Zat Besi untuk Bayi, Penting atau Tidak?

Umumnya, bayi memerlukan banyak asupan nutrisi untuk proses tumbuh dan berkembang. Salah satu nutrisi yang harus Anda perhatikan adalah zat besi untuk bayi.

Zat besi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, baik untuk orang dewasa, anak-anak, maupun bayi. Sebagai orang tua, Anda harus bisa memastikan bayi mendapatkan asupan zat besi yang cukup, tidak kurang dan juga tidak berlebih.

Pentingnya zat besi untuk bayi

Pada dasarnya, zat besi diperlukan oleh tubuh untuk membuat hemoglobin, yaitu komponen dasar sel darah merah. Tubuh yang kurang mendapatkan zat besi akan mengalami kesulitan untuk memproduksi sel darah merah yang memadai.

Hal ini tentu berakibat fatal bagi tubuh, karena sel darah merah berperan penting dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika oksigen tidak tersalurkan dengan maksimal, maka jaringan serta organ tubuh bayi tidak bisa berkembang dengan baik.

Bayi yang kekurangan zat besi bisa mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan perilaku. 

Memberikan zat besi untuk bayi

Karena zat besi sangat dibutuhkan oleh tubuh, maka Anda harus bisa memastikan bayi Anda mendapatkan asupan zat besi yang cukup. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memastikan hal ini, seperti:

  • Menyusui ASI

Bayi yang baru lahir akan mendapatkan banyak nutrisi dari ASI sang ibu ketika menyusui. Selama enam bulan pertama, bayi bisa menyerap zat besi dari ASI. 

Oleh sebab itu, sang ibu juga harus memiliki kondisi tubuh yang sehat dan memiliki kadar zat besi yang memadai. Karena, ibu menyusui yang kekurangan zat besi atau anemia bisa membuat bayi mengalami kekurangan zat besi juga. 

  • Memberikan makanan kaya akan zat besi

Banyak makanan sehat alami yang mengandung zat besi di dalamnya. Setelah melewati usia enam bulan, bayi mungkin sudah bisa mengonsumsi makanan padat. Di tahap ini, Anda harus bisa memberikan makanan padat yang kaya akan zat besi.

Dengan begitu, Anda bisa mencegah bayi mengalami kekurangan zat besi begitu berhenti menyusui. Ada beberapa makanan yang kaya akan zat besi yang bisa diberikan pada bayi, seperti tahu, kacang-kacangan, telur kuning, brokoli, kacang kedelai, dan lain sebagainya.

  • Suplemen zat besi

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah memberikan suplemen zat besi untuk bayi. Tapi, perlu diperhatikan, suplemen tidak selalu tepat untuk bayi. Jadi, sebaiknya Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda. 

Ada suplemen zat besi yang hadir dalam bentuk sirup, dan ada juga yang dalam bentuk obat kunyah. Anda bisa memilih suplemen yang secara khusus ditujukan untuk pengguna anak-anak dan bayi. 

Kebutuhan zat besi pada bayi

Supaya Anda bisa memastikan bayi mendapatkan asupan zat besi yang memadai, Anda harus tahu berapa kadar asupan zat besi harian yang dibutuhkan. Pada dasarnya, jumlah asupan zat besi harian setiap orang berbeda, tergantung pada usianya.

Untuk anak-anak dalam rentang usia satu sampai dengan tiga tahun, kadar zat besi yang dianjurkan per harinya adalah 7 miligram. Sementara, untuk bayi di bawah usia 1 tahun, Anda sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Seiring bertambahnya usia anak, kebutuhan kadar zat besi harian ini akan terus bertambah. Anda juga perlu memperhatikan hal ini. 

Pastikan Anda memberikan asupan zat besi untuk bayi yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai, kekurangan zat besi membuat anak Anda mengalami hambatan dalam pertumbuhan.

Cara Memilih Tisu Basah Bayi yang Aman dan Tidak Bikin Iritasi

Kulit bayi umumnya lebih tipis dan lebih rentan mengalami alergi dibandingkan kulit orang dewasa, oleh sebab itu, kita harus lebih cermat saat memilih tisu basah bayi yang aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. 

Salah dalam memilih bahan yang terkandung di dalamnya justru berdampak bahaya pada bayi. Tak hanya untuk membersihkan kotoran pada bayi, tisu basah juga kerap digunakan untuk membersihkan tangan dan wajah bayi yang belepotan bekas sisa makanan. 

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu ikuti dalam memilih tisu basah pada bayi yang aman dan tidak membuat iritasi. 

Lolos Uji Klinis 

Hal ini adalah langkah pertama yang harus diperhatikan orangtua sebelum membeli tisu basah untuk bayi. Perhatikan standar produksi tisu basah, untuk mengetahui apakah produk tersebut sudah lulus uji laboratorium dan bahan yang digunakan aman. 

Sebaiknya jangan pilih tisu basah yang mengandung alkohol untuk bayi. Hentikan pemakaian bila terjadi tanda-tanda alergi pada bayi. 

Sesuaikan dengan Kebutuhan Bayi 

Beberapa bayi mengalami ruam saat terpapar tisu sekali pakai, jadi memilih tisu basah yang bisa digunakan kembali adalah pilihan terbaik. 

Tisu basah yang dapat digunakan kembali juga ramah lingkungan karena mengurangi intensitas polusi di lingkungan dan juga menghemat biaya. 

Namun beberapa tenaga medis menyarankan untuk menggunakan tisu yang bisa digunakan kembali selama bulan pertama setelah melahirkan, karena kulit bayi masih sangat lembut.

Terbuat dari Bahan yang Tidak Mudah Sobek 

Tisu basah yang berbahan tipis tidak efektif saat membersihkan sisa kotoran atau hal lainnya. Hal ini tentunya membuat penggunaan tisu basah bayi jadi lebih boros. 

Hindari juga memilih tisu basah dengan kandungan alkohol atau kandungan kimia lainnya yang mungkin berbahaya dan menyebabkan iritasi. 

Hindari Tisu Basah yang Mengandung Pewangi 

Kulit bayi yang baru lahir biasanya masih lembut, dan harus ditangani dengan hati-hati agar tidak timbul ruam dan masalah kulit lainnya. 

Ini juga menjadi alasan utama mengapa dalam memilih tisu basah untuk bayi, orangtua harus berhati-hati dengan produk yang mengandung pewangi. 

Tisu yang mengandung pewangi biasanya menggunakan campuran bahan kimia yang bisa menimbulkan masalah kesehatan pada bayi, seperti iritasi. 

Mengandung Bahan Alami Pembunuh Kuman 

Tisu basah dengan kandungan bahan alami lebih aman digunakan karena kulit bayi cenderung tipis dan sensitif. Salah satunya kandungan tea tree oil sebagai anti bakteri alami yang membantu membunuh kuman dan bakteri hingga 99%. 

Tisu basah jenis ini bisa digunakan usai bayi buang air atau mengganti popok, setelah bayi makan, bermain, dan dalam perjalanan karena lebih praktis serta higienis sebagai pengganti air. 

Penutup yang Rapat 

Memilih tisu basah dengan penutup yang rapat juga jadi hal wajib yang harus diperhatikan sebelum membeli tisu basah. Umumnya tisu basah dijual dalam kontainer plastik dengan tutup flip-up sehingga mudah dibuka dan ditutup. 

Posisi yang menyembul keluar membuat kamu mudah untuk mengambilnya. Terdapat juga refil dalam bentuk plastik, sehingga kita tinggal mengisi ulang jika tisu basah dalam kontainer habis bisa langsung dimasukkan. 

Itu dia beberapa tips memilih tisu basah bayi yang bagus dan aman sehingga kulit bayi terlindungi dan tidak menyebabkan iritasi.

Sekali lagi, sebelum memilih pastikan baca kandungan yang ada di dalamnya, ya. Hal ini untuk mencegah terjadinya ruam atau iritasi pada kulit.

Cara Mengobati dan Merawat Cacar Air pada Bayi

Cacar air pada bayi adalah penyakit yang terlihat dengan gejala munculnya ruam pada kulit bayi yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Gejala cacar air pada bayi adalah sebagai berikut:

  • demam mencapai 38,3° C hingga 38,9° C
  • sulit makan
  • batuk-batuk
  • jadi cerewet atau lebih rewel
  • mudah lelah
  • tidur lebih lama dari biasanya.

Cacar air pada bayi mungkin juga tidak disertai dengan demam karena sistem kekebalan bayi belum berkembang sempurna, oleh karena itu saat terkena infeksi seperti cacar air tubuh mereka tidak selalu meresponsnya dengan menaikkan suhu tubuh.

Cacar air merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Cacar air pada bayi bisa disebabkan karena terkena sebaran air liur, lepuh atau lendir orang yang telah terinfeksi virus tersebut. Cacar air pada bayi juga dapat menyebar melalui udara jika sedang batuk atau bersin.

Cara Mengobati dan Merawat Cacar Air pada Bayi

Umumnya, gejala cacar air pada bayi akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu. Pengobatan dan perawatan lebih berfokus pada pengelolaan gejala yang timbul.

Berikut cara mengobati dan merawat cacar air pada bayi.

1. Jaga anak Anda tetap berada di dalam rumah

Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular. Oleh karena itu, jagalah anak Anda tetap berada di dalam rumah dan batasi kontaknya dengan orang lain sampai lepuh cacar airnya membentuk koreng serta tidak timbul lepuh yang baru. Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar satu minggu sampai melepuh berubah menjadi koreng.

2. Berendam dalam rendaman oatmeal koloid

Oatmeal koloid adalah oatmeal yang sering digunakan sebagai lotion atau untuk mandi. Oatmeal koloid memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan serta mengandung senyawa tertentu yang dapat mengurangi rasa gatal. Untuk mengatasi gatal karena cacar air pada bayi, Anda bisa menambahkan oatmeal koloid di bawah keran saat mengisi bak mandi dengan air hangat.

3. Oleskan salep topikal

Setelah mandi, Anda bisa mengoleskan salep topikal seperti losion kalamin, petroleum jelly, atau lotion antigatal yang bebas dari zat pewangi untuk anak atau bayi Anda. Oleskan lotion tersebut ke bintik-bintik ruam cacar air yang gatal. Anda juga perlu untuk menghindari penggunaan antibiotik topikal yang sering dijual bebas karena dapat menimbulkan reaksi alergi.

4. Meredakan demam

Untuk meredakan demam pada bayi akibat cacar air, Anda bisa menggunakan obat non-aspirin seperti asetaminofen atau ibuprofen. Hindari penggunaan aspirin atau produk yang mengandung aspirin. Hal ini karena penggunaan aspirin untuk mengobati cacar pada bayi dikaitkan dengan timbulnya sindrom Reye, yaitu penyakit yang dapat memengaruhi hati dan otak serta berisiko kematian.

5. Meredakan gatal

Anda bisa memberikan kepada anak antihistamin oral yang dijual bebas untuk anak-anak. Meski begitu, tetap ikuti petunjuk penggunaan yang sudah tercantum pada label.

6. Potong kuku pada jari 

Tindakan ini perlu dilakukan untuk membantu mencegah timbulnya infeksi kulit karena sering menggaruk lepuh. Anda juga bisa memakaikan kaus kaki atau sarung tangan pada bayi untuk mencegahnya menggaruk secara tidak sengaja.

7. Beri makanan yang dingin dan lembut

Untuk merawat cacar air pada bayi, Anda harus memberikan makanan yang dingin, lembut dan hambar. Hal ini karena cacar air di mulut bisa membuat anak Anda susah minum atau makan. Hindari memberikan makanan yang asam atau asin seperti jus jeruk.

Selain cara di atas, ada hal penting yang harus diingat untuk mengobati cacar air pada bayi yang berusia di bawah 3 bulan, yaitu sebaiknya Anda tidak memberikan obat penurun demam apapun tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Cara Mengobati Sariawan pada Bayi, Amankah Menggunakan Obat Sariawan Bayi?

Sariawan pada bayi merupakan kondisi yang jarang terjadi. Namun, jika suatu ketika terjadi pada bayimu, kamu perlu mengetahui obat sariawan bayi serta penyebab dan cara mengatasinya dengan benar.

Sariawan adalah peradangan yang ditandai dengan luka berwarna putih atau kuning, dengan tepian berwarna merah. Kondisi ini biasanya terjadi di bagian dalam mulut atau bibir.

Meski sangat jarang terjadi, bayi yang berusia di bawah 10 bulan bisa saja mengalami sariawan sehingga membuatnya rewel dan tidak mau menyusu. Hal ini tentu bisa berdampak pada asupan nutrisinya sehari-hari.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui penyebab dan memahami cara tepat untuk mengatasinya dengan obat sariawan bayi.

Penyebab Sariawan Pada Bayi

Pada bayi, sariawan biasanya akan muncul di mulut bayi yang menyusui. Peradangan ini akan muncul di tempat yang hangat, lembap, dan manis, seperti mulut bayi. Dari mulut bayi, jamur penyebab sariawan akan menyebar pada puting susu ibu. Penyebaran sariawan pada bayi yang menyusui akan terletak pada mulut bayi yang menyebar ke puting, atau dari puting yang menyebar ke mulut bayi.

Kondisi ini umum terjadi pada bayi, karena sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang, sehingga belum mampu untuk melawan infeksi pada tubuh. Sariawan dapat menyebar dengan mudah jika puting ibu mengalami lecet, atau jika pelekatan mulut bayi pada puting tidak menempel dengan sempurna. 

Pahami gejalanya, agar ibu dapat melakukan langkah penanganan segera. Pemeriksaan dilakukan agar infeksi jamur tidak menyebar dan mencegah timbulnya gejala yang lebih parah.

Gejala yang Muncul Saat Bayi Mengalami Sariawan

Ibu sendiri biasanya tidak akan langsung menyadari ketika Si Kecil mengalami sariawan. Namun, ibu dapat melihat gejala-gejala yang ditunjukkan Si Kecil ketika sedang mengidap sariawan, seperti:

  • Adanya bintik putih, atau luka kecil yang terdapat pada gusi, lidah, langit-langit mulut, atau pipi bagian dalam.
  • Si Kecil akan terlihat gelisah ketika sedang makan.
  • Si Kecil kemungkinan akan mengalami penurunan aktivitas menyusui, karena rasa sakit pada mulutnya.
  • Si Kecil mengalami ruam popok.
  • Warna bibir Si Kecil menjadi pucat.

Tak hanya melalui mulut, jamur penyebab sariawan pada Si Kecil juga dapat masuk pada tubuh melalui sistem pencernaan, yang menyebabkan terjadinya ruam popok. Ruam popok pada bayi biasanya akan ditandai dengan bintik-bintik merah yang dapat menyebar ke bagian lipatan kulit.

Langkah-langkah Obati Sariawan Bayi

Sariawan pada bayi disebabkan oleh adanya infeksi jamur. Jika ingin mencegah sariawan, ibu perlu mencegah penyebaran infeksi jamur. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya sariawan pada Si Kecil, yaitu:

Jaga kebersihan mainan bayi, botol minum, dot, dan pompa payudara. Jika perlu, cuci peralatan Si Kecil dengan sabun antiseptik dan air hangat.

  • Cuci tangan ibu setelah mengganti popok bayi guna mencegah penyebaran infeksi jamur melalui sistem pencernaan Si Kecil.
  • Cuci pakaian Si Kecil dengan air hangat guna membunuh jamur, serta keringkan pakaian Si Kecil di bawah sinar matahari.
  • Jika ibu merasakan lecet pada payudara, segera lakukan penanganan agar luka tidak terinfeksi.

Langkah-langkah tersebut dapat ibu lakukan untuk mencegah timbulnya sariawan pada Si Kecil. Jika langkah-langkah tersebut tidak juga melindungi Si Kecil dari sariawan, sebaiknya ibu segera melakukan upaya guna menyembuhkan sariawan pada Si Kecil, agar infeksi jamur tidak terus berkembang dan menjadi membahayakan kesehatan Si Kecil.

Apabila kamu khawatir, bawalah Si Kecil ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan. Dokter biasanya akan meresepkan obat seperti ibuprofen atau paracetamol dengan dosis yang tepat untuk bayi sebagai pereda nyeri.

Selama Si Kecil mengalami sariawan, hindari memberinya makanan yang terlalu panas atau asam, karena dapat membuat mulutnya menjadi perih. Selain itu, jagalah kebersihan mulut Si Kecil dengan rutin membersihkan giginya menggunakan sikat gigi khusus bayi sebanyak 2 kali sehari.

Jika sariawan pada bayi tidak kunjung membaik dalam waktu lebih dari 2 minggu, atau bahkan disertai demam, ruam kulit, penurunan berat badan, dan pembengkakan kelenjar getah bening, segera bawa Si Kecil ke dokter agar dapat dilakukan penanganan yang tepat dan jangan konsumsi obat sariawan bayi sembarangan.

Tips Membuat Bayi Menangis Cepat Tenang

Siapapun sebenarnya tahu bahwa ketika bayi menangis, ada suatu ketidaknyamanan yang hendak ia sampaikan. Namun ada kalanya, Anda pasti akan dibuat pusing sendiri oleh ulah sang buah hati yang terus-menerus menangis dan sulit dihentikan. 

Anda mungkin mencoba untuk mengidentifikasi apa penyebab bayi menangis dan mencari solusi untuk masalah tersebut. Namun hasilnya, ketika Anda sedang melakukan observasi tersebut, tangisan bayi semakin kencang dan memekakkan telinga. 

Tidak usah terlalu bingung mengenai penyebab bayi menangis. Apapun penyebabnya, coba lakukan beberapa tips di bawah ini agar tangisnya cepat mereda. Bayi dan Anda pun bisa sama-sama tenang. 

  1. Segera Susui 

Anda mungkin berpikir belum tentu bayi menangis karena lapar jadi jangan terburu-buru disuse. Nyatanya, bayi menangis memang tidak selalu lapar. Namun, sebagian besar bayi yang menangis akan langsung tenang begitu disusui, apapun penyebab tangisannya. 

  1. Alihkan dengan Suara 

Bayi sangat peka ketika ada suara baru. Konsentrasinya pun bisa langsung tertuju ke arah suara. Bahkan ketika bayi menangis, suara yang tiba-tiba muncul, bisa berupa teriakan Anda ataupun musik yang asing, dapat langsung membuatnya diam seketika untuk memperhatikan suara tersebut dengan lebih saksama. 

  1. Gendong Bayi 

Coba segera gendong bayi ketika ia menangis. Gendongan Anda membuatnya merasa diperhatikan. Saat menggendong, bayi juga merasa lebih aman karena merasa dipeluk. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menggendong bayi menangis. Jangan terlalu takut nantinya bayi akan “bau tangan”. Nyatanya, bayi butuh perasaan aman agar tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan kuat.

  1. Ajak Melihat Atas 

Alihkan perhatian bayi dengan mengajaknya sesuatu di bagian atas. Melihat ke atas akan membuat air mata bayi cepat mereda. Ia pun akan lebih tenang dan mencoba memperhatikan objek yang Anda tunjukkan di bagian atas. 

  1. Belai Punggung Si Kecil 

Cara ini pun sangat ampuh membuat bayi menangis menjadi lebih tenang. Anda hanya perlu membelai punggung si kecil secara perlahan. Jika bayi terus bergerak dan tidak bisa diam, coba pegang si kecil dan tengkurapkan supaya Anda lebih mudah membelainya. 

  1. Bawa Berjalan-jalan 

Membawa bayi berjalan-jalan dapat menjadi kunci untuk menenangkan bayi. Cobalah bawa ia berjalan-jalan ke luar rumah. Kondisi ruangan terbuka yang lebih tenang umumnya membuat bayi merasa lebih tenang dan tidak teroverstimulasi sehingga tangisan bayi cepat mereda.

  1. Pijatan Lembut di Perut 

Banyak kejadian bayi menangis karena perutnya terasa kembung dan tidak nyaman. Anda bisa menyiasatinya dengan memijat lembut bagian perut bayi. Tidak perlu gunakan minyak atau losion. Anda hanya perlu memijat lembut dengan gerakan melingkar searah jarum jam untuk membuat perutnya lebih nyaman. 

  1. Mandikan Bayi 

Anda mau bayi menangis segera cepat tenang? Coba persiapkan perlengkapan mandinya. Segerakanlah mandikan bayi dengan air hangat untuk membuatnya lebih rileks sehingga ia pun menjadi berhenti menangis. 

  1. Tertawalah!

Bayi adalah peniru yang baik. Ketika bayi menangis, jangan langsung panik atau malah ikut menangis. Itu hanya membuat tangisan bayi semakin kencang. Sebaliknya, cobalah tersenyum atau tertawa. Umumnya, bayi akan menghentikan tangisannya secara perlahan melihat tawa Anda. Sampai akhirnya, dia pun akan ikut tertawa juga. 

  1. Ganti Popoknya

Salah satu penyebab bayi menangis adalah popok yang penuh. Namun walaupun belum penuh, tidak ada salahnya mencoba mengganti popoknya untuk membuatnya lebih tenang. Soalnya bisa jadi, walaupun popoknya belum penuh, ia merasa tidak nyaman sebab popoknya terasa agak lembap. 

*** 

Tidak perlu panik bukan melihat bayi menangis? Yuk, segera praktikkan tips-tips simpel di atas dan buktikan sendiri bayi akan cepat merasa tenang.

Ini Manfaat Perawatan Metode Kanguru untuk Bayi

Perawatan metode kanguru (PMK) adalah salah satu metode yang sangat dianjurkan bagi bayi baru lahir prematur. Lalu, apa manfaat metode kanguru untuk bayi?

Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru (PMK) adalah salah satu perlakuan yang direkomendasikan langsung oleh WHO, badan kesehatan dunia.

PMK pada awalnya adalah perawatan yang dilakukan untuk bayi terlahir prematur, tapi kini PMK juga umum dilakukan pada bayi kelahiran normal.

Metode ini dilakukan dengan menempelkan ibu dengan bayi secara skin to skin segera setelah proses persalinan. Keduanya kemudian diselimuti, mirip dengan posisi anak kanguru di dalam kantung ibunya.

PMK sendiri sudah lazim dilakukan di Indonesia. Lalu apa manfaat perawatan metode kanguru?

Apa manfaat Metode Kanguru?

Ada banyak manfaat dari PMK. Metode ini tidak hanya efektif untuk bayi prematur atau bayi normal, tapi juga penting bagi orang tua.

Menariknya, PMK tidak terbatas dilakukan oleh ibu saja. Ayah juga bisa melakukan PMK, bergantian dengan ibu.

Ada banyak manfaat PMK untuk bayi, di antaranya:

  • Menstabilkan detak jantung bayi
  • Meningkatkan pola pernapasan bayi dan membantu bayi bernapas lebih lancar
  • Meningkatkan level saturasi oksigen
  • Waktu tidur meningkat
  • Pertambahan berat badan bayi jadi lebih cepat
  • Mengurangi tangisan bayi
  • Pemberian ASI lebih lancar
  • Dapat keluar dari rumah sakit lebih awal.

Selain itu, ada pula manfaat PMK untuk orang tua:

  • Meningkatkan ikatan dengan bayi dan merasa lebih dekat
  • Meningkatkan suplai ASI
  • Meningkatkan kepercayaan diri dalam kemampuan merawat bayi
  • Membuat ibu merasa memegang kontrol

Bagaimana cara kerja Metode Kanguru?

Manfaat-manfaat metode kanguru di atas telah terbukti dalam studi beberapa tahun terakhir. Faktanya, metode skin to skin ibu dengan bayi dapat menstabilkan detak jantung dan pernapasan bayi.

Ketika ibu melakukan PMK, biasanya bayi akan meringkuk di area sekitar payudara dan tertidur selama beberapa menit. Menariknya, payudara dapat menyesuaikan suhu sesuai dengan kebutuhan bayi.

Artinya suhu payudara dapat meningkat saat si kecil merasa kedinginan, demikian pula sebaliknya ketika si kecil merasa sudah cukup hangat.

Riset juga membuktikan bahwa PMK dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan otak bayi.

Cara melakukan PMK

Pada umumnya, tenaga medis akan membantu Anda melakukan PMK di rumah sakit. Meski begitu, ada beberapa tips dasar metode kanguru yang bisa Anda perhatikan seperti:

  • Lepas bra dan gunakan kemeja terbuka. Anda harus menempatkan bayi langsung bersentuhan dengan kulit. Karena itu, Anda juga bisa menggunakan baju rumah sakit yang sudah disediakan.
  • Posisikan bayi di atas dada. Pastikan bayi tidak mengenakan pakaian, hanya popok dan topi sudah cukup untuk menjaganya tetap hangat.
  • Tutup punggung bayi. Setelah bayi diposisikan, tutupi punggungnya dengan selimut. Jaga bayi tetap hangat dan nyaman.
  • Rileks bersama. Selama sesi skin to skin, cobalah rileks dan beri waktu bagi si kecil. Ibu dan bayi mungkin bergantian tertidur.
  • Bisa lebih dari satu sesi. Anda dapat merencanakan PMK lebih dari satu kali, setidaknya 1-4 jam setiap pekan.
  • Jangan ajak main si kecil. Biarkan bayi mendapatkan pengalaman skin to skin semaksimal mungkin, tahan hasrat untuk bermain dengannya.

Perlu diingat, metode kanguru tidak terbatas dilakukan oleh ibu saja. Bayi juga dapat melakukan metode skin to skin dengan ayah. Faktanya, hal ini juga dianjurkan untuk memberikan stimulus berbeda pada si kecil.

Hal yang sebaiknya tidak dilakukan dalam Kangaroo Care

Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan dalam PMK. Sebaiknya Anda fokus sepenuhnya merawat bayi dalam masa-masa ini. Berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan:

  • Jangan bermain HP
  • Pastikan Anda dalam kondisi sehat
  • Luangkan waktu setidaknya 60 menit untuk metode skin to skin
  • Kulit bersih dan sehat
  • Jangan merokok

Demikian manfaat perawatan metode kanguru untuk bayi Anda. Menariknya, PMK juga dapat memberi manfaat yang besar untuk orang tua.

Silakan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemahaman lebih terkait perawatan kanguru.