Waspada Perdarahan Post Partum yang Jadi Sebab Tingginya Angka Kematian Ibu Melahirkan

Perdarahan post partum perdarahan setelah melahirkan tidaklah selalu terjadi sesaat ketika bayi telah dilahirkan. Perdarahan post partum adalah kondisi perdarahan yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam setelah melahirkan. Namun, perdarahan masih mungkin terjadi bahkan hingga 12 minggu pasca persalinan. Kondisi ini disebut dengan perdarahan post partum sekunder.

Selama masa nifas, seorang ibu akan terus mengalami perdarahan. Namun, perdarahan yang terjadi dalam masa nifas tidak begitu berat dan jumlah darah yang keluar semakin hari akan semakin sedikit. Namun, jika selama masa tersebut darah yang keluar dalam jumlah yang cukup banyak, hal tersebut dapat menjadi gejala dari perdarahan post partum sekunder.

Idealnya, dua minggu pasca persalinan, perdarahan nifas akan berkurang banyak dan ibu perlahan akan kembali pulih. Namun, jika perdarahan tidak juga berhenti maupun tiba-tiba muncul perdarahan setelah sebelumnya mulai mereda, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter. Lebih jelasnya tentang gejala perdarahan post partum sekunder, dapat disimak di bawah ini:

  • Perdarahan terjadi dalam jumlah yang banyak atau tidak mengalami pengurangan jumlah

Dalam masa nifas, perdarahan yang dialami ibu berlangsung dalam empat hingga enam minggu, walaupun memang dalam beberapa kasus ada yang mencapai minggu ke delapan. Beberapa hari setelah persalinan, darah yang keluar umumnya dalam jumlah yang banyak dan cenderung berwarna merah terang, sehingga terkadang ibu perlu mengenakan pembalut khusus ibu melahirkan.

Namun, dalam beberapa hari setelah kondisi tersebut, darah yang keluar akan berangsur berkurang jumlah, seperti darah ketika menstruasi. Ketika kondisi terjadi, ibu dapat mengenakan pembalut untuk menstruasi. Namun, jika pembalut tersebut sudah penuh dengan darah dalam waktu satu jam, hal tersebut dapat menjadi gejala adanya perdarahan post partum.

  • Lemas dan seperti ingin pingsan

Keluarnya darah dalam jumlah banyak akan berdampak pada kondisi tubuh. Ibu akan merasa lemas dan kepala terasa ringan, seperti ingin pingsan. Jika kondisi ini terus terjadi dan diikuti dengan gejala meningkatnya denyut jantung dan menurunnya tekanan darah, segera rujuk ke rumah sakit.

  • Terdapat gumpalan darah

Gumpalan darah dalam ukuran kecil umumnya akan keluar beberapa hari pasca persalinan. Dalam kondisi normal, gumpalan tersebut seharusnya tidak keluar lagi setelah beberapa hari.

Jika terdapat gumpalan darah dalam ukuran besar dan diikuti dengan keluarnya gumpalan kecil, dan kram perut, segera rujuk ke rumah sakit. Kondisi tersebut dapat menjadi pertanda adanya sisa plasenta yang tertinggal dalam rahim.

Mewaspadai gejala post partum sangatlah penting. Pasalnya, kondisi ini menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan di Indonesia.

Makanan Penambah Darah yang Perlu Dikonsumsi Sehari-Hari

Anemia adalah kondisi tubuh yang kekurangan jumlah sel darah merah yang bertugas mengantar oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kebanyakan anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi makanan penambah darah yang kaya akan kandungan zat besi ke dalam menu harian merupakan langkah penting untuk mencegah anemia.

Penderita anemia akan merasakan gejala berupa lebih, lesu, lemas, sulit berkonsentrasi, napas pendek, jantung berdebar, serta sering merasa pusing. Gejala ini mungkin tidak berat tapi bisa mengganggu produktivitas kerja orang dewasa dan mengganggu konsentrasi belajar pada anak. Agar asupan zat besi selalu terpenuhi, makanan-makanan berikut ini bisa dimasukkan sebagai variasi dalam menu makanan Anda.

Sayuran berwarna hijau tua

Bayam, kangkung, daun singkong dan brokoli merupakan sayuran hijau tua yang kaya akan zat besi. Dalam 100 gram bayam atau kangkung terkandung sekitar 2.7 mg zat besi, sedangkan dalam 100 gram brokoli ada sekitar 0.7 mg zat besi. Perlu Anda ketahui, zat besi dari sumber-sumber nabati ini adalah jenis zat besi non-heme. Zat besi non-heme lebih suka diserap oleh tubuh, hanya sekitar 30 persen dari jumlah zat besi non-heme dalam sumber nabati yang mampu diserap dengan baik. Sedangkan jenis zat besi heme yang didapat dari sumber hewani bisa sampai 70 persen terserap dengan baik oleh tubuh.

Daging merah

Daging merah merupakan sumber zat besi yang baik, dengan 2,8 mg zat besi per 100 gram daging. Kandungan zat besinya memang tidak berbeda jauh dari sayuran hijau seperti bayam, tetapi jenis zat besi dalam daging adalah zat besi heme yang mudah diserap oleh tubuh, yang membuat daging lebih efektif sebagai makanan penambah darah.

Kerang dan tiram

Kerang dan tiram merupakan makanan lauh yang tinggi kandungan zat besinya, apalagi jika disajikan dengan perasan air lemon yang kaya vitamin C. Tapi untuk ibu hamil, makanan laut sejenis kerang dan tiram perlu dihindari. Pasalnya makanan laut ini kemungkinan besar mengandung racun dan limbah industri yang dibunag ke laut.

Ibu Hamil, Jauhi Pantangan Berikut Ini agar Kandungan Sehat Selalu

Kehamilan menjadi suatu proses yang didamba-dambakan oleh seorang wanita. Pasalnya, setelah proses kehamilan ini berakhir dan berhasil melahirkan buah hati dengan selamat, seorang wanita akan resmi menjadi seorang ibu.

Tentunya, selama masa kehamilan tersebut, kesehatan calon bayi dan ibu harus terus diperhatikan. Tidak jarang, calon ibu akan menjadi lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi agar tidak membahayakan kandungannya. Lebih jelasnya tentang pantangan ibu hamil, dapat Anda simak dalam artikel berikut ini:

Daftar pantangan ibu hamil yang wajib dijauhi:

Di bawah ini terdapat beberapa makanan dan minuman yang jadi pantangan ibu hamil selama masa mengandung:

  • Ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi

Bukan sebuah rahasia lagi, bahwa merkuri merupakan kandungan yang beracun dan membahayakan kesehatan. Jenis ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi, seperti ikan hiu, ikan todak, ikan makarel, dan tuna, hanyalah sebagian contoh kecil.

  • Ikan yang dimasak setengah matang atau bahkan mentah

Ikan mentah atau yang dimasak setengah matang, seperti sushi, sebenarnya mengandung virus dan bakteri, seperti Salmonella, Listeria, dan norovirus. Bakteri dan virus tersebut dapat mengakibatkan kondisi dehidrasi dan rasa lemas jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain itu, infeksi yang diakibat oleh virus dan bakteri tersebut dapat ditularkan pada janin.

  • Kafein

Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dapat diserap dengan cepat ke dalam plasenta dan berakhir pada janin. Ibu hamil perlu mengurangi konsumsi kopi, yaitu kurang dari 2-3 cangkir dalam sehari.

  • Makanan cepat saji

Kandungan nutrisi dalam makanan cepat saji cenderung rendah, namun tinggi akan kandungan kalori dan gula. Selain itu, makanan cepat saji juga mengandung lemak tambahan. Mengonsumsi makanan cepat saji saat hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan kelahiran.

  • Makanan yang tidak dicuci bersih

Sebelum mengolah makanan, ada baiknya sayur dan buah dicuci bersih terlebih dahulu. Jika tidak, kontaminasi bakteri dan parasit yang menempel, seperti Toksoplasma, E. coli, Salmonella, dan Listeria dapat masuk ke dalam tubuh.

  • Daging mentah, setengah matang, dan olahan

Bakteri E. coli, Toksoplasma, Listeria, dan Salmonella tidak hanya terdapat pada sayur dan buah yang tidak dicuci bersih, namun juga terdapat pada daging mentah, setengah matang, dan olahan. Mengonsumsi daging tersebut, dapat meningkatkan risiko ibu hamil terkena virus dan bakteri yang disebutkan.

Lebih jelasnya, ibu hamil dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan tentang kebutuhan nutrisi dan jenis makanan atau minuman apa saja yang dapat mendukung kesehatan janin.

Waspadai Penyebab Kolera yang Rawan Menyerang Masyarakat di Indonesia

Setidaknya terdapat 2,6 juta kasus kolera dengan 40 ribu lebih korban jiwa yang dilaporkan oleh WHO dalam kurun satu dasawarsa, dari 2006 hingga 2016. Bakteri Vibrio cholerae adalah penyebab utama dari penyakit kolera. Bakteri tersebut menginfeksi tubuh manusia melalui perantara makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Sesaat setelah bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, ia akan menginfeksi saluran pencernaan yang kemudian akan menyebabkan diare. Dalam kasus tertentu, diare berat yang tidak diatasi dapat menyebabkan dehidrasi berat dan kemungkinan meninggal dunia.

Bakteri yang menjadi penyebab kolera cenderung menyukai sanitasi yang buruk. Tidak adanya sarana yang menyediakan air bersih maupun fasilitas kebersihan lain, seperti fasilitas mandi cuci kakus yang memadai, yang juga dipicu oleh perilaku pribadi yang tidak menjaga kebersihan, mampu meningkatkan risiko penyakit kolera.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, penyakit kolera terbilang cukup ditemukan di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan bahwa Indonesia terbebas dari penyakit kolera. Faktanya, tingkat indikator perilaku hidup bersih di Indonesia hanya menyentuh angka 32,2%. Angka tersebut menunjukkan masih tingginya peluang bakteri penyebab kolera hadir di tengah kehidupan masyarakat.

Telah disebutkan bahwa terdapat kaitan yang erat tentang minimnya ketersediaan sarana sanitasi dan air bersih bagi masyarakat dengan tingkatan risiko risiko penyakit kolera, terlebih jika terjadi perang maupun bencana alam yang melanda Indonesia. Dapat diasumsikan bahwa, pada kondisi tertentu tersebut, sarana sanitasi dan sumber air bersih akan mengalami kerusakan, sehingga banyak pengungsi yang akan berkumpul di suatu tempat yang tidak ada akses air bersih sama sekali.

Risiko ini tentu dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup yang bersih. Hal sederhana seperti membiasakan diri mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, baik sebelum maupun setelah makan, begitu juga ketika setelah menggunakan toilet.

Mengolah bahan makanan yang akan dikonsumsi secara tepat juga dapat mengurangi risiko masuknya bakteri penyebab kolera ke dalam tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan bahwa bahan tersebut telah dicuci bersih dan dimasak dengan matang.

Apa itu Penyakit Limfoma dan Bagaimana Penangannya?

Apakah Anda pernah mendengar penyakit limfoma? Limfoma adalah suatu kondisi keganasan yang menyerang sel darah putih, limfosit, yang mulanya pada bagian kelenjar atau jaringan getah bening.

Limfoma memiliki beberapa jenis, salah satunya limfoma Hodgkin dan limfoma non-hodgkin (NHL). Perbedaan dari kedua jenis limfoma tersebut, yaitu ada atau tidaknya sel Reed-Sternberg yang dimiliki oleh limfoma Hodgkin.

Jenis NHL adalah tipe limfoma yang umumnya sering terjadi jika dibandingkan dengan tipe limfoma lainnya. Tipe NHL biasanya menyerang kelompok usia orang dewasa, namun tidak tertutup kemungkinan bahwa ia dapat menyerang usia yang lebih muda juga.

Apa saja gejala dari penyakit limfoma NHL?

Beberapa gejala yang umumnya dikeluhkan oleh pasien NHL, di antaranya:

  • Nyeri dan bengkak pada bagian perut.
  • Rasa nyeri pada bagian dada disertai batuk dan kesulitan bernapas.
  • Timbulnya bengkak pada kelenjar getah bening di area leher, ketiak, maupun selangkangan.
  • Demam dan berkeringat ketika malam hari.
  • Mudah merasa lelah.
  • Berat badan menurun tanpa alasan yang jelas.

Penyebab terjadinya NHL yaitu adanya perubahan atau mutasi pada DNA di salah satu sel darah putih (sel limfosit). Meskipun begitu, penyebab yang memicu perubahan DNA ini belum diketahui sampai sekarang. Ada beberapa dugaan, seperti usia yang semakin menua, kondisi obesitas, adanya paparan terhadap bahan karsinogen, radiasi, kemoterapi, dan juga dapat terjadi karena adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (HIV/AIDS, infeksi Epstein-Barr virus, atau infeksi Helicobacter pylori). Selain itu, faktor keturunan juga diduga menjadi pemicu seseorang mengalami NHL.

Bagaimana mengatasi penyakit limfoma NHL?

Ketika Anda mengalami gejala dari penyakit ini seperti yang sudah disebutkan di atas, maka langkah yang terbaik adalah datang dan berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menyarankan Anda untuk mengikuti beberapa tes, seperti tes darah, urine, pengambilan jaringan, dan tes radiologi untuk mendeteksi adanya NHL dalam tubuh Anda.

Jika hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa Anda didiagnosis dengan NHL, maka dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan terapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan tujuan membunuh sel-sel limfosit yang memicu NHL tersebut.

Sebagai catatan, hingga saat ini belum ditemukan cara yang tepat untuk secara efektif mengatasi NHL. Namun, dengan diagnosis dini dan penanganan lebih awal, beberapa risiko yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Waspadai Faktor Penyebab Penyakit Panu Berikut

Setidaknya hingga 90% orang dewasa ternyata memiliki jamur pada tubuhnya yang kapan saja dapat berkembang menjadi penyakit kulit. Jamur yang disebut dengan malassezia itu, merupakan penyebab penyakit panu.

Dalam kondisi yang normal, jamur ini tidak akan menyebabkan masalah apa pun. Hanya saja, pada beberapa kasus yang dialami oleh orang dewasa, jamur ini dapat berkembang dalam kondisi lembab, seperti ketika memiliki kebiasaan malas mandi, mengganti baju, atau menggunakan handuk dalam kondisi basah dan lembab.

Penyakit panu umumnya menyerang kelompok remaja dan orang dewasa muda. Selain karena faktor perubahan hormon dan banyaknya aktivitas yang dapat mengeluarkan keringat berlebih, kondisi kulit mereka ternyata lebih berminyak. Tidak hanya itu, kedua kelompok tersebut cenderung tinggal di lingkungan atau ruangan yang lembab dan jarang terkena sinar matahari.

Faktor lain yang memicu timbulnya panu adalah gaya hidup, seperti kebiasaan mengenakan pakaian yang terlalu ketat dan sulit menyerap keringat. Jamur juga dapat berkembang dengan cepat ketika seseorang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik dan juga mengalami kekurangan gizi.

Obat apa yang efektif menyembuhkan panu?

Gejala yang umumnya sering dikeluhkan ketika seseorang mengidap penyakit panu adalah munculnya bercak-bercak berwarna putih di tubuh, seperti pada area punggung, dada, perut, leher, dan juga lengan atas. Panu juga dapat memicu rasa gatal dan menyebabkan kulit bersisik atau kemerahan.

Satu hal yang perlu Anda tahu, bahwa penyakit panu bukanlah penyakit yang menular dan bukan merupakan tanda adanya gangguan maupun masalah kesehatan yang serius. Mengenai pengobatan penyakit panu, penyakit ini relatif mudah diatasi.

Umumnya, seseorang yang mengidap penyakit panu akan membeli obat salep khusus untuk panu. Salep ini memiliki kandungan zat tertentu, seperti miconazole, selenium sulfide, atau terbinafine. Penggunaan salep ini juga mudah, hanya dengan mengoleskannya pada area panu. Anda dapat melakukan pengobatan ini hingga panu benar-benar hilang. Obat-obatan ini juga umumnya dijual bebas, sehingga mudah untuk ditemukan. Biasanya, seseorang membutuhkan waktu sekitar 3-7 hari untuk benar-benar sembuh.

Dalam beberapa kasus, dokter akan meresepkan obat panu khusus, jika panu yang Anda derita dalam tingkatan yang cukup berat. Obat tersebut mengandung ciclopirox, ketoconazole, flukonazol, atau itraconazole. Penting bagi Anda, untuk menjaga kebersihan dan mengubah kebiasaan buruk agar panu tidak datang kembali.

Menilik Kandungan dalam Serum Rambut Rontok, Efektifkah Mengatasi Kerontokan?

Rambut rontok menjadi salah satu permasalahan yang umumnya dialami oleh banyak orang, baik oleh kaum hawa maupun kaum adam. Pasalnya, kondisi rambut rontok ini dapat mengakibatkan kebotakan yang dapat berujung pada rendahnya kepercayaan diri untuk tampil di depan umum. Kerontokan rambut ini umumnya didapat ketika sedang menyisir, melepas ikat rambut, bahkan rambut dapat dengan sendirinya rontok begitu saja.

Berbagai cara tersedia untuk mengatasi kerontokan rambut ini atau setidaknya mengurangi jumlah rambut yang rontok, salah satunya dengan menggunakan serum rambut rontok. Dari sekian banyak produk serum rambut yang dijual di pasaran, manakah produk yang secara ampuh mengatasi masalah kerontokan rambut?

Perhatikan kandungan serum rambut rontok

Serum rambut rontok dikhususkan untuk mengatasi kerontokan rambut. Serum ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di atas permukaan rambut yang berfungsi untuk menghalau panas, kotoran, maupun polusi. Selain itu, lapisan ini juga membantu dalam mengurangi kerusakan rambut, memperbaiki akar rambut, dan menutrisi setiap helai rambut.

Dalam memilih serum rambut rontok, sebaiknya Anda memerhatikan beberapa kandungan penting yang dibutuhkan oleh rambut Anda, seperti:

  • Protein untuk membentuk keratin pada rambut.
  • Vitamin A untuk mempercepat pertumbuhan rambut dan mengoptimalkan kesehatan kulit kepala.
  • Biotin atau B7 yang berperan penting bagi pertumbuhan rambut.
  • Minyak kelapa yang berfungsi untuk mencegah kerusakan akar rambut dan merangsang pertumbuhan rambut.
  • Minyak zaitun untuk melindungi rambut dari kondisi kering dan kerusakan.

Apa saja yang menyebabkan kerontokan rambut?

Kerontokan rambut dapat terjadi karena beberapa faktor, di antaranya:

  • Kondisi hormon: kadar hormon pria, yaitu hormon androgen yang berada dalam kondisi abnormal dalam memicu kerontokan pada rambut
  • Stres: dapat terjadi akibat terlalu banyaknya beban pikiran, baik itu urusan pekerjaan, akademik, hingga hubungan.
  • Penggunaan produk rambut: proses bleaching, pewarna rambut, dan juga keramas terlalu sering dapat menipiskan rambut, sehingga rambut rentan rontok. Selain itu, rambut yang dikepang, dikuncir, dijepit, dikeriting meningkatkan risiko kerusakan dan kerontokan rambut.
  • Faktor keturunan: kondisi rambut yang mudah rontok ternyata dapat diwariskan secara garis keturunan.
  • Obat: mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi, pengencer darah, dan pil KB dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara.

Kenali Jenis Operasi Prostat Sebelum Memutuskan untuk Melakukan Prosedur Tersebut

Kaum adam memiliki kelenjar khusus dalam tubuhnya, yaitu kelenjar prostat. Kelenjar tersebut terletak di bagian bawah kandung kemih yang memiliki fungsi untuk memproduksi cairan yang nantinya akan membawa sperma. Kelenjar prostat ini dilalui oleh saluran kencing atau uretra.

Kelenjar prostat akan mengalami perubahan ukuran, semakin usia bertambah, maka kelenjar ini akan semakin besar, sehingga terkadang ia mengganggu proses buang air kecil. Faktor penyebab pembesaran ukuran kelenjar ini dapat diakibatkan oleh kanker atau proses pembesaran prostat jinak (BPH). Akibat dari dua faktor tersebut, banyak dari kaum pria kemudian memilih untuk melakukan operasi prostat.

Apa saja jenis operasi prostat?

Pada kenyataannya, jenis operasi prostat dapat bermacam-macam, mulai dari operasi yang bersifat radikal sampai tidak invasif. Pemilihan jenis prosedur operasi prostat dipengaruhi oleh tingkat keseriusan kasus dan tujuan melakukan operasi itu sendiri.

Dalam kasus tertentu, seperti operasi kanker prostat, prosedur operasi akan dilakukan dengan mengangkat sebanyak mungkin jaringan kanker. Sementara itu, untuk kasus BPH, operasi prostat dilakukan untuk mengikis jaringan prostat yang menjepit saluran kencing. Ada pun jenis-jenis operasi prostat, antara lain:

  • Prostatektomi terbuka

Prostatektomi adalah suatu prosedur operasi pengangkatan prostat yang dilakukan dengan membuang prostat serta jaringan di area sekitarnya. Dalam operasi ini, dokter akan membuat sayatan dari pusar ke arah tulang selangkangan atau dengan membuat sayatan pada area antara skrotum dengan anus, yang disebut dengan perineum.

  • Reseksi prostat transurethral/Transurethral Resection of The Prostate (TURP)

Prosedur TURP merupakan prosedur yang paling sering digunakan dalam mengatasi kasus BPH. Prosedur ini menggunakan alat endoskopi yang dilengkapi dengan kamera. Alat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam uretra, lalu dilakukan pengangkatan jaringan prostat yang mengalami pembesaran.

Insisi transurethral prostat atau Transutethral Incision of The Prostate (TUIP) merupakan prosedur yang serupa dengan TURP. Hanya saja, perbedaannya terletak pada jumlah jaringan prostat yang diangkat. Prosedur TUIP hanya membutuhkan sayatan kecil untuk mengurangi tekanan prostat pada uretra. Dengan begitu, proses buang air kecil dapat dilakukan dengan lebih mudah.

  • Laser

Prosedur laser ini bekerja dengan mematikan sel-sel kelenjar prostat dan membuat ukuran kelenjar tersebut menjadi lebih kecil. Prosedur ini tidak akan memberikan hasil efektif untuk kasus prostat yang besar. Kelebihan dari prosedur ini adalah efek samping yang lebih ringan dan juga rendahnya risiko perdarahan yang mungkin terjadi.

  • Laparoskopi

Pada dasarnya prosedur laparoskopi dilakukan dengan prinsip yang sama dengan prostatektomi terbuka. Namun, sayatan yang dibuat pada prosedur ini berukuran lebih kecil.

Cara Mengaplikasikan Salep Ruam Popok untuk Lansia

Bukan hanya bayi yang bisa mengalami ruam popok, orang lanjut usia juga bisa. Kondisi ini tentu sangat tidak nyaman dan perlu segera diatasi, salah satunya adalah dengan mengaplikasikan salep ruam popok untuk lansia. Pada dasarnya, ruam popok pada bayi dan lansia memiliki gejala yang hampir sama. Saat mengalami ruam popok, kulit akan berwarna merah muda, kering, dan terasa gatal. Jika tidak segera diatasi, gejala ini bisa mengakibatkan kulit menjadi iritasi, terluka, bengkak, dan mirip seperti luka bakar. Penderitanya juga akan merasakan gatal dan panas pada kulit.

Saat gejala-gejala tersebut terjadi, coba ingat-ingat apakah hal tersebut diakibatkan karena jarang mengganti popok atau memiliki alergi terhadap kandungan kimia tertentu yang mungkin terdapat dalam popok. Kedua pertanyaan itu penting karena sebagian besar penyebab ruam popok adalah karena frekuensi pergantian popok cenderung tidak teratur ataupun adanya alergi tertentu. Jika tidak, mungkin orang tersebut mengidap infeksi jamur karena area yang ditutupi popok terlalu lembap dikarenakan sifat popok yang tidak breathable.

Kondisi ini bisa terjadi di area sekitar kemaluan, paha, bokong, hingga panggul. Jika ruam popok yang disebabkan oleh jamur, daerah kemerahan bisa juga tumbuh bintil seperti biang keringat dan menjalar hingga ke bagian lipatan di sekitar area kemaluan.

Cara mengatasi ruam popok

Salah satu cara untuk mengatasi ruam popok adalah dengan mengoleskan salep ruam popok dengan dosis untuk lansia. Salep tersebut harung mengandung zinc oxide yang diaplikasikan pada area yang terinfeksi sebanyak 2 hingga 4 kali dalam sehari sampai ruam popok sembuh. Jika ruam popok masih terasa nyeri, Anda bisa mengoleskan salep kemudian menepuk-nepuk agar krim dapat menyerap dengan sempurna ke kulit.

Ketika mandi, bilas area yang luka dengan air mengalir. Salep ruang popok yang mengandung zinc oxide ini terasa lengket di tangan maupun di area yang diolesi salep. Jika merasa terganggu, oleskan juga petroleum jelly setelah memakai salep dan sebelum menggunakan popok kembali. Untuk mempercepat proses penyembuhan, sebaiknya tidak menggunakan popok untuk beberapa jam dalam sehari. Hal ini akan membuat sirkulasi udara di lebih lancar sehingga ruam akan lebih mudah dan lebih cepat kering.