Macam-macam Kondisi yang Mengharuskan Dilakukannya Prosedur Cabut Gigi

Kebanyakan orang pernah merasakan rasanya menjalani prosedur cabut gigi. Prosedur ini bisa dilakukan pada siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Pelaksanaan prosedur ini disesuaikan dengan faktor penyebab perlunya dilakukan cabut gigi.

Seringkali, pasien merasa takut untuk menghadapi prosedur ini. Karena, cabut gigi terkenal memberikan efek berupa rasa sakit dan nyeri yang parah. Tapi, langkah ini sebenarnya perlu dilakukan demi menghindari kondisi medis yang lebih serius untuk jangka panjang. 

Mengapa perlu melakukan prosedur cabut gigi?

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang harus melakukan prosedur pencabutan gigi. Beberapa di antaranya meliputi: 

  • Penyakit gusi

Penyakit gusi terjadi ketika Anda mengalami infeksi pada tulang dan jaringan penyangga gigi. Infeksi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya penumpukan bakteri. Ketika gusi terinfeksi, gusi tidak dapat menahan gigi dengan sempurna, sehingga Anda akan merasakan nyeri ketika menggigit atau mengunyah.

Salah satu cara paling umum yang dilakukan untuk mengatasi penyakit gusi adalah melalui prosedur cabut gigi. Setelah gigi diangkat, maka rasa nyeri pada gusi dapat dikurangi dan dokter bisa memberikan pengobatan secara langsung pada area gusi Anda. 

  • Infeksi

Selain infeksi pada gusi, infeksi juga bisa terjadi pada gigi. Infeksi gigi akan membuat gigi menjadi rusak dan bila tidak segera diatasi, kerusakannya bisa menyebar hingga ke sarah dan pembuluh darah gigi di sekitarnya.

Infeksi disebabkan oleh penumpukan bakteri di mulut. Untuk mengatasinya, terkadang diperukan prosedur pencabutan gigi guna menghindari kerusakan dan infeksi yang semakin meluas. 

  • Gigi bertumpuk

Sebagian orang dilahirkan dengan kondisi gigi yang saling bertumpuk, membuat area gigi dipenuhi dengan gigi dengan posisi yang saling berdesakan. Selain menyebabkan rasa tidak percaya diri, posisi gigi yang saling tumpang tindih juga bisa memicu masalah dalam mengunyah dan menggigit. 

Posisi gigi yang seperti ini dapat diatasi dengan pemakaian kawat gigi. Akan tetapi, sebelum pemasangan kawat, diperlukan prosedur cabut gigi terlebih dahulu agar gigi-gigi lain nantinya memiliki ruang untuk berganti posisi ke posisi yang lebih sejajar.

  • Risiko infeksi

Pencabutan gigi bisa juga dilakukan ketika dokter mencurigai adanya risiko infeksi di kemudian hari, meskipun saat ini gigi Anda belum mengalami infeksi. Bisa dibilang, ini menjadi langkah pencegahan dari infeksi yang lebih serius. 

Misalnya, Anda memiliki kondisi medis tertentu yang bisa memicu risiko infeksi seperti saat Anda menderita kanker dan diharuskan untuk menjalani perawatan kemoterapi. 

Mempersiapkan diri menjalani cabut gigi

Sebelum melakukan prosedur cabut gigi, ada baiknya Anda mempersiapkan diri terlebih dahulu. Berikut ini hal-hal yang perlu dipersiapkan: 

  • Mengonsumsi antibiotik

Antibiotik diperlukan untuk mencegah infeksi pasca proses pencabutan gigi. Biasanya, setelah prosedur ini, area bekas gigi yang dicabut akan mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini bisa memicu infeksi. Inilah mengapa Anda memerlukan antibiotik untuk mencegahnya. 

  • Menghindari obat pengencer darah

Obat pengencer darah umumnya dikonsumsi bagi orang yang mengalami masalah penyumbatan aliran darah. Salah satu efek obat ini adalah pendarahan yang sulit dihentikan ketika menjalani operasi atau pencabutan gigi. Jadi, sebelum menjalani prosedur ini, sebaiknya Anda menghentikan konsumsi obat jenis ini sementara waktu. 

Konsultasikan pada dokter Anda mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan prosedur cabut gigi. Ingatlah untuk menginformasikan pada dokter apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *