Beberapa Merek Beras Organik Terbaik

Beras atau nasi adalah makanan pokok lebih dari setengah populasi manusia di dunia. Dengan banyaknya jenis beras organik di pasaran saat ini, Anda memiliki beragam pilihan guna memenuhi selera Anda. Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan kualitas secara keseluruhan, termasuk rasa, tekstur, kandungan nutrisi, dan kurangnya zat tambahan seperti pengawet. 

Orang-orang juga lebih menyukai untuk membeli beras organik karena tidak adanya sisa pestisida yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Tidak peduli apakah beras dibudidayakan secara konvensional ataupun organik, profil nutrisi makro masih tetap sama. Untuk membantu menentukan beras organik dan beras konvensional mana yang perlu Anda pilih, artikel ini akan menunjukkan beberapa merek beras terbaik berdasarkan kualitas keseluruhan, kurangnya zat pengawet dan buatan, tekstur dan rasa setelah dimasak, dan nilai nutrisi. 

1. Beras cokelat terbaik

Berbeda dengan nasi atau beras putih biasa, nasi cokelat dianggap sebagai gandum utuh karena mengandung semua bagian gandum, seperti bran, germ, dan endosperma. Oleh karena itu, beras organik jenis ini mengandung serat, protein, dan beberapa mineral seperti mangan dan magnesium yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih biasa. Lundberg Family Farms adalah perusahaan yang dimiliki keluarga yang menyediakan berbagai gandum dan produk gandum. Beras organik cokelat mereka merupakan salah satu yang terbaik yang ada di pasaran saat ini. Selain merupakan beras organik, produk mereka juga bebas gluten dan GMO. Produk yang mereka jual juga bebas zat tambahan, dan hanya mengandung satu bahan, yaitu beras organik cokelat. Setelah dimasak, beras tersebut memiliki tekstur yang padat dan tidak lengket, dan memiliki rasa kacang yang cocok dihidangkan bersama berbagai jenis makanan. 

2. Beras putih terbaik

Meskipun beras cokelat dianggap lebih sehat, beras organik putih lebih banyak dikonsumsi di seluruh dunia. RiceSelect’s Organic White Texmati merupakan salah satu pilihan beras organik putih yang bebas GMO dan gluten. Beras ini juga bebas kandungan zat pengawet dan zat tambahan apapun. Texmati adalah sebuah strain unik yang dapat dijelaskan sebagai beras basmati gaya Amerika. Meskipun tidak se-aromatik beras basmati tradisional, rasa seperti kacang dan mirip popcorn dari beras Texmati cocok dihidangkan bersama makanan lain seperti kari. 

3. Beras basmati terbaik

Beras basmati terkenal karena rasa kacangnya dan aromanya yang wangi. Beras organik ini biasanya digunakan untuk masakan India dan Asia Selatan. Basmati memiliki bentuk seperti jarum dan tidak lengket seperti beras putih dan beras cokelat ketika dimasak. Pride of India adalah sebuah perusahaan yang menawarkan berbagai produk gandum, rempah, dan bumbu dari india. Produk basmati mereka dianggap sebagai salah satu pilihan terbaik karena produk mereka berusia 2 tahun, menghasilkan aroma yang wangi dan rasa yang lebih dalam dibandingkan dengan produk beras basmati lainnya. 

4. Beras merah

Beras organik merah mendapatkan warna cerahnya dari kandungan anthocyanin. Beras jenis ini juga dianggap sebagai gandum utuh, membuatnya menjadi sumber serat yang baik. Lotus Foods adalah perusahaan beras dengan beras organik merahnya dibudidayakan di Thailand dan telah mendapatkan sertifikasi organik dan bebas GMO. 

Beras organik adalah gandum versatile yang disukai di seluruh dunia. Ada banyak jenis dan merek beras organik di pasaran saat ini. Saat Anda membeli beras organik, pilihlah merek yang berkualitas tinggi dan tidak mengandung zat tambahan, pengawet, dan bahan yang tidak dibutuhkan. 

Sumber:

https://www.healthline.com/nutrition/best-rice-brand#bottom-line
https://www.medicalnewstoday.com/articles/318699#white-vs-brown-rice

Beragam Manfaat VCO untuk Diet Anda

Coconut oil atau minyak kelapa, merupakan minyak yang dapat dimakan yang diproduksi dari biji kelapa dan telah mendapatkan kepopuleran tersendiri baru-baru ini berkat manfaat kesehatan yang dimilikinya. Lebih dari ribuan studi telah membuktikan minyak kelapa sebagai salah satu bahan makanan paling menyehatkan. 

Minyak kelapa biasanya tersedia dalam dua jenis, virgin coconut oil, atau disingkat VCO, dan minyak kelapa olahan. Virgin coconut oil diproduksi dari kelapa tanpa mendapatkan paparan dari panas, yang populer berkat aroma wangi dan rasa lezat, serta manfaat VCO untuk diet karena kandungan antioksidan, asam lemak sehat, dan vitamin esensial yang dimilikinya. Artikel ini akan membahas seputar manfaat kesehatan dari virgin coconut oil. 

Mengandung asam lemak yang sehat

Manfaat VCO untuk diet yang pertama adalah kandungan lemak jenuh khususnya yang tinggi. Lemak tersebut memiliki efek yang berbeda terhadap tubuh dibandingkan dengan lemak diet lainnya. Asam lemak yang ada di minyak kelapa dapat membuat tubuh membakar lebih banyak lemak, serta menyediakan energi untuk tubuh dan otak. Asam lemak ini juga dapat meningkatkan kolesterol (baik) HDL di dalam darah, yang mana dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Kebanyakan lemak diet dikategorisasikan sebagai trigliserida rantai-panjang (LCT), sementara minyak kelapa mengandung beberapa trigliserida rantai-sedang (MCT), yang mana merupakan rantai asam lemak yang lebih rendah. Saat Anda mengonsumsi MCT, asam lemak tersebut langsung menuju hati. Tubuh akan menggunakannya dengan cepat sebagai sumber energi atau mengubahnya menjadi ketone. Ketone dapat memiliki manfaat yang kuat bagi otak, dan para peneliti sedang mempelajari ketone sebagai bentuk perawatan epilepsy, penyakit Alzheimer, dan kondisi gangguan kesehatan lainnya. 

Dapat meningkatkan kesehatan jantung

Kelapa adalah makanan yang jarang ditemui pada diet dunia Barat. Akan tetapi, di negara-negara Asia, kelapa telah menjadi salah satu bahan baku untuk memberi rasa dan aroma unik bagi masakan, dan bahkan menjadi makanan pokok. Misalnya, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1981 menemukan bahwa masyarakat Tokelau di rantai kepulauan Pasifik Selatan mendapatkan 60 persen dari kalori mereka dari kelapa. Para peneliti tersebut melaporkan bahwa tidak hanya masyarakat di sana sehat secara keseluruhan, tetapi juga memiliki tingkat penyakit jantung yang rendah. Masyarakat Kitavan di Papua New Guinea juga mengonsumsi banyak kelapa dan memiliki penderita stroke dan penyakit jantung yang sangat sedikit. 

Membantu membakar lemak lebih cepat

Obesitas adalah salah satu kondisi gangguan kesehatan yang memengaruhi seluruh dunia saat ini. Meskipun beberapa orang beranggapan bahwa obesitas hanyalah seputar seberapa banyak kalori yang mereka makan, memperhatikan sumber atau dari mana kalori tersebut berasal juga sangat penting. Makanan yang berbeda dapat memengaruhi tubuh dan hormon dengan cara yang berbeda pula. MCT dalam minyak kelapa dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh bila dibandingkan dengan asam lemak rantai-panjang. 

Sebuah studi menemukan bahwa mengonsumsi 15 hingga 30 gram MCT per hari dapat meningkatkan penggunaan energi selama 24 jam sebanyak 5 persen. Akan tetapi, studi manfaat VCO untuk diet ini tidak memperhatikan efek minyak kelapa secara khusus. Mereka memeriksa efek kesehatan dari MCT, termasuk asam laurat, yang mana membentuk 14 persen dari minyak kelapa. Saat ini tidak ada bukti yang baik yang menyatakan bahwa minyak kelapa itu sendiri akan meningkatkan jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh. Selain itu, penting untuk diingat bahwa minyak kelapa memiliki jumlah kalori yang cukup tinggi, sehingga malah dapat meningkatkan berat badan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.