Alami Mata Merah? Waspada Episkleritis dan Cara Mengatasinya!

Episkleritis adalah suatu kondisi peradangan atau inflamasi akut pada bagian episklera mata. Episklera sendiri merupakan jaringan tipis di antara konjungtiva dan sklera putih yang menampung jaringan pembuluh darah. Jika mata Anda merah, maka kemungkinan Anda dapat mengalami episkleritis. Apa penyebabnya? Bagaimana pula cara mengatasinya? Yuk, simak langsung di sini!

Kenali gejala dan penyebab episkleritis

Gejala episkleritis terkadang membuat mata Anda menjadi kemerahan, baik itu di salah satu ataupun kedua mata. Selain itu, beberapa orang mungkin dapat mengembangkan nodul putih di tengah kemerahan, sehingga disebut juga dengan episkleritis nodular. Gejala lain yang mungkin terjadi saat terserang episkleritis adalah peka terhadap cahaya (fotofobia) dan keluar cairan dari mata.

Dalam banyak kasus episkleritis, dokter mungkin akan sulit menemukan penyebabnya secara jelas. Umumnya, episkleritis yang sudah parah, sering didasari dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti:

  • Penyakit radang usus.
  • Penyakit Crohn.
  • Kolitis ulseratif.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Psoriasis arthritis.
  • Polyarteritis nodosa.
  • Sarkoid.
  • Lupus.
  • Ankylosing spondylitis.

Jenis episkleritis

Episkleritis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Episkleritis sederhana.

Ini adalah jenis episkleritis yang paling umum. Episkleritis sederhana menyebabkan peradangan mata yang berulang. Biasanya, dapat berlangsung 7 – 10 hari, bahkan lebih lama jika ada kondisi sistemik lainnya.

  • Episkleritis nodular.

Episkleritis nodular menyebabkan peradangan mata yang lebih sakit dibandingkan jenis sederhana. Umumnya, seseorang yang mengalami episkleritis nodular memang memiliki penyakit sistemik lainnya yang terkait.

Pengobatan episkleritis

Anda tidak perlu khawatir berlebihan, karena biasanya, episkleritis dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 3 minggu tanpa pengobatan. Jika Anda berobat ke dokter, proses pemulihan mata bisa lebih cepat. Pengobatan episkleritis dapat melibatkan hal-hal berikut:

  • Tetes mata kortikosteroid topikal yang diberikan beberapa kali sehari.
  • Obat tetes mata pelumas untuk meredakan iritasi dan kemerahan, seperi air mata buatan.
  • Kompres dengan kantong es sebanyak 3 – 4 kali sehari.
  • Obat antiinflamasi non-steroid yang diberikan melalui mulut. Obat ini diresepkan jika episkleritis yang Anda alami sudah parah.

Cara merawat mata yang mengalami episkleritis

Sekilas, episkleritis mungkin akan terlihat mengkhawatirkan, tetapi ini adalah kondisi yang sering terjadi dan biasanya, tidak menyebabkan masalah jangka panjang. Episkleritis dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tetapi perawatan tertentu dapat membantu mempercepat proses penyembuhannya.

Selama proses penyembuhan mata dari episkleritis, cobalah untuk melindungi mata Anda dari cahaya terang, menggunakan obat tetes mata yang dijual di apotek untuk menenangkan mata, serta kompres dengan kantung es bagian mata yang terkena.

Cara ini dapat Anda lakukan di rumah meskipun tanpa berobat ke dokter. Jika tidak dilakukan perawatan atau dibiarkan saja, mungkin Anda akan merasakan ketidaknyamanan saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Tidak jarang, mata merah akibat episkleritis ini mengurangi kepercayaan diri Anda saat bertemu dengan orang banyak di luar rumah. Anda bisa menggunakan kacamata hitam selama menunggu mata Anda pulih.

Mengingat penyebab episkleritis hingga saat ini belum jelas, tidak ada upaya untuk mencegah penyakit ini. Jika Anda memang memiliki riwayat penyakit sistemik lainnya dan mengalami episkleritis, maka penyebabnya mungkin dikaitkan dengan penyakit yang Anda alami tersebut.

Catatan dari SehatQ

Jika episkleritis yang Anda alami masih kategori sederhana, maka lakukanlah upaya perawatan di rumah untuk membantu proses pemulihannya. Namun, jika episkleritis yang Anda alami sangat sakit hingga tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya Anda mengunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih dan mempercepat proses penyembuhannya.

Skleritis

Skleritis adalah peradangan pada bagian putih bola mata (sklera)

Skleritis merupakan gangguan berupa peradangan pada bagian putih bola mata (sklera). Sklera merupakan jaringan yang melindungi mata. Skleritis terdiri dari dua tipe, antara lain bagian depan sklera (anterior) dan bagian belakang sklera (posterior).

Gejala

Seseorang yang mengalami skleritis bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Rasa nyeri di bagian mata.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Mata mengalami kemerahan.
  • Pandangan kabur.
  • Air mata keluar tanpa sebab.
  • Terdapat tonjolan kecil pada bagian putih bola mata.

Penyebab

Skleritis disebabkan oleh gangguan autoimun. Gangguan autoimun bisa terjadi ketika sistem pertahanan tubuh menyerang jaringan sendiri. Tidak hanya itu, seseorang yang mengalami skleritis juga kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi pada mata, cedera mata, atau parasit.

Faktor Risiko

Skleritis bisa mengarah pada semua kalangan. Namun, wanita lebih berpotensi mengalami gangguan mata seperti ini. Tidak hanya itu, berikut adalah beberapa kriteria yang dapat membuat seseorang memiliki risiko yang lebih besar terhadap skleritis:

  • Penyakit Wegener

Penyakit Wegener merupakan gangguan yang melibatkan peradangan pada pembuluh darah.

  • Penyakit radang usus

Penyakit radang usus juga bisa berpotensi membuat seseorang mengalami skleritis.

  • Lupus

Lupus merupakan gangguan pada kekebalan dimana masalah tersebut menimbulkan peradangan kulit sehingga bisa mempengaruhi kondisi mata.

  • Jaringan mata

Jaringan mata seseorang bisa mengalami gangguan seperti skleritis karena pernah mengalami kecelakaan.

  • Infeksi mata

Infeksi mata juga bisa menjadi salah satu faktor yang dapat membuat seseorang mengalami risiko yang lebih besar terhadap skleritis. Infeksi mata mungkin ada kaitannya dengan penyakit autoimun.

  • Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren merupakan salah satu gangguan yang bisa terjadi pada mata akibat kelainan kekebalan tubuh.

Diagnosis

Jika Anda mengalami skleritis, Anda perlu periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan menanyakan kondisi Anda terlebih dahulu seperti gejala yang Anda alami. Setelah itu, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Ultrasonografi (USG)

USG dapat dilakukan untuk mengetahui jika ada perubahan di bagian sklera.

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan untuk mengetahui jika ada gangguan pada sistem imun di dalam tubuh.

  • Biopsi

Biopsi pada sklera juga dapat dilakukan dengan melepaskan jaringan sklera supaya dapat diperiksa melalui mikroskop.

Pengobatan

Jika ingin mengobati skleritis, berikut adalah beberapa obat yang dapat digunakan:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Pil kortikosteroid.
  • Glukokortikoid oral.
  • Obat imunosupresif.
  • Obat antijamur.
  • Obat antibiotik.

Pencegahan

Selain pengobatan di atas, berikut adalah beberapa cara yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah skleritis:

  • Hindari kebiasaan menggaruk di bagian mata.
  • Hindari penggunaan lensa untuk sementara waktu.
  • Hindari penggunaan riasan di bagian mata secara berlebihan.
  • Kenakan kacamata hitam agar mata tidak terkontaminasi.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda mengalami gangguan pada mata seperti skleritis, Anda dapat konsultasikan masalah tersebut ke dokter. Sebelum Anda berkonsultasi, Anda dapat mempersiapkan diri dengan melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat penyakit yang Anda alami.
  • Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan menanyakan kepada Anda seperti:

  • Kapan gejala skleritis terjadi?
  • Apakah gejala tersebut membaik atau memburuk?

Kesimpulan

Skleritis merupakan salah satu gangguan yang bisa terjadi pada mata yang perlu diwaspadai. Berbagai gejala bisa timbul seperti pandangan kabur. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengatasi gangguan seperti ini, Anda sebaiknya lakukan hal-hal yang dianjurkan di atas. Jika Anda ingin bertanya mengenai skleritis, Anda bisa tanyakan persoalan ini ke dokter.