Skin Tag atau Kutil, Bisakah Dihilangkan Tanpa Operasi?

Skin tag merupakan pertumbuhan kulit yang tidak biasa berbentuk kecil, lembut dan berwarna seperti daging. Skin tag biasanya muncul di area kelopak mata, leher, ketiak, lipatan selangkangan hingga di bawah payudara. 

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya skin tag, seperti gesekan lipatan kulit hingga virus HPV. Munculnya skin tag umum terjadi pada orang dewasa dan tidak berbahaya. Namun, jika terus dibiarkan tentu akan mengganggu dan menimbulkan nyeri. Orang dengan kelebihan berat badan juga rentan mengalami skin tag. Lalu bisakah skin tag dihilangkan tanpa operasi? Berikut penjelasannya. 

Mengenal Skin Tag

Skin tag terjadi ketika adanya pertumbuhan tidak biasa pada kulit dengan bentuk menyerupai balon kecil dan lembut serta tidak berbahaya. Skin tag bisa muncul di permukaan kulit dalam jumlah yang banyak hingga ratusan, 

Biasanya, skin tag muncul dalam bentuk yang kecil seperti benjolan kepala peniti. Namun, lama-lama skin tag bisa tumbuh membesar hingga mencapai 5 cm. Ada juga skin tag yang ukurannya tidak berubah. 

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2008, adanya virus HPV bisa menjadi faktor munculnya skin tag. Hasil studi menemukan bahwa DNA HPV ada di hampir 50 persen skin tag yang diperiksa. 

Penambahan berat badan dan adanya resistensi insulin juga bisa menjadi salah satu penyebab munculnya skin tag di permukaan kulit. 

Cara menghilangkan skin tag

Untuk menghilangkan skin tag tidak bisa dilakukan secara sembarangan, sebab hal ini bisa memicu munculnya skin tag lain pada kulit. Jika keberadaan skin tag sudah membuat tidak nyaman, sebaiknya segera menemui dokter dan berkonsultasi. 

Jangan pernah mencoba untuk menghilangkan skin tag sendiri di rumah dengan mencontoh beragam DIY di internet. Sebab, jika tidak dilakukan oleh ahlinya bisa menyebabkan pendarahan, luka bakar, hingga infeksi. 

Umumnya, dokter akan melakukan beberapa cara untuk menghilangkan skin tag berdasarkan kebutuhan. Di antaranya:

  • Cryotherapy: membekukan skin tag dengan nitrogen cair
  • Operasi pengangkatan: menghilangkan skin tag dengan menggunting atau membedah
  • Bedah listrik: membakar skin tag dengan energi listrik frekuensi tinggi
  • Ligasi: menghapus skin tag dengan mengikatnya dengan benang bedah untuk menghentikan aliran darah. 

Menghilangkan skin tag dengan bahan alami

Seperti yang dijelaskan di atas, untuk menghapus skin tag tidak boleh sembarangan. Namun, kamu bisa mencoba beberapa bahan alami ini yang dipercaya bisa membuat skin tag mengering dan lepas dengan sendirinya. 

  • Tea tree oil

Tea tree oil sendiri memiliki kandungan antivirus dan antijamur yang aman digunakan pada kulit. Kamu bisa membersihkan area skin tag, kemudian tempelkan kapas yang sudah ditetesi tea tree oil. Pijat secara perlahan dan tempelkan dengan perban semalaman. Ulangi perawatan ini beberapa kali hingga skin tag mengering dan lepas.

  • Kulit pisang

Kandungan di dalam kulit pisang juga dipercaya bisa membuat skin tag mengering dan lepas, lho! Caranya dengan meletakkan sepotong kulit pisang pada skin tag, kemudian perban dan biarkan selama satu malam. Ulangi hal yang sama hingga skin tag terlepas sendiri. 

  • Cuka apel

Keasaman cuka apel juga dipercaya bisa merusak jaringan yang mengelilingi skin tag. Untuk melakukannya, kamu bisa merendam kapas pada cuka apel, lalu tempelkan pada kulit dan perban selama 15-30 menit. Ulangi perawatan ini hingga skin tag terlepas.

  • Vitamin E

Mengoleskan vitamin E pada skin tag juga bisa menyebabkan pertumbuhan hilang karena kandungan antioksidan di dalamnya. Pijat skin tag dengan vitamin E hingga terlepas.

  • Bawang putih

Bawang putih bisa memperbaiki kulit serta mengurangi peradangan. Cukup haluskan bawang putih dan tempelkan pada skin tag kemudian tutup dengan perban selama satu malam. 

Itu dia beberapa cara untuk bisa menghilangkan skin tag. Penghilangan skin tag tidak semuanya dilakukan dengan cara operasi, bisa juga dengan cryotherapy atau menggunakan bahan-bahan alami yang ada di rumah. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *