Sarkoidosis Bikin Nyeri di Tulang Hidung Dekat Mata?

Sarkoidosis Bikin Nyeri di Tulang Hidung Dekat Mata?

Umum sekali seseorang merasakan sakit di rongga hidungnya karena sinusitis. Akan tetapi, pernahkah kamu mendengar tentang sarkoidosis? Konon katanya, kondisi kesehatan ini bisa mengakibatkan nyeri di tulang hidung dekat mata. Benarkah demikian?

Sarkoidosis sendiri dapat dijelaskan sebagai sebuah kondisi di mana sel tubuh mengalami peradangan. Tak terbatas di rongga hidung, utamanya di tulang hidung dekat mata, kondisi ini bisa terjadi di mana saja. Peradangan yang terjadi karena sarkoidosis ini menyebabkan terbentuknya granuloma, yaitu sel-sel radang yang menumpuk.

Gejala sarkoidosis dapat muncul secara perlahan-lahan dengan pola yang berbeda-beda, tergantung kepada organ tubuh mana yang mengalami kondisi ini. Pada beberapa kasus, gejala dapat hanya muncul sesaat, lalu menghilang. Ada juga gejala yang berlangsung hingga bertahun-tahun (kronis), atau justru tidak menampakkan gejala sama sekali.

Gejala sarkoidosis secara umum adalah demam, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, dan rasa lelah yang berlebihan. Adapun masalah kesehatan ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, namun penyebab pastinya masih belum diketahui. Sarkoidosis bisa dipicu oleh paparan infeksi, debu, atau zat kimia. 

Paparan tersebut mengakibatkan reaksi yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh, sehingga membentuk reaksi peradangan dan granuloma pada organ yang terkena. Seiring bertambah besarnya granuloma pada organ yang terkena, maka fungsi organ juga akan ikut terganggu.

Nyeri di tulang hidung dekat mata pada umumnya bisa diobati secara sederhana. Termasuk dengan kondisi yang disebabkan oleh sarkoidosis. Apalagi faktanya setengah dari total kasus sarkoidosis dapat sembuh dengan sendirinya. Beberapa pasien tidak memerlukan penanganan khusus jika tidak ditemukan gejala yang signifikan. Namun, dokter tetap akan terus memantau perkembangan kondisi pasien.

Jika mendapat bantuan dari petugas medis, seseorang yang mengalami sarkoidosis bisa menjalani beberapa prosedur medis di bawah ini, seperti: 

  • Pemberian obat antiradang, yaitu kortikosteroid, obat yang menjadi pengobatan lini pertama untuk sarkoidosis. Obat ini bisa digunakan dengan cara diminum, dioleskan secara langsung pada kulit, atau diteteskan pada mata.
  • Pemberian hydroxychloroquine, untuk mengatasi gangguan kulit.
  • Pemberian obat imunosupresif, untuk menekan sistem kekebalan tubuh demi mengurangi gejala peradangan.
  • Transplantasi organ, jika sarkoidosis telah mengakibatkan kerusakan organ.

Selain menjalani pengobatan, melakukan perubahan gaya hidup seperti yang disarankan di bawah ini dapat memudahkan penderita dalam menjalani kehidupan sehari-hari:

  • Sebisa mungkin hindari paparan debu dan zat kimia
  • Berhenti merokok
  • Memulai diet dan pola makan seimbang yang direkomendasikan dokter
  • Memenuhi asupan air putih
  • Pastikan tubuh beristirahat dan berolahraga yang cukup.

Sarkoidosis hanyalah satu dari sekian banyak kemungkinan kondisi yang menyebabkan nyeri di tulang hidung dekat mata. Dokter dapat mencurigai seorang pasien menderita sarkoidosis jika terdapat gejala-gejalanya. Kemudian diperkuat oleh pemeriksaan fisik, yaitu dengan memeriksa bagian tubuh yang dicurigai terkena sarkoidosis, seperti mata, jantung, paru-paru, serta kelenjar getah bening, untuk mendeteksi adanya pembengkakan. Untuk memastikan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan, berupa:

  • Tes darah, untuk memeriksa kesehatan tubuh secara keseluruhan, khususnya fungsi organ hati dan ginjal.
  • Foto Rontgen dada, untuk memeriksa jika terdapat kelainan pada paru-paru atau terjadi pembesaran jantung.
  • Tes fungsi paru, untuk mengukur volume dan kapasitas paru-paru.
  • CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat gambaran organ lebih jelas.
  • Biopsi, dengan mengambil sebagian kecil jaringan dari bagian tubuh yang dicurigai sebagai granuloma, dan diperiksa di bawah mikroskop.

Yang sebenarnya terjadi jika seseorang mengalami nyeri di tulang hidung dekat mata bisa saja satu kondisi medis yang serius. Ada baiknya, seseorang langsung mencari bantuan petugas kesehatan apabila mengalami kondisi tersebut, terlebih yang sudah berlangsung selama beberapa waktu. Perlu diingat bahwa kualitas pengobatan jelas berkaitan dengan kemungkinan kesembuhan, dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *