Mengenal Prosedur Puestow, Operasi untuk Mengobati Pankreatitis Kronis

Pankreatitis kronis merupakan suatu penyakit radang pankreas yang berdampak pada kerusakan fungsi pankreas. Untuk mengobati kondisi ini, salah satu upayanya adalah dengan melakukan operasi prosedur puestow.

Saat seseorang menderita pankreatitis kronis, saluran pankreas akan mengalami penyumbatan. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melarutkan makanan. Prosedur puestow membantu mengeringkan saluran pankreas yang tersumbat.

Angka komplikasi untuk pelaksanaan prosedur ini cenderung rendah. Selama bertahun-tahun, prosedur ini telah dilakukan sebagai salah satu upaya paling efektif dalam mengatasi pankreatitis kronis.

Persiapan sebelum menjalani prosedur puestow

Sebelum menjalani operasi, dokter tentunya akan melakukan diagnosa terhadap kondisi yang Anda derita. Untuk mendukung proses diagnosa, biasanya dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalanin tes pencitraan untuk melihat kondisi pankreas dalam tubuh.

Tes pencitraan dapat terdiri atas beberapa jenis, seperti ultrasonografi, CT scan, atau pencitraan endoskopi.

Setelah itu, dokter juga akan melakukan wawancara medis dengan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga, jenis alergi yang Anda derita, serta obat-obatan yang rutin Anda konsumsi.

Apabila Anda dan dokter sudah sepakat akan melaksanakan operasi, dokter akan memberikan lembar tertulis untuk ditandatangani sebagai tanda bahwa Anda telah setuju untuk mengikuti operasi.

Selama setidaknya delapan jam sebelum operasi dimulai, Anda diharuskan untuk puasa dan tidak diperkenankan mengonsumsi alkohol sebelum dan sesudah operasi. Anda juga akan diharuskan untuk mengonsumsi obat antibiotik dan pereda nyeri.

Pelaksanaan prosedur puestow

Operasi nantinya akan dilakukan oleh dokter bedah. Anda diminta untuk mengenakan pakaian operasi khusus sebelum masuk ke ruang operasi.

Pertama-tama, dokter akan memberikan anestesi sebagai obat bius. Hal ini berfungsi agar Anda tidak merasakan sakit selama prosedur operasi.

Setelah itu, dokter akan membersihkan area kulit Anda menggunakan antiseptik lalu menyayat kulit untuk memulai prosedur bedah. Area yang dibuka berada pada bagian perut, baik di bawah tulang rusuk atau pada garis tengah.

Melalui sayatan tersebut, dokter mendapat akses ke saluran pankreas dan bagian kedua dari usus kecil. Saluran pankreas yang tersumbat atau bermasalah akan dihubungkan dengan bagian dari usus kecil tersebut. Hal ini memungkinkan cairan pankreas agar bisa mengalir dari pankreas ke usus kecil.

Apabila ditemukan batu pada saluran pankreas Anda, dokter mungkin akan melakukan pengangkatan batu tersebut jika diperlukan.

Setelah operasi selesai, dokter akan menutup kembali bekas sayatan dengan jahitan dan menutupnya dengan perban.

Proses pemulihan setelah prosedur puestow

Dalam masa pemulihan setelah operasi selesai dijalankan, pihak rumah sakit akan terus memantau tanda-tanda vital Anda. Selama fungsi usus masih dalam pemulihan, Anda akan dipasangkan dekompresi nasogastrik, yaitu selang yang dimasukkan ke dalam lambung melalui hidung untuk mengeluarkan sekresi lambung.

Apabila fungsi usus sudah kembali normal, Anda tetap perlu mengonsumsi obat khusus yang dianjurkan oleh dokter.

Sekitar 70-80% pasien yang pernah menjalani prosedur puestow mengaku bahwa rasa nyeri akibat kondisi pankreatitis kronis mereda beberapa tahun setelah operasi selesai dijalankan. Biasanya, rasa nyeri baru benar-benar hilang setelah 5 tahun.

Akan tetapi, rasa nyeri bisa saja muncul kembali di kemudian hari. Apabila hal ini terjadi, Anda mungkin memerlukan operasi tambahan.

Prosedur puestow tidak menimbulkan efek samping diabetes. Sebaliknya, Anda justru memerlukan lebih banyak asupan insulin apabila kondisi pankreatitis kronis tak kunjung membaik bahkan setelah operasi dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *