Pahami Pengaruh Susu untuk Menambah Berat Badan Bayi

Jenis susu formula yang diberikan kepada bayi juga memengaruhi seberapa cepat terjadi penambahan berat badan bayi. Oleh karena itu, penggunaan susu untuk menambah berat badan bay harus diawasi agar tidak meningkatkan risiko bayi di kemudian hari menjadi gemuk atau mengembangkan penyakit diabetes.

Pengaruh Jenis Formula Susu Untuk Menambah Berat Badan Bayi

Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2011 pada jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa bayi yang minum susu formula yang terbuat dari susu sapi diketahui mengalami kenaikan berat badan sebanyak 0,9 kilogram lebih banyak, daripada bayi yang meminum susu formula yang terbuat dari protein hidrolisat, yang dirancang agar lebih mudah dicerna bayi.

Studi tersebut menunjukkan bahwa, meski banyak faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan bayi, ada perbedaan penting dalam jenis formula susu untuk menambah berat badan bayi yang dipilih orangtua.

Sudah lama diketahui bahwa bayi yang diberi susu formula lebih berat daripada bayi yang diberi ASI, dan beberapa orang berpendapat bahwa orangtua yang memberikan susu formula kurang memperhatikan sinyal bayi bahwa mereka sudah kenyang dibandingkan ibu yang menyusui atau memberikan ASI.

Para peneliti mengamati bahwa bayi yang diberi susu formula sapi minum lebih banyak daripada mereka yang diberi susu formula dari hidrolisat protein. Mungkin hal ini disebabkan karena reaksi di usus yang datang ketika bayi kenyang sebagian dipicu oleh protein yang dipecah yang disebut asam amino bebas, dan asam amino bebas itu jauh lebih melimpah dalam formula hidrolisat daripada di susu formula sapi. Formula berbasis hidrolisat mirip dengan ASI dalam hal tingkat asam amino bebasnya.

Formula berdasarkan hidrolisat protein biasanya hanya diberikan kepada bayi yang alergi susu sapi atau yang kesulitan mencerna susu formula berbahan dasar susu sapi. Namun, formula berbasis protein hidrolisat dapat berharga dua kali lipat biaya formula susu sapi. 

Para peneliti menemukan bahwa bayi yang diberi susu formula berbasis hidrolisat tidak bertambah berat badannya daripada bayi yang diberi ASI; hanya mereka yang diberi susu formula berbasis susu sapi yang mengalami peningkatan berat badan yang dipercepat selama tujuh bulan pertama mereka.

Tips Aman Memberikan Susu untuk Menambah Berat Badan Bayi 

Perlu diketahui bahwa susu formula hanya merupakan sumber makanan alternatif bagi bayi yang ibunya tidak dapat menyusui dan bukan pengganti ASI. Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan yang perlu diingat saat menggunakan susu formula bayi.

  • Selalu konsultasikan dengan dokter anak Anda sebelum memulai formula bayi baru atau beralih ke yang lain.
  • Baca dengan cermat semua bahan penyusun susu untuk menambah berat badan bayi dan cari tahu bahan yang mungkin menyebabkan alergi pada bayi Anda.
  • Lakukan tes alergi dengan memberikan sedikit susu formula sebelum diberikan melalui botol.
  • Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda alergi, seperti ruam, diare, atau sembelit, hentikan susu formula tersebut dan coba yang baru setelah jeda tiga sampai empat hari.
  • Periksa tanggal kadaluwarsa yang biasa tercantum di kemasan bagian luar.
  • Ikuti pedoman atau petunjuk penyajian dengan benar.
  • Selalu cuci botol dan dot dengan air panas.
  • Penting juga untuk mengetahui tentang berbagai jenis dan bentuk susu formula saat memilih susu untuk menambah berat badan bayi yang tepat.

Cara Memilih Formula Susu untuk Menambah Berat Badan Bayi

Anda perlu memberi perhatian penuh saat memilih susu formula untuk bayi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat berbelanja.

Konsultasikan dengan dokter anak Anda

Aturan pertama dan terpenting adalah berkonsultasi dengan dokter anak Anda, yang akan memeriksa kondisi Anda dan kesehatan bayi Anda untuk meresepkan formula yang tepat.

Periksa alergen

Jika bayi Anda alergi terhadap zat tertentu, periksa labelnya, dan hindari susu formula yang mengandung zat tersebut. Juga, tanyakan kepada dokter Anda untuk mendapatkan susu formula khusus jika bayi Anda prematur, alergi, atau memiliki masalah pencernaan.

Nutrisi dan zat besi

Pilih formula susu untuk menambah berat badan bayi yang mengandung nutrisi dan zat besi yang diperlukan yang membantu perkembangan bayi Anda selama hari-hari awal.

Stimulasi untuk Mendukung Perkembangan Bayi 4 Bulan

Bayi Anda sudah mencapai usia 4 bulan, tentu sebagai orang tua Anda tidak sabar melihat pertumbuhannya. Anda mungkin bertanya-tanya, stimulasi apa yang cocok untuk bayi 4 bulan?

Pertanyaan Anda tepat. 4 bulan adalah usia matang untuk bayi mulai belajar. Dengan aktivitas dan metode pengajaran yang tepat, Anda bisa mempercepat perkembangan emosi, fisik, dan kognitif si bayi.

Lalu, apa saja yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 4 bulan?

Apa yang bisa dilakukan bayi 4 bulan?

Jika Anda penasaran apa yang bisa dilakukan si kecil di usia 4 bulan, setidaknya ada beberapa hal umum seperti:

  • Ekspresi wajah. Si kecil seharusnya sudah bisa mengenali wajah-wajah yang familier, termasuk wajah Anda.
  • Warna. Bayi Anda sudah bisa membedakan warna-warna terang seperti merah atau oranye. Di usia ini, warna-warna terang bisa membuatnya terkagum-kagum.
  • Berguling. Transisi menuju merangkak dimulai di fase ini. Bayi akan mulai berguling dan belajar tengkurap.
  • Berceloteh. Bayi akan mulai sering berceloteh karena terus mempelajari kata-kata baru. Jika si kecil mulai cerewet, itu berarti pertanda bagus bagi Anda.

Apa yang harus dihindari bayi 4 bulan?

Tentu bermain dengan si kecil sangat menyenangkan, tapi ada beberapa hal yang harus Anda hindari seperti:

  • Jauhkan bayi dari benda-benda tajam
  • Ketika Anda bermain dengan si kecil, pastikan mengenakan pakaian yang nyaman dan lembut dan tidak akan melukai bayi
  • Pastikan kantong baju Anda kosong. Tampak sederhana, tapi bayi mungkin terluka ketika Anda menggendongnya
  • Jangan sampai bayi hilang dari pandangan
  • Hanya gunakan mainan yang tidak mungkin sampai tertelan

Mendukung perkembangan bayi 4 bulan

Anda dapat meniru beberapa cara membantu perkembangan bayi Anda dari orang tua lainnya atau dengan saran dokter anak. Berikut beberapa kegiatan bayi 4 bulan yang bisa Anda coba:

Untuk mendukung perkembangan visual

  • Gantung mainan berwarna-warni di atas tempat tidurnya, pastikan mainan berada di posisi aman dan di luar jangkauan si bayi.
  • Coba posisikan bayi di depan cermin, biarkan dia mengamati bayangan dirinya.
  • Coba bermain cilukba dengan bayi Anda. Dia senang melihat wajah Anda muncul, hilang, dan muncul lagi.

Untuk mendukung perkembangan motorik

  • Biarkan bayi tengkurap. Dia akan mencoba mengangkat kepala dan dadanya. Ini bagus untuk memperkuat otot-otot yang diperlukan untuk berguling dan duduk
  • Latihan duduk. Dengan ditopang oleh Anda, bayi bisa belajar duduk dan mempelajari posisi baru untuk memperluas jangkauan geraknya.
  • Latihan berdiri. Anda bisa menopang bayi di kedua lengannya, tarik dia ke posisi berdiri untuk membantu melatih otot-otot kakinya.

Untuk mendukung perkembangan kemampuan bicara

  • Membaca dan bernyanyi untuk si bayi
  • Tirukan suaranya
  • Berikan respons positif ketika dia meniru suara Anda

Tips untuk bayi 4 bulan

  • Berikan benda-benda dengan beragam tekstur untuk si bayi. Mulai dari benda empuk seperti spons hingga benda keras seperti mainan plastik
  • Luangkan beberapa menit untuk membacakan cerita atau bernyanyi pada bayi Anda setiap harinya
  • Meski bayi 4 bulan belum bisa merangkak, bahkan belum bisa berguling, tidak ada salahnya memasang pengamanan berlapis di tempat tidur atau kamarnya.

Catatan

Setiap bayi berbeda-beda, kecepatan pertumbuhan mereka juga berbeda-beda. Anda tidak perlu memaksakan stimulasi tersebut jika si bayi memang belum siap.

Yang terpenting adalah kenali bayi Anda dan sesuaikan stimulasi untuk mendukung perkembangan bayi 4 bulan Anda.

Apakah BAB Warna Hitam pada Si Kecil Berbahaya?

Pada umumnya feses bayi berwarna kuning keemasan, kecokelatan, dan agak kehijauan. Namun, mungkin kamu pernah menemukan kondisi di mana si kecil mengeluarkan feses berwarna hitam. Tenang, BAB warna hitam tidak selalu mengindikasikan penyakit. 

Biasanya, feses si kecil akan berwarna hitam jika ia mengonsumsi susu formula. Warna ini menunjukan ketidakcocokan bayi dengan susu tersebut. Semakin gelap artinya semakin tidak cocok. BAB berwarna kehitaman pada anak juga dapat disebabkan karena mengonsumsi makanan atau obat tertentu, seperti blueberry, tablet besi, bismut, atau makanan yang berwarna pekat kebiruan, kehijauan, atau hitam.

Feses berwarna hitam pada anak bukanlah hal yang berbahaya. Namun, kamu sebagai orang tua harus waspada apabila feses berwarna hitam disertai dengan keluhan anak tampak lemah, pucat, tidak nafsu makan, nyeri perut, tampak sakit, dan lainnya. Hal itu dapat menjadi pertanda bahwa adanya gangguan pencernaan pada anak. Apabila warna feses hitam, bulat kecil, dan keras bisa menjadi pertanda buah hatimu sedang mengalami sembelit. Berikan ia air putih minimal 150 ml per hari. 

BAB warna hitam pada bayi perlu dibedakan antara yang normal dan memang karena penyakit. Beberapa contoh BAB warna hitam yang merupakan tanda suatu penyakit adalah:

  • BAB warna hitam pekat;
  • Bau feses menyengat;
  • Tekstur cenderung cair yang mengindikasikan adanya infeksi; hingga
  • Adanya darah pada kotoran anak.

BAB warna hitam pada kondisi yang lebih serius dapat disebabkan oleh perdarahan di saluran cerna bagian atas, yaitu esofagus, lambung, atau usus duodenum. Pendarahan tersebut umumnya terjadi karena ada luka di lambung atau duodenum, abnormalitas pembuluh darah, atau varises di esofagus. 

Selain itu, infeksi pencernaan juga bisa saja menyebabkan BAB warna hitam. Kondisi ini perlu diwaspadai karena infeksi saluran cerna menyebabkan gejala seperti diare, nyeri perut, demam, mual, hingga muntah. 

Melanjutkan apa yang sudah disinggung sebelumnya, ada beberapa kondisi yang membuat BAB warna hitam terjadi pada anak, di antaranya:

  • Terlalu banyak mengkonsumsi foremilk (ASI yang encer, pertama kali keluar dari payudara) dibandingkan hidmilk (ASI yang pekat, terakhir keluar dari payudara);
  • Konsumsi susu formula atau makanan instan tertentu;
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi (Fe), misalnya bayam;
  • Konstipasi (sembelit);
  • Gangguan liver (hati);
  • Gangguan pembekuan darah, misalnya karena ITP (idiopathic thrombocytopenic purpura), kanker darah, dsb;
  • Mengkonsumsi makanan tertentu, misalnya blueberry, buah bit; 
  • Efek samping obat; hingga 
  • Perdarahan saluran cerna, misalnya karena tukak lambung, GERD (gastroesophageal reflux disease), gastritis.

Jika BAB warna hitam tersebut tidak disertai keluhan lain seperti demam, muntah, kulit mudah memar, atau mimisan, maka umumnya kondisi ini tidaklah berbahaya. Sebagai langkah awal, coba lakukan tips berikut:

  • Saat menyusui ASI, biarkan bayi menyusu pada 1 payudara sampai habis, baru beralih ke payudara lainnya;
  • Batasi pemberian susu formula atau makanan instan lainnya;
  • Sementara, batasi pemberian makanan dengan zat besi yang tinggi;
  • Perbanyak beri anak air putih;
  • Variasikan menu makanan sehari-hari agar anak tidak selalu ingin mengkonsumsi makanan instan;
  • Pastikan makanan yang kamu beri pada anak diolah dengan baik dan benar; 
  • Disiplinkan anak agar makan dengan teratur.

Apabila BAB warna hitam pada anak disertai keluhan seperti yang telah disebutkan di atas dan kondisinya masih terus terjadi, sebaiknya segera periksakan kondisi buah hati ke dokter spesialis anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait kondisi kesehatan anak. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan sampel tinja, pemeriksaan darah lengkap, dan sebagainya yang sesuai indikasi. Yang dikhawatirkan dari BAB warna hitam adalah adanya darah dalam feses tersebut. Darah ini dapat disebabkan karena luka pada saluran cerna ataupun infeksi pada saluran cerna.