Mengenal Cefixime, Obat untuk Infeksi

ceptik

Merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan jaringan lunak serta infeksi saluran kemih dan kelamin adalah ceptik. Mengandung cefixime, salah satu antibiotik golongan cephalosporin generasi ketiga yang aktif terhadap bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.

Cefixime mampu mengobati infeksi bakteri pada telinga, saluran pernapasan dan infeksi saluran kemih, obat ini berbentuk dua jenis yakni tablet dan sirup. Obat ini akan menghambat perkembangbiakan bakteri, namun tidak dengan virus. Hal itulah obat ini tidak diperuntukkan untuk mengobati infeksi virus, misalnya seperti flu.

Cefixime untuk Infeksi

Disebut juga dengan ceptik, konsumsi obat ini bisa diminum sebelum maupun setelah makan sesuai dengan petunjuk dokter, biasanya diminum satu kali sehari. Untuk anak kemungkinan dua kali sehari setiap 12 jam, untuk obat jenis tablet disarankan untuk dikunyah sampai hancur lalu ditelan.

Dosis yang diberikan berdasarkan kondisi medis dan respons terhadap pengobatan, termasuk untuk anak-anak. Cefixime merupakan jenis antibiotik yang paling ampuh ketika jumlah obat di dalam tubuh dijaga dengan tingkat yang begitu konsisten, minum obat ini pada jangka waktu yang sesuai.

Sangat disarankan untuk tetap mengonsumsi obat ini seusai resep sampai habis, meskipun gejala yang muncul sudah terasa hilang. Berhenti minum obat sebelum waktunya berpotensi memicu bakteri yang ada di dalam tubuh tetap berkembang

Sebelum mengonsumsi obat ini perlu diketahui terlebih dahulu peringatan apa saja yang bisa membahayakan kesehatan tubuh dan nyawa. Berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu diketahui sebelum seseorang memutuskan menggunakan obat yang mengandung cefixime.

  • Tidak boleh dikonsumsi jika memiliki alergi terhadap obat, untuk pasien dengan riwayat penyakit alergi obat atau bahan tertentu, lakukan lebih dulu konsultasi dengan dokter.
  • Sangat dianjurkan untuk hati-hati bagi pasien yang menderita anemia hemolitik, gangguan ginjal dan radang usus jika ingin mengonsumsi obat ini.
  • Beritahukan ke dokter ketika akan mengonsumsi cefixime, terutama pada saat bersamaan tengah mengonsumsi obat lain termasuk suplemen dan obat herbal.
  • Bagi perempuan yang menggunakan pil KB sebagai metode kontrasepsi, disarankan untuk menggunakan kondom ketika berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan.
  • Apabila muncul alergi atau overdosis setelah mengonsumsi obat ini, segera hubungi ke dokter atau larikan ke rumah sakit terdekat.
  • Meskipun dapat digunakan terhadap anak-anak, tetapi cefixime tidak diperuntukkan untuk bayi yang baru lahir.

Simpan obat ini pada suhu antara 20-25 derajat celcius, untuk suspensi atau sirup yang dilarutkan bisa disimpan pada suhu yang stabil antara 2-9 derajat celcius dan paling lama 14 hari serta jangan dibekukan. Selain itu terdapat beberapa kondisi yang membuat obat ini sama sekali tidak disarankan untuk dikonsumsi.

Seperti alergi terhadap cefixime atau antibiotik golongan cephalosporin, lalu gangguan hati, munculnya diare akibat infeksi bakteri dan bayi prematur dan baru lahir. Segera hentikan konsumsi ceptik jika mengalami pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir dan mata.

Selain itu kesulitan bernapas atau menelan, feses berair atau berdarah, kemerahan atau ruam kulit, sakit tenggorokan, demam, menggigil atau tanda-tanda infeksi lain. Munculnya kram perut atau demam selama pengobatan selama dua bulan atau lebih, sesak napas hingga munculnya gatal-gatal pada butuh.

Dosis cefixime yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk pasien dewasa sebanyak 200-400 mg per hari. Sementara untuk anak-anak yang berusia di atas 6 bulan diberikan dosis 9 mg/kgBB per hari dan merupakan dosis yang biasanya diberi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *