Alami Gejala Depresi? Atasi dengan Obat Amitriptiline

Salah satu cara mengatasi gejala depresi adalah melalui penggunaan obat antidepresan. Salah satu obat yang digunakan bagi pasien penderita depresi adalah amitriptiline.

Amitriptiline merupakan obat antidepresan trisiklik dengan efek sedatif. Obat ini bekerja dengan mempengaruhi pembawa pesan kimiawi tertentu atau neurotransmiter, yang berkomunikasi antara sel-sel otak dan membantu mengatur suasana hati.

Cara menggunakan amitriptiline

Obat antidepresan ini umumnya hadir dalam bentuk obat oral. Jadi, penggunaannya dilakukan dengan cara diminum.

Umumnya, obat ini diminum sebanyak 1-4 kali dalam sehari, atau berdasarkan instruksi dari dokter. Apabila Anda mengonsumsinya hanya satu kali dalam sehari, minumlah menjelang tidur malam untuk menghindari rasa kantuk di siang hari.

Dosis untuk setiap pasien bisa saja berbeda-beda, tergantung kondisi pasien dan anjuran dari dokter. Biasanya, pada tahap awal, Anda akan diberikan amitriptiline dalam dosis kecil. Hal ini dilakukan guna menghindari efek samping seperti rasa lelah, ngantuk, mulut kering, serta pusing.

Secara perlahan, ketika tubuh Anda sudah terbiasa dengan efek dari obat ini, dokter akan meningkatkan dosis obat. 

Konsumsi obat ini secara rutin untuk mendapatkan efek yang maksimal. Akan tetapi, pastikan untuk tidak mengonsumsi dalam dosis dan juga frekuensi yang melebihi anjuran dokter. Hal ini bisa memicu kemunculan efek samping.

Selama dokter belum menganjurkan untuk menghentikan pemakaian, jangan berhenti meminum obat ini. Bahkan, ketika Anda sudah tidak lagi merasakan gejala depresi sekalipun.

Anda mungkin tidak bisa merasakan dampak dari obat ini secara langsung. Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar 1-4 minggu setelah pemakaian untuk merasakan efeknya.

Hal penting saat menggunakan amitriptiline

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan menggunakan amitriptiline:

  • Riwayat penyakit jantung

Antidepresan yang satu ini memang efektif digunakan untuk mengatasi gejala depresi. Akan tetapi, amitriptiline tidak dianjurkan bagi penderita depresi yang juga menderita penyakit jantung.

Secara khusus, apabila Anda belum lama ini baru saja mengalami serangan jantung, Anda harus menyampaikannya pada dokter sebelum diresepkan obat ini.

  • Reaksi alergi

Sampaikan pada dokter mengenai seluruh jenis alergi yang Anda miliki. Apabila Anda tidak tahu pemicu alergi, dokter bisa membantu mencari tahu dengan meminta Anda menjalankan tes darah.

Obat amitriptiline bisa saja memiliki komposisi kandungan yang tidak aktif. Kandungan seperti ini biasanya bisa memicu reaksi alergi atau masalah lainnya.

  • Hindari berkendara

Ketika menggunakan obat ini, sebaiknya hindari berkendara. Karena, sama seperti ketika mengonsumsi alkohol, obat ini bisa menyebabkan rasa kantuk, lelah, dan pusing. 

Bukan hanya berkendara, hindari juga menggunakan alat-alat yang berbahaya setelah mengonsumsi obat ini. Pandangan Anda juga bisa menjadi kabur beberapa saat setelah meminumnya. 

  • Hindari interaksi dengan matahari

Bagi beberapa pengguna, amitriptiline bisa menimbulkan efek samping berupa sensitivitas terhadap matahari. Karena itu, sebaiknya hindari paparan sinar matahari yang terlalu berlebih saat menggunakan obat ini.

Pastikan untuk selalu menggunakan tabir surya dan pakaian yang aman ketika akan beraktivitas di luar ruangan. Bila muncul kemerahan atau luka bakar di kulit, segera konsultasikan dengan dokter Anda. 

Itulah beberapa hal umum yang perlu diperhatikan ketika Anda menggunakan obat antidepresan ini. Anda bisa mendapatkan informasi lebih dalam dengan berkonsultasi pada dokter sebelum menggunakannya.

Amitriptiline bisa membantu Anda dalam mengatasi gejala depresi. Akan tetapi, jangan sampai Anda menggunakan obat ini dengan cara yang salah, dan membuat Anda menjadi terlalu bergantung dengan obat ini.

Etoricoxib

Jika Anda ingin menggunakan obat etoricoxib untuk mengatasi masalah sendi, Anda perlu gunakannya sesuai dosis yang dianjurkan. Berikut adalah dosis yang digunakan pasien berdasarkan kondisi yang dialami:

  • Rematik

Bagi pasien yang mengalami rematik, dosis yang digunakan sebanyak 90 mg yang dikonsumsi sekali sehari.

  • Osteoartritis

Bagi pasien yang mengalami osteoartritis, dosis yang digunakan sebanyak 30 mg yang dikonsumsi sekali sehari. Dosis tersebut dapat ditingkatkan menjadi 60 mg jika pasien membutuhkan obat etoricoxib.

  • Gout akut

Bagi pasien yang mengalami gout akut, dosis yang digunakan sebanyak 120 mg yang dikonsumsi sekali sehari. Pasien perlu menggunakan obat etoricoxib untuk mengatasi kondisi tersebut paling lama 8 hari.

Efek Samping Obat Etoricoxib

Sama seperti obat lain, obat etoricoxib juga dapat menimbulkan efek samping berupa perut kembung, diare, sembelit, mual, muntah, dan sakit kepala. Pasien bisa saja mengalami kondisi yang lebih serius. Oleh karena itu, pasien perlu hubungi dokter jika kondisinya memburuk.

Jika Anda mengalami efek samping seperti ini dan ingin bertemu dengan dokter, Anda sebaiknya jangan lupa untuk beritahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Gangguan hati.
  • Gagal jantung.
  • Hipertensi.
  • Sedang memasuki masa kehamilan.

Obat etoricoxib dapat diberikan kepada pasien yang memiliki kondisi berikut:

  • Memiliki reaksi alergi terhadap aspirin dan NSAID.
  • Hipertensi yang tidak terkendali.
  • Hipersensitivitas terhadap etoricoxib.
  • Gagal jantung dalam skala sedang hingga berat.
  • Penyakit jantung iskemik.
  • Penyakit serebrovaskular.
  • Gangguan ginjal dan hati.
  • Sedang memasuki masa menyusui.

Obat Etoricoxib Dengan Obat Lain

Selain kondisi seperti yang disebutkan di atas, pasien yang ingin mengkonsumsi obat etoricoxib perlu pahami bahwa obat tersebut tidak dapat digunakan secara bersamaan dengan obat lain, karena dapat menimbulkan efek yang buruk bagi tubuh. Oleh karena itu, pasien perlu bertanya ke dokter terlebih dahulu supaya dapat menyesuaikan pengobatannya. Dokter dapat mengurangi dosis obat etoricoxib.

Berikut adalah beberapa contoh obat lain yang tidak dapat dikonsumsi dengan obat etoricoxib:

  • Antikoagulan oral

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan obat etoricoxib, maka Anda akan meningkatkan INR.

  • Rifampisin

Jika Anda menggunakan obat tersebut dengan obat etoricoxib, maka Anda akan mengurangi kadar etoricoxib pada plasma darah.

  • Serum

Jika Anda menggunakan obat tersebut dengan obat etoricoxib, maka Anda akan meningkatkan kadar etinilestradiol.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki penyakit tertentu?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan untuk mengatasi kondisi yang Anda alami.

Kesimpulan

Obat etoricoxib dapat Anda gunakan untuk mengatasi masalah sendi. Meskipun demikian, obat tersebut perlu digunakan sesuai dosis yang dianjurkan, kecuali jika dokter mengubah dosis tersebut karena Anda mengalami kondisi tertentu. Efek samping karena obat tersebut juga bisa terjadi. Oleh karena itu, jika kondisi tidak membaik, Anda sebaiknya hubungi dokter.

Mencegah Kebutaan Akibat Glaukoma Sudut Terbuka Primer

Glaukoma merupakan kerusakan saraf mata yang menjadi banyak penyebab kebutaan. Ada berbagai jenis glaukoma, dan glaukoma sudut terbuka primer (POAG) yang disebut juga dengan glaukoma sudut terbuka merupakan jenis yang paling umum. 

Seringkali pasien tidak menyadari bahwa mereha menderita kondisi tersebut sampai pada akhirnya mengalami kebutaan permanen. Maka dari itu sangat penting menyadari gejalanya sedini mungkin agar bisa melakukan tindakan pencegahan dan perawatan medis.

Sebab dan gejala glaukoma sudut terbuka primer

Secara umum glaukoma sudut terbuka primer disebabkan oleh tekanan yang diterima mata (intraokular) terlalu tinggi. Seiring waktu tekanan pada mata merusak saraf optik di bagian belakang mata sehingga menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. 

Meski ada banyak sebab, beberapa kasus memiliki penyebab yang tidak bisa diidentifikasi. Adapun faktor risiko glaukoma sudut terbuka primer meliputi:

  • Usia. Orang yang lebih tua, terutama di atas 40 tahun sangat berisiko terkena kondisi ini.
  • Riwayat keluarga. Jika salah satu atau kedua orang tua atau saudara terkena glaukoma sudut terbuka, maka Anda berisiko 4 kali lebih banya mengembangkan kondisi ini. 
  • Ras. Etnis Afrika dan Amerika Latin serta keturunannya memiliki risiko jauh lebih tinggi.
  • Riwayat kesehatan. Orang dengan masalah medis seperti diabetes, hipertensi, dan miopia dapat meningkatkan risiko glaukoma sudut terbuka primer.
  • Gaya hidup. Merokok, asupan alkohol yang tinggi, dan obesitas dapat meningkatkan risiko.
  • Ketebalan kornea sentral yang lebih tipis

Pada orang etnis Afrika, gluakoma dapat berkembang pada usia yang lebih mudah dengan tingkat keparahan yang parah. Risiko kebutaan pun 6-8 kali lebih besar dari orang biasa. 

Penyakit ini sangat membahayakan karena pasien tidak merasakan gejala yang aneh. Beberapa pasien memiliki keluhan seperti mengalami kesulitan mengemudi, atau objek yang tiba-tiba hilang misalnya bagian kata hilang saat membaca. Tanda dan gejala jauh lebih jelas jika Anda menjalani pemeriksaan mata.

Mencegah kebutaan akibat glaukoma sudut terbuka primer

Glaukoma sudut terbuka primer merupakan penyebab utama kebutaan yang belum dapat disembuhkan. Namun kebutaan dapat dicegah dengan menjalani perawatan medis. Pengobatan berfokus pada mengurangi tekanan intraokular dan kerusakan saraf optik.

Ada beberapa perawatan yang tersedia, mulai dari pemberian obat-obatan hingga operasi. Tak jarang dokter menggabungkan beberapa perawatan untuk mendapat efek lebih baik.

  1. Obat tetes mata

Pengobatan pertama untuk mengatasi glaukoma sudut terbuka primer adalah pemberian obat tetes mata resep. Ini digunakan untuk mengurangi produksi air di mata atau meningkatkan drainase dari mata.

  1. Pengobatan oral

Terkadang dokter meresepkan pengobatan oral sebagai pengganti obat tetes tertentu. Obat yang umum diberikan antara lain penghambat karbonat anhidrase, dan diuretik osmotik. Sebelum pemberian dokter akan mempertimbangkan kondisi Anda terlebih dahulu.

  1. Operasi

Ada sejumlah prosedur pembedahan untuk glaukoma sudut terbuka primer. Prosedur ini bertujuan mengurangi tekanan mata, mengurangi terhadap ketergantungan obat, dan membantu mencegah kehilangan penglihatan akibat penyakit tersebut. 

Efek beberapa prosedur dapat berkurang seiring waktu, sehingga mungkin diperlukan prosedur tambahan setelah beberapa tahun. Adapun prosedurnya meliputi:

  • Terapi laser selektif (SLT), merupakan pengobatan awal untuk pasien yang tidak merespon terapi obat. 
  • Terapi laser argon (ALT), efeknya bertahan hingga 3-5 tahun setelah terapi/
  • Trabekulektomi, dilakukan jika terapi laser SLT dan ALT gagal atau bekerja tidak efektif.
  • Operasi implan drainase, umumnya dilakukan setelah beberapa kali upaya trabekuletomi gagal.
  • Ablasi tubuh siliaris, merupakan opsi terakhir dalam perawatan glaukoma sudut terbuka primer. 

Catatan

Glaukoma sudut terbuka primer dapat menyerang siapa saja dan kehilangan penglihatan dapat terjadi secara tiba-tiba. Untuk mencegah hal itu terjadi, sangat penting untuk menjalani pemeriksaan mata secara rutin. 

Floppy Eyelid Syndrome, Ketika Kelopak Mata Terlihat Kuyu

Mata adalah salah satu indra yang paling banyak dilihat. Ketika berbicara, seseorang akan menatap mata, sehingga sering disebut sebagai jendela jiwa. Namun bagaimana jika mata terlihat kuyu akibat kelopak mata yang seperti mengendur?

Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan floppy eyelid syndrome (FES) atau sindrom mata terkulai. Gangguan ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1981 oleh Culbertson dan Ostler. Mereka menemukan sindrom ini dialami oleh pasien pria yang kelebihan berat badan dengan kelopak mata atas terkulai, kenyal, dan mudah terbuka.

Namun pada awalnya floppy eyelid syndrome belum dikenali sebagai suatu penyakit. 

Penyebab floppy eyelid syndrome

Ada beberapa kondisi yang menjadi faktor risiko atau penyebab dari sindrom floppy eyelid. Biasanya sindrom ini dikaitkan dengan konjungtivitis papiler kronis. Faktor lain yang dapat menyebabkan floppy eyelid syndrome antara lain:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Iritasi mata 
  • Apnea tidur obstruktif (obstructive sleep apnea/OSA)
  • Matting atau kotoran mata
  • Blepharoptosis dan dermatochalasis
  • Keratopati kornea belang-belang
  • Keratitis
  • Neovaskularisasi kornea bilateral
  • Ulserasi kornea
  • Jaringan parut pada kornea
  • Sindrom erosi kornea berulang
  • Sindrom Down
  • Keratitis filamen
  • Ektropion atau posisi kelopak mata bawah yang membalik

Menggosok mata terlalu kencang atau posisi tidur yang cenderung lebih banyak menekankan pada salah satu sisi juga dapat meningkatkan risiko. Ketika kelopak mata mendapatkan tekanan terus menerus (stres mekanis berulang) jumlah elastin pada kelopak mata akan berkurang sehingga menyebabkan floppy eyelid syndrome.

Gejala floppy eyelid syndrome

Sindrom floppy eyelid dapat dialami oleh siapa saja dengan rentang usia 2-80 tahun, tapi pada kebanyakan kasus sindrom ini lebih banyak dialami oleh laki-laki gemuk paruh baya (40-50 tahun). 

Floppy eyelid syndrome memiliki gejala yang serupa dengan penyakit lain, sehingga seringkali tidak terdiagnosis secara akurat pada permulaan penyakit ini muncul. Gejala yang umum terjadi meliputi:

  • Kulit kelopak mata atas yang mudah dibuka
  • Kulit kelopak mata atas yang tampak memanjang dan tumpang tindih di atas tepi kelopak bawah
  • Keluarnya lendir atau cairan keputihan dari mata
  • Mata kering

Bagaimana mengobati floppy eyelid syndrome?

Dokter akan mendiagnosis sindrom floppy eyelid berdasarkan gejala yang tampak. Karena floppy eyelid syndrome dikaitkan dengan apnea tidur obstruktif (OSA), kemungkinan besar pasien juga ditangani oleh spesialis gangguan tidur. 

Pengobatan terbagi menjadi terapi medis dan prosedur bedah. Tindakan suportif seperti memberi cairan pelumas pada mata dan antihistamin dapat mencegah kelopak mata teriritasi. Menggunakan penutup mata juga efektif mengatasi keluhan pasien untuk sementara waktu. Pasien juga diminta untuk menghindari menggosok atau membebani mata untuk memperburuk kondisinya. 

Prosedur bedah yang dilakukan bertujuan untuk mengencangkan kelopak mata. Karena sebagian besar pasien sindrom floppy eyelid juga menderita OSA, mempertimbangkannya bersama dengan posisi terlentang juga penting. 

Terapi bedah lain yang bisa dilakukan meliputi:

  • Pemendekan kelopak mata horizontal, untuk mencegah kecenderungan kelopak mata untuk kembali membuka keluar. Selama prosedur ini dilakukan, perbaikan ptosis, reposisi bulu mata, dan blepharoplasty juga dilakukan.
  • Canthopexy lateral, merupakan prosedur yang lebih efektif dari pemendekan kelopak mata.
  • Tarsorrhaphy, dilakukan kepada pasien yang gagal merespon prosedur pemendekan kelopak mata. 

Catatan

Menderita floppy eyelid syndrome akan terasa sangat mengganggu dan mengganjal. Kondisi ini harus segera ditangani, karena jika tidak dapat menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya. 

Diskusikan mengenai floppy eyelid syndrome atau gangguan penglihatan lainnya dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store. 

Jangan Sampai Tidak Tahu, Ini Batasan Screen Time Anak Sesuai Usia

Kemajuan teknologi seperti sekarang ini memang membuat hampir semua orang banyak menghabiskan waktu di depan layar ponsel. Termasuk anak-anak. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memantau dan mengetahui screen time anak.

Screen time adalah waktu yang dihabiskan ketika berada di depan layar elektronik, seperti bermain game di smartphone, menonton youtube di tablet, maupun menonton televisi.

Kenapa penting menjaga screen time anak? Sebab, ketika penggunaan gadget atau barang elektronik tidak dibatasi pada anak, maka dapat memengaruhi tumbuh kembang anak seperti pertumbuhan fisik, mental, hingga emosi si kecil.

Apalagi di awal-awal usia sang anak, penting bagi bayi mengeksplorasi semua hal yang ada di sekitarnya. Rangsangan terbaik untuk perkembangan otak bayi didapat saat berinteraksi dengan nyata dengan orang tua, saudara, ataupun teman-temannya.

Akan tetapi, seringkali anak malah asik sendiri dengan smartphone dan lupa untuk berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Batasan Screen Time Anak Sesuai Usia

Terkait hal ini, sebenarnya ada batasan screen time anak, lho. Batasan ini disesuaikan dengan golongan usia.

Berikut batasan screen time anak yang dianjurkan sesuai umur anak menurut WH dan Akademi Kedokterak Anak Amerika Serikat.

  • Usia 0-18 Bulan

Tahukah Anda bahwa bayi yang masih berusia 0-18 bulan tidak dianjurkan untuk mendapat screen time sama sekali. Apalagi jika bayi dibiarkan menonton atau menikmati ponsel sendirian.

Namun, untuk sekadar video call dengan anggota keluarga tidak ada salahnya. Kondisi tersebut termasuk dalam membangun interaksi dengan orang lain di sekitarnya.

  • Usia 18-24 Bulan

Ketika bayi berusia 18-24 bulan atau menuju 2 tahun, sudah boleh mendapat screen time. Namun, haruslah didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Berikan tontonan yang bermanfaat dan juga menghibur sesuai dengan usianya.

Tapi sewajarnya saja, tidak boleh terlalu lama karena bayi masih perlu bermain, berinteraksi dengan lingkungan, dan tidur.

  • Usia 2-5 Tahun

Nah, di usia 2 tahun, screen time anak hanya boleh maksimal 1 jam saja. Akan lebih baik waktu tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin agar anak mendapat edukasi seusianya.

Jangan sampai anak menjadi penonton pasif dan menyaksikan sesuatu yang bukan untuk dirinya. Anda sebagai orang tua bisa memberikan anak tontonan tentang edukasi bentuk, warna, nama hewan, ataupun benda-benda yang ada di lingkungan. Tontonan ini akan membantu tumbuh kembang anak.

  • Usia 6 Tahun ke Atas

Sebenarnya di usia 6 tahun ke atas, tidak ada waktu spesifik terkait screen time anak. Hanya saja, sebaiknya orang tua memberikan batasan waktu yang konsisten bagi anak. Berapa lama dalam sehari anak hanya boleh menatap gadget dan disiplinkan aturan tersebut setiap hari. Screen time juga tidak boleh mengganggu jadwal tidur, aktivitas, hingga kebiasaan yang penting dilakukan oleh anak demi menjaga kesehatannya.

Tips Membatasi Screen Time Anak

Membatasi waktu bermain gadget memang harus dibiasakan. Memang tidak mudah, apalagi sudah sejak bayi dikenalkan dengan gadget. Sehingga perlu konsistensi dan disiplin yang ketat dari orang tua.

Berikut beberapa tips untuk mengurangi screen time anak.

  • Dimulai sejak dini, dengan menerapkan pembatasan screen time sesuai usia
  • Mulai bernegosiasi dengan anak yang lebih tua agar mau membatasi screen time hariannya. Biasanya anak yang lebih tua akan sulit jika tiba-tiba disuruh berhenti menggunakan gawai. Jelaskan maksud dan tujuannya agar anak mengerti.
  • Letakkan gawai Anda dan lakukan banyak hal bersama. Anda harus memberi contoh yang baik di rumah, termasuk dalam penggunaan gadget. Jika dalam kondisi mendesak harus memegang ponsel di depan anak-anak, jelaskan alasan Anda melakukan hal tersebut.

Fungsi Alkaloid dalam Kehidupan, Hati-Hati, Ada yang Beracun!

Di alam, ada banyak sekali senyawa alami yang dapat Anda temukan. Dari sekian banyak golongan senyawa organik alami, seperti karbohidrat, lipid, protein, asam amino, flavonoid, dan steroid, tampaknya yang cukup istimewa adalah alkaloid. Apa yang membuat alkaloid spesial? Ini karena alkaloid berasal dari asam amino dan dapat disintesis oleh tumbuhan dan beberapa hewan. Yuk, cari tahu lebih banyak peran alkaloid dalam kehidupan di sini!

Fungsi alkaloid dalam kehidupan

Alkaloid memiliki efek biologis yang bermanfaat untuk organisme hidup. Berikut ini fungsi alkaloid dalam berbagai aspek kehidupan, yaitu:

  1. Penggunaan obat-obatan dan farmasi.

Alkaloid telah menunjukkan khasiat obat yang cukup beragam. Morfin adalah salah satu alkaloid paling dikenal yang hingga saat ini masih digunakan untuk tujuan medis. Jenis alkaloid ini adalah narkotika kuat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Hanya saja, penggunaannya sangat terbatas karena bersifat adiktif. Beberapa jenis alkaloid lainnya yang bermanfaat dalam dunia medis adalah:

  • Kodein adalah turunan morfin yang muncul di dalam opium poppy dan bertindak sebagai stimulan pernapasan atau jantung. 
  • Atropin, yaitu jenis alkaloid yang digunakan sebagai obat dalam banyak aplikasi klinis, seperti suntikan dengan atropin untuk mengobati bradikardia (denyut jantung rendah). 
  • Tubocurarine adalah alkaloid yang sering digunakan dalam operasi sebagai pelemas otot. 
  • Vincristine dan vinblastine, digunakan sebagai agen kemoterapi dalam pengobatan berbagai jenis kanker. 
  • Kokain dan alkaloid yang ada dalam Erythroxylum coca adalah anestesi lokal yang manjur. 
  • Efedrin (dari spesies Ephedra) dan ergonovine (dari jamur Claviceps purpurea) berperan sebagai penyempit pembuluh darah. Efedrin juga digunakan pada penyakit asma bronkial dan untuk meredakan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh demam, sinusitis, dan flu biasa.
  • Kina adalah agen antimalaria yang kuat dan sering diganti dengan obat sintetis, yang lebih efektif dan tidak terlalu beracun. 
  • Quinidine (dari spesies Cinchona), sebagai pengobatan aritmia (irama jantung yang tidak teratur).
  • Colchicine (dari famili Liliaceae), dikenal sejak lama untuk mengobati serangan asam urat akut. 
  1. Makanan dan minuman.

Senyawa alkaloid juga merupakan elemen makanan dan minuman untuk manusia. Beberapa tanaman yang mengandung alkaloid dan dijadikan sebagai makanan atau minuman manusia adalah:

  • Biji kopi (kafein).
  • Biji kakao (theobromine dan caffeine).
  • Daun teh (teofilin, kafein).
  • Tomat (tomatine).
  • Kentang (solanine). 

Kafein adalah jenis alkaloid yang paling umum sebagai bahan minuman ringan (soft drinks) untuk meningkatkan cita rasa dan minuman berenergi bagi orang-orang yang aktif berolahraga. 

  1. Sebagai stimulan.

Alkaloid merangsang organisme manusia, misalnya sistem saraf pusat, atau langsung bekerja pada otak manusia. Nikotin dari tanaman tembakau (Nicotiana tabacum) adalah stimulan kuat sekaligus bahan utama dalam tembakau yang dihisap dalam rokok. Kokain adalah obat narkotika yang aktivitasnya tidak sesuai untuk tujuan medis. Kokain memiliki efek berlawanan dari morfin. Senyawa ini menghasilkan keadaan hiperarousal euforia pada manusia, tetapi dosis tinggi dapat menyebabkan fibrilasi dan kematian.

Senyawa alkaloid dari berbagai spesies tanaman juga memiliki efek sebagai antiparasit, antiplasmodial, antikorosif, antioksidan, antibakteri, anti-HIV, dan aktivitas insektisida.

Sisi gelap dari alkaloid

Meskipun alkaloid memiliki efek biologis yang bermanfaat dalam kehidupan manusia, tetapi  beberapa alkaloid adalah obat-obatan terlarang dan racun, seperti:

  • Racun curare yang diperoleh dari Chondrodendron tomentosum dan digunakan di Afrika Selatan sebagai racun sempit, mengandung alkaloid tubocurarine. 
  • Coniine (dari Conium maculatum) yang merupakan bahan aktif racun hemlock.
  • Mescaline (dari spesies Anhalonium) memiliki aktivitas halusinogen. 
  • Psilocybin (dari spesies jamur Psilocybe mexicana) memiliki aktivitas psikedelik.

Meskipun alkaloid memiliki banyak manfaat dalam kehidupan, tetapi beberapa alkaloid juga bersifat adiktif dan beracun. Penggunaan alkaloid dalam dunia medis tidak boleh digunakan sembarangan tanpa pengawasan dari dokter atau ahlinya langsung.

Beberapa Merek Dagang Fenofibrate yang Beredar di Indonesia

Fenofibrat adalah nama generik untuk obat yang berfungsi meningkatkan lipolisis (pemecahan lemak) dan eliminasi partikel yang kaya akan trigliserida dari plasma dengan mengaktifkan lipoprotein lipase (enzim untuk memecah lipid).

Secara umum, Fenofibrat digunakan sebagai penurun kadar trigliserida (asam lemak) dan kolesterol jahat dalam tubuh. Dengan begitu, HDL atau kolesterol baik dapat ditingkatkan sehingga seseorang dapat terhindar dari penyakit-penyakit yang berkaitan dengan penggumpalan darah di arteri.

Di Indonesia, ada banyak merek dagang dari Fenofibrate. Di bawah ini tersedia beberapa merek dagang tersebut. Perlu diingat bahwa daftar di bawah ini dipilih secara acak tanpa mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah peredaran, harga, dan sebagainya. Berikut di antaranya:

  • Cholecaps

Cholecaps merupakan obat yang mengandung Finofibrate sebanyak 200 miligram dalam tiap kapsulnya. Produk ini dipasarkan oleh perusahaan farmasi Apotex inc. Cholecaps bukan obat bebas, karena itu untuk dapat menggunakannya seseorang butuh resep dari dokter.

  • Evothyl

Obat ini beredar di pasaran dengan nama Evothyl 300MG/100MG TAB, sesuai dengan bentuk dan kandungannya. Evothyl berbentuk tablet dengan masing-masing mengandung 300 atau 100 miligram Finofibrate. Obat ini diproduksi oleh perusahaan farmasi Guardian pharmatama.

  • Felosma

Perusahaan farmasi Bernofarm mengeluarkan produk Finofibrate dengan merek Felosma. Yang paling sering ditemukan, Felosma berbentuk kapsul dengan masing-masing kapsulnya mengandung 300 miligram Finofibrate. Sama seperti merek lainnya, Felosma juga merupakan obat resep.

  • Fenofibrate OGB Medikon

Merek dagang Finofibrate satu ini dikeluarkan oleh Medikon. Tiap tablet mengandung 200 miligram senyawa aktif yang digunakan untuk terapi sistemik dalam mengatasi hiperkolesterol dan hipertrigliserid dalam darah. 

  • Fenolip

Mepofarm juga memiliki produk Finofibrate. Perusahaan itu menjualnya dengan merek dagang Fenolip. Fenolip memiliki dua varian, pertama mengandung senyawa aktif Finofibrate 100 miligram dan kedua mengandung senyawa aktif Fenofibrate 300 miligram. Keduanya berbentuk kapsul.

  • Fenosup Lidose

Fenosup Lidose adalah merek dagang Finofibrate milik perusahaan farmasi Ethica. Tiap kemasan obat Fenosup Lidose mengandung zat aktif Finofibrate sebanyak 160 miligram. Jika Anda ke apotek, Fenosup Lidose dipasarkan dengan kemasan dos berisikan 30 kapsul.

  • Fibesco

Sama seperti Finofibrate lainnya, Fibesco adalah obat yang digunakan untuk mengurangi kolesterol dan trigliserida (asam lemak) dalam darah. Obat ini diproduksi oleh perusahaan farmasi Dipa pharmalab. Berbentuk kapsul, Fibesco mengandung 300 miligram Finofibrate tiap kapsulnya.

  • Fibramed

Pabrikan farmasi Promed mengeluarkan produk Finofibrate dengan nama dangan Fibramed. Obat ini berbentuk kapsul dengan kandungan senyawa aktif 300 miligram. Penggunaan Fibramed harus sesuai dengan resep atau instruksi dari dokter.

***

Itulah beberapa merek dagang Finofibrate yang beredar di Indonesia. Kurang lebih indikasi atau manfaat dari obat ini sama. Perbedaan masing-masing merek dagang mungkin hanya terletak di bentuk dan juga kandungan senyawa aktifnya.

Seluruh penggunaan obat ini harus berdasarkan resep dokter. Karena seperti produk farmasi lainnya, konsumsi Finofibrate yang tidak tepat memiliki berbagai efek bagi kesehatan. Efek samping paling umum dari Finofibrate seperti gangguan pada saluran pencernaan diantaranya mual, muntah, dan nyeri perut.

Sementara efek samping yang jarang terjadi, meski masih ada kemungkinan, adalah vertigo, eksim, trombositopenia, anemia, leukopenia, eosinopilia, ruam kulit, dermatitis, pruritus, urtikaria, impotensi, sakit kepala, pusing, pandangan kabur, sakit kuning kolestatik, angiodema, edema larings, fibrilasi atrium, pankreatitis, miastenia, miopati, rabdomiolisis, nyeri ekstremitas, mialgia disertai dengan meningkatnya kreatin kinase.

Masih ada beberapa kondisi medis lain yang bisa menjadi efek samping dari penggunaan hampir seluruh merek dagang Finofibrate. Namun, mungkin semua itu kembali kepada masing-masing kondisi pasien.

Chloramphenicol

Chloramphenicol merupakan jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi karena adanya mikroorganisme. Obat chloramphenicol bekerja dalam menghambat sintesis protein bakteri. Obat chloramphenicol hanya dapat digunakan oleh penderita yang mengalami infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri.

Kemasan Obat Chloramphenicol

Obat chloramphenicol dapat diperoleh melalui resep dokter. Obat tersebut juga tersedia dalam kemasan tetes, tablet, salep, dan suntik. Obat chloramphenicol hanya dapat dikonsumsi oleh orang dewasa.

Penggunaan Obat Chloramphenicol

Jika Anda ingin menggunakan obat chloramphenicol, Anda dapat menggunakannya. Dosis yang digunakan setiap orang juga berbeda, tergantung pada kondisi yang dialami. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat tersebut.

Jika Anda mengalami infeksi okular, Anda sebaiknya gunakan obat tetes yang diteteskan setiap 2 jam. Dosis awal yang sebaiknya Anda gunakan adalah sebanyak 0,5 persen. Jika kondisi membaik, Anda dapat tingkatkan dosis tersebut. Anda juga disarankan untuk terus menggunakan obat tersebut selama 48 jam.

Jika Anda mengalami meningitis bakterial, infeksi bakteri Anaerob, abses otak, tularemia, atau gastroenteritis berat, Anda sebaiknya gunakan tablet oral sebanyak 50 mg/kgBB/hari yang dibagi dalam 4 dosis, dan dinaikkan hingga 100 mg/kg/hari khusus meningitis. Pengobatan dengan obat tersebut dapat Anda lanjutkan setelah suhu tubuh Anda normal selama 4 hari pada penyakit riketsia dan 8 hingga 10 hari pada demam tifoid.

Jika Anda menggunakan obat chloramphenicol dalam bentuk tetes, Anda sebaiknya tetes sebanyak 2 hingga 3 kali dengan kadar 5 persen yang dilakukan 2 hingga 3 kali sehari.

Efek Samping Obat Chloramphenicol

Sama seperti obat lain, obat chloramphenicol juga dapat menimbulkan efek samping berupa penglihatan kabur (sementara), menyengat, terbakar, demam, dan pendarahan saluran cerna pada penggunaan obat dalam bentuk tetes. Jika kondisi memburuk, Anda sebaiknya hubungi dokter.

Anda perlu dirawat jika Anda mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Supresi sumsum tulang dan anemia aplastik ireversibel.
  • Anafilaksis.
  • Neutropenia.
  • Trombositopenia.
  • Sindrom bayi abu-abu.

Hal-Hal Lain yang Perlu Diperhatikan

Anda sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi medis sebagai berikut:

  • Alergi terhadap chloramphenicol atau obat antibiotik lain.
  • Memiliki gangguan pada hati atau ginjal.
  • Anemia.
  • Diabetes.
  • Bayi prematur.
  • Kondisi tubuh yang disebabkan oleh terapi radiasi.

Selain kondisi di atas, Anda juga dianjurkan untuk tidak menggunakan kontak lensa jika Anda ingin menggunakan obat chloramphenicol, karena dapat menimbulkan efek samping seperti penglihatan kabur. Jika penglihatan Anda kabur, Anda tidak diperbolehkan untuk mengemudi.

Obat chloramphenicol juga sebaiknya tidak Anda gunakan secara bersamaan dengan obat lain, karena dapat menimbulkan interaksi berupa:

  • Penurunan efek zat besi dan vitamin B12 khusus penderita anemia.
  • Gangguan pada kerja obat kontrasepsi oral.
  • Peningkatan efek phynitoin (obat yang digunakan untuk mengontrol kejang).

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami karena kondisi medis tertentu.
  • Daftar riwayat medis.

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Berapa lama gejala yang Anda alami terjadi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan yang lebih tepat untuk mengatasi kondisi yang Anda alami.

Kesimpulan

Obat chloramphenicol dapat mengatasi infeksi karena bakteri. Meskipun demikian, obat tersebut juga dapat menimbulkan efek samping seperti pandangan kabur (untuk sementara waktu). Oleh karena itu, Anda sebaiknya konsultasikan dengan dokter apakah obat chloramphenicol aman untuk digunakan atau tidak.

Diet Defisit Kalori vs Diet Karbohidrat untuk Menurunkan Berat Badan?

Diet defisit kalori menjadi pilihan bagi beberapa orang yang berencana menurunkan berat badan. Diet ini terbilang efektif karena ketika menjalaninya Anda harus mendapatkan total asupan kalori harian yang lebih sedikit daripada jumlah kalori yang dibakar tubuh. 

diet defisit kalori

Namun ada perdebatan mengenai kalori vs karbohidrat, dan klaim bahwa mengurangi asupan kalori dapat membuat seseorang makan karbohidrat dalam jumlah besar secara tak sadar. Hal ini menyebabkan kebingungan jenis diet mana yang aman dan efektif untuk menurunkan berat badan.  

Cara kerja diet defisit kalori

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori yang berbeda. Tubuh menggunakan kalori untuk melakukan fungsi dasar. Ketika tubuh menerima jumlah kalori melebihi yang dibakar tubuh, maka akan menyebabkan penambahan berat badan. 

Untuk menurunkan berat badan, Anda harus membuat defisit kalori dengan cara meningkatkan aktivitas fisik harian atau mengurangi asupan kalori setiap hari. 

Jumlah total kalori untuk menjalani diet defisit dengan aman tergantung pada sejumlah faktor, seperti jenis kelamin, usia, berat dan tinggi badan, aktivitas fisik, dan berapa banyak berat yang ingin diturunkan. 

Kunci terpenting sebelum menjalani diet defisit kalori adalah menghitung kalori yang dibutuhkan.

Pertama-tama tentukan Basal Metabolic Rate (BMR) atau Resting Metabolic Rate (RMR) berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tinggi dan berat badan. Setelah itu perhitungkan aktivitas harian untuk mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan untuk mempertahankan berat badan saat ini. Dengan mengetahui kebutuhan kalori harian, Anda dapat menghitung defisit kalori berdasarkan tujuan penurunan berat badan Anda.

Jika Anda terlalu bingung dengan perhitungan di atas, Anda bisa menggunakan kalkulator makro untuk menentukan defisit kalori yang tepat. Setelah mengetahui jumlah yang tepat Anda perlu konsisten memantau kalori pada asupan makanan Anda.

Diet defisit kalori vs diet karbohidrat, mana yang lebih baik?

Terdapat klaim bahwa mengurangi asupan kalori dapat membuat seseorang memakan lebih banyak karbohidat. Padahal karbohidrat, lemak, dan gula memengaruhi jumlah total kalori yang dikonsumsi setiap hari.

Diet rendah karbohidrat berarti Anda harus mengurangi asupan karbohidrat seperti makanan bertepung, bergula, dan olahan. Sama halnya dengan penghitungan kalori, menghitung karbohidrat bergantung pada target karbohidrat harian Anda. 

Efektivitas dan keamanan diet tergantung pada orang yang menjalaninya. Apabila dilakukan dengan benar dan konsisten, keduanya dapat mencapai tujuan penuruan berat badan dalam waktu yang sama.

Namun sebagai pertimbangan, Anda bisa memperhatikan poin-poin berikut ini:

  • Diet rendah kalori dapat bermanfaat bagi kondisi kesehatan terkait obesitas seperti hipertensi dan penyakit jantung. Sementara diet rendah karbohidrat sangat berguna bagi mereka yang harus memperhatikan asupan karbohidratnya, seperti penderita diabetes.
  • Mengurangi kalori secara drastis dapat membahayakan dan membuat Anda menjadi tak bertenaga.
  • Beberapa jenis makanan non-karbohidrat mengandung tinggi lemak dan kalori, misalnya daging, yang bisa dimakan oleh peserta diet karbohidrat.

Catatan

Setiap metode diet memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Menjalani diet defisit kalori berarti Anda harus ikut memperhitungkan jumlah karbohidrat, lemak, dan gula pada asupan makanan Anda. Begitupula dengan diet karbohidrat yang tetap harus menetapkan jumlah kalori harian rata-rata dan presentase kalori dari karbohidrat.

Terlepas dari mana diet yang paling bagus, yang terbaik adalah menyeimbangkan diet dengan konsumsi buah, sayur, biji-bijian dan polong-polongan, serta protein tanpa lemak.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar diet defisit kalori, jangan sungkan menanyakannya langsung kepada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Ragam Manfaat Daun Mindi (Melia azedarach) untuk Kesehatan

Daun mindi (Melia azedarach) adalah tanaman yang berasal dari Cina, India, dan Iran. Tanaman ini dikenal juga dengan cedar putih, lilac persia, cedar tulip, dan chinaberry, serta sudah banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Manfaat daun mindi juga sudah banyak diketahui masyarakat, terutama dalam membantu mengobati berbagai penyakit. Seperti apakah sebenarnya tanaman ini? Lalu, apa saja manfaat daun mindi yang bisa Anda peroleh? Mari simak penjelasan di bawah ini!

Apa itu pohon mindi?

Melia adalah genus dari 2 spesies, yaitu azedarach dan azadirachta, tetapi azedarach adalah spesies yang paling dikenal. Tanaman ini asli dari Asia Selatan (Iran, India dan Cina Selatan), lalu berkembang dan dibudidayakan oleh banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia. Pohon mindi (Melia azedarach) adalah pohon daun berukuran kecil hingga sedang, dengan tinggi mencapai 45 m dan diameter 30 – 60 cm. Pohon mindi juga sering ditanam sebagai pohon jalan hias, terkadang sebagai pohon peneduh di perkebunan kopi dan teh. 

Aktivitas biologis Melia azedarach

Bagi penduduk asli India, pohon mindi adalah sumber pengobatan tradisional yang baik. Fakta ini tentunya menarik perhatian para ilmuwan untuk mempelajari lebih lanjut tentang manfaat daun mindi untuk kesehatan. Ekstrak buah-buahan, biji-bijian, dan daun dari pohon mindi berpotensi sebagai antivirus, antibakteri, dan antijamur. Dengan sifatnya ini, manfaat daun mindi dapat membantu mengatasi penyakit pada manusia dan hewan.

Melansir dari MDedge, aktivitas biologis tanaman mindi adalah sebagai berikut:

  • Antijamur berkaitan dengan kandungan hidroksikoumarin.
  • Antiinflamasi berkaitan dengan monoterpen
  • Sifat bakteriostatik berkaitan dengan alkaloid beta-karbolin.
  • Antivirus berkaitan dengan meliacin dan meliacarpin.
  • Aktivitas insektisida dan antifeedant berkaitan dengan limonoid, yang termasuk dalam golongan senyawa tetranortriterpenoid.
  • Limonoid juga dikenal dapat memberikan aktivitas antibakteri, antivirus, dan antijamur.

Ragam manfaat daun mindi

Dalam pengobatan Ayurveda, azedarach juga telah digunakan untuk mengobati kusta, skrofula, mual, muntah, haus, dan kondisi kulit yang meletus. Berikut ini beberapa manfaat daun mindi dalam mengatasi berbagai penyakit:

Eksim dan kurap

Daun mindi dibuat dalam bentuk jus segar, lalu oleskan pada area kulit yang terkena. Lakukan langkah ini selama beberapa hari hingga gejala mereda.

Gout dan arthritis

Caranya adalah rebus daun Chinaberry, kemudian oleskan pada sendi yang terkena untuk menghilangkan rasa sakit.

Hernia

Air rebusan daun mindi dapat meredakan hernia.

Masalah haid

Manfaat daun mindi juga dapat mengatasi masalah haid. Caranya dengan membuat ekstrak jus segar dari daun mindi, lalu diminum kurang lebih 5 ml sebanyak dua kali sehari.

Kudis, bisul, abses, dan luka

Daun mindi dijadikan pasta, lalu dapat Anda gunakan untuk menyembuhkan luka, kudis, bisul, dan abses.

Infeksi vagina dan rahim

Air rebusan daun mindi dapat dijadikan sebagai air pembasuh pada area intim untuk menyembuhkan infeksi.

Daun dan buah dari anggota keluarga Meliaceae ini juga memiliki aktivitas anthelmintik dan antifeedant terhadap serangga. Tidak heran, manfaat daun mindi dapat menghilangkan parasit internal dalam hewan. Tidak hanya daunnya, kulit akar atau kulit batangnya yang telah dikeringkan juga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk mengobati penyakit kulit dan mengusir cacing.

Catatan dari SehatQ 

Walaupun banyak manfaat daun mindi untuk kesehatan, Anda tetap harus berhati-hati saat mengonsumsinya. Hindari mengonsumsi daun mindi saat Anda sedang hamil atau menyusui. Selain itu, jika Anda memiliki riwayat alergi, alangkah lebih baik jika melakukan tes sedikit pada area kecil di kulit. Ini untuk memastikan daun mindi aman untuk digunakan dan tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulit Anda.