5 Cara Tepat Memakai Breast Pad Untuk Dapatkan Manfaatnya

Breast pad merupakan bantalan yang dapat menyerap ASI. Ia dipakai di dalam bra dengan posisi yang menutupi puting, areola, dan sekitarnya. Breast pad berguna untuk mencegah merembesnya ASI pada pakaian. 

Jika Anda adalah ibu menyusui dengan produksi ASI yang sangat banyak atau kadang tidak bisa menyusui anak tepat waktu, breast pad perlu Anda miliki. Pasalnya, ASI yang merembes pada pakaian tidak hanya tidak nyaman dilihat tapi juga membuat Anda tidak nyaman karena menimbulkan bau tidak sedap, campuran antara ASI dan keringat. 

Hal ini perlu Anda hindari dengan memakai breast pad, terutama jika Anda aktif di luar rumah. Namun, Anda perlu memperhatikan cara pemakaiannya agar mendapat manfaat yang maksimal, di antaranya: 

Perhatikan petunjuk pemakaian produk 

Setiap jenis breast pad memiliki cara pemakaian yang berbeda. Misalkan, breast pad sekali pakai yang dilengkapi dengan pelekat. Sementara, breast pad kain yang bisa dicuci dan digunakan berkali-kali tidak memiliki pelekat tersebut. 

Meski sedikit berbeda, penggunaan kedua jenis breast pad ini cenderung sama. Anda cukup menempelkan bagian belakang breast pad pada bra dan biarkan bagian depannya menutupi payudara. 

Untuk melepaskan breast pad sendiri, Anda perlu sedikit berhati-hati, terutama jika breast pad melekat pada puting dan sulit dilepaskan. Anda tidak perlu memaksanya. Cukup keluarkan ASI perlahan sampai membasahi puting dan areola, lalu lepaskan breast pad Anda. 

Melepaskan breast pad secara paksa sangat tidak disarankan karena dapat membuat puting terasa sakit dan iritasi. Hal ini sebaiknya dihindari, terutama jika Anda memiliki payudara yang sensitif.

Gunakan sesuai waktunya

Beberapa merek breast pad memiliki dua varian yang disesuaikan dengan waktu penggunanya, yaitu untuk siang hari (day pad) dan untuk malam hari (night pad). Kedua jenis ini dibedakan karena ukurannya yang berbeda. 

Day pad memiliki ukuran diameter 11,5 cm dengan ketebalan 44 mm yang nyaman untuk digunakan pada siang hari saat beraktivitas. Day pad juga dilengkapi dengan bantalan tiga jahitan yang bentuk seperti baling-baling satu arah yang berfungsi untuk menangkap cairan agar tidak merembes dan membuat kulit Anda tetap kering. 

Sedangkan night pad memiliki ukuran yang lebih besar dengan diameter 12,5 cm dengan tebal 6 mm yang dilengkapi dengan perangkap ganda di bagian tengah dan di bagian pinggir yang melingkar. Desain ini tidak lain dimaksudkan untuk menyerap ASI lebih banyak sehingga tahan semalaman penuh dan membuat Anda nyaman. 

Pastikan payudara bersih saat memakainya

Momen paling tepat dalam menggunakan breast pad adalah ketika payudara Anda dalam kondisi bersih. Oleh karena itu, sebelum menempelkannya di antara bra dan puting, pastikan payudara Anda bersih dari berbagai macam hal. Tidak hanya dari ASI yang masih menempel atau keringat tapi juga dari produk yang berupa cream atau minyak yang baru Anda aplikasikan. 

Pastikan terpasang dalam posisi yang tepat 

Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari breast pad, Anda perlu memastikan bahwa ia sudah terpasang dalam posisi yang tepat, yaitu menutupi seluruh puting dan tidak terlipat. Posisi yang tepat dapat menyerap ASI dengan maksimal sehingga tidak merembes. Selain itu, Anda akan merasa nyaman selama memakainya. 

Namun, Anda juga perlu mengecek posisinya secara berkala karena breast pad juga dapat bergeser atau miring. Jika hal itu terjadi, Anda hanya perlu merapikannya kembali ke posisi semula. 

Ganti secara berkala 

Memakai breast pad selama berjam-jam atau sampai seharian penuh tentunya akan membuatnya penuh dengan ASI dan membuatnya menjadi lembap. Gantilah breast pad Anda setiap 2-3 atau jika Anda sudah merasa penuh.

Hal ini penting dilakukan untuk menjaga senantiasa bersih dan kering serta mencegah menjadi sarang bakteri. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan breast pad kain yang dapat dicuci, segeralah cuci setelah menggantinya! 

Rajin mengganti breast pad tidak hanya membuat payudara Anda sehat dan terhindar dari kuman dan bakteri tapi juga membuatnya nyaman sepanjang hari. 

Demikianlah cara memakai breast pad yang baik untuk mencegah ASI merembes pada pakaian. Anda bisa membeli breast pad dengan mudah dan bebas ongkos kirim hanya di Toko SehatQ!

Untuk mendapatkan tips menyusui lainnya, Anda juga bisa membaca artikel lainnya di website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ maupun bertanya langsung dengan dokter spesialis kandungan terpercaya. 

Sumber: 

https://toko.sehatq.com/produk/mooimom-breast-pad-washable-nursing-pad-penyerap-asi
https://review.bukalapak.com/mom/5-panduan-penggunaan-breast-pad-yang-perlu-ibu-perhatikan-89719
https://review.bukalapak.com/mom/cara-memakai-breast-pad-yang-benar-agar-tidak-meleset-dan-melipat-88381

Memilih Popok Sekali Pakai yang Baik dengan MERRIES M

Bicara soal bayi, perlu banyak hal yang dipertimbangkan dalam memilih perlengkapannya. Orang tua harus memastikan sang buah hati memiliki perlengkapan yang aman dan nyaman, salah satunya adalah popok sekali pakai atau diapers. Popok sekali pakai yang dapat memberikan kenyamanan dan tentunya aman adalah MERRIES M

Meskipun terdengar mudah, tidak sedikit orang tua yang kebingungan dalam memilih popok sekali pakai yang bagus. Banyak pertimbangan untuk memilih popok yang tepat, sehingga tidak menimbulkan efek buruk bagi si kecill. Agar tidak kebingungan, ada beberapa tips untuk memudahkan orang tua dalam memilih popok yang terbaik.

Tips Memilih Popok Sekali Pakai untuk Bayi

Untuk mempermudah dalam memilih popok sekali pakai yang bagus untuk bayi, para orang tua dapat memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Pilih lapisan yang berpori

Popok sekali pakai biasanya terdiri dari 3 lapisan, yaitu lapisan dalam, lapisan inti, dan lapisan luar. Pastikan Anda memilih popok yang memiliki lapisan dalam berpori. Hal ini dikarenakan popok dengan lapisan berpori dapat mengurangi gesekan kulit dan membantu sirkulasi udara lebih baik, sehingga kulit bayi tidak lembab.

  • Popok dengan tambahan formula khusus

Selain lapisan dalam yang berpori, popok sekali pakai yang disarankan adalah yang memiliki tambahan formula khusus seperti zinc oxide, aloe vera, dan petroleum. Formula-formula tersebut dapat menjaga kulit bayi tetap kering, sehingga bayi merasa nyaman selama memakai popok.

  • Menyerap dengan baik

Setiap produk popok memiliki daya serap yang berbeda-beda. Pilihlah popok sekali pakai yang cepat menyerap, namun juga tidak mudah bocor. 

  • Popok dengan penanda perubahan warna

Walaupun memiliki daya serap yang tinggi, orang tua tetap harus mengganti popok sekali pakai dalam 2 hingga 3 jam pemakaian. Disarankan juga segera mengganti popok setelah bayi buang air besar atau atau bayi terlalu sering buang air kecil. 

Maka dari itu, orang tua perlu memilih produk yang memiliki penanda atau sistem ‘alarm’, yaitu menunjukkan perubahan warna pada bagian luar popok jika terkena urine.

  • Pilih popok sesuai ukuran bayi

Saat menggunakan popok sekali pakai, pilihlah popok yang sesuai dengan ukuran bayi. Popok yang terlalu ketat bisa membuat bayi merasa tidak nyaman dan pantat terlalu lembab. Jika popok terlalu ketat dan pantat lembab, risiko iritasi pada kulit bayi juga semakin meningkat.

Rekomendasi Popok Sekali Pakai

Popok yang bagus adalah yang aman dan sekaligus mampu memberikan rasa nyaman. Orang tua dapat mengandalkan MERRIES Pants Good Skin M. Variasi M diperuntukkan bagi bayi dengan berat badan 6-11 kg.

MERRIES M terdiri dari 3 lapisan, yaitu lapisan pertama merupakan bantalan popok lembut bersirkulasi, lapisan kedua merupakan lapisan penyerap, dan lapisan ketiga yang merupakan lapisan terluar. 

Popok ini memiliki sejumlah keunggulan, seperti daya serap yang tinggi, udara bebas mengalir melalui permukaan bergelombang, serta penggunaan teknologi Jepang yang membuatnya memiliki permukaan sangat lembut. Maka dari itu, bayi dengan kulit sensitif juga dapat menggunakan popok sekali pakai MERRIES M.

Bagian samping kiri dan kanan MERRIES M memiliki permukaan dengan serat halus yang berfungsi untuk menangkap pup dan pipis agar tidak bocor. Kemudian terdapat alarm penanda pipis, dimana jika garis kuning telah menjadi biru menandakan popok telah penuh terisi pipis bayi. Popok ini mampu menahan 5 kali pipis atau sekitar 30 ml urine bayi.

MERRIES M merupakan pilihan yang tepat untuk si kecil. Pastikan juga Anda menggantinya secara berkala untuk menghindari iritasi pada kulit bayi. 

Referensi:

https://toko.sehatq.com/produk/merries-pants-good-skin-m-22s diakses 26 Juni 2021

https://www.popmama.com/baby/0-6-months/tiffany/tips-memilih-popok-untuk-bayi/8 diakses 26 Juni 2021

https://merries.co.id/product diakses 26 Juni 2021

https://id.theasianparent.com/tips-memilih-popok-bayi diakses 26 Juni 2021

Zat Besi untuk Bayi, Penting atau Tidak?

Umumnya, bayi memerlukan banyak asupan nutrisi untuk proses tumbuh dan berkembang. Salah satu nutrisi yang harus Anda perhatikan adalah zat besi untuk bayi.

Zat besi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, baik untuk orang dewasa, anak-anak, maupun bayi. Sebagai orang tua, Anda harus bisa memastikan bayi mendapatkan asupan zat besi yang cukup, tidak kurang dan juga tidak berlebih.

Pentingnya zat besi untuk bayi

Pada dasarnya, zat besi diperlukan oleh tubuh untuk membuat hemoglobin, yaitu komponen dasar sel darah merah. Tubuh yang kurang mendapatkan zat besi akan mengalami kesulitan untuk memproduksi sel darah merah yang memadai.

Hal ini tentu berakibat fatal bagi tubuh, karena sel darah merah berperan penting dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika oksigen tidak tersalurkan dengan maksimal, maka jaringan serta organ tubuh bayi tidak bisa berkembang dengan baik.

Bayi yang kekurangan zat besi bisa mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan perilaku. 

Memberikan zat besi untuk bayi

Karena zat besi sangat dibutuhkan oleh tubuh, maka Anda harus bisa memastikan bayi Anda mendapatkan asupan zat besi yang cukup. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memastikan hal ini, seperti:

  • Menyusui ASI

Bayi yang baru lahir akan mendapatkan banyak nutrisi dari ASI sang ibu ketika menyusui. Selama enam bulan pertama, bayi bisa menyerap zat besi dari ASI. 

Oleh sebab itu, sang ibu juga harus memiliki kondisi tubuh yang sehat dan memiliki kadar zat besi yang memadai. Karena, ibu menyusui yang kekurangan zat besi atau anemia bisa membuat bayi mengalami kekurangan zat besi juga. 

  • Memberikan makanan kaya akan zat besi

Banyak makanan sehat alami yang mengandung zat besi di dalamnya. Setelah melewati usia enam bulan, bayi mungkin sudah bisa mengonsumsi makanan padat. Di tahap ini, Anda harus bisa memberikan makanan padat yang kaya akan zat besi.

Dengan begitu, Anda bisa mencegah bayi mengalami kekurangan zat besi begitu berhenti menyusui. Ada beberapa makanan yang kaya akan zat besi yang bisa diberikan pada bayi, seperti tahu, kacang-kacangan, telur kuning, brokoli, kacang kedelai, dan lain sebagainya.

  • Suplemen zat besi

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah memberikan suplemen zat besi untuk bayi. Tapi, perlu diperhatikan, suplemen tidak selalu tepat untuk bayi. Jadi, sebaiknya Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda. 

Ada suplemen zat besi yang hadir dalam bentuk sirup, dan ada juga yang dalam bentuk obat kunyah. Anda bisa memilih suplemen yang secara khusus ditujukan untuk pengguna anak-anak dan bayi. 

Kebutuhan zat besi pada bayi

Supaya Anda bisa memastikan bayi mendapatkan asupan zat besi yang memadai, Anda harus tahu berapa kadar asupan zat besi harian yang dibutuhkan. Pada dasarnya, jumlah asupan zat besi harian setiap orang berbeda, tergantung pada usianya.

Untuk anak-anak dalam rentang usia satu sampai dengan tiga tahun, kadar zat besi yang dianjurkan per harinya adalah 7 miligram. Sementara, untuk bayi di bawah usia 1 tahun, Anda sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Seiring bertambahnya usia anak, kebutuhan kadar zat besi harian ini akan terus bertambah. Anda juga perlu memperhatikan hal ini. 

Pastikan Anda memberikan asupan zat besi untuk bayi yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai, kekurangan zat besi membuat anak Anda mengalami hambatan dalam pertumbuhan.

Cara Mengobati Sariawan pada Bayi, Amankah Menggunakan Obat Sariawan Bayi?

Sariawan pada bayi merupakan kondisi yang jarang terjadi. Namun, jika suatu ketika terjadi pada bayimu, kamu perlu mengetahui obat sariawan bayi serta penyebab dan cara mengatasinya dengan benar.

Sariawan adalah peradangan yang ditandai dengan luka berwarna putih atau kuning, dengan tepian berwarna merah. Kondisi ini biasanya terjadi di bagian dalam mulut atau bibir.

Meski sangat jarang terjadi, bayi yang berusia di bawah 10 bulan bisa saja mengalami sariawan sehingga membuatnya rewel dan tidak mau menyusu. Hal ini tentu bisa berdampak pada asupan nutrisinya sehari-hari.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui penyebab dan memahami cara tepat untuk mengatasinya dengan obat sariawan bayi.

Penyebab Sariawan Pada Bayi

Pada bayi, sariawan biasanya akan muncul di mulut bayi yang menyusui. Peradangan ini akan muncul di tempat yang hangat, lembap, dan manis, seperti mulut bayi. Dari mulut bayi, jamur penyebab sariawan akan menyebar pada puting susu ibu. Penyebaran sariawan pada bayi yang menyusui akan terletak pada mulut bayi yang menyebar ke puting, atau dari puting yang menyebar ke mulut bayi.

Kondisi ini umum terjadi pada bayi, karena sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang, sehingga belum mampu untuk melawan infeksi pada tubuh. Sariawan dapat menyebar dengan mudah jika puting ibu mengalami lecet, atau jika pelekatan mulut bayi pada puting tidak menempel dengan sempurna. 

Pahami gejalanya, agar ibu dapat melakukan langkah penanganan segera. Pemeriksaan dilakukan agar infeksi jamur tidak menyebar dan mencegah timbulnya gejala yang lebih parah.

Gejala yang Muncul Saat Bayi Mengalami Sariawan

Ibu sendiri biasanya tidak akan langsung menyadari ketika Si Kecil mengalami sariawan. Namun, ibu dapat melihat gejala-gejala yang ditunjukkan Si Kecil ketika sedang mengidap sariawan, seperti:

  • Adanya bintik putih, atau luka kecil yang terdapat pada gusi, lidah, langit-langit mulut, atau pipi bagian dalam.
  • Si Kecil akan terlihat gelisah ketika sedang makan.
  • Si Kecil kemungkinan akan mengalami penurunan aktivitas menyusui, karena rasa sakit pada mulutnya.
  • Si Kecil mengalami ruam popok.
  • Warna bibir Si Kecil menjadi pucat.

Tak hanya melalui mulut, jamur penyebab sariawan pada Si Kecil juga dapat masuk pada tubuh melalui sistem pencernaan, yang menyebabkan terjadinya ruam popok. Ruam popok pada bayi biasanya akan ditandai dengan bintik-bintik merah yang dapat menyebar ke bagian lipatan kulit.

Langkah-langkah Obati Sariawan Bayi

Sariawan pada bayi disebabkan oleh adanya infeksi jamur. Jika ingin mencegah sariawan, ibu perlu mencegah penyebaran infeksi jamur. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya sariawan pada Si Kecil, yaitu:

Jaga kebersihan mainan bayi, botol minum, dot, dan pompa payudara. Jika perlu, cuci peralatan Si Kecil dengan sabun antiseptik dan air hangat.

  • Cuci tangan ibu setelah mengganti popok bayi guna mencegah penyebaran infeksi jamur melalui sistem pencernaan Si Kecil.
  • Cuci pakaian Si Kecil dengan air hangat guna membunuh jamur, serta keringkan pakaian Si Kecil di bawah sinar matahari.
  • Jika ibu merasakan lecet pada payudara, segera lakukan penanganan agar luka tidak terinfeksi.

Langkah-langkah tersebut dapat ibu lakukan untuk mencegah timbulnya sariawan pada Si Kecil. Jika langkah-langkah tersebut tidak juga melindungi Si Kecil dari sariawan, sebaiknya ibu segera melakukan upaya guna menyembuhkan sariawan pada Si Kecil, agar infeksi jamur tidak terus berkembang dan menjadi membahayakan kesehatan Si Kecil.

Apabila kamu khawatir, bawalah Si Kecil ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan. Dokter biasanya akan meresepkan obat seperti ibuprofen atau paracetamol dengan dosis yang tepat untuk bayi sebagai pereda nyeri.

Selama Si Kecil mengalami sariawan, hindari memberinya makanan yang terlalu panas atau asam, karena dapat membuat mulutnya menjadi perih. Selain itu, jagalah kebersihan mulut Si Kecil dengan rutin membersihkan giginya menggunakan sikat gigi khusus bayi sebanyak 2 kali sehari.

Jika sariawan pada bayi tidak kunjung membaik dalam waktu lebih dari 2 minggu, atau bahkan disertai demam, ruam kulit, penurunan berat badan, dan pembengkakan kelenjar getah bening, segera bawa Si Kecil ke dokter agar dapat dilakukan penanganan yang tepat dan jangan konsumsi obat sariawan bayi sembarangan.

Pahami Pengaruh Susu untuk Menambah Berat Badan Bayi

Jenis susu formula yang diberikan kepada bayi juga memengaruhi seberapa cepat terjadi penambahan berat badan bayi. Oleh karena itu, penggunaan susu untuk menambah berat badan bay harus diawasi agar tidak meningkatkan risiko bayi di kemudian hari menjadi gemuk atau mengembangkan penyakit diabetes.

Pengaruh Jenis Formula Susu Untuk Menambah Berat Badan Bayi

Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2011 pada jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa bayi yang minum susu formula yang terbuat dari susu sapi diketahui mengalami kenaikan berat badan sebanyak 0,9 kilogram lebih banyak, daripada bayi yang meminum susu formula yang terbuat dari protein hidrolisat, yang dirancang agar lebih mudah dicerna bayi.

Studi tersebut menunjukkan bahwa, meski banyak faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan bayi, ada perbedaan penting dalam jenis formula susu untuk menambah berat badan bayi yang dipilih orangtua.

Sudah lama diketahui bahwa bayi yang diberi susu formula lebih berat daripada bayi yang diberi ASI, dan beberapa orang berpendapat bahwa orangtua yang memberikan susu formula kurang memperhatikan sinyal bayi bahwa mereka sudah kenyang dibandingkan ibu yang menyusui atau memberikan ASI.

Para peneliti mengamati bahwa bayi yang diberi susu formula sapi minum lebih banyak daripada mereka yang diberi susu formula dari hidrolisat protein. Mungkin hal ini disebabkan karena reaksi di usus yang datang ketika bayi kenyang sebagian dipicu oleh protein yang dipecah yang disebut asam amino bebas, dan asam amino bebas itu jauh lebih melimpah dalam formula hidrolisat daripada di susu formula sapi. Formula berbasis hidrolisat mirip dengan ASI dalam hal tingkat asam amino bebasnya.

Formula berdasarkan hidrolisat protein biasanya hanya diberikan kepada bayi yang alergi susu sapi atau yang kesulitan mencerna susu formula berbahan dasar susu sapi. Namun, formula berbasis protein hidrolisat dapat berharga dua kali lipat biaya formula susu sapi. 

Para peneliti menemukan bahwa bayi yang diberi susu formula berbasis hidrolisat tidak bertambah berat badannya daripada bayi yang diberi ASI; hanya mereka yang diberi susu formula berbasis susu sapi yang mengalami peningkatan berat badan yang dipercepat selama tujuh bulan pertama mereka.

Tips Aman Memberikan Susu untuk Menambah Berat Badan Bayi 

Perlu diketahui bahwa susu formula hanya merupakan sumber makanan alternatif bagi bayi yang ibunya tidak dapat menyusui dan bukan pengganti ASI. Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan yang perlu diingat saat menggunakan susu formula bayi.

  • Selalu konsultasikan dengan dokter anak Anda sebelum memulai formula bayi baru atau beralih ke yang lain.
  • Baca dengan cermat semua bahan penyusun susu untuk menambah berat badan bayi dan cari tahu bahan yang mungkin menyebabkan alergi pada bayi Anda.
  • Lakukan tes alergi dengan memberikan sedikit susu formula sebelum diberikan melalui botol.
  • Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda alergi, seperti ruam, diare, atau sembelit, hentikan susu formula tersebut dan coba yang baru setelah jeda tiga sampai empat hari.
  • Periksa tanggal kadaluwarsa yang biasa tercantum di kemasan bagian luar.
  • Ikuti pedoman atau petunjuk penyajian dengan benar.
  • Selalu cuci botol dan dot dengan air panas.
  • Penting juga untuk mengetahui tentang berbagai jenis dan bentuk susu formula saat memilih susu untuk menambah berat badan bayi yang tepat.

Cara Memilih Formula Susu untuk Menambah Berat Badan Bayi

Anda perlu memberi perhatian penuh saat memilih susu formula untuk bayi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat berbelanja.

Konsultasikan dengan dokter anak Anda

Aturan pertama dan terpenting adalah berkonsultasi dengan dokter anak Anda, yang akan memeriksa kondisi Anda dan kesehatan bayi Anda untuk meresepkan formula yang tepat.

Periksa alergen

Jika bayi Anda alergi terhadap zat tertentu, periksa labelnya, dan hindari susu formula yang mengandung zat tersebut. Juga, tanyakan kepada dokter Anda untuk mendapatkan susu formula khusus jika bayi Anda prematur, alergi, atau memiliki masalah pencernaan.

Nutrisi dan zat besi

Pilih formula susu untuk menambah berat badan bayi yang mengandung nutrisi dan zat besi yang diperlukan yang membantu perkembangan bayi Anda selama hari-hari awal.

Stimulasi untuk Mendukung Perkembangan Bayi 4 Bulan

Bayi Anda sudah mencapai usia 4 bulan, tentu sebagai orang tua Anda tidak sabar melihat pertumbuhannya. Anda mungkin bertanya-tanya, stimulasi apa yang cocok untuk bayi 4 bulan?

Pertanyaan Anda tepat. 4 bulan adalah usia matang untuk bayi mulai belajar. Dengan aktivitas dan metode pengajaran yang tepat, Anda bisa mempercepat perkembangan emosi, fisik, dan kognitif si bayi.

Lalu, apa saja yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 4 bulan?

Apa yang bisa dilakukan bayi 4 bulan?

Jika Anda penasaran apa yang bisa dilakukan si kecil di usia 4 bulan, setidaknya ada beberapa hal umum seperti:

  • Ekspresi wajah. Si kecil seharusnya sudah bisa mengenali wajah-wajah yang familier, termasuk wajah Anda.
  • Warna. Bayi Anda sudah bisa membedakan warna-warna terang seperti merah atau oranye. Di usia ini, warna-warna terang bisa membuatnya terkagum-kagum.
  • Berguling. Transisi menuju merangkak dimulai di fase ini. Bayi akan mulai berguling dan belajar tengkurap.
  • Berceloteh. Bayi akan mulai sering berceloteh karena terus mempelajari kata-kata baru. Jika si kecil mulai cerewet, itu berarti pertanda bagus bagi Anda.

Apa yang harus dihindari bayi 4 bulan?

Tentu bermain dengan si kecil sangat menyenangkan, tapi ada beberapa hal yang harus Anda hindari seperti:

  • Jauhkan bayi dari benda-benda tajam
  • Ketika Anda bermain dengan si kecil, pastikan mengenakan pakaian yang nyaman dan lembut dan tidak akan melukai bayi
  • Pastikan kantong baju Anda kosong. Tampak sederhana, tapi bayi mungkin terluka ketika Anda menggendongnya
  • Jangan sampai bayi hilang dari pandangan
  • Hanya gunakan mainan yang tidak mungkin sampai tertelan

Mendukung perkembangan bayi 4 bulan

Anda dapat meniru beberapa cara membantu perkembangan bayi Anda dari orang tua lainnya atau dengan saran dokter anak. Berikut beberapa kegiatan bayi 4 bulan yang bisa Anda coba:

Untuk mendukung perkembangan visual

  • Gantung mainan berwarna-warni di atas tempat tidurnya, pastikan mainan berada di posisi aman dan di luar jangkauan si bayi.
  • Coba posisikan bayi di depan cermin, biarkan dia mengamati bayangan dirinya.
  • Coba bermain cilukba dengan bayi Anda. Dia senang melihat wajah Anda muncul, hilang, dan muncul lagi.

Untuk mendukung perkembangan motorik

  • Biarkan bayi tengkurap. Dia akan mencoba mengangkat kepala dan dadanya. Ini bagus untuk memperkuat otot-otot yang diperlukan untuk berguling dan duduk
  • Latihan duduk. Dengan ditopang oleh Anda, bayi bisa belajar duduk dan mempelajari posisi baru untuk memperluas jangkauan geraknya.
  • Latihan berdiri. Anda bisa menopang bayi di kedua lengannya, tarik dia ke posisi berdiri untuk membantu melatih otot-otot kakinya.

Untuk mendukung perkembangan kemampuan bicara

  • Membaca dan bernyanyi untuk si bayi
  • Tirukan suaranya
  • Berikan respons positif ketika dia meniru suara Anda

Tips untuk bayi 4 bulan

  • Berikan benda-benda dengan beragam tekstur untuk si bayi. Mulai dari benda empuk seperti spons hingga benda keras seperti mainan plastik
  • Luangkan beberapa menit untuk membacakan cerita atau bernyanyi pada bayi Anda setiap harinya
  • Meski bayi 4 bulan belum bisa merangkak, bahkan belum bisa berguling, tidak ada salahnya memasang pengamanan berlapis di tempat tidur atau kamarnya.

Catatan

Setiap bayi berbeda-beda, kecepatan pertumbuhan mereka juga berbeda-beda. Anda tidak perlu memaksakan stimulasi tersebut jika si bayi memang belum siap.

Yang terpenting adalah kenali bayi Anda dan sesuaikan stimulasi untuk mendukung perkembangan bayi 4 bulan Anda.

Apakah BAB Warna Hitam pada Si Kecil Berbahaya?

Pada umumnya feses bayi berwarna kuning keemasan, kecokelatan, dan agak kehijauan. Namun, mungkin kamu pernah menemukan kondisi di mana si kecil mengeluarkan feses berwarna hitam. Tenang, BAB warna hitam tidak selalu mengindikasikan penyakit. 

Biasanya, feses si kecil akan berwarna hitam jika ia mengonsumsi susu formula. Warna ini menunjukan ketidakcocokan bayi dengan susu tersebut. Semakin gelap artinya semakin tidak cocok. BAB berwarna kehitaman pada anak juga dapat disebabkan karena mengonsumsi makanan atau obat tertentu, seperti blueberry, tablet besi, bismut, atau makanan yang berwarna pekat kebiruan, kehijauan, atau hitam.

Feses berwarna hitam pada anak bukanlah hal yang berbahaya. Namun, kamu sebagai orang tua harus waspada apabila feses berwarna hitam disertai dengan keluhan anak tampak lemah, pucat, tidak nafsu makan, nyeri perut, tampak sakit, dan lainnya. Hal itu dapat menjadi pertanda bahwa adanya gangguan pencernaan pada anak. Apabila warna feses hitam, bulat kecil, dan keras bisa menjadi pertanda buah hatimu sedang mengalami sembelit. Berikan ia air putih minimal 150 ml per hari. 

BAB warna hitam pada bayi perlu dibedakan antara yang normal dan memang karena penyakit. Beberapa contoh BAB warna hitam yang merupakan tanda suatu penyakit adalah:

  • BAB warna hitam pekat;
  • Bau feses menyengat;
  • Tekstur cenderung cair yang mengindikasikan adanya infeksi; hingga
  • Adanya darah pada kotoran anak.

BAB warna hitam pada kondisi yang lebih serius dapat disebabkan oleh perdarahan di saluran cerna bagian atas, yaitu esofagus, lambung, atau usus duodenum. Pendarahan tersebut umumnya terjadi karena ada luka di lambung atau duodenum, abnormalitas pembuluh darah, atau varises di esofagus. 

Selain itu, infeksi pencernaan juga bisa saja menyebabkan BAB warna hitam. Kondisi ini perlu diwaspadai karena infeksi saluran cerna menyebabkan gejala seperti diare, nyeri perut, demam, mual, hingga muntah. 

Melanjutkan apa yang sudah disinggung sebelumnya, ada beberapa kondisi yang membuat BAB warna hitam terjadi pada anak, di antaranya:

  • Terlalu banyak mengkonsumsi foremilk (ASI yang encer, pertama kali keluar dari payudara) dibandingkan hidmilk (ASI yang pekat, terakhir keluar dari payudara);
  • Konsumsi susu formula atau makanan instan tertentu;
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi (Fe), misalnya bayam;
  • Konstipasi (sembelit);
  • Gangguan liver (hati);
  • Gangguan pembekuan darah, misalnya karena ITP (idiopathic thrombocytopenic purpura), kanker darah, dsb;
  • Mengkonsumsi makanan tertentu, misalnya blueberry, buah bit; 
  • Efek samping obat; hingga 
  • Perdarahan saluran cerna, misalnya karena tukak lambung, GERD (gastroesophageal reflux disease), gastritis.

Jika BAB warna hitam tersebut tidak disertai keluhan lain seperti demam, muntah, kulit mudah memar, atau mimisan, maka umumnya kondisi ini tidaklah berbahaya. Sebagai langkah awal, coba lakukan tips berikut:

  • Saat menyusui ASI, biarkan bayi menyusu pada 1 payudara sampai habis, baru beralih ke payudara lainnya;
  • Batasi pemberian susu formula atau makanan instan lainnya;
  • Sementara, batasi pemberian makanan dengan zat besi yang tinggi;
  • Perbanyak beri anak air putih;
  • Variasikan menu makanan sehari-hari agar anak tidak selalu ingin mengkonsumsi makanan instan;
  • Pastikan makanan yang kamu beri pada anak diolah dengan baik dan benar; 
  • Disiplinkan anak agar makan dengan teratur.

Apabila BAB warna hitam pada anak disertai keluhan seperti yang telah disebutkan di atas dan kondisinya masih terus terjadi, sebaiknya segera periksakan kondisi buah hati ke dokter spesialis anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait kondisi kesehatan anak. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan sampel tinja, pemeriksaan darah lengkap, dan sebagainya yang sesuai indikasi. Yang dikhawatirkan dari BAB warna hitam adalah adanya darah dalam feses tersebut. Darah ini dapat disebabkan karena luka pada saluran cerna ataupun infeksi pada saluran cerna.