Mencegah Kebutaan Akibat Glaukoma Sudut Terbuka Primer

Glaukoma merupakan kerusakan saraf mata yang menjadi banyak penyebab kebutaan. Ada berbagai jenis glaukoma, dan glaukoma sudut terbuka primer (POAG) yang disebut juga dengan glaukoma sudut terbuka merupakan jenis yang paling umum. 

Seringkali pasien tidak menyadari bahwa mereha menderita kondisi tersebut sampai pada akhirnya mengalami kebutaan permanen. Maka dari itu sangat penting menyadari gejalanya sedini mungkin agar bisa melakukan tindakan pencegahan dan perawatan medis.

Sebab dan gejala glaukoma sudut terbuka primer

Secara umum glaukoma sudut terbuka primer disebabkan oleh tekanan yang diterima mata (intraokular) terlalu tinggi. Seiring waktu tekanan pada mata merusak saraf optik di bagian belakang mata sehingga menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. 

Meski ada banyak sebab, beberapa kasus memiliki penyebab yang tidak bisa diidentifikasi. Adapun faktor risiko glaukoma sudut terbuka primer meliputi:

  • Usia. Orang yang lebih tua, terutama di atas 40 tahun sangat berisiko terkena kondisi ini.
  • Riwayat keluarga. Jika salah satu atau kedua orang tua atau saudara terkena glaukoma sudut terbuka, maka Anda berisiko 4 kali lebih banya mengembangkan kondisi ini. 
  • Ras. Etnis Afrika dan Amerika Latin serta keturunannya memiliki risiko jauh lebih tinggi.
  • Riwayat kesehatan. Orang dengan masalah medis seperti diabetes, hipertensi, dan miopia dapat meningkatkan risiko glaukoma sudut terbuka primer.
  • Gaya hidup. Merokok, asupan alkohol yang tinggi, dan obesitas dapat meningkatkan risiko.
  • Ketebalan kornea sentral yang lebih tipis

Pada orang etnis Afrika, gluakoma dapat berkembang pada usia yang lebih mudah dengan tingkat keparahan yang parah. Risiko kebutaan pun 6-8 kali lebih besar dari orang biasa. 

Penyakit ini sangat membahayakan karena pasien tidak merasakan gejala yang aneh. Beberapa pasien memiliki keluhan seperti mengalami kesulitan mengemudi, atau objek yang tiba-tiba hilang misalnya bagian kata hilang saat membaca. Tanda dan gejala jauh lebih jelas jika Anda menjalani pemeriksaan mata.

Mencegah kebutaan akibat glaukoma sudut terbuka primer

Glaukoma sudut terbuka primer merupakan penyebab utama kebutaan yang belum dapat disembuhkan. Namun kebutaan dapat dicegah dengan menjalani perawatan medis. Pengobatan berfokus pada mengurangi tekanan intraokular dan kerusakan saraf optik.

Ada beberapa perawatan yang tersedia, mulai dari pemberian obat-obatan hingga operasi. Tak jarang dokter menggabungkan beberapa perawatan untuk mendapat efek lebih baik.

  1. Obat tetes mata

Pengobatan pertama untuk mengatasi glaukoma sudut terbuka primer adalah pemberian obat tetes mata resep. Ini digunakan untuk mengurangi produksi air di mata atau meningkatkan drainase dari mata.

  1. Pengobatan oral

Terkadang dokter meresepkan pengobatan oral sebagai pengganti obat tetes tertentu. Obat yang umum diberikan antara lain penghambat karbonat anhidrase, dan diuretik osmotik. Sebelum pemberian dokter akan mempertimbangkan kondisi Anda terlebih dahulu.

  1. Operasi

Ada sejumlah prosedur pembedahan untuk glaukoma sudut terbuka primer. Prosedur ini bertujuan mengurangi tekanan mata, mengurangi terhadap ketergantungan obat, dan membantu mencegah kehilangan penglihatan akibat penyakit tersebut. 

Efek beberapa prosedur dapat berkurang seiring waktu, sehingga mungkin diperlukan prosedur tambahan setelah beberapa tahun. Adapun prosedurnya meliputi:

  • Terapi laser selektif (SLT), merupakan pengobatan awal untuk pasien yang tidak merespon terapi obat. 
  • Terapi laser argon (ALT), efeknya bertahan hingga 3-5 tahun setelah terapi/
  • Trabekulektomi, dilakukan jika terapi laser SLT dan ALT gagal atau bekerja tidak efektif.
  • Operasi implan drainase, umumnya dilakukan setelah beberapa kali upaya trabekuletomi gagal.
  • Ablasi tubuh siliaris, merupakan opsi terakhir dalam perawatan glaukoma sudut terbuka primer. 

Catatan

Glaukoma sudut terbuka primer dapat menyerang siapa saja dan kehilangan penglihatan dapat terjadi secara tiba-tiba. Untuk mencegah hal itu terjadi, sangat penting untuk menjalani pemeriksaan mata secara rutin. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *