Sering Dituduh Malas? Ini Fakta Malas yang Sebenarnya

Sejak kecil, Anda mungkin sering mendengar nasehat untuk tidak menjadi orang yang malas. Bahkan, Anda mungkin pernah dituduh atau menuduh orang lain sebagai orang yang malas. Sebaiknya, sebelum menyimpulkan seseorang malas atau tidak, ketahui dulu fakta malas yang sebenarnya.

Sebenarnya, malas bukanlah sebuah fakta. Kata malas terlalu sering menjadi salah satu bentuk kritikan terhadap orang lain tanpa mau memahami apa yang sebenarnya dialami oleh orang tersebut. 

Hal-Hal yang Mendasari Sikap Malas

Menurut para ahli, dibalik kemalasan seseorang, sebenarnya ada alasan yang mendasari sikap tersebut. Anda perlu terlebih dahulu memahami seseorang dengan lebih dalam sebelum bisa menilai mereka sebagai orang yang malas. 

Berikut ini beberapa fakta malas berdasarkan kondisi yang mendasari sikap tersebut: 

  • Takut terhadap ekspektasi

Ketika mengerjakan sesuatu, manusia sering kali memiliki ekspektasi terhadap hasil dari pekerjaan tersebut. Ekspektasi itu bisa datang dari mana saja, baik dari diri sendiri maupun dari orang lain.

Karena takut tidak bisa memenuhi ekspektasi, seseorang bisa sengaja bermalas-malasan atau menolak mengerjakan sesuatu. Hal ini sengaja dilakukan supaya ia tidak merasa dibebani dengan harapan orang lain terhadap hasil pekerjaannya. 

  • Perlu relaksasi

Dalam kehidupan, penting bagi setiap orang untuk memiliki waktu beristirahat dan relaksasi. Banyak orang yang keliru dalam menilai kemalasan diri sendiri. Mereka mungkin merasa malas, sehingga merasa perlu menghukum diri dengan mengeluarkan tenaga dan energi untuk bekerja lebih keras dan tidak beristirahat.

Sebenarnya, pola pikir seperti ini adalah pola pemikiran yang salah. Faktanya, setiap orang memerlukan waktu untuk bersantai dan mengisi kembali energi mereka. Produktivitas dan kerja keras tidak bisa disamaratakan untuk setiap orang. 

  • Takut akan konflik

Banyak orang berusaha menghindari konflik dengan memendam perasaan tidak puas yang sebenarnya dirasakan. Akibatnya, mereka membatasi komunikasi dan interaksi dengan orang lain yang menyebabkan rasa tidak puas tersebut. 

Di mata orang lain, sikap seperti itu bisa saja terkesan sebagai sikap yang malas. Misalnya, seorang suami mencoba menghindari konflik dengan sang istri yang cenderung muncul ketika membicarakan pembagian tugas di rumah. 

Karena itu, sang suami pun memilih untuk tidak mengerjakan pekerjaan rumah demi menghindari konflik. Di mata sang istri, sikap sang suami yang seperti itu bukan identik dengan sikap malas. 

  • Takut gagal

Takut pada kegagalan menjadi salah satu fakta malas yang juga sebenarnya cukup umum terjadi pada orang banyak. Beberapa dari Anda mungkin senang menunda-nunda pekerjaan karena takut dengan hasil yang tidak memuaskan atau gagal.

Kemalasan yang didasari oleh rasa takut gagal bisa terjadi karena seseorang takut bila mereka berusaha, ketidakmampuan mereka yang sebenarnya akan terungkap. Karena itulah, mereka memutuskan untuk tidak mencoba sama sekali. 

  • Depresi

Jangan menyalahartikan depresi sebagai kemalasan. Salah satu gejala depresi adalah hilangnya motivasi, kelelahan, dan kurangnya kesenangan pada hal-hal yang sebelumnya dinikmati. Bagi sebagian orang, ini mungkin terlihat seperti suatu sikap yang malas.

Orang-orang yang mengalami depresi umumnya kesulitan untuk mengerjakan sesuatu. Mereka bukannya malas, tapi tidak bisa mengerahkan pikirannya untuk berkonsentrasi pada pekerjaan tertentu. 

Banyak penderita depresi yang tidak menyadari bahwa apa yang mereka alami merupakan gejala depresi. Mereka justru menyalahkan dan membenci diri sendiri karena menganggap diri malas.

Itulah beberapa fakta malas yang jarang diketahui oleh orang banyak. Kemalasan sebenarnya bisa muncul karena adanya hal-hal yang mendasari sikap tersebut, baik disadari maupun tidak.