Social Butterfly

Ketika seseorang bertemu dengan orang lain, mungkin mereka ingin atau merasa menjadi pusat perhatian seolah-olah hal tersebut memberikan motivasi dalam kehidupan mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa seseorang merupakan social butterfly.

Apa Yang Dimaksud Dengan Social Butterfly?

Social butterfly merupakan kepribadian seseorang dimana mereka dapat mempengaruhi kehidupan orang lain. Social butterfly juga menunjukkan bahwa seseorang merasa hidup di dunia sendiri seolah-olah dirinya adalah yang paling penting. Hal tersebut dapat membuat mereka sulit untuk mempertahankan komitmen atau hubungan dalam jangka waktu yang lama.

Social butterfly berasal dari kata “socius,” yang artinya teman. Hal tersebut menjadi ciri khas seseorang yang memiliki kepribadian social butterfly dimana mereka bisa berteman dengan siapa saja seolah-olah memiliki jaringan yang luas. Orang-orang yang memiliki kepribadian seperti ini, walaupun tidak memiliki kesamaan, akan mudah mendekati orang atau kelompok tertentu.

Penelitian Tentang Social Butterfly

Jika menghubungkan bagaimana cara social butterfly berinteraksi dengan cara kerja otak, hal tersebut menunjukkan adanya refleksi dari lingkungan sosial yang terjadi sehari-hari.

Sebuah penelitian telah dilakukan oleh Maryann Noonan, peneliti pascadoktoral di Oxford University, dimana gagasan utamanya adalah untuk mengetahui apakah kinerja otak membuat seseorang memiliki kepribadian social butterfly atau tidak.

Penelitian tersebut melibatkan 18 partisipan yang berusia antara 27 hingga 70 tahun. Mereka ditanyai mengenai berapa banyak orang yang diajak untuk berinteraksi dalam 7 hingga 30 hari terakhir. Interaksi sosial yang dilakukan tidak hanya dengan bertemu langsung, namun juga bisa dengan komunikasi secara online seperti telepon.

Pada kesimpulan awal, Noonan menemukan bahwa otak bekerja menyesuaikan dengan seberapa aktif seseorang berinteraksi dengan orang lain, dan seberapa banyak pengaruh otak untuk beradaptasi dengan semua kebutuhan dan kemampuan seseorang.

Penelitian lain dilakukan oleh Paul Duberstein, seorang profesor di University of Rochester Medical Center di New York. Orang-orang yang memiliki kepribadian social butterfly, terutama yang berada di usia 60 tahun ke atas, bisa saja menyimpan depresi dalam dirinya. Hal tersebut bisa disebabkan oleh trauma atau pengalaman kehilangan.

Ciri-Ciri Social Butterfly

Sebenarnya Anda dapat mengetahui jika seseorang memiliki kepribadian social butterfly. Berikut adalah ciri-ciri yang menunjukkan kepribadian tersebut:

  1. Selalu bergaul dengan orang lain

Orang-orang yang memiliki kepribadian social butterfly selalu bergaul dengan orang lain tanpa memperhatikan minat mereka.

  • Suka menjadi pusat perhatian

Ketika mereka mengobrol, mereka akan mengambil kesempatan untuk berinteraksi seperti menunjukkan semangat terhadap topik yang dibicarakan.

  • Sangat spontan

Social butterfly adalah orang yang spontan dimana mereka tidak merasa ragu untuk mengambil keputusan, dan mereka justru suka bereksperimen dengan keadaan di sekitar.

  • Mudah berubah pikiran

Meskipun cepat mengambil keputusan, social butterfly juga cenderung berubah pikiran. Hal tersebut membuat mereka kurang bertanggung jawab dalam menanggapi pilihan atau keputusan.

  • Butuh dukungan

Social butterfly juga memerlukan dukungan ketika menghadapi masalah, walaupun mereka terlihat percaya diri.

  • Memiliki jadwal yang padat

Social butterfly cenderung memiliki jadwal yang padat seperti menghabiskan waktu dengan teman-teman di mal. Hal tersebut membuat mereka bersemangat sehingga mereka ingin terus melakukan aktivitasnya bersama.

  • Merasa egois

Walaupun mudah bersosialisasi dengan orang lain, social butterfly juga egois karena mereka cenderung memikirkan diri sendiri atau menjadi pusat perhatian.

  • Selalu punya harapan

Social butterfly juga punya harapan ketika mereka bertemu dengan orang lain, khususnya ketika mereka sedang berkencan. Social butterfly mengharapkan teman kencannya mengerti apa yang dipikiran oleh pasangannya.

  • Sulit menjaga komitmen

Social butterfly juga merasa sulit untuk menjaga komitmen. Contohnya, jika mereka merasa bahwa mereka tidak cocok dengan pasangannya, maka mereka akan ganti dengan pasangan lain, bahkan berkali-kali bila perlu.

  1. Perhatian pada penampilan

Social butterfly cenderung memperhatikan penampilan mereka. Mereka bisa saja menghabiskan waktu yang lebih lama agar mereka terlihat menarik ketika bepergian ke suatu tempat.

Kesimpulan

Social butterfly merupakan orang-orang yang mengharapkan sesuatu sesuai selera mereka. Oleh karena itu, jika Anda berteman atau berkencan dengan orang-orang yang memiliki kepribadian seperti ini, Anda sebaiknya coba untuk memahami pikiran mereka agar dapat memiliki hubungan yang baik.