Dapat EUA BPOM, Inilah Efikasi Vaksin Sputnik V

Vaksin Sputnik V untuk COVID-19 telah mendapat Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk program vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Vaksin Sputnik-V atau Gam-COVID-Vac menjadi jenis vaksin ke-7 yang telah mendapatkan EUA dari BPOM setelah Sinovac (Corona Vac), Vaksin Covid-19 Bio Farma, AstraZeneca Covid-19 Vaccine, Sinopharm, Moderna, dan Comirnaty atau Pfizer.

The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia mengembangkan vaksin Covid-19 Sputnik V dengan menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S). Kemudian, sebagai prosedur selanjutnya, Vaksin Covid-19 Sputnik V didaftarkan PT Pratapa Nirmala yang berkedudukan sebagai EUA dan bertanggung jawab penuh untuk penjamin mutu vaksin serta keamanannnya di Indonesia. 

Pada awalnya, Sputnik V didistribusikan di Rusia yang kemudian digunakan di 59 negara. Ada beberapa negara yang juga menggunakan vaksin Sputnik V dalam pandemi Covid-19. Di antaranya adalah Argentina, Belarusia, Hongaria, Serbia, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Filipina.

Bagaimana efikasi dan efek samping Vaksin Covid-19 Sputnik V?

Sebagai informasi, tingkat efikasi Vaksin Covid-19 Sputnik V terbilang tinggi. Hal itu dibuktikan berdasar data uji klinik fase III. Berdasar hasil yang didapatkan, Vaksin Covid-19 ini terbukti memberikan efikasi 91,6 persen dengan rentang confidence interval 85,6 persen–95,2 persen.

Lebih lanjut, telah dilakukan inspeksi on site pada fasilitas produksi Vaksin Sputnik V di Rusia, yaitu Generium dan Biocad sebagai fasilitas produksi bulk vaksin serta Ufavita sebagai fasilitas fill and finish produk jadi. 

Hasil inspeksi pada Vaksin Covid-19 jenis ini menunjukkan bahwa vaksin tersebut memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan standar persyaratan mutu vaksin.

Sementara itu, ada pula efek samping dari penggunaan vaksin jenis ini. Yang mana efek sampingnya menunjukkan tingkat keparahan ringan atau sedang. Lebih lanjut, hasilnya dilaporkan pada uji klinik vaksin tersebut dari teknologi platform yang sama. Efek samping tersebut meliputi:

  • Nyeri sendi (arthralgia)
  • Gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome)
  • Ditandai dengan demam
  • Menggigil
  • Nyeri otot (myalgia)
  • Badan lemas (asthenia)
  • Ketidaknyamanan
  • Reaksi lokal pada lokasi injeksi
  • Sakit kepala
  • Hipertermia

Perlu diketahui bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan orang dengan penyakit penyerta tertentu, sebaiknya orang-orang dalam kelompok tersebut berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mendapatkan jenis vaksin ini.

Penggunaan dan Penyimpanan Vaksin Covid-19 Sputnik V 

Sebagai pencegahan Covid-19, Vaksin Sputnik V digunakan untuk orang berusia 18 tahun ke atas berdasar indikasinya. Penggunaan vaksin tersebut dilakukan secara injeksi intramuscular (IM) yang dosisnya sebanyak 0,5 ml untuk 2 kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 minggu. Penting untuk diketahui bahwa penyimpanan Vaksin Covid-19 ini memerlukan penyimpanan pada konsisi suhu khusus, yaitu -20°C ± 2°C.

Sebagai informasi, melalui pengkajian secara intensif oleh Badan POM yang bekerjasama dengan Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19 di Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Vaksin Sputnik V pun mendapat EUA. Secara internasional, penilaian vaksin tersebut mengacu pada pedoman evaluasi yang berlaku.

Meski begitu, terdapat penambahan vaksin yang dilabeli EUA oleh BPOM, masyarakat tetap diimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan tepat serta tidak mudah terpengaruh pada obat-obatan herbal yang belum teruji secara klinis.

Ketahui Cara Memilih dan Menggunakan Hand Sanitizer Gel

Hand sanitizer gel biasanya mengandung bahan alkohol dengan persentase tertentu. CDC menyebutkan bahwa hand sanitizer gel untuk pembersih tangan seharusnya mengandung minimal 60% etanol.

Etanol sendiri adalah cairan bening tidak berwarna dengan rasa yang kuat. Etanol pada umumnya digunakan sebagai bahan produk pembersih dan pelarut, dan antiseptik. Pada konsentrasi tertentu, etanol dapat membunuh berbagai jenis bakteri dan virus. Oleh karena itu, etanol menjadi bahan yang penting untuk pembersih tangan.

Cara Memilih Hand Sanitizer Gel

Pilih hand sanitizer gel yang mengandung alkohol minimal 60% agar efektif untuk membunuh virus dan bakteri. Hal ini karena jika hand sanitizer gel mengandung alkohol di bawah konsentrasi 60% maka tidak akan efektif untuk membunuh kuman, dan mungkin hanya akan menurunkan pertumbuhan kuman daripada menghancurkannya.

Selain itu, pilih hand sanitizer gel yang mengandung bahan-bahan seperti etanol atau etil alkohol serta isopropanol atau 2-propanol. Jika Anda menemui hand sanitizer gel yang hanya mencantumkan kata “alkohol” dalam daftar komposisi bahan, hal tersebut sudah mengacu pada etanol.

Anda harus menghindari hand sanitizer gel yang mengandung metanol. Hal ini karena metanol merupakan alkohol beracun yang dapat menimbulkan dampak negatif seperti mual, muntah atau sakit kepala jika digunakan dalam jumlah yang banyak pada kulit. Efek yang lebih serius dapat muncul seperti kebutaan, kejang atau kerusakan sistem saraf dapat terjadi jika metanol tertelan. Jika hand sanitizer gel mengandung methanol tertelan baik sengaja atau tidak, akan berakibat fatal. 

Jika Anda terlanjur membeli pembersih tangan yang mengandung metanol, maka Anda harus segera berhenti menggunakannya. Jika memungkinkan, Anda bisa mengembalikan produk tersebut ke toko tempat Anda membeli. Jika Anda mengalami efek samping karena menggunakan hand sanitizer gel mengandung methanol tersebut, Anda harus segera menghubungi penyedia layanan kesehatan atau dokter.

Anda juga harus menghindari hal-hal sebagai berikut:

  • menggunakan hand sanitizer gel yang tidak mengandung 60% etil alkohol atau isopropil alkohol
  • menggunakan hand sanitizer gel yang dilarang
  • menggunakan hand sanitizer yang mengandung metanol atau 1-propanol membeli hand sanitizer gel yang dikemas dalam kemasan yang mirip dengan makanan atau minuman
  • menggunakan hand sanitizer yang dibuat sendiri di rumah.

Cara Menggunakan Hand Sanitizer Gel

Untuk menggunakan hand sanitizer gel secara efektif, Anda harus menggunakannya secara cukup hingga menutupi kedua tangan dan menggosokkannya secara menyeluruh ke jari, telapak tangan, dan punggung tangan. Hindari menyeka pembersih tangan saat tangan belum benar-benar kering, karena hal tersebut membuat hand sanitizer tidak efektif membunuh kuman. 

Anda bisa mendapatkan hand sanitizer gel dengan mudah karena kini sudah banyak dijual bebas di supermarket, minimarket atau apotek salah satunya adalah Softies Hand Sanitizer. Softies Hand Sanitizer Gel adalah pembersih tangan yang dibuat dengan formula anti bakteri serta memiliki kandungan alkohol sebesar 70% yang efektif membasmi kuman hingga 99,9%.

Produk dari Softies ini juga memiliki wangi yang lembut, jadi ketika Anda memakainya, bau alkohol akan tercium secara samar-samar. Tekstur gelnya diklaim tidak membuat tangan lengket dan mudah kering ketika digunakan. Namun, pada beberapa orang mungkin merasakan tangan menjadi kering usai menggunakan produk ini, karena tidak ada kandungan pelembap di dalamnya. Anda bisa mendapatkan hand sanitizer gel dari Softies ini dengan harga Rp 876.000 untuk ukuran 250 ml 1 karton.