada penderita kanker serviks karena karena mengandung antioksidan. Kombinasi buah mengkudu dan obat anti tumor cisplatin diklaim tidak saling bertentangan. Dalam penelitian ini disebutkan bahwa buah mengkudu secara signifikan mengurangi efek samping kemoterapi.  

Beberapa studi lain juga menunjukkan bahwa buah mengkudu dapat membantu perawatan kemoterapi, khususnya pada pasien kanker serviks. 

Berapa batas aman mengonsumsi buah mengkudu?

Terdapat beberapa informasi yang bertentangan mengenai keamanan buah mengkudu. Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi jus mengkudu hingga 750 mL setiap hari pada orang dewasa masih dianggap aman. 

Akan tetapi, pada tahun 2005 dilaporkan kejadian keracunan hati pada orang yang mengonsumsi jus mengkudu. Akhirnya European Food Safety Authority (EFSA), mengevaluasi dan menyimpulkan bahwa jus mengkudu tidak menyebabkan keracunan tersebut.

Pada tahun 2009, EFSA mengonfirmasi keamanan jus mengkudu untuk masyarakat umum. EFSA melaporkan bahwa beberapa orang mungkin memiliki sensitivitas tertentu mengenai efek mengkudu terhadap toksisitas hati. 

Tak hanya itu, penderita ginjal kronis atau gagal ginjal sebaiknya menghindari jus mengkudu karena tinggi kalium. Jus mengkudu juga bereaksi terhadap beberapa obat-obatan seperti obat tekanan darah tinggi atau obat pembekuan darah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengonsultasikan ke dokter terkait konsumsi mengkudu jika mengidap penyakit tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *