Menilik Kandungan dalam Serum Rambut Rontok, Efektifkah Mengatasi Kerontokan?

Rambut rontok menjadi salah satu permasalahan yang umumnya dialami oleh banyak orang, baik oleh kaum hawa maupun kaum adam. Pasalnya, kondisi rambut rontok ini dapat mengakibatkan kebotakan yang dapat berujung pada rendahnya kepercayaan diri untuk tampil di depan umum. Kerontokan rambut ini umumnya didapat ketika sedang menyisir, melepas ikat rambut, bahkan rambut dapat dengan sendirinya rontok begitu saja.

Berbagai cara tersedia untuk mengatasi kerontokan rambut ini atau setidaknya mengurangi jumlah rambut yang rontok, salah satunya dengan menggunakan serum rambut rontok. Dari sekian banyak produk serum rambut yang dijual di pasaran, manakah produk yang secara ampuh mengatasi masalah kerontokan rambut?

Perhatikan kandungan serum rambut rontok

Serum rambut rontok dikhususkan untuk mengatasi kerontokan rambut. Serum ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di atas permukaan rambut yang berfungsi untuk menghalau panas, kotoran, maupun polusi. Selain itu, lapisan ini juga membantu dalam mengurangi kerusakan rambut, memperbaiki akar rambut, dan menutrisi setiap helai rambut.

Dalam memilih serum rambut rontok, sebaiknya Anda memerhatikan beberapa kandungan penting yang dibutuhkan oleh rambut Anda, seperti:

  • Protein untuk membentuk keratin pada rambut.
  • Vitamin A untuk mempercepat pertumbuhan rambut dan mengoptimalkan kesehatan kulit kepala.
  • Biotin atau B7 yang berperan penting bagi pertumbuhan rambut.
  • Minyak kelapa yang berfungsi untuk mencegah kerusakan akar rambut dan merangsang pertumbuhan rambut.
  • Minyak zaitun untuk melindungi rambut dari kondisi kering dan kerusakan.

Apa saja yang menyebabkan kerontokan rambut?

Kerontokan rambut dapat terjadi karena beberapa faktor, di antaranya:

  • Kondisi hormon: kadar hormon pria, yaitu hormon androgen yang berada dalam kondisi abnormal dalam memicu kerontokan pada rambut
  • Stres: dapat terjadi akibat terlalu banyaknya beban pikiran, baik itu urusan pekerjaan, akademik, hingga hubungan.
  • Penggunaan produk rambut: proses bleaching, pewarna rambut, dan juga keramas terlalu sering dapat menipiskan rambut, sehingga rambut rentan rontok. Selain itu, rambut yang dikepang, dikuncir, dijepit, dikeriting meningkatkan risiko kerusakan dan kerontokan rambut.
  • Faktor keturunan: kondisi rambut yang mudah rontok ternyata dapat diwariskan secara garis keturunan.
  • Obat: mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi, pengencer darah, dan pil KB dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara.

Kenali Jenis Operasi Prostat Sebelum Memutuskan untuk Melakukan Prosedur Tersebut

Kaum adam memiliki kelenjar khusus dalam tubuhnya, yaitu kelenjar prostat. Kelenjar tersebut terletak di bagian bawah kandung kemih yang memiliki fungsi untuk memproduksi cairan yang nantinya akan membawa sperma. Kelenjar prostat ini dilalui oleh saluran kencing atau uretra.

Kelenjar prostat akan mengalami perubahan ukuran, semakin usia bertambah, maka kelenjar ini akan semakin besar, sehingga terkadang ia mengganggu proses buang air kecil. Faktor penyebab pembesaran ukuran kelenjar ini dapat diakibatkan oleh kanker atau proses pembesaran prostat jinak (BPH). Akibat dari dua faktor tersebut, banyak dari kaum pria kemudian memilih untuk melakukan operasi prostat.

Apa saja jenis operasi prostat?

Pada kenyataannya, jenis operasi prostat dapat bermacam-macam, mulai dari operasi yang bersifat radikal sampai tidak invasif. Pemilihan jenis prosedur operasi prostat dipengaruhi oleh tingkat keseriusan kasus dan tujuan melakukan operasi itu sendiri.

Dalam kasus tertentu, seperti operasi kanker prostat, prosedur operasi akan dilakukan dengan mengangkat sebanyak mungkin jaringan kanker. Sementara itu, untuk kasus BPH, operasi prostat dilakukan untuk mengikis jaringan prostat yang menjepit saluran kencing. Ada pun jenis-jenis operasi prostat, antara lain:

  • Prostatektomi terbuka

Prostatektomi adalah suatu prosedur operasi pengangkatan prostat yang dilakukan dengan membuang prostat serta jaringan di area sekitarnya. Dalam operasi ini, dokter akan membuat sayatan dari pusar ke arah tulang selangkangan atau dengan membuat sayatan pada area antara skrotum dengan anus, yang disebut dengan perineum.

  • Reseksi prostat transurethral/Transurethral Resection of The Prostate (TURP)

Prosedur TURP merupakan prosedur yang paling sering digunakan dalam mengatasi kasus BPH. Prosedur ini menggunakan alat endoskopi yang dilengkapi dengan kamera. Alat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam uretra, lalu dilakukan pengangkatan jaringan prostat yang mengalami pembesaran.

Insisi transurethral prostat atau Transutethral Incision of The Prostate (TUIP) merupakan prosedur yang serupa dengan TURP. Hanya saja, perbedaannya terletak pada jumlah jaringan prostat yang diangkat. Prosedur TUIP hanya membutuhkan sayatan kecil untuk mengurangi tekanan prostat pada uretra. Dengan begitu, proses buang air kecil dapat dilakukan dengan lebih mudah.

  • Laser

Prosedur laser ini bekerja dengan mematikan sel-sel kelenjar prostat dan membuat ukuran kelenjar tersebut menjadi lebih kecil. Prosedur ini tidak akan memberikan hasil efektif untuk kasus prostat yang besar. Kelebihan dari prosedur ini adalah efek samping yang lebih ringan dan juga rendahnya risiko perdarahan yang mungkin terjadi.

  • Laparoskopi

Pada dasarnya prosedur laparoskopi dilakukan dengan prinsip yang sama dengan prostatektomi terbuka. Namun, sayatan yang dibuat pada prosedur ini berukuran lebih kecil.

Cara Mengaplikasikan Salep Ruam Popok untuk Lansia

Bukan hanya bayi yang bisa mengalami ruam popok, orang lanjut usia juga bisa. Kondisi ini tentu sangat tidak nyaman dan perlu segera diatasi, salah satunya adalah dengan mengaplikasikan salep ruam popok untuk lansia. Pada dasarnya, ruam popok pada bayi dan lansia memiliki gejala yang hampir sama. Saat mengalami ruam popok, kulit akan berwarna merah muda, kering, dan terasa gatal. Jika tidak segera diatasi, gejala ini bisa mengakibatkan kulit menjadi iritasi, terluka, bengkak, dan mirip seperti luka bakar. Penderitanya juga akan merasakan gatal dan panas pada kulit.

Saat gejala-gejala tersebut terjadi, coba ingat-ingat apakah hal tersebut diakibatkan karena jarang mengganti popok atau memiliki alergi terhadap kandungan kimia tertentu yang mungkin terdapat dalam popok. Kedua pertanyaan itu penting karena sebagian besar penyebab ruam popok adalah karena frekuensi pergantian popok cenderung tidak teratur ataupun adanya alergi tertentu. Jika tidak, mungkin orang tersebut mengidap infeksi jamur karena area yang ditutupi popok terlalu lembap dikarenakan sifat popok yang tidak breathable.

Kondisi ini bisa terjadi di area sekitar kemaluan, paha, bokong, hingga panggul. Jika ruam popok yang disebabkan oleh jamur, daerah kemerahan bisa juga tumbuh bintil seperti biang keringat dan menjalar hingga ke bagian lipatan di sekitar area kemaluan.

Cara mengatasi ruam popok

Salah satu cara untuk mengatasi ruam popok adalah dengan mengoleskan salep ruam popok dengan dosis untuk lansia. Salep tersebut harung mengandung zinc oxide yang diaplikasikan pada area yang terinfeksi sebanyak 2 hingga 4 kali dalam sehari sampai ruam popok sembuh. Jika ruam popok masih terasa nyeri, Anda bisa mengoleskan salep kemudian menepuk-nepuk agar krim dapat menyerap dengan sempurna ke kulit.

Ketika mandi, bilas area yang luka dengan air mengalir. Salep ruang popok yang mengandung zinc oxide ini terasa lengket di tangan maupun di area yang diolesi salep. Jika merasa terganggu, oleskan juga petroleum jelly setelah memakai salep dan sebelum menggunakan popok kembali. Untuk mempercepat proses penyembuhan, sebaiknya tidak menggunakan popok untuk beberapa jam dalam sehari. Hal ini akan membuat sirkulasi udara di lebih lancar sehingga ruam akan lebih mudah dan lebih cepat kering.