Mencoba Memahami Perasaan Pria Setelah Putus Cinta

Putus cinta memang sangat mengganggu dan membuat siapa saja menjadi tidak nyaman. Tidak hanya bagi wanita, tapi juga pria. Pernahkah Anda mencari tahu bagaimana perasaan pria setelah putus cinta? Terlihat bahagia, namun sebenarnya ada kesedihan besar yang juga merasakannya.

Bahkan tak menutup kemungkinan bahwa perasaan pria setelah putus justru lebih parah dibanding wanita. 

Pria Lebih Sulit Move On Usai Putus Cinta

Menurut beberapa penelitian menyebut bahwa ternyata pria lebih susah move on setelah putus cinta. 

Hal ini terjadi karena pria disebut mendapat sedikit dukungan secara emosional. Menurut penelitian pada tahun 2021, disebutkan bahwa perpisahan punya efek fisik dan mentah yang lebih buruk bagi pria dibanding wanita. Hal ini karena pria bergantung pada pasangannya dan juga mendapat sedikit sumber dukungan jika dibanding wanita. Bahkan ada juga yang menyebut bahwa laki-laki biasanya tidak mau atau menolak pertolongan temannya ketika mereka putus cinta.

Berbeda dengan wanita, pria biasanya jarang mencari pertolongan untuk memulihkan emosi saat putus cinta. Mereka umumnya tidak menceritakan apa yang dialami atau dirasakan kepada orang terdekatnya. Padahal pertolongan semacam ini cukup dibutuhkan agar beban emosional yang dirasakan tidak menjadi kesedihan yang berlarut-larut. 

Dampak Setelah Putus Cinta pada Pria

Ada beragam dampak putus cinta bagi pria jika dibandingkan dengan wanita. Apa saja dampaknya?

  1. Rentan Depresi

Umumnya, pria akan berbagi keluh kesah kepada pasangannya setelah menghadapi berbagai masalah di kesehariannya. Dengan berbagi cerita seperti itu saja sudah cukup menenangkan pikiran dan perasaannya.
Akan tetapi saat sudah tak lagi bersama, tentu tak ada lagi tempat bercerita ketika menghadapi berbagai masalah. Ini pulalah yang meningkatkan risiko seorang pria mengalami depresi. Menurut penelitian, 71 persen suami memilih istri untuk menjadi orang pertama yang tahu saat dirinya merasa sedih. Namun, hanya 39 persen istri yang memilih suaminya jadi orang pertama tempat curhat saat sedih.

  1. Gaya Hidup Jadi Berantakan

Biasanya wanita yang sering kali menyarankan agar pasangannya menjalani gaya hidup sehat dalam sebuah hubungan. Misalnya dilarang merokok, tidak banyak minum alkohol, disuruh olahraga, dan sebagainya.

Akan tetapi setelah putus cinta, biasanya dampak positif ini akan menghilang dan membuat pria akan kembali terjebak dalam gaya hidup tidak sehat.

  1. Lebih Butuh Pasangan

Jika melihat pasangan suami istri yang bercerai, biasanya pria akan lebih dulu menikah lagi atau menemuka pasangan baru karena pria membutuhkah kepedulian seorang istri. Hal ini menjadi bukti bahwa pria memiliki ketergantungan pada wanita atau tingkat ketergantungan suami lebih tinggi dalam sebuah hubungan.

  1. Koneksi Terbatas

Perasaan pria setelah putus cinta biasanya lebih down karena jaringan atau koneksi yang dimilikinya tidak seluas wanita. Bukan berarti tidak memiliki keluarga atau teman, namun biasanya kedekatan dengan mereka tidak sedekat dan signifikan seperti hubungan dengan pasangannya.

Berbeda dengan wanita yang memiliki jaringan pertemanan yang luas dan banyak irisannya. Ada teman curhat, teman ibu-ibu pengajian, ibu-ibu arisan, teman olahraga, dan sebagainya.

  1. Strategi Bertahan yang Berbeda

Laki-laki biasanya akan lebih marah dan rentan terjebak dalam hal-hal yang merusak, seperti mabuk-mabukan atau merokok. Berbeda dengan wanita yang akan mencari strategi bertahan yang lain ketika putus cinta.

Perbedaan strategi bertahan ini disebabkan karena alasan yang berbeda. Pria biasanya memilih cara bertahan seperti itu demi menjaga kepercayaan diri. Sedangkan wanita tendensinya menjaga sebuah hubungan.

  1. Faktor Biologis

Selain itu, perasaan pria setelah putus cinta juga dipengaruhi oleh faktor biologis atau hormonal. Saat menjalin hubungan, biasanya level testosteron pria menurun sehingga membuatnya merasa hormon oksitosin. Hormon inilah yang membuat pria dimabuk cinta. Saat hubungan berakhir, maka hormon testosteron kembali meningkat dan kadar oksitosin menurun. Sehingga inilah alasan pria bisa lebih cepat pulih dari patah hati yang baru saja dirasakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *