Mengenal Tentang Midazolam, Obat yang Kontroversial

Midazolam termasuk dalam golongan obat Benzodiazepine yang bekerja pada sistem saraf pusat. Oleh karena itu obat Midazolam dapat menyebabkan efek relaksasi, mengantuk, dan menyebabkan hilangnya ingatan sebagian atau total selama penggunaan obat. Midazolam biasanya digunakan sebagai obat bius agar pasien bisa menahan sakit dari prosedur media yang akan dilakukan. Selain itu, obat ini juga sering digunakan di ICU pada pasien yang dipasang alat ventilator.

Obat ini juga memiliki efek mengurangi kecemasan. Tidak heran, midazolam tidak dijual bebas dan hanya bisa diberikan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan. Namun, apa saja efek sampingnya? Simak penjelasan berikut ini.

Efek samping midazolam

Efek samping dari midazolam dapat menyebabkan penekanan pada sistem pernapasan sehingga menyebabkan orang yang menggunakannya sulit untuk bernapas. Oleh karena itu, midazolam sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan penyakit pernapasan seperti PPOK. Jika penggunaannya tidak tepat, midazolam dapat menyebabkan napas berhenti yang akhirnya mengakibatkan kerusakan pada otak secara permanen bahkan dapat menyebabkan kematian.

Midazolam juga tidak dianjurkan pada wanita hamil dan menyusui karena obat ini dapat melewati ari-ari dan menyebabkan janin di dalam kandungan mengalami efek midazolam. Efek samping penggunaan obat ini juga bervariasi. Mulai dari efek samping yang ringan hingga berat tergantung dosis obat yang digunakan. Efek samping yang sering terjadi dengan penggunaan midazolam antara lain:

  • Rasa lelah
  • Sakit kepala
  • Sulit mengontrol diri
  • Gangguan keseimbangan
  • Gampang marah
  • Halusinasi
  • Bicara tidak jelas
  • Gemetaran
  • Sulit bernapas

Jika dosis midazolam berlebihan, akan terjadi gejala overdosis sebagai berikut:

  • Hilangnya kesadaran
  • Perasaan ngantuk terus-menerus
  • Gampang jatuh

Efek yang ditimbulkan, yaitu mengantuk, sakit kepala, dan batuk akibat iritasi tenggorokan. Selain itu, penggunaan pada hidung dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan hidung berair.

Penggunaan obat baru ini tidak diperbolehkan pada penderita glaukoma sudut tertutup. Adanya konsumsi obat sedasi lainnya, seperti obat nyeri golongan opioid, dapat menyebabkan efek sedasi berat, depresi pernapasan, koma hingga kematian.

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan obat ini, sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter mengenai obat lainnya yang sedang Anda konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *