Zat Besi untuk Bayi, Penting atau Tidak?

Umumnya, bayi memerlukan banyak asupan nutrisi untuk proses tumbuh dan berkembang. Salah satu nutrisi yang harus Anda perhatikan adalah zat besi untuk bayi.

Zat besi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, baik untuk orang dewasa, anak-anak, maupun bayi. Sebagai orang tua, Anda harus bisa memastikan bayi mendapatkan asupan zat besi yang cukup, tidak kurang dan juga tidak berlebih.

Pentingnya zat besi untuk bayi

Pada dasarnya, zat besi diperlukan oleh tubuh untuk membuat hemoglobin, yaitu komponen dasar sel darah merah. Tubuh yang kurang mendapatkan zat besi akan mengalami kesulitan untuk memproduksi sel darah merah yang memadai.

Hal ini tentu berakibat fatal bagi tubuh, karena sel darah merah berperan penting dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika oksigen tidak tersalurkan dengan maksimal, maka jaringan serta organ tubuh bayi tidak bisa berkembang dengan baik.

Bayi yang kekurangan zat besi bisa mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan perilaku. 

Memberikan zat besi untuk bayi

Karena zat besi sangat dibutuhkan oleh tubuh, maka Anda harus bisa memastikan bayi Anda mendapatkan asupan zat besi yang cukup. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memastikan hal ini, seperti:

  • Menyusui ASI

Bayi yang baru lahir akan mendapatkan banyak nutrisi dari ASI sang ibu ketika menyusui. Selama enam bulan pertama, bayi bisa menyerap zat besi dari ASI. 

Oleh sebab itu, sang ibu juga harus memiliki kondisi tubuh yang sehat dan memiliki kadar zat besi yang memadai. Karena, ibu menyusui yang kekurangan zat besi atau anemia bisa membuat bayi mengalami kekurangan zat besi juga. 

  • Memberikan makanan kaya akan zat besi

Banyak makanan sehat alami yang mengandung zat besi di dalamnya. Setelah melewati usia enam bulan, bayi mungkin sudah bisa mengonsumsi makanan padat. Di tahap ini, Anda harus bisa memberikan makanan padat yang kaya akan zat besi.

Dengan begitu, Anda bisa mencegah bayi mengalami kekurangan zat besi begitu berhenti menyusui. Ada beberapa makanan yang kaya akan zat besi yang bisa diberikan pada bayi, seperti tahu, kacang-kacangan, telur kuning, brokoli, kacang kedelai, dan lain sebagainya.

  • Suplemen zat besi

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah memberikan suplemen zat besi untuk bayi. Tapi, perlu diperhatikan, suplemen tidak selalu tepat untuk bayi. Jadi, sebaiknya Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda. 

Ada suplemen zat besi yang hadir dalam bentuk sirup, dan ada juga yang dalam bentuk obat kunyah. Anda bisa memilih suplemen yang secara khusus ditujukan untuk pengguna anak-anak dan bayi. 

Kebutuhan zat besi pada bayi

Supaya Anda bisa memastikan bayi mendapatkan asupan zat besi yang memadai, Anda harus tahu berapa kadar asupan zat besi harian yang dibutuhkan. Pada dasarnya, jumlah asupan zat besi harian setiap orang berbeda, tergantung pada usianya.

Untuk anak-anak dalam rentang usia satu sampai dengan tiga tahun, kadar zat besi yang dianjurkan per harinya adalah 7 miligram. Sementara, untuk bayi di bawah usia 1 tahun, Anda sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Seiring bertambahnya usia anak, kebutuhan kadar zat besi harian ini akan terus bertambah. Anda juga perlu memperhatikan hal ini. 

Pastikan Anda memberikan asupan zat besi untuk bayi yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai, kekurangan zat besi membuat anak Anda mengalami hambatan dalam pertumbuhan.

Cara Memilih Tisu Basah Bayi yang Aman dan Tidak Bikin Iritasi

Kulit bayi umumnya lebih tipis dan lebih rentan mengalami alergi dibandingkan kulit orang dewasa, oleh sebab itu, kita harus lebih cermat saat memilih tisu basah bayi yang aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. 

Salah dalam memilih bahan yang terkandung di dalamnya justru berdampak bahaya pada bayi. Tak hanya untuk membersihkan kotoran pada bayi, tisu basah juga kerap digunakan untuk membersihkan tangan dan wajah bayi yang belepotan bekas sisa makanan. 

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu ikuti dalam memilih tisu basah pada bayi yang aman dan tidak membuat iritasi. 

Lolos Uji Klinis 

Hal ini adalah langkah pertama yang harus diperhatikan orangtua sebelum membeli tisu basah untuk bayi. Perhatikan standar produksi tisu basah, untuk mengetahui apakah produk tersebut sudah lulus uji laboratorium dan bahan yang digunakan aman. 

Sebaiknya jangan pilih tisu basah yang mengandung alkohol untuk bayi. Hentikan pemakaian bila terjadi tanda-tanda alergi pada bayi. 

Sesuaikan dengan Kebutuhan Bayi 

Beberapa bayi mengalami ruam saat terpapar tisu sekali pakai, jadi memilih tisu basah yang bisa digunakan kembali adalah pilihan terbaik. 

Tisu basah yang dapat digunakan kembali juga ramah lingkungan karena mengurangi intensitas polusi di lingkungan dan juga menghemat biaya. 

Namun beberapa tenaga medis menyarankan untuk menggunakan tisu yang bisa digunakan kembali selama bulan pertama setelah melahirkan, karena kulit bayi masih sangat lembut.

Terbuat dari Bahan yang Tidak Mudah Sobek 

Tisu basah yang berbahan tipis tidak efektif saat membersihkan sisa kotoran atau hal lainnya. Hal ini tentunya membuat penggunaan tisu basah bayi jadi lebih boros. 

Hindari juga memilih tisu basah dengan kandungan alkohol atau kandungan kimia lainnya yang mungkin berbahaya dan menyebabkan iritasi. 

Hindari Tisu Basah yang Mengandung Pewangi 

Kulit bayi yang baru lahir biasanya masih lembut, dan harus ditangani dengan hati-hati agar tidak timbul ruam dan masalah kulit lainnya. 

Ini juga menjadi alasan utama mengapa dalam memilih tisu basah untuk bayi, orangtua harus berhati-hati dengan produk yang mengandung pewangi. 

Tisu yang mengandung pewangi biasanya menggunakan campuran bahan kimia yang bisa menimbulkan masalah kesehatan pada bayi, seperti iritasi. 

Mengandung Bahan Alami Pembunuh Kuman 

Tisu basah dengan kandungan bahan alami lebih aman digunakan karena kulit bayi cenderung tipis dan sensitif. Salah satunya kandungan tea tree oil sebagai anti bakteri alami yang membantu membunuh kuman dan bakteri hingga 99%. 

Tisu basah jenis ini bisa digunakan usai bayi buang air atau mengganti popok, setelah bayi makan, bermain, dan dalam perjalanan karena lebih praktis serta higienis sebagai pengganti air. 

Penutup yang Rapat 

Memilih tisu basah dengan penutup yang rapat juga jadi hal wajib yang harus diperhatikan sebelum membeli tisu basah. Umumnya tisu basah dijual dalam kontainer plastik dengan tutup flip-up sehingga mudah dibuka dan ditutup. 

Posisi yang menyembul keluar membuat kamu mudah untuk mengambilnya. Terdapat juga refil dalam bentuk plastik, sehingga kita tinggal mengisi ulang jika tisu basah dalam kontainer habis bisa langsung dimasukkan. 

Itu dia beberapa tips memilih tisu basah bayi yang bagus dan aman sehingga kulit bayi terlindungi dan tidak menyebabkan iritasi.

Sekali lagi, sebelum memilih pastikan baca kandungan yang ada di dalamnya, ya. Hal ini untuk mencegah terjadinya ruam atau iritasi pada kulit.