Memahami Perubahan Warna ASI Berdasarkan Tahapannya

warna asi

Bagi ibu menyusui, kualitas ASI tentu menjadi perhatian utama Anda. Salah satu hal yang rutin diperhatikan untuk menilai kualitas ASI adalah dari warna ASI.

Bila Anda menyadari adanya perubahan pada warna ASI Anda, Anda tidak perlu khawatir. Karena, setiap ibu menyusui pasti akan mengalami hal ini. Perubahan warna ini terjadi karena adanya beberapa tahap pada masa menyusui.

Tahap-tahap perubahan warna ASI

Perubahan warna ASI terjadi sangat cepat, khususnya pada satu minggu setelah Anda melahirkan. Perubahan warna ini juga diikuti dengan perubahan komposisi dan jumlah ASI.

Berikut ini perubahan warna yang normal berdasarkan tahapannya:

  • Kolostrum

Kolostrum adalah jenis ASI pertama yang diproduksi oleh tubuh Anda setelah melahirkan. Tubuh Anda mungkin hanya memproduksi kolostrum dalam jumlah yang sedikit. Namun, jenis ASI ini memilik konsentrasi gizi yang sangat tinggi.

Umumnya, kolostrum bertekstur encer dan bewarna bening, namun warna bening ini juga diikuti dengan warna kekuningan atau sedikit oranye. Warna kuning dan oranye ini dipengaruhi oleh tingkat beta-karoten pada ASI Anda.

  • Susu Transisi

Pada 30-40 jam pertama setelah melahirkan, produksi susu biasanya mulai mengalami peningkatan. Tubuh Anda pun mulai membuat ASI transisi. ASI ini menandai masa transisi dari produksi kolostrum ke susu matang.

Pada tahap transisi ini, ASI akan memiliki tesktur yang sedikit lebih kental dari sebelumnya dan berwarna putih atau kuning. Tekstur dan warna ini akan terus bertahan sampai sekitar dua minggu.

  • Susu matang

Susu atau ASI yang matang mulai terbentuk ketika Anda sudah melewati dua minggu pada masa susu transisi. Di tahap ini, perubahan tampilan susu matang akan dipengaruhi oleh kadar lemak yang terkandung di dalamnya.

ASI matang berjenis foremilk memiliki warna kebiruan, tampak bening, dan memiliki konsistensi yang lebih encer. ASI ini mengandung kadar lemak yang cenderung lebih rendah.

Sementara, ASI hindmilk biasanya mengandung lemak yang lebih tinggi. Kadar lemak ini membuat ASI menjadi lebih kental dan berwarna putih atau kuning.

Perubahan warna ASI yang tak sesuai tahapan

Beberapa dari Anda bisa saja menyadari adanya perubahan warna ASI yang tidak sesuai dengan tahapannya. Hal ini bisa saja menimbulkan kekhawatiran.

Perlu diperhatikan, selain perubahan warna karena tahapannya, warna susu juga bisa mengalami perubahan akibat makanan yang Anda konsumsi. Meskipun tampak mengkhawatirkan, memiliki warna ASI yang beragam pada dasarnya cukup normal.

Berikut ini beberapa warna lain pada ASI yang perlu Anda pahami:

  • ASI berwarna hijau

Perubahan ASI menjadi kehijauan mungkin terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan berwarna hijau, seperti sayur-sayuran. Selain itu, perubahan warna ini juga dipengaruhi oleh pewarna hijau pada makanan, minuman, atau obat-obatan yang Anda konsumsi.

  • ASI berwarna pink atau merah

Tak perlu takut bila melihat warna merah muda atau pink pada ASI. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh perwarna pink dan merah dari makanan atau minuman Anda.

Namun, warna ini juga bisa menandakan adanya darah pada ASI Anda, misalnya karena pendarahan di puting setelah menyusui.

  • ASI berwarna cokelat tua atau hitam

Warna ASI yang gelap bisa saja disebabkan oleh pendarahan di bagian dalam payudara. Anda perlu melakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Akan tetapi, warna hitam gelap pada susu juga bsisa disebabkan oleh efek samping dari penggunaan beberapa jenis obat tertentu.

Perhatikan kondisi ASI Anda secara berkala. Apabila perubahan warna ASI terasa menganggu dan mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *