Produk Bleaching Gigi Harga Bervariasi, Adakah Efek Sampingnya?

Ingin memiliki senyum yang lebih cerah? Ketika kita membicarakan seputar prosedur memutihkan gigi, Anda memiliki dua pilihan, yaitu perawatan pemutih gigi yang dilakukan di ruang dokter gigi atau perawatan di rumah. Kedua pilihan perawatan pemutih gigi menggunakan agen pemutih berbahan dasar peroxide. Sistem perawatan di rumah mengandung carbamide atau hydrogen peroxide sebesar 3 hingga 20 persen. Sementara perawatan di ruang dokter akan menggunakan 15 hingga 45 persen peroxide. Pada umumnya, semakin lama Anda menggunakan larutan yang lebih kuat pada gigi, maka gigi Anda akan menjadi semakin lebih putih. Akan tetapi, semakin tinggi persentasi peroxide dalam larutan pemutih, semakin pendek durasi produk tersebut digunakan pada gigi. Terlalu lama menggunakan gel dapat membuat gigi dehidrasi serta meningkatkan sensitivitas gigi. Ada banyak produk pemuthi gigi, masing-masing dengan bleaching gigi harga bervariasi. 

Produk pemutih gigi dan pilihan perawatan rumahan lainnya

Anda bisa membeli produk bleaching gigi harga bervariasi dalam bentuk over-the-counter atau OTC untuk mengatasi noda pada gigi. Berbeda dengan produk yang digunakan di runag perawatan dokter gigi, produk-produk tersebut tidak memilki kandungan carbomide peroxide, atau jauh lebih sedikit dibandingkan yang digunakan oleh dokter gigi. Hal ini berarti untuk gigi yang benar-benar kuning, bleachin gigi harga OTC mungkin tidak akan efektif dan dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk memutihkan gigi. 

  • Pasta gigi pemutih

Pasta gigi jenis ini tidak menggunakan carbamide peroxide. Namun, pasta gigi ini akan menarget permukaan gigi menggunakan bebagai macam zat, termasuk abrasive dan zat kimia covarine biru. Akan membutuhkan waktu lebih lama agar pasta gigi pemutih dapat bekerja, namun produk yang menggunakan covarine biru akan efektif setelah satu kali sikat gigi karena zat kimia ini akan membuat gigi Anda tampak lebih putih. 

  • Strip pemutih

Anda juga bisa membeli strip pemutih OTC untuk gigi. Produk ini mengandung hydrogen peroxide yang lebih sedikit dibandingkan dengan produk profesional. Anda akan menggunakan produk ini sekali atau dua kali dalam sehari selama beberapa waktu sesuai dengan anjuran yang tersedia dalam kemasan produk. Berbagai produk strip pemutih tersedia, masing-masing dengan konsentrasi agen pemutih yang berbeda. 

  • Arang aktif dan metode rumahan lainnya

Anda mungkin penasaran dalam menggunakan metode “homemade” untuk memutihkan gigi. Arang aktif merupakan salah satu perawatan yang bisa Anda gunakan. Namun, metode ini tidak terbukti secara ilmiah mampu memutihkan gigi, sehingga Anda perlu mendiskusikan hal ini dengan dokter gigi sebelum mencobanya untuk memutihkan gigi. Anda bisa merusak gigi jika menggunakan metode ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi. 

Meskipun memutihkan gigi dianggap sebagai sebuah metode yang aman, Anda masih bisa menderita beberapa efek samping akibat perawatan ini, seperti gigi yang menjadi sensitif dan gusi yang iritasi. Gigi Anda dapat berubah menjadi lebih sensitif setelah mendapatkan prosedur pemutihan gigi. Anda bisa mendapatkan efek samping ini pada perawatan pertama dan kedua, yang nantinya akan hilang seiring berjalannya waktu. Dokter gigi Anda dapat merekomendasikan perawatan sensitivitas menggunakan produk yang mengandung potassium nitrate dan sodium fluoride. Anda juga bisa menderita infeksi setelah melakukan prosedur bleaching gigi harga berapapun. Hal ini dapat terjadi apabila gusi Anda melakukan kontak langsung dengan produk pemutih. Namun tidak perlu khawatir, efek samping jeni ini akan hilang setelah perawatan Anda selesai dilakukan. 

Waspada! Ini Bahaya Es Batu Kalau Terlalu Sering Dikonsumsi

Bahaya es batu jika terlalu sering dikonsumsi bisa berakibat pada kesehatan, salah satunya yakni menimbulkan gangguan seperti anemia. 

Mengunyah es batu memang menjadi kebiasaan yang menyenangkan, apalagi saat cuaca sedang panas. Es batu bisa menyegarkan tenggorokan kita. Jika kamu tidak bisa hidup tanpa mengunyah es batu, bisa jadi hal tersebut adalah tanda kamu menderita pagophagia, kondisi di mana kamu mengonsumsi es batu secara berlebihan.

Mengonsumsi es batu bisa jadi tanda kalau kamu kekurangan nutrisi, lho! Selain menyebabkan anemia, mengunyah es batu secara berlebihan juga bikin masalah pada gigi.

Konsumsi es batu tanda terkena gangguan?

Mengonsumsi es batu terlalu sering ternyata juga bisa menjadi pertanda ada gangguan dalam kesehatan. 

Anemia defisiensi besi

Mengonsumsi es batu terlalu sering biasanya berhubungan dengan gangguan anemia defisiensi besi. Penderita anemia defisiensi besi tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat, sehingga tugas sel darah merah untuk membawa oksigen ke tubuh tidak bisa terpenuhi. Hal ini bisa berakibat tubuh jadi merasa lelah dan sesak napas. 

Menurut beberapa ahli, dengan mengunyah es batu, bisa memicu mengirim lebih darah ke otak sehingga oksigen di dalam otak penderita anemia bisa tercukupi. Berdasarkan studi pada penderita anemia defisiensi besi, penderita yang mengunyah es batu menjadi lebih baik dibanding penderita yang tidak mengunyah es batu. Inilah alasan mengapa orang yang menderita anemia sering mengonsumsi es batu. 

Pica

Pica merupakan kelainan makan yang dialami oleh seseorang. Biasanya penderita akan makan hal-hal tidak biasa seperti makan es batu hingga salju. Bisa dibilang pica merupakan gangguan mental yang harus segera diatasi. Dalam beberapa kasus, pica juga bisa dialami pada ibu hamil. 

Bahaya es batu untuk kesehatan

Berikut beberapa bahaya es batu untuk kesehatan kita jika terlalu berlebihan dikonsumsi. 

Masalah gigi

Mengonsumsi es batu secara berlebihan bisa membahayakan kesehatan, termasuk organ-organ tubuh seperti gigi. Meski gigi tidak langsung rusak, namun jika kamu mengonsumsi es batu setiap hari, maka lama-lama enamel gigi akan hancur.

Padahal, enamel gigi merupakan bagian terkuat yang melindungi gigi dari kerusakan. Ketika enamel gigi terkikis, maka gigi bagian dalam bisa sensitif pada zat yang dingin dan panas. Selain itu, bisa meningkatkan risiko gigi berlubang. 

Berdasarkan sebuah studi, seseorang yang mengunyah 30 es batu atau lebih setiap hari selama 20 tahun mengalami perubahan pada rahang serta gigi berlubang. 

Jika tidak diatasi, hal ini bisa berlanjut dan berisiko menimbulkan penyakit mengingat gigi dan mulut adalah tempat utama untuk memasukkan makanan. Jika gigi berlubang, maka akan ada bakteri yang juga ikut masuk ke dalam mulut. 

Komplikasi karena anemia

Seperti yang sudah dijelaskan di atas jika seseorang mengonsumsi es batu berlebihan bisa terjadi karena menderita anemia. Maka dari itu, jika anemia tidak segera diobati akan menjadi parah ditambah dengan kebiasaan mengonsumsi es batu. Beberapa masalah yang mungkin terjadi seperti jantung, gagal jantung, masalah kehamilan, kelahiran prematur, hingga gangguan pertumbuhan dan berkembangan pada bayi dan anak. 

Komplikasi karena Pica

Pica yang disebabkan oleh pagophagia, yakni kondisi kelainan makan bisa berbahaya dan menyebabkan komplikasi. 

Meskipun mengonsumsi es batu tidak menyebabkan kerusakan internal, namun jika penderita pagophagia mengonsumsi makanan aneh lain maka risiko terkena penyakit lain akan lebih meningkat, seperti masalah usus, usus berlubang, hingga infeksi pada usus. 

Risiko terinfeksi bakteri

Saat mengonsumsi es batu di restoran atau tempat makan lainnya, kita tidak tahu bagaimana proses pembuatan atau penyimpanannya, apakah diolah dan disimpan dengan bersih atau tidak.

Jika es batu yang dikonsumsi ternyata tidak bersih, bisa berisiko terkena kuman, virus, hingga parasit yang menyebabkan diare, hepatitis A, demam tifoid, dan kolera. 

Meningkatkan berat badan

Sering mengonsumsi es batu bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak terkendali. Hal ini akan merembet pada kesehatan kita. 

Itu dia beberapa bahaya mengonsumsi es batu. Jika kamu merupakan penderita anemia dan pica, sebaiknya segera menemui dokter agar bisa segera diatasi. Sehingga, kamu tidak perlu lagi mengonsumsi es batu yang bisa menimbulkan komplikasi.

Prosedur dan Risiko Cabut Gigi Geraham

Kerusakan gigi parah, infeksi gigi, dan gigi yang berkerumun umumnya menjadi alasan mengapa orang-orang melakukan cabut gigi geraham. Mereka yang mendapatkan behel, dalam kasus tertentu, membutuhkan pencabutan satu atau lebih gigi agar memiliki cukup ruang untuk gigi bergerak ke posisi yang diinginkan. Selain itu, mereka yang akan mendapatkan chemotherapy atau akan mendapatkan transplantasi organ tubuh memerlukan cabut gigi geraham yang rusak untuk menjaga mulut mereka tetap sehat. Pencabutan gigi dilakukan oleh dokter gigi dan merupakan prosedur rawat jalan yang cukup cepat, serta menggunakan anestesi lokal, umum, ataupun IV.

Persiapan sebelum pencabutan gigi

Sebelum melakukan cabut gigi geraham, dokter akan mengambil gambar sinar-X dari gigi Anda. Pastikan Anda memberitahu dokter tentang obat tertentu, vitamin, obat OTC, ataupun suplemen yang sedang dikonsumsi. Anda juga perlu memberitahu dokter apabila Anda akan mendapatkan perawatan kondisi medis berbentuk obat IV yang bernama bisphosphonate. Apabila iya, cabut gigi geraham akan dilakukan sebelum perawatan obat tersebut diberikan. Jika tidak, rahang Anda memiliki risiko yang tinggi terkena kematian tulang (osteonecrosis). Anda juga perlu memberitahu dokter gigi apabila memiliki kondisi seperti cacat jantung bawaan, diabetes, penyakit hati, penyakit thyroid, tekanan darah tinggi, persendian buatan, penyakit adrenal, katup jantung yang rusak, sistem kekebalan tubuh yang lemah dan penyakit renal.

Dokter gigi akan memastikan semua kondisi kesehatan yang Anda miliki dalam keadaan stabil atau dirawat terlebih dahulu sebelum Anda mendapatkan pencabutan gigi. Anda akan diberi resep antibiotik beberapa hari sebelum prosedur dilakukan jika operasi diperkirakan membutuhkan waktu yang lama, Anda memiliki infeksi atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Prosedur cabut gigi geraham

Pencabutan gigi terbagi menjadi dua jenis, ekstraksi sederhana dan ekstraksi bedah. Jenis pencabutan yang akan Anda dapatkan tergantung pada apakah gigi Anda terlihat atau impaksi.

  • Ekstraksi sederhana

Dalam prosedur jenis ini, Anda akan mendapatkan anestesi lokal, yang akan membuat daerah di sekitar gigi mati rasa sehingga Anda hanya akan merasakan adanya tekanan (dan bukan rasa sakit) saat prosedur cabut gigi geraham berlangsung. Dokter gigi kemudian akan menggunakan sebuah alat yang bernama “elevator” untuk melonggarkan gigi dan tang untuk mencabutnya.

  • Ekstraksi bedah

Dalam ekstraksi jenis ini, Anda akan mendapatkan anestesi lokal dan anestesi IV (yang akan membuat Anda merasa santai dan tenang). Anda juga bisa mendapatkan anestesi umum tergantung pada kondisi medis apapun yang Anda miliki. Apabila Anda mendapatkan anestesi umum, Anda akan tidak sadarkan diri selama prosedur berlangsung. Dokter gigi akan membuka gusi lewat sayatan kecil. Dokter juga dapat mengangkat tulang di sekitar gigi atau memototng gigi sebelum gigi dapat dicabut.

Risiko cabut gigi

Ada beberapa risiko kecil dari cabut gigi geraham. Namun, apabila dokter gigi Anda merekomendasikan prosedur ini, manfaat yang didapat akan jauh lebih besar dibandingkan dengan kemungkinan kecil terjadinya komplikasi kesehatan. Umumnya setelah cabut gigi geraham, darah akan menggumpal secara alami di rongga tulang (lubang di tulang di mana gigi yang cabut tadinya berada). Beberapa risiko lain dari cabut gigi geraham adalah pendarahan yang bertahan selama lebih dari 12 jam, demam atau menggigil yang parah (menjadi tanda-tanda adanya infeksi), mual dan muntah, batuk, sakit dada dan sesak napas, serta pembengkakan dan tanda-tanda kemerahan di daerah yang dioperasi.