Fungsi Alkaloid dalam Kehidupan, Hati-Hati, Ada yang Beracun!

Di alam, ada banyak sekali senyawa alami yang dapat Anda temukan. Dari sekian banyak golongan senyawa organik alami, seperti karbohidrat, lipid, protein, asam amino, flavonoid, dan steroid, tampaknya yang cukup istimewa adalah alkaloid. Apa yang membuat alkaloid spesial? Ini karena alkaloid berasal dari asam amino dan dapat disintesis oleh tumbuhan dan beberapa hewan. Yuk, cari tahu lebih banyak peran alkaloid dalam kehidupan di sini!

Fungsi alkaloid dalam kehidupan

Alkaloid memiliki efek biologis yang bermanfaat untuk organisme hidup. Berikut ini fungsi alkaloid dalam berbagai aspek kehidupan, yaitu:

  1. Penggunaan obat-obatan dan farmasi.

Alkaloid telah menunjukkan khasiat obat yang cukup beragam. Morfin adalah salah satu alkaloid paling dikenal yang hingga saat ini masih digunakan untuk tujuan medis. Jenis alkaloid ini adalah narkotika kuat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Hanya saja, penggunaannya sangat terbatas karena bersifat adiktif. Beberapa jenis alkaloid lainnya yang bermanfaat dalam dunia medis adalah:

  • Kodein adalah turunan morfin yang muncul di dalam opium poppy dan bertindak sebagai stimulan pernapasan atau jantung. 
  • Atropin, yaitu jenis alkaloid yang digunakan sebagai obat dalam banyak aplikasi klinis, seperti suntikan dengan atropin untuk mengobati bradikardia (denyut jantung rendah). 
  • Tubocurarine adalah alkaloid yang sering digunakan dalam operasi sebagai pelemas otot. 
  • Vincristine dan vinblastine, digunakan sebagai agen kemoterapi dalam pengobatan berbagai jenis kanker. 
  • Kokain dan alkaloid yang ada dalam Erythroxylum coca adalah anestesi lokal yang manjur. 
  • Efedrin (dari spesies Ephedra) dan ergonovine (dari jamur Claviceps purpurea) berperan sebagai penyempit pembuluh darah. Efedrin juga digunakan pada penyakit asma bronkial dan untuk meredakan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh demam, sinusitis, dan flu biasa.
  • Kina adalah agen antimalaria yang kuat dan sering diganti dengan obat sintetis, yang lebih efektif dan tidak terlalu beracun. 
  • Quinidine (dari spesies Cinchona), sebagai pengobatan aritmia (irama jantung yang tidak teratur).
  • Colchicine (dari famili Liliaceae), dikenal sejak lama untuk mengobati serangan asam urat akut. 
  1. Makanan dan minuman.

Senyawa alkaloid juga merupakan elemen makanan dan minuman untuk manusia. Beberapa tanaman yang mengandung alkaloid dan dijadikan sebagai makanan atau minuman manusia adalah:

  • Biji kopi (kafein).
  • Biji kakao (theobromine dan caffeine).
  • Daun teh (teofilin, kafein).
  • Tomat (tomatine).
  • Kentang (solanine). 

Kafein adalah jenis alkaloid yang paling umum sebagai bahan minuman ringan (soft drinks) untuk meningkatkan cita rasa dan minuman berenergi bagi orang-orang yang aktif berolahraga. 

  1. Sebagai stimulan.

Alkaloid merangsang organisme manusia, misalnya sistem saraf pusat, atau langsung bekerja pada otak manusia. Nikotin dari tanaman tembakau (Nicotiana tabacum) adalah stimulan kuat sekaligus bahan utama dalam tembakau yang dihisap dalam rokok. Kokain adalah obat narkotika yang aktivitasnya tidak sesuai untuk tujuan medis. Kokain memiliki efek berlawanan dari morfin. Senyawa ini menghasilkan keadaan hiperarousal euforia pada manusia, tetapi dosis tinggi dapat menyebabkan fibrilasi dan kematian.

Senyawa alkaloid dari berbagai spesies tanaman juga memiliki efek sebagai antiparasit, antiplasmodial, antikorosif, antioksidan, antibakteri, anti-HIV, dan aktivitas insektisida.

Sisi gelap dari alkaloid

Meskipun alkaloid memiliki efek biologis yang bermanfaat dalam kehidupan manusia, tetapi  beberapa alkaloid adalah obat-obatan terlarang dan racun, seperti:

  • Racun curare yang diperoleh dari Chondrodendron tomentosum dan digunakan di Afrika Selatan sebagai racun sempit, mengandung alkaloid tubocurarine. 
  • Coniine (dari Conium maculatum) yang merupakan bahan aktif racun hemlock.
  • Mescaline (dari spesies Anhalonium) memiliki aktivitas halusinogen. 
  • Psilocybin (dari spesies jamur Psilocybe mexicana) memiliki aktivitas psikedelik.

Meskipun alkaloid memiliki banyak manfaat dalam kehidupan, tetapi beberapa alkaloid juga bersifat adiktif dan beracun. Penggunaan alkaloid dalam dunia medis tidak boleh digunakan sembarangan tanpa pengawasan dari dokter atau ahlinya langsung.