Dosis dan Aturan Pakai Fresh Care Roll On yang Perlu Anda Tahu

Fresh Care Roll On merupakan salah satu barang yang dijual di toko obat atau apotek yang tentu sudah tidak asing lagi ditemui. Meskipun dapat ditemukan dimana-mana, namun terkadang ketika hendak menggunakannya, kita merasa bingung dengan bagaimana dosis dan aturan pakai dari Fresh Care Roll On yang benar. 

Nah, jika Anda sering mengalami hal yang demikian, maka Anda dapat menyimak ulasan artikel ini mengenai pengertian, dosis, serta aturan pakai Fresh Care Roll On.

Apa Itu Fresh Care Roll On?

Fresh Care Roll On merupakan produk minyak angin yang berbentuk stik dan pada ujungnya terdapat aplikator dengan jenis roll on. Minyak angin ini dapat Anda temukan di toko obat, apotek, minimarket, atau toko online. Untuk isinya sendiri, Fresh Care Roll On berisi 10 ml minyak angin. Ukuran yang sedang ini sangat mudah dibawa kemana-mana dan praktis digunakan.

Terdapat banyak sekali varian Fresh Care Roll On yang dibedakan dengan wangi aromaterapinya yang khas. Namun, ada pula jenis lain dari Fresh Care Roll On, yang dilihat berdasarkan tingkat efek panas yang dihasilkan. Jika Anda ingin merasakan sensasi minyak angin yang lebih panas, maka Anda dapat memilih Fresh Care Roll On Strong (Hot). Varian ini sangat cocok untuk Anda yang sedang bepergian jauh atau mengendarai mobil sampai larut malam.

Dosis dan Cara Penggunaan Freshcare

Setelah mengetahui apa itu produk Fresh Care Roll On, lantas bagaimana dosis dan cara pakai dari produk minyak angin ini? Pada dasarnya, dosis dari Fresh Care Roll On adalah disesuaikan dengan kebutuhan, namun jangan terlalu lama memijat kepala dengan menggunakan minyak angin ini. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat iritasi, ruam, dan penyumbatan pada pori-pori kulit.

Untuk cara penggunaannya mudah, cukup letakkan Fresh Care Roll On dari bagian aplikatornya ke bagian tubuh yang diperlukan. Misalnya leher, kepala, atau punggung. Sesekali Anda dapat menggosoknya agar minyak dalam botol keluar lebih banyak. Agar Fresh Care Roll On lebih tahan lama, setelah pemakaian produk ini Anda dapat menutupnya secara rapat dan menyimpanya di ruangan atau tas dengan suhu di bawah 30 derajat celcius.

Jika sewaktu-waktu Anda mengalami efek lain dari penggunaan Fresh Care Roll On, misalnya kulit yang terasa terbakar atau merasa sesak nafas, Anda dapat menghentikan pemakaian dan segera mengkonsultasikannya ke dokter. Bisa jadi kondisi tubuh Anda tidak cocok dengan jenis minyak angin tersebut.

Untuk mendapatkan Fresh Care Roll On, Anda dapat membelinya di apotek dengan kisaran harga antara Rp13 ribu sampai dengan Rp17 ribu. Minyak angin Fresh Care Roll On dengan kandungan Menthol, Camphor, Olive Virgin Oil, dan Essential Oil dapat menyembuhkan berbagai keluhan yang Anda rasakan, seperti mual, pusing, atau sakit perut. Beberapa orang bahkan selalu membawanya di dalam tas supaya apabila sewaktu-waktu merasakan gangguan tersebut, dapat langsung memakai Fresh Care Roll On.

Nah, itu dia ulasan mengenai apa itu Fresh Care Roll On, dosis, dan cara pemakaiannya. Anda sebaiknya benar-benar memperhatikan penggunaan produk ini agar mendapatkan hasil yang maksimal serta tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan tubuh. Jika mengalami masalah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar segera mendapatkan penanganan.

Cara Membersihkan Pusar untuk Mencegah Pusar Bau

Ketika mandi, area pusar Anda juga harus dibersihkan dengan cara yang tepat. Membersihkan pusar diperlukan cara khusus, berbeda dengan membersihkan bagian tubuh lainnya. Hal ini penting demi menghindari pusar bau

Sebagian orang cenderung meremehkan area pusar, sehingga kurang maksimal dalam membersihkannya. Hal ini sebenarnya tidak baik, karena bisa memicu penyakit di area pusar dan membuat pusar menjadi berbau tak sedap.

Cara membersihkan pusar untuk menghindari pusar bau

Perlu diperhatikan, membersihkan area pusar penting demi kesehatan pusar Anda. Ketika Anda rutin mencuci dan membersihkannya, Anda akan menghindari terjadinya penumpukan kulit mati, keringat, dan minyak dari pusar Anda. 

Selain itu, ketika rutin dibersihkan, pusar Anda juga akan terbebas dari kuman. Sebaliknya, bila Anda membiarkan kuman bersarang dan berkembang biak di pusar, maka Anda akan mengalami pusar bau. 

Sebaiknya, agar pusar bisa dibersihkan dengan maksimal, ikuti langkah-langkah berikut ini: 

  1. Bilas tubuh dengan air hangat ketika mandi, termasuk di sekitar area pusar
  2. Gunakan kain lap yang sudah dibasahi sedikit dengan air hangat dan tambahkan cairan atau sabun antiseptik ke kain
  3. Bungkus jari telunjuk dengan kain lap tersebut, kemudian masukkan ke dalam area pusar dan bersihkan sampai ke bagian dalam
  4. Keluarkan kembali jari dan kain dari pusar, lalu keringkan area pusar dengan lap kering
  5. Tepuk-tepuk pelan pusar Anda sampai pusar benar-benar kering

Pastikan semua air sudah keluar dari pusar. Jangan sampai ada air yang tertinggal dan membuat pusar menjadi lembab.

Setelah melakukan semua langkah di atas, hindari menggunakan pelembab terlalu banyak di area pusar. Karena, hal ini akan membuat pusar menjadi terlalu lembab. Ketika pusar menjadi terlalu lembab, bakteri, kuman, dan jamur, rentan untuk berkembang biak. 

Secara khusus, ingatlah untuk membersihkan pusar dengan maksimal setelah berkeringat. Misalnya ketika cuaca sedang panas atau ketika Anda baru selesai berolahraga. 

Apa yang terjadi ketika jarang membersihkan pusar

Ketika Anda tidak membersihkan pusar dengan maksimal, maka Anda akan mengalami pusar bau. Kemunculan bau ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti: 

  • Candida

Candida adalah jamur yang hidup di kulit tubuh manusia. Jamur ini umumnya tidak menimbulkan masalah kesehatan, namun jika berkembang biak di kulit yang hangat dan lembab maka akan menimbulkan infeksi jamur.

Menurut penelitian, jamur ini berkembang biak dengan maksimal di area tubuh yang gelap, hangat, dan lembab. Pusar Anda menjadi salah satu bagian tubuh yang termasuk ke dalam kriteria ini. 

Candida akan menyebabkan infeksi dan menimbulkan bau tak sedap pada pusar. Cara mengatasinya adalah menggunakan obat antijamur. 

  • Kista

Kista juga bisa tumbuh pada area pusar. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka menderita kista karena tidak ada gejala tertentu. Ketika kista sudah terinfeksi, maka kista akan menimbulkan aroma tak sedap pada pusar Anda. 

Pada dasarnya, pertumbuhan sel kista tidak bersifat kanker. Namun, bukan berarti boleh dibiarkan begitu saja. 

Ketika sudah terinfeksi, kista akan menjadi merah, meradang, bengkak, dan menimbulkan rasa sakit. Selain itu kista juga akan mengeluarkan nanah, dan nanah ini akan berbau tak sedap.

Selama Anda rutin menjaga kebersihan tubuh Anda, maka Anda bisa terhindar dari masalah pusar bau. Jangan biarkan pusar Anda menjadi tempat menumpuknya bakteri dan kotoran.

Pemfigus & Pemfigoid, Dua Kondisi Serupa Tapi Tak Sama

Ternyata penyakit autoimun bisa terjadi di kulit juga, malah cukup banyak jenisnya. Dua di antaranya adalah pemfigus dan pemfigoid. Tanpa mengesampingkan penyakit autoimun yang menyerang kulit lainnya, dua masalah kesehatan ini dibahas karena keunikannya, yakni memiliki banyak kemiripan.

Kendati demikian, banyak kemiripan tak membuat keduanya dapat disamakan. Ada hal-hal yang membedakan antara pemfigus dan pemfigoid, sehingga dua masalah kesehatan ini seakan berjalan di jalurnya sendiri-sendiri.

Yang membuat keduanya tampak mirip secara kasat mata adalah gejala yang ditimbulkan. Perlu kita ingat dahulu bahwa baik itu pemfigus maupun pemfigoid sama-sama memiliki macam dan jenisnya sendiri-sendiri. Namun, pembahasan ini terfokus pada pemfigus vulgaris dan pemfigoid bulosa. Karena dua jenis inilah yang dirasa menjadi representasi masing-masing.

Menyambung awal kalimat paragraf sebelumnya, kedua penyakit ini akan membuat kulit seseorang melepuh disertai dengan rasa sakit, gatal, nyeri, dan sensasi terbakar. Kemudian, di area yang terserang juga akan timbul semacam tonjolan, persis seperti bisul, yang disebut bula.

Kedua-duanya, tak hanya menyerang kulit, walau paling sering terjadi di sana. Namun, pemfigus maupun pemfigoid juga dapat terjadi di selaput lendir, mulai dari mulut, mata, hingga alat kelamin.

Mungkin Anda masih asing dengan kedua penyakit ini, karena pemfigus dan pemfigoid termasuk kondisi medis yang langka. Selain itu, kendati terjadi di kulit, pemfigus atau pemfigoid tak seperti masalah kulit lainnya dengan ciri utama dapat menular. 

Pemfigus dan pemfigoid sama sekali tidak menular. Mereka tidak pula ditularkan melalui darah, atau cairan. Kontak langsung dengan penderita juga tak membuat seseorang tertular. Kendati genetik dinilai punya andil dalam perkembangan kondisi ini, tetapi perlu diketahui pula bahwa pemfigus dan pemfigoid bukan merupakan penyakit keturunan.

Lantas, apa perbedaan antara pemfigus dan pemfigoid sehingga keduanya tak bisa disamakan?

  • Pemfigus

Pemfigus merupakan istilah untuk menjelaskan kondisi kulit yang melepuh karena faktor autoimun. Pemfigus terjadi ketika kekebalan tubuh seseorang menyerang desmoglein. Desmoglein sendiri dapat dipahami sebagai semacam “perekat” antarjutaan sel kulit. 

Ketika pemfigus terjadi, lapisan kulit yang paling luar terlepas dari lapisan kulit yang berada di bawahnya, sehingga menyebabkan gejala seperti kulit melepuh dan melendung. Dan sering kali ruang antara lapisan terluar dan lapisan di bawahnya diisi cairan atau bahkan nanah.

Pemfigus bisa menyerang siapa saja, tetapi lebih sering dialami oleh orang dewasa dalam rentang usia 30 sampai 60 tahun. 

  • Pemfigoid

Berdasarkan makna kata, pemfigoid sederhananya dapat diartikan sebagai kondisi kulit melepuh yang menyerupai pemfigus. “-Goid” dalam pemfigoid berarti menyerupai. Sebenarnya, sebab terjadinya pemfigoid tak jauh berbeda.

Ia terjadi karena sistem pertahanan tubuh menyerang suatu bagian pada kulit. Nah, beda antara pemfigus dan pemfigoid ada di sini. Pada pemfigoid, bagian kulit yang diserang oleh sistem pertahanan tubuh adalah lapisan kulit yang lebih dalam.

Kondisi ini membuat bula atau benjolan yang terjadi karena pemfigoid lebih kuat daripada yang terjadi karena pemfigus. Bula yang terjadi di kulit penderita pemfigus mudah sekali pecah sebab terjadi di lapisan kulit paling luar.

Sama seperti pemfigus, pemfigoid juga lebih sering menyerang orang berusia lanjut. Namun, tidak menutup kemungkinan orang-orang berusia muda juga bisa terserang penyakit autoimun ini.

***

Sebenarnya, perbedaan antara pemfigus dan pemfigoid tidak terlalu berarti. Jika dicermati, perbedaan keduanya hanya terletak pada bagian kulit yang diserang, sehingga membedakan konsistensi atau kekuatan dari bula yang muncul. Lebih dari itu, keduanya sama saja.

FK Unpad Jadi ‘Pemasok’ Dokter Kulit di Bandung

Sebagai salah satu kota besar, Bandung didukung dengan beragam sarana dan fasilitas penunjang yang mumpuni. Dua lini yang mendapat banyak perhatian adalah pendidikan dan kesehatan. Tak sedikit sekolah atau perguruan tinggi jempolan di Bandung. Di mana Universitas Padjadjaran atau Unpad jadi salah satu yang terdepan. Kenyataan bahwa kampus ini masuk jajaran teratas di Indonesia membuatnya sukses melahirkan banyak ahli di berbagai macam bidang, termasuk dokter kulit di Bandung.

Sebenarnya, lulusan Fakultas Kedokteran Unpad banyak menyebar di seluruh pelosok negeri ini. Namun, karena kedudukannya di Bandung, tak dapat dimungkiri jika Kota Kembang bakal jadi gelanggang pertama atau semacam tempat pertama mereka meniti karir sebelum menemukan lubang-lubang kesuksesan yang lain.

Sebelum dapat melakukan praktik, dokter kulit di Bandung harus menempuh jalan yang panjang di FK Unpad. Mereka harus mengantongi titel SpKK yang hanya bisa didapat setelah menyelesaikan masa perkuliahan di Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Selama masa perkuliahan, para calon dokter kulit di Bandung ini digembleng untuk dapat menguasai setidaknya tujuh area kompetensi. 

Jadi, hampir dapat dipastikan jika dokter kulit di Bandung yang mencuat ke permukaan setelah digodok di kawah candradimuka Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Unpad akan memiliki karakter seperti:

  • Keterampilan interpersonal dan komunikasi efektif
  • Keterampilan menerapkan Evidence-Based Medicine (EBM), farmakologi klinik, biologi molekuler, parasitologi klinik, mikrobiologi klinik, patologi klinik, dan patologi anatomi.
  • Keterampilan pelayanan medis spesialistik
  • Pembelajaran berbasis praktik
  • Pembelajaran berbasis sistem
  • Penerapan etik, hukum kedokteran, dan profesionalisme
  • Pengembangan keilmuan dan pembelajaran sepanjang hayat.

Kompetensi-kompetensi tersebut mereka cicil selama bertahun-tahun masa perkuliahan yang secara garis besar dibagi ke dalam tiga tahapan, yakni tahap pengayaan; tahap magang; dan tahap mandiri. Masing-masing tahapan itu mempunyai tujuan khusus, mengacu kepada tujuan akhir pendidikan. Setiap tahap dapat dicapai dengan berbagai pengalaman belajar yang sesuai dengan tingkat keterampilan yang diharapkan, dan tentu saja dengan memperhatikan etika dan perilaku profesi.

Dalam mencetak para dokter kulit di Bandung, Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unpad mengusung misi menjadi program studi dermatologi dan venereologi yang unggul dan transformatif dalam bidang pendidikan dan penelitian, terutama infeksi dan alergi-imunologi untuk kemaslahatan masyarakat dan diakui secara internasional pada tahun 2020.

Yang mana visi itu dimanifestasikan dalam lima misi yang dirumuskan belakangan. Adapun misi-misi tersebut antara lain:

  • Menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis dermatologi dan venereologi (SpDV) yang berkualitas dan sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan Kolegium Dermatologi dan Venereologi Indonesia.
  • Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama mengenai infeksi dan alergi-imunologi dalam bidang dermatologi dan venereologi untuk kemaslahatan masyarakat.
  • Meningkatkan kolaborasi dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri untuk menunjang terwujudnya pendidikan dan penelitian yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
  • Menyelenggarakan sistem tata pamong yang baik untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif.
  • Menjadi pelopor dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat di bidang dermatologi dan venereologi.

Tujuan-tujuan tersebut tentu tidak muluk-muluk jika kita lihat jajaran pejabat dan para pengajar yang tergabung di dalamnya. Dimana hampir semua nama-nama yang pernah dan masih ada di dalam daftar dapat diketahui sebagai yang terbaik dalam profesi dokter kulit di Bandung.

Jika dilihat dari semua yang telah dilakukannya, Unpad, melalui Fakultas Kesehatannya, tentu saja telah memberikan banyak warna dalam khazanah spesialisasi dokter kulit di Bandung.