Alami Mata Merah? Waspada Episkleritis dan Cara Mengatasinya!

Episkleritis adalah suatu kondisi peradangan atau inflamasi akut pada bagian episklera mata. Episklera sendiri merupakan jaringan tipis di antara konjungtiva dan sklera putih yang menampung jaringan pembuluh darah. Jika mata Anda merah, maka kemungkinan Anda dapat mengalami episkleritis. Apa penyebabnya? Bagaimana pula cara mengatasinya? Yuk, simak langsung di sini!

Kenali gejala dan penyebab episkleritis

Gejala episkleritis terkadang membuat mata Anda menjadi kemerahan, baik itu di salah satu ataupun kedua mata. Selain itu, beberapa orang mungkin dapat mengembangkan nodul putih di tengah kemerahan, sehingga disebut juga dengan episkleritis nodular. Gejala lain yang mungkin terjadi saat terserang episkleritis adalah peka terhadap cahaya (fotofobia) dan keluar cairan dari mata.

Dalam banyak kasus episkleritis, dokter mungkin akan sulit menemukan penyebabnya secara jelas. Umumnya, episkleritis yang sudah parah, sering didasari dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti:

  • Penyakit radang usus.
  • Penyakit Crohn.
  • Kolitis ulseratif.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Psoriasis arthritis.
  • Polyarteritis nodosa.
  • Sarkoid.
  • Lupus.
  • Ankylosing spondylitis.

Jenis episkleritis

Episkleritis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Episkleritis sederhana.

Ini adalah jenis episkleritis yang paling umum. Episkleritis sederhana menyebabkan peradangan mata yang berulang. Biasanya, dapat berlangsung 7 – 10 hari, bahkan lebih lama jika ada kondisi sistemik lainnya.

  • Episkleritis nodular.

Episkleritis nodular menyebabkan peradangan mata yang lebih sakit dibandingkan jenis sederhana. Umumnya, seseorang yang mengalami episkleritis nodular memang memiliki penyakit sistemik lainnya yang terkait.

Pengobatan episkleritis

Anda tidak perlu khawatir berlebihan, karena biasanya, episkleritis dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 3 minggu tanpa pengobatan. Jika Anda berobat ke dokter, proses pemulihan mata bisa lebih cepat. Pengobatan episkleritis dapat melibatkan hal-hal berikut:

  • Tetes mata kortikosteroid topikal yang diberikan beberapa kali sehari.
  • Obat tetes mata pelumas untuk meredakan iritasi dan kemerahan, seperi air mata buatan.
  • Kompres dengan kantong es sebanyak 3 – 4 kali sehari.
  • Obat antiinflamasi non-steroid yang diberikan melalui mulut. Obat ini diresepkan jika episkleritis yang Anda alami sudah parah.

Cara merawat mata yang mengalami episkleritis

Sekilas, episkleritis mungkin akan terlihat mengkhawatirkan, tetapi ini adalah kondisi yang sering terjadi dan biasanya, tidak menyebabkan masalah jangka panjang. Episkleritis dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tetapi perawatan tertentu dapat membantu mempercepat proses penyembuhannya.

Selama proses penyembuhan mata dari episkleritis, cobalah untuk melindungi mata Anda dari cahaya terang, menggunakan obat tetes mata yang dijual di apotek untuk menenangkan mata, serta kompres dengan kantung es bagian mata yang terkena.

Cara ini dapat Anda lakukan di rumah meskipun tanpa berobat ke dokter. Jika tidak dilakukan perawatan atau dibiarkan saja, mungkin Anda akan merasakan ketidaknyamanan saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Tidak jarang, mata merah akibat episkleritis ini mengurangi kepercayaan diri Anda saat bertemu dengan orang banyak di luar rumah. Anda bisa menggunakan kacamata hitam selama menunggu mata Anda pulih.

Mengingat penyebab episkleritis hingga saat ini belum jelas, tidak ada upaya untuk mencegah penyakit ini. Jika Anda memang memiliki riwayat penyakit sistemik lainnya dan mengalami episkleritis, maka penyebabnya mungkin dikaitkan dengan penyakit yang Anda alami tersebut.

Catatan dari SehatQ

Jika episkleritis yang Anda alami masih kategori sederhana, maka lakukanlah upaya perawatan di rumah untuk membantu proses pemulihannya. Namun, jika episkleritis yang Anda alami sangat sakit hingga tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya Anda mengunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih dan mempercepat proses penyembuhannya.

Kardiomiopati Hipertrofi, Ketika Otot Jantung Menebal

Kardiomiopati hipertrofi adalah penyakit dimana otot jantung Anda menjadi tebal secara tidak normal (hipertrofi). Otot jantung yang menebal dapat mempersulit jantung Anda untuk memompa darah.

Kardiomiopati hipertrofi sering tidak terdiagnosis karena banyak orang dengan penyakit ini hanya memiliki sedikit gejala, jika ada, dan dapat menjalani hidup normal tanpa masalah yang serius. Namun, pada sejumlah kecil penderita kardiomiopati hipertrofi, otot jantung yang menebal dapat menyebabkan sesak nafas, nyeri dada, atau masalah pada sistem kelistrikan jantung, yang mengakibatkan irama jantung abnormal yang mengancam jiwa (aritmia) atau kematian mendadak.

Tanda dan gejala kardiomiopati hipertrofi dapat mencakup satu atau beberapa hal berikut:

  • Nyeri dada, terutama saat berolahraga
  • Pingsan, terutama selama atau setelah berolahraga atau beraktivitas
  • Murmur jantung, yang mungkin dideteksi oleh dokter saat mendengarkan jantung Anda
  • Sensasi detak jantung yang cepat, berdebar-debar atau berdebar-debar (palpitasi)
  • Sesak nafas, terutama saat berolahraga

Kardiomiopati hipertrofi biasanya disebabkan oleh gen abnormal (mutasi gen) yang menyebabkan otot jantung Anda tumbuh tebal secara tidak normal. Pada kebanyakan orang dengan kardiomiopati hipertrofi, dinding otot (septum) antara dua ruang bawah jantung (ventrikel) menjadi lebih tebal dari biasanya. Akibatnya, dinding yang lebih tebal bisa menghalangi aliran darah keluar dari jantung. Ini disebut kardiomiopati hipertrofi obstruktif.

Jika tidak ada penyumbatan aliran darah yang signifikan, kondisi ini disebut kardiomiopati hipertrofi non obstruktif. Namun, ruang pompa utama jantung (ventrikel kiri) bisa menjadi kaku. Hal ini membuat jantung Anda sulit untuk rileks dan mengurangi jumlah darah yang dapat ditahan dan dikirim oleh ventrikel ke tubuh dengan setiap detak jantung. 

Kardiomiopati hipertrofi biasanya diturunkan melalui keluarga. Jika Anda memiliki orang tua dengan kardiomiopati hipertrofi, Anda memiliki kemungkinan 50% mengalami mutasi genetik untuk penyakit tersebut. Orang tua, anak-anak, atau saudara kandung dari penderita kardiomiopati hipertrofi harus bertanya kepada dokter tentang skrining penyakit tersebut. Kardiomiopati hipertrofi juga bisa didapat akibat tekanan darah tinggi atau penuaan. Namun, dalam kasus lain, penyebab kardiomiopati hipertrofi tidak diketahui.

Tidak ada pencegahan yang diketahui untuk kardiomiopati hipertrofi. Tetapi penting untuk mengidentifikasi kondisinya sedini mungkin untuk mendapatkan pengobatan dan mencegah terjadinya komplikasi.

Sejumlah kondisi dapat menyebabkan sesak nafas dan jantung berdebar-debar. Penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat, akurat, dan perawatan yang tepat. Temui dokter Anda jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kardiomiopati hipertrofi atau gejala apapun yang terkait dengan kardiomiopati hipertrofi.

Mengenal Antibiotik Aminoglikosida

Dalam mengatasi berbagai penyakit atau infeksi bakteri, biasanya dokter memberikan antibiotik kepada pasien. Dalam praktiknya, bukan tidak mungkin dokter merekomendasikan jenis aminoglikosida apabila ditemukan kasus yang cenderung tak tertangani jika menggunakan antibiotik lini pertama.

Aminoglikosida sendiri adalah golongan antibiotik yang kerap digunakan untuk mengobati infeksi bakteri kategori berat. Biasanya, jenis tersebut diberikan dokter apabila tubuh pasien cenderung bereproduksi dengan cepat atau dapat dikatakan sulit ditangani dengan obat-obat yang sebelumnya dikonsumsi.

Pada beberapa kesempatan, dokter mencantumkan aminoglikosida apabila infeksi disebabkan oleh bakteri gram negatif. Meski demikian, jenis tersebut juga disebut-sebut efektif untuk sekian bakteri gram positif, contohnya seperti staphylococci.

Proses kerja antibiotik tersebut adalah dengan menghambat produksi protein yang dibutuhkan bakteri dalam hal berkembang biak atau bertahan hidup. Selain itu, karena aminoglikosida merupakan antibiotik bakterisidal, maka disebut dapat membunuh bakteri secara langsung.

Di pasaran sendiri, aminoglikosida memiliki ragam jenis produk, seperti Streptomycin, Framycetin, Tobramycin, Kanamycin, Amikacin, Dibekacin, Gentamicin, Neomycin, Paromomycin, Ribostamycin, Sisomicin, Isepamicin dan lain sebagainya.

Meski demikian, biasanya beragam jenis tersebut juga tak bisa digunakan untuk semua jenis infeksi bakteri. Misalnya, Streptomycin yang diperuntukkan untuk pasien pengidap penyakit TBC. Walau begitu, saat ini penggunaan tersebut relatif jarang digunakan lagi dengan alasan toksisitas dan ketidaknyamanan ketika pemberian.

Di sisi lain, pembaca yang membutuhkan antibiotik aminoglikosida juga perlu memperhatikan beberapa hal sebelum menggunakannya. Karena obat ini diresepkan oleh dokter, maka sebelum itu anda harus memberikan informasi medis sedetail-detailnya.

Terkait itu, yang dimaksud adalah apakah anda memiliki alergi terhadap sulfit atau suatu kandungan yang kerap ditemukan dalam buah kering. Lalu, menderita gangguan ginjal, gerakan mata yang tidak terkontrol, masalah pendengaran dan masalah pada keseimbangan.

Berikutnya adalah sudah berusia 65 tahun atau lebih. Lalu, dalam situasi memiliki bayi yang juga mempunyai masalah infeksi berat dan diberikan aminoglikosida oleh dokter. Selanjutnya, kondisi jika anda menderita penyakit yang dapat mempengaruhi saraf dan otot, contohnya multiple sclerosis dan myasthenia gravis.

Di sisi lain, pemberian antibiotik aminoglikosida pada pasien yang mengidap penyakit mitokondria juga tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan pasien mengalami gangguan terjemahan mtDNA.

Kemudian hal yang perlu diperhatikan, disarankan aminoglikosida tidak dikonsumsi bagi perempuan yang sedang hamil. Saran tersebut mengingat terdapat bukti positif antibiotik tersebut berisiko untuk janin manusia. Oleh sebab itu, bagi ibu hamil yang dalam pengobatan infeksi diminta mengkonsumsi jenis ini, sangat dianjurkan untuk berdiskusi dengan dokter terkait keamanannya.

Kondisi-kondisi yang sudah dijabarkan di atas, jika pembaca memilikinya, sebaiknya disampaikan kepada dokter sejujur-jujurnya dan selengkap-lengkapnya sebelum menerima resep aminoglikosida. Hal ini dikarenakan obat tersebut juga berisiko menimbulkan reaksi alergi bagi sebagian orang.

Selanjutnya, sebagai indikasi aminoglikosida pada umumnya merupakan antibiotik yang digunakan untuk terapi infeksi serius pada saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran pernapasan.

Dari penjelasan-penjelasan di atas, kita dapat mengetahui secara umum bahwa antibiotik aminoglikosida merupakan obat yang diperuntukkan bagi pasien yang sedang mengalami infeksi berat. Di sisi lain, juga memiliki beragam merek produk dan tentunya diproduksi berdasarkan pengobatan infeksi yang berbeda-beda.

Selanjutnya, sebelum mengkonsumsi aminoglikosida sebagai obat, sangat disarankan pembaca memberikan informasi rekam medis sedetail-detailnya, mengingat antibiotik jenis tersebut juga bisa menimbulkan risiko alergi.

Terakhir, yang perlu diingat dan dicatat adalah kita tidak boleh mengkonsumsi aminoglikosida secara sembarangan, bahkan mengatur dosisnya sendiri. Daripada terjadi yang tidak-tidak, sebelum mengkonsumsi antibiotik itu sebaiknya sesuai dengan anjuran dokter dan memang obat tersebut baru diberikan sebagaimana dengan resep yang dikeluarkan dokter.

Sampaikan Pendapat dengan Benar, Ini Cara Berpikir Rasional

Ketika berargumentasi, Anda mungkin sering mendengar masukan dari orang-orang untuk menyampaikan pendapat dengan cara pikir yang rasional. Pola pikir rasional menekankan pada akal sehat agar pendapat disampaikan dengan pertimbangan yang matang. Lantas, bagaimana cara berpikir rasional bisa dilakukan?

Ketika Anda mampu berpikir dengan logis, menggunakan data pendukung, dan sesuai dengan aturan yang berlaku, Anda telah berhasil dalam berpikir rasional. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin sulit dilakukan, khususnya jika Anda tidak terbiasa menggunakan argumentasi logis ketika berkomunikasi.

Cara mudah untuk berpikir secara rasional

Apabila Anda kesulitan untuk bisa berpikir secara rasional ketika berpendapat, Anda mungkin bisa mengikuti cara berpikir rasional berikut ini:

  • Mendalami pendidikan

Menurut penelitian, pendidikan telah sukses membentu seseorang untuk memiliki pola pikir yang rasional. Kebanyakan orang yang mendalami pendidikan mulai dari jenjang terendah sampai jenjang tertinggi memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan berdasarkan pada data atau fakta yang ada.

Anda tidak harus mengikuti jejak para profesor untuk mengenyamn pendidikan sampai ke jenjang S3. Akan tetapi, Anda bisa membuka pikiran Anda terhadap pendidikan dengan membaca buku, mengikuti kursus daring, bermain game dengan tema logika, dan lain sebagainya.

Dengan begitu, pikiran Anda akan terasah pada pendidikan dan Anda pun semakin mampu untuk berpikir secara rasional.

  • Merefleksikan diri

Banyak orang yang merasa bahwa mereka telah sukses dalam menjalankan pola pikir rasional. Padahal, hal tersebut bisa saja merupakan bias terhadap diri sendiri. Karena itu, salah satu cara berpikir rasional dengan efektif adalah merefleksikan diri sendiri.

Coba pikirkan dan perhatikan dengan seksama, apakah Anda memang sudah benar-benar mampu berpikir dengan rasional? Atau, pikiran Anda terkadang masih tercampur dengan budaya, latar belakang, atau nilai yang Anda anut selama ini?

Kunci untuk merefleksikan diri adalah menerima kenyataan bahwa Anda bukanlah pemikir rasional. Dengan begitu, Anda mampu membuka ruang dalam diri Anda untuk mempelajari cara baru dalam berpikir rasional.

  • Memisahkan emosi dengan pemikiran

Hal ini mungkin cukup sulit untuk dilakukan. Terkadang, ketika emosi sudah meluap, orang cenderung tidak bisa membedakan masalah pribadi dan kondisi emosional dengan pola pikir yang rasional.

Ketika Anda mencampurkan emosi dalam pikiran, keputusan yang Anda hasilkan cenderung klise dan tidak bisa menyelesaikan masalah yang lebih besar. Agar emosi bisa dipisahkan, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam dan mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri.

Jangan pernah mengambil keputusan ketika Anda sedang dilanda emosi. Sebaliknya, jika emosi mereda, Anda akan lebih mudah dalam menggunakan logika rasional untuk berpikir.

  • Landaskan pemikiran pada data

Salah satu kunci utama cara berpikir rasional adalah menggunakan data dan fakta lapangan untuk mengambil kesimpulan. Data memungkinkan Anda untuk berpikir secara objektif dan terlepas dari emosi pribadi.

Dalam hal ini, data yang dimaksud tidak harus berupa angka. Data bisa berasal dari mana saja, seperti pemberitaan di media, hukum pemerintah, hasil penelitian, dan lain sebagainya.

Carilah data sebanyak-banyaknya sebelum menyampaikan argumen. Anda bisa mendapatkan kesimpulan yang lebih pasti setelah memeastikan segala jenis data yang ada mampu mendukung cara pikir Anda. Itulah beberapa cara berpikir rasional yang bisa Anda coba untuk menghindari penilaian yang tidak sistematis. Cara ini tentu tidak mudah, tapi bisa dipelajari seiring berjalannya waktu.

Manfaat Hesperidin dalam Buah Bagi Kesehatan

Hesperidin merupakan senyawa bioflavonoid, yang umumnya terkandunng dalam buah-buahan citrus. Hesperidin bisa didapatkan melalui konsumsi buah jeruk, anggur, lemon, serta tangerin. Untuk apa perlunya Anda mengonsumsi hesperidin? Beberapa manfaat kesehatan bisa didapatkan melalui hesperidin. Jika Anda kurang menyukai buah-buahan citrus, ada cara lain untuk mendapat asupan hesperidin bagi tubuh. Kini telah banyak diproduksi suplemen mengandung hesperidin yang bisa Anda konsumsi.

Manfaat hesperidin

Dalam hesperidin terdapat antiradang dan antioksidan yang dapat membantu daya tahan tubuh. Mengonsumsi hesperidin, baik dalam bentuk suplemen atau alami melalui buah-buahan citrus mampu memenuhi salah satu kebutuhan nutrisi tubuh. Selain itu, berikut ini 5 manfaat hesperidin bagi kesehatan.

  1. Menjaga fungsi kognitif tetap bekerja dengan baik

Ketika Anda memasuki usia lanjut, kemampuan kognitif akan semakin menurun. Untuk menjaga fungsi kognitif tetap baik, maka Anda dapat mengonsumsi hesperidin. Anda dapat mengonsumsi jus buah dengan kandungan hesperidin sehingga fungsi kognitif tidak mengalami gangguan. Anda sebaiknya mengonsumsi jus buah citrus selama minimal 8 minggu untuk mendapatkan manfaatnya.

  • Melindungi kesehatan jantung

Mengonsumsi buah citrus dapat membantu melindungi kesehatan jantung Anda. Hal tersebut karena hesperidin yang terdapat dalam buah citruslah yang membantu memelihara kesehatan jantung. Konsumso buah-buahan citrus selama teratur setiap hari untuk mendapatakan hasil yang maksimal. Mengonsumsi hesperidin terbukti dapat meningkatkan fungsi endothelium yaitu selaput yang melapisi pembuluh darann dan bagian dalam jantung.

  • Meredakan ambien

Ambien merupakan penyakit ketika pembuluh darah sekitar anus mengalami peradangan. Penyebab ambien yang umum adalah terjadinya peningkatan pada pembuluh darah di sekitar anus. Untuk mengatasi ambien, mengonsumsi hesperidin bisa dijadikan pilihan. Ketika Anda mengonsumsi hesperidin maka gejala seperti pendarahan dan rasa sakit dapat berkurang. Pembengkakan juga dapat diatasi menggunakan hesperidin.

  • Menurunkan kolesterol

Selain meredakan ambien, hesperidin juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol. Tingkat kolesterol yang tinggi dapat memicu munculnya penyakit yang lain. Oleh karena itu, Anda sebaiknya rajin mengonsumsi hesperidin, terutama dari buah-buahan citrus.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh

Mengonsumsi buah-buahan citrus sangat baik bagi tubuh sebab terdapat kandungan vitamin di dalamnya. Selain itu, kandungan hesperidinnya juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Apabila Anda rutin mengonsumsi hesperidin, maka Anda tidak rentan terkena kuman dan penyakit.

Bahaya hesperidin

Anda harus memperhatikan konsumsi hesperidin terutama jika berinteraksi dengan beberapa jenis obat tertentu. Hesperidin berisiko meningkatkan pendarahan jika berinteraksi dengan obat antiplatelet. Hesperidin juga memengaruhi pembekuan darah ketika berinteraksi dengan obat antioagulan. Apabila Anda memiliki penyakit pendarahan, hindari mengonsumsi hesperidin sebab dapat memperparah keadaan Anda. Selain itu, Anda juga tidak diperbolehkan mengonsumsi hesperidin apabila akan atau baru selesai menjalani sebuah operasi.

Konsumsi hesperidin dalam bentuk suplemen haruslah dibatasi sebab jika terlalu banyak malah akan menjadi buruk bagi tubuh. Beberapa efek samping mungkin muncul ketika Anda mengonsumsi hesperidin seperti sakit perut, diare, mual, juga dermatitis kontak. Jika berbagai gejala tersebut muncul setelah Anda mengonsumsi hesperidin, segera kunjungi dokter. Jangan tunda ke dokter, sebab bisa saja Anda mengalami keracunan, alergi, atau adanya reaksi hesperidin dengan obat tertentu yang Anda konsumsi. Untuk menghindari berbagai efek samping buruk, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai konsumsi hesperidin. Hal ini dikarenakan tubuh masing-masing berbeda sehingga kebutuhan nutrisinya pun harus menyesuaikan.

Cara Mengatasi Alergi Matahari Ringan hingga Berat

Apakah Anda termasuk orang yang memiliki alergi matahari? Jangan khawatir, ada beberapa cara untuk mengatasi alergi matahari, mulai dari alergi tingkat ringan hingga berat. Jika Anda memiliki alergi matahari yang parah, maka mungkin Anda perlu mendapatkan pengobatan medis sesuai dengan saran dari dokter.

Penyebab seseorang mengalami alergi matahari

Sama seperti alergi debu atau makanan tertentu, alergi matahari juga merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh Anda terhadap cahaya matahari. Gejala yang paling sering muncul adalah ruam, kemerahan, dan gatal-gatal.

Bagian tubuh yang paling sering diserang adalah bagian V pada leher, punggung tangan, permukaan luar lengan, dan kaki. Dalam kasus yang jarang terjadi, reaksi alergi matahari bisa lebih parah dengan gejala gatal-gatal dan lepuh kecil yang menyebar ke bagian kulit lainnya.

Hingga saat ini, munculnya alergi matahari masih belum dapat dipastikan. Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa sistem kekebalan tubuh mengenali beberapa komponen kulit yang diubah sinar matahari sebagai ‘benda asing’. Akibatnya, muncul respons perlawanan terhadap ‘benda asing’ tersebut dalam bentuk reaksi alergi matahari.

Munculnya gejala bisa berbeda-beda setiap orang, bergantung pada seberapa sensitifnya kulit seseorang terhadap sinar matahari. Dalam beberapa kasus, gejala alergi matahari ada yang muncul begitu terkena paparan sinar matahari.

Cara mengatasi alergi matahari

Untuk alergi matahari yang masih terbilang ringan, Anda dapat melakukan upaya untuk mencegah dan meminimalisir gejala alergi yang muncul dengan cara:

  1. Mencari tempat berteduh, terutama jika Anda sedang melakukan aktivitas di luar ruangan pada jam 10 pagi hingga 4 sore. Jam-jam tersebut adalah waktu paparan sinar matahari maksimum.
  2. Menggunakan tabir surya di kulit dan bibir, terutama mengandung SPF 30 atau lebih, berspektrum luas (mampu melindungi dari sinar UVA dan UVB), dan tahan air (water proof).
  3. Usahakan area tubuh yang terpapar cahaya matahari tetap lembab untuk mengurangi tingkat keparahan gejala jika muncul.
  4. Menggunakan pakaian dan aksesoris lainnya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Misalnya kacamata hitam, baju dan celana panjang, serta topi dengan pinggiran lebar.
  5. Teliti dalam memilih produk perawatan kulit dan obat-obatan, terutama antibiotik tertentu yang dapat memicu erupsi fotoalergi.

Jika mengalami alergi matahari yang parah, pengobatan medis mungkin dibutuhkan untuk menanganinya, seperti:

  1. Obat-obatan.

Umumnya, dokter kulit mungkin meresepkan beberapa obat-obatan untuk meringankan gejala pada reaksi alergi matahari yang parah. Obat-obatan yang diberikan mulai dari krim yang mengandung kortikosteroid, antihistamin, pil kortikosteroid (Prednison), beta-karoten, dan obat malaria hydroxychloroquine (Plaquenil). Tentunya, pemberian obat ini berdasarkan tingkat keparahan alergi matahari yang dialami.

  • Terapi.

Biasanya, fototerapi paling sering dilakukan jika alergi matahari sudah sangat parah. Fototerapi menggunakan lampu khusus untuk menyinari area tubuh yang sering terpapar oleh cahaya matahari. Dalam banyak kasus, fototerapi dilakukan sebanyak lima kali paparan setiap minggu selama tiga minggu.

Tanda alergi matahari sudah parah

Berikut tanda-tanda alergi matahari sudah parah, meliputi:

  • Ruam dan gatal tidak kunjung mereda bahkan setelah menggunakan produk perawatan yang dijual bebas, seperti krim kortikosteroid.
  • Ruam dan gatal menyebar dan menyerang bagian tubuh lainnya, termasuk bagian yang tertutup pakaian.
  • Terjadi perdarahan abnormal di bawah kulit yang terpapar cahaya matahari.
  • Gatal-gatal yang disertai pembengkakan di sekitar mata atau bibir, pingsan, atau kesulitan bernapas atau menelan.

Jarang sekali kasus alergi dapat sembuh total, termasuk alergi matahari. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki alergi ini, maka lakukanlah tindakan perlindungan dari sinar matahari untuk mencegah atau mengurangi gejala yang muncul. Gejala alergi matahari yang sudah parah harus segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani secara medis dengan dokter spesialis.

8 Obat Osteoporosis dari Dokter

Dalam menentukan jenis pengobatan osteoporosis yang sesuai, dokter biasanya akan melakuka tes kepadatan tulang atau bone densitrometri test. Tujuannya untuk memastikan atau memprediksi respons tubuh pasien terhadap pengobatan yang direncanakan. Selain itu, hasil tes tersebut juga bisa membantu dokter dalam menentukan jenis obat osteoporosis yang tepat.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya penggunaan obat-obatan osteoporis pada dasarnya hanya bisa membantu meringankan gejala yang ada. Selain itu juga digunakan untuk memperlambat proses pengeroposan tulang, memperkuat tulang dan mencegah terjadinya patah tulang. Sebelum menggunakan obat ini sangat disarankan untuk mengetahui beberapa jenis obat yang ada.

Jenis Obat Osteoporosis

  • Bifosfonat

Jenis obat yang fungsi utamanya digunakan untuk mengatasi osteoporosis, menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Theurapetic Advances in Chronic Disease, golongan obat ini dapat membantu mencegah terjadinya patah tulang yang diakibatkan tulang keropos. Termasuk dalam golongan ini adalah alendronat, fungsinya memperlambat laju pengeroposan tulang.

  • Denosumab

Merupakan jenis obat untuk osteoporosis yang pada umumnya diberikan pada pasien yang tidak bisa menggunakan obat jeis bifosfonat sebagai langkah pengobatan yang efektif. Obat ini diberikan dalam bentuk injeksi, selain itu obat ini lebih efektif dalam meningkatkan kepadatan tulang dan bisa mengurangi risiko patah tulang ketimbang jenis bifosfunat.

  • Raloxifine

Termasuk ke dalam golongan obat selective receptor modulators (SERMs), menurut National Health Security, SERMs dapat memberikan efek pada tulang yang sama dengan hormon estrogen. Obat ini mampu menjaga kepadatan tulang hingga mengurangi risiko terjadinya patah tulang, terlebih pada tulang belakang.

  • Teripatide

Pada umunya teripatide biasa diperuntukkan dalam mengatasi osteoporosis dengan tingkatan yang sudah parah dan sudah tidak dapat diatasi dengan obat lain. Obat ini mampu menstimulasi sel-sel pada tubuh yang berperan dalam proses pembentukan tulang hingga tulang menjadi semakin kuat dari yang sebelumnya.

  • Terapi Pengganti Hormon

Faktor penyebab terjadinya osteoporosis adalah hormon yang tidak seimbang di dalam tubuh, untuk itu pengobatan dari penyakit tulang keropos ini bisa diatasi dengan terapi hormon. Diberikan ketika melakukan terapi hormon bisa membantu memperlambat proses pengeroposan tulang dan mengurangi risiko terjadinya patah tulang pada perempuan menopause.

  • Suplemen Vitamin D

Nyaris setiap pemberian obat yang termasuk dalam resep dokter juga dibarengi dengan pemberian suplemen vitamin D. Kombinasi antara obat resep dan suplemen vitamin ini dibutuhkan guna memastikan efek dari pengobatan osteoporosis yang dikonsumsi. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua resep dibarengi dengan pemberin suplemen.

  • Kalsium

Selain vitamin D, pemberian kalsium juga sangat penting dalam pengobatan penyakit osteoporosis. Untuk orang dewasa diperlukan asupan sekitar 1.000 miligram kalsium per hari untuk menjaga tulang sehat dan kuat. Bagi seseorang yang sudah berusia 51 tahun ke atas dan memilki osteoporosis, perlu mengonsumsi suplemen kalsium dosis 1.200 miligram per harinya.

  • Obat Herbal

Selain obat kimia, bahan-bahan herbal juga bisa digunakan sebagai obat osteoporosis, seperti red clover atau semanggi merah dan paku ekor kuda. Penelitian yang diterbitkan Evidence Based Complementary and Alternative Medicine, ekstrak semanggi merah diklaim mampu menjadi obat herbal bagi penderita osteoporosis.

Konsumsi ekstrak semanggi merah selama 12 minggu secara berturut-turut memberi efek baik untuk kesehatan tulang perempuan menopause. Hasil penelitian juga menemukan bahwa suplemen produk herbal mampu membantu melindungi tulang punggung dari efek penuaan tulang akibat usia dan osteoporosis.

Mengenal Prosedur Puestow, Operasi untuk Mengobati Pankreatitis Kronis

Pankreatitis kronis merupakan suatu penyakit radang pankreas yang berdampak pada kerusakan fungsi pankreas. Untuk mengobati kondisi ini, salah satu upayanya adalah dengan melakukan operasi prosedur puestow.

Saat seseorang menderita pankreatitis kronis, saluran pankreas akan mengalami penyumbatan. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melarutkan makanan. Prosedur puestow membantu mengeringkan saluran pankreas yang tersumbat.

Angka komplikasi untuk pelaksanaan prosedur ini cenderung rendah. Selama bertahun-tahun, prosedur ini telah dilakukan sebagai salah satu upaya paling efektif dalam mengatasi pankreatitis kronis.

Persiapan sebelum menjalani prosedur puestow

Sebelum menjalani operasi, dokter tentunya akan melakukan diagnosa terhadap kondisi yang Anda derita. Untuk mendukung proses diagnosa, biasanya dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalanin tes pencitraan untuk melihat kondisi pankreas dalam tubuh.

Tes pencitraan dapat terdiri atas beberapa jenis, seperti ultrasonografi, CT scan, atau pencitraan endoskopi.

Setelah itu, dokter juga akan melakukan wawancara medis dengan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga, jenis alergi yang Anda derita, serta obat-obatan yang rutin Anda konsumsi.

Apabila Anda dan dokter sudah sepakat akan melaksanakan operasi, dokter akan memberikan lembar tertulis untuk ditandatangani sebagai tanda bahwa Anda telah setuju untuk mengikuti operasi.

Selama setidaknya delapan jam sebelum operasi dimulai, Anda diharuskan untuk puasa dan tidak diperkenankan mengonsumsi alkohol sebelum dan sesudah operasi. Anda juga akan diharuskan untuk mengonsumsi obat antibiotik dan pereda nyeri.

Pelaksanaan prosedur puestow

Operasi nantinya akan dilakukan oleh dokter bedah. Anda diminta untuk mengenakan pakaian operasi khusus sebelum masuk ke ruang operasi.

Pertama-tama, dokter akan memberikan anestesi sebagai obat bius. Hal ini berfungsi agar Anda tidak merasakan sakit selama prosedur operasi.

Setelah itu, dokter akan membersihkan area kulit Anda menggunakan antiseptik lalu menyayat kulit untuk memulai prosedur bedah. Area yang dibuka berada pada bagian perut, baik di bawah tulang rusuk atau pada garis tengah.

Melalui sayatan tersebut, dokter mendapat akses ke saluran pankreas dan bagian kedua dari usus kecil. Saluran pankreas yang tersumbat atau bermasalah akan dihubungkan dengan bagian dari usus kecil tersebut. Hal ini memungkinkan cairan pankreas agar bisa mengalir dari pankreas ke usus kecil.

Apabila ditemukan batu pada saluran pankreas Anda, dokter mungkin akan melakukan pengangkatan batu tersebut jika diperlukan.

Setelah operasi selesai, dokter akan menutup kembali bekas sayatan dengan jahitan dan menutupnya dengan perban.

Proses pemulihan setelah prosedur puestow

Dalam masa pemulihan setelah operasi selesai dijalankan, pihak rumah sakit akan terus memantau tanda-tanda vital Anda. Selama fungsi usus masih dalam pemulihan, Anda akan dipasangkan dekompresi nasogastrik, yaitu selang yang dimasukkan ke dalam lambung melalui hidung untuk mengeluarkan sekresi lambung.

Apabila fungsi usus sudah kembali normal, Anda tetap perlu mengonsumsi obat khusus yang dianjurkan oleh dokter.

Sekitar 70-80% pasien yang pernah menjalani prosedur puestow mengaku bahwa rasa nyeri akibat kondisi pankreatitis kronis mereda beberapa tahun setelah operasi selesai dijalankan. Biasanya, rasa nyeri baru benar-benar hilang setelah 5 tahun.

Akan tetapi, rasa nyeri bisa saja muncul kembali di kemudian hari. Apabila hal ini terjadi, Anda mungkin memerlukan operasi tambahan.

Prosedur puestow tidak menimbulkan efek samping diabetes. Sebaliknya, Anda justru memerlukan lebih banyak asupan insulin apabila kondisi pankreatitis kronis tak kunjung membaik bahkan setelah operasi dilakukan.

Waspadai Neuroblastoma, Kanker Langka yang Menyerang Anak-Anak

Penyakit kanker bisa menyerang siapa saja, baik bayi yang baru lahir maupun lansia. Dari berbagai jenis penyakit kanker yang ada, neuroblastoma menjadi salah satu penyakit kanker yang menyerang anak-anak.

Neuroblastoma tergolong sebagai kondisi kanker yang cukup langka. Kanker ini menyerang jaringan saraf anak yang berfungsi untuk membawa pesan dari otak ke seluruh tubuh.

Kanker ini paling sering muncul di sekitar kelenjar adrenal, yaitu kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi hormon. Kelenjar ini terletak di atas ginjal dan memiliki sel yang serupa dengan sel saraf.

Meski umumnya tumbuh di sekitar kelenjar adrenal, kanker ini juga bisa timbul dari berbagai area lainnya, khususnya di area tempat sekelompok sel saraf berkumpul.

Gejala yang timbul pada anak saat menderita neuroblastoma

Saat kanker baru tumbuh, gejala pada anak mungkin sulit untuk dideteksi. Hal ini karena beberapa gejala tampaknya serupa dengan kondisi penyakit umum pada anak.

Sebagai orang tua, Anda bisa mendeteksi kemungkinan anak menderita kanker ini dengan mengenali gejala-gejalanya. Biasanya, anak yang menderita neuroblastoma akan mengalami gejala berupa:

  • Benjolan yang tumbuh di area leher
  • Sesak napas dan kesulitan menelan
  • Nyeri tulang, lemas, dan mudah tersinggung
  • Gerakan mata dan otot yang tersentak-sentak
  • Bengkak dan nyeri pada perut, terkadang disertai dengan sembelit dan kesulitan buang air kecil
  • Benjolan kebiruan di kulit dan memar, khususnya di sekitar area mata
  • Kelemahan tungkai, membuat anak tidak stabil saat berjalan, disertai dengan mati rasa pada tubuh bagian bawah
  • Kulit pucat, kelelahan, kehilangan energi, kehilangan nafsu makan, berat badan menurun

Kondisi-kondisi di atas bisa juga dirasakan ketika anak menderita beberapa penyakit lain. Oleh sebab itu, apabila Anda melihat anak mengalami gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan anak.

Apakah neuroblastoma diturunkan?

Secara umum, kanker bisa tumbuh berdasarkan hasil mutasi pada beberapa sel tubuh. Proses mutasi memungkinkan beberapa sel untuk tumbuh di luar kendali.

Pada neuroblastoma, mutasi mempengaruhi sel saraf yang belum matang pada bayi di dalam kandungan. Sel-sel tersebut akan tumbuh seiring dengan bertumbuhnya bayi di dalam kandungan, menjadi sel saraf yang memicu kondisi kanker ini.

Sebagian besar kasus kanker jenis ini bukan merupakan kanker yang diturunkan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa diturunkan melalui suatu pola mutasi gen.

Upaya pengobatan neuroblastoma

Pengobatan untuk kanker ini berbeda-beda bagi setiap anak, tergantung pada usia dan stadium kanker. Umumnya, anak-anak yang menderita kanker jenis ini melakukan lebih dari dua upaya pengobatan dan dilakukan selama bertahun-tahun.

Beberapa pengobatan neuroblastoma meliputi:

  • Operasi pengangkatan sel kanker. Dalam beberapa kasus, anak hanya perlu menjalani operasi sebagai upaya pengobatan.
  • Kemoterapi, membantu memperkecil sel kanker. Bila sel kanker berhasil mengecil sebelum operasi, anak tidak perlu menjalani operasi.
  • Terapi radiasi, dilakukan setelah operasi untuk menghancurkan sel kanker yang masih tersisa.
  • Imunoterapi, menggunakan obat yang menargetkan sel kanker secara langsung, namun tidak digunakan secara rutin.
  • Transplantasi sel induk, sel induk anak dikumpulkan, dibekukan, dan disimpan, kemudian melalui kemoterapi intensif. Setelah itu, sel induk anak akan dikembalikan.

Hasil dari upaya pengobatan ditentukan oleh stadium kanker neuroblastoma anak. Semakin tinggi stadiumnya, maka semakin kompleks pula upaya pengobatan yang perlu dilalui. Apabila kanker terdeteksi sedini mungkin, peluang anak untuk mengalami pemulihan dengan cepat lebih tinggi.

Mengenal Penyebab dan Cara Menangani Rahim Terbalik

Tidak semua wanita memiliki bentuk rahim yang sama. Ternyata sekitar 25 persen wanita punya bentuk rahim yang tidak normal atau rahim terbalik.

Jika bentuk normal rahim adalah melengkung ke depan dan berada di atas kandung kemih, rahim terbalik biasanya melengkung ke belakang dengan bagian fundus berada di atas rektum. Kondisi seperti ini disebut dengan istilah rahim retroversi atau rahim retro atau retrofleksi.

Gejala Wanita Memiliki Rahim Terbalik

Secara umum rahim retro tidak menyebabkan gejala apapun sehingga banyak wanita yang tidak menyadarinya. Barulah sadar ketika melakukan pemeriksaan rutin seperti kehamilan.

Namun, ada beberapa gejala tertentu yang menjadi indikasi terjadinya rahim retroversi, yaitu:

  • Terasa nyeri saat haid
  • Infeksi saluran kemih
  • Sering buang air kecil atau merasa adanya sensasi tertekan di bagian kandung kemih
  • Sakit ketika berhubungan seksual yang terasa di bagian punggung bawah atau vagina
  • Adanya tonjolan pada perut bagian bawah

Gejala tersebut di atas memang belum tentu berarti Anda mengalami rahim terbalik. Akan tetapi, jika ingin mengetahui secara pasti, periksakan diri pada dokter kandungan jika gejala-gejala tersebut Anda alami untuk mengetahui apa penyebabnya.

Penyebab Rahim Terbalik

Rahim retro bisa dialami sejak lahir atau terjadi ketika sudah dewasa. Selain karena faktor genetik, penyebabnya juga dikarenakan munculnya jaringan parut atau terjadinya pelengketan panggul yang disebabkan oleh:

  • Fibroid

Bentuk dan posisi rahim dapat mengalami perubahan karena fibroid rahim ini. Kondisi tersebut membuat rahim terlihat membesar dan terdorong miring ke belakang.

  • Endrometriosis

Panggul yang lengket juga dapat disebabkan oleh endrometriosis. Jaringan parut pada endrometrium bisa membuat rahim melengkung ke belakang.

  • Adanya Riwayat Bedag Panggul

Rahim miring bisa juga disebabkan oleh adanya riwayat operasi panggul. Prosedur operasi dapat memicu munculnya jaringan parut di area sekitar operasi dan membuat rahim terdorong ke belakang.

  • Radang Panggul

Penyakit radang panggul menyebabkan rahim menjadi terbalik. Jika tidak diobati, penyakit radang panggul ini dapat menimbulkan jaringan parut.

  • Melemahnya Oto-otot Panggul

Saat memasuki masa menopause atau setelah melahirkan, jaringan otot yang berfungsi menyokong rahim akan melemah. Sehingga membuat posisi rahim miring atau jatuh ke arah belakang.

Cara Mengatasi Rahim Terbalik

Mengatasi kondisi rahim retro ini berbeda-beda tergantung pada kondisi pasien. Ada beberapa cara untuk bisa mengatasi rahim terbalik, yaitu:

  • Melakukan beberapa latihan ringan

Mengembalikan rahim ke posisi semula dengan cara manual bisa dilakukan dengan rutin melakukan gerakan-gerakan latihan ringan. Gerakan yang dimaksud adalah dirancang untuk memperkuat ligamen dan tendon yang fungsinya menahan rahim.

Adapun gerakan yang dimaksud adalah senam kegel yaitu dilakukan dengan mengencangkan otot panggul bagian bawah. Gerakannya seperti ketika Anda menahan baung air kecil selama 5 detik yang dilakukan diulang 4-5 kali.

Selain itu, bisa juga dengan menempelkan lutut ke dada. Gerakan ini dilakukan dengan berbaring di lantai, posisi kaki lurus ke bawah dan menempel ke lantai. Lalu, tarik kaki ke atas secara perlahan, tekuk, dan tempel ke dada sekitar 20 detik. Kembalikan kaki lurus ke lantai dan ulang gerakan 10-15 kali.

Latihan lainnya bisa dilakukan dengan berbaring, tubuh dan tangan di posisi lurus ke bawah menempel ke lantai. Lalu, angkat panggul ke atas perlahan dan tarik napas. Kemudian turunkan panggul perlahan sambil menghela napas. Lakukan berulang sekitar 10-15 kali.

  • Menjalani Operasi

Pada kasus tertentu, ada juga rahim terbalik harus ditangani dengan melakukan operasi. Ada berbagai teknik yang dilakukan dalam prosedur operasi. Seperti laparoskopi serta teknik histerektomi jika kondisinya sudah sangat serius.

  • Menggunakan Cincin Pesarium

Cincin pesarium adalah alat yang akan dimasukkan ke vagina yang bertujuan untuk memperbaiki posisi rahim terbalik. Alat ini akan ditanam di vagina yang bisa ditanam sementara atau secara permanen. Hanya saja, penggunaan cincin pesarium ini dapat meningkatkan risiko peradangan dan infeksi. Selain itu alat ini akan membuat hubungan seksual menjadi tidak nyaman.