Apakah BAB Warna Hitam pada Si Kecil Berbahaya?

Pada umumnya feses bayi berwarna kuning keemasan, kecokelatan, dan agak kehijauan. Namun, mungkin kamu pernah menemukan kondisi di mana si kecil mengeluarkan feses berwarna hitam. Tenang, BAB warna hitam tidak selalu mengindikasikan penyakit. 

Biasanya, feses si kecil akan berwarna hitam jika ia mengonsumsi susu formula. Warna ini menunjukan ketidakcocokan bayi dengan susu tersebut. Semakin gelap artinya semakin tidak cocok. BAB berwarna kehitaman pada anak juga dapat disebabkan karena mengonsumsi makanan atau obat tertentu, seperti blueberry, tablet besi, bismut, atau makanan yang berwarna pekat kebiruan, kehijauan, atau hitam.

Feses berwarna hitam pada anak bukanlah hal yang berbahaya. Namun, kamu sebagai orang tua harus waspada apabila feses berwarna hitam disertai dengan keluhan anak tampak lemah, pucat, tidak nafsu makan, nyeri perut, tampak sakit, dan lainnya. Hal itu dapat menjadi pertanda bahwa adanya gangguan pencernaan pada anak. Apabila warna feses hitam, bulat kecil, dan keras bisa menjadi pertanda buah hatimu sedang mengalami sembelit. Berikan ia air putih minimal 150 ml per hari. 

BAB warna hitam pada bayi perlu dibedakan antara yang normal dan memang karena penyakit. Beberapa contoh BAB warna hitam yang merupakan tanda suatu penyakit adalah:

  • BAB warna hitam pekat;
  • Bau feses menyengat;
  • Tekstur cenderung cair yang mengindikasikan adanya infeksi; hingga
  • Adanya darah pada kotoran anak.

BAB warna hitam pada kondisi yang lebih serius dapat disebabkan oleh perdarahan di saluran cerna bagian atas, yaitu esofagus, lambung, atau usus duodenum. Pendarahan tersebut umumnya terjadi karena ada luka di lambung atau duodenum, abnormalitas pembuluh darah, atau varises di esofagus. 

Selain itu, infeksi pencernaan juga bisa saja menyebabkan BAB warna hitam. Kondisi ini perlu diwaspadai karena infeksi saluran cerna menyebabkan gejala seperti diare, nyeri perut, demam, mual, hingga muntah. 

Melanjutkan apa yang sudah disinggung sebelumnya, ada beberapa kondisi yang membuat BAB warna hitam terjadi pada anak, di antaranya:

  • Terlalu banyak mengkonsumsi foremilk (ASI yang encer, pertama kali keluar dari payudara) dibandingkan hidmilk (ASI yang pekat, terakhir keluar dari payudara);
  • Konsumsi susu formula atau makanan instan tertentu;
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi (Fe), misalnya bayam;
  • Konstipasi (sembelit);
  • Gangguan liver (hati);
  • Gangguan pembekuan darah, misalnya karena ITP (idiopathic thrombocytopenic purpura), kanker darah, dsb;
  • Mengkonsumsi makanan tertentu, misalnya blueberry, buah bit; 
  • Efek samping obat; hingga 
  • Perdarahan saluran cerna, misalnya karena tukak lambung, GERD (gastroesophageal reflux disease), gastritis.

Jika BAB warna hitam tersebut tidak disertai keluhan lain seperti demam, muntah, kulit mudah memar, atau mimisan, maka umumnya kondisi ini tidaklah berbahaya. Sebagai langkah awal, coba lakukan tips berikut:

  • Saat menyusui ASI, biarkan bayi menyusu pada 1 payudara sampai habis, baru beralih ke payudara lainnya;
  • Batasi pemberian susu formula atau makanan instan lainnya;
  • Sementara, batasi pemberian makanan dengan zat besi yang tinggi;
  • Perbanyak beri anak air putih;
  • Variasikan menu makanan sehari-hari agar anak tidak selalu ingin mengkonsumsi makanan instan;
  • Pastikan makanan yang kamu beri pada anak diolah dengan baik dan benar; 
  • Disiplinkan anak agar makan dengan teratur.

Apabila BAB warna hitam pada anak disertai keluhan seperti yang telah disebutkan di atas dan kondisinya masih terus terjadi, sebaiknya segera periksakan kondisi buah hati ke dokter spesialis anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait kondisi kesehatan anak. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan sampel tinja, pemeriksaan darah lengkap, dan sebagainya yang sesuai indikasi. Yang dikhawatirkan dari BAB warna hitam adalah adanya darah dalam feses tersebut. Darah ini dapat disebabkan karena luka pada saluran cerna ataupun infeksi pada saluran cerna.

Penyakit yang Sebabkan Gejala Sakit Perut Bagian Atas

Sakit perut bagian atas dapat menjadi gejala adanya penyakit tertentu.

Perut bagian atas memiliki sejumlah organ yang penting untuk tubuhmu. Beberapa organ tersebut di antaranya ialah perut, limpa, pankreas, ginjal, kelenjar adrenal, sebagian dari usus besar, hati, kantung empedu, dan bagian dari usus kecil yang biasa disebut dengan duodenum. Maka dari itu, ada beberapa kondisi mendasar yang dapat menyebabkan sakit perut bagian atas.

Berikut ini beberapa kondisi yang biasanya mengiringi rasa sakit perut bagian atas yang perlu diketahui:

  • Nyeri atau tekanan hebat
  • Demam
  • Mual atau muntah yang tidak akan hilang
  • Penurunan berat badan tak terduga
  • Kulit yang menguning
  • perut berkeringat
  • Perut terasa sangat lembut ketika disentuh
  • Tinja berdarah

Berdasar sejumlah organ tersebut, ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan sakit perut bagian atas, yaitu:

  • Batu Empedu

Batu empedu adalah timbunan padat cairan empedu dan cairan pencernaan lainnya yang terbentuk di kantong empedu kamu. Biasanya, batu empedu menjadi penyebab umum timbulnya rasa sakit yang di sisi kanan perut bagian atas.

Jika kamu mengalami gangguan di batu empedu, sensasi sakit tidak hanya di perut bagian atas saja, tetapi juga di bahu kanan, mengalami mual atau muntah, sakit punggung di antara tulang belikat, rasa sakit yang tiba-tiba, serta intens di tengah perut dan di bawah tulang dada.

  • Hepatitis

Hepatitis adalah infeksi hati yang dapat menyebabkan rasa sakit di sisi kanan perut bagian atas. Gejala umum yang biasanya dialami pengidap hepatitis adalah kelemahan dan kelelahan, mual dan muntah, demam, nafsu makan yang buruk, urine berwarna gelap, nyeri sendi, penyakit kuning, gatal pada kulit, serta kehilangan nafsu makan.

  • Abses hati

Abses hati disebabkan oleh sejumlah bakteri umum yang menyebabkan kumpulan nanah di hati. Abses hati juga bisa menyebabkan infeksi darah, kerusakan hati, ataupun infeksi perut, seperti usus buntu atau usus berlubang.

Gejala lain dari abses hati selain nyeri di perut bagian atas adalah rasa sakit di bagian kanan bawah dada, urine berwarna gelap, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, penurunan berat badan mendadak, penyakit kuning demam, menggigil, serta berkeringat di malam hari.

  • GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah acid reflux yang dapat mengiritasi lapisan esofagus kamu. GERD dapat menyebabkan nyeri ulu hati, yang mungkin kamu rasakan dari perut ke dada. Kondisi ini dapat mengakibatkan kamu merasakan sakit di perut bagian atas.

Gejala lain GERD dapat termasuk sakit dada, gangguan saat menelan makanan, arus balik makanan atau cairan asam, perasaan memiliki benjolan di tenggorokan kamu, batuk kronis, serta masalah tidur dan radang tenggorokan.

  • Hiatal Hernia

Hernia hernia terjadi ketika bagian perut kamu menonjol ke atas melalui otot besar yang memisahkan diafragma dan perut. Kamu mungkin akan merasakan sakit di sisi kiri perut bagian atas, karena di situlah sebagian besar perut berada.

Ada beberapa gejala lain yang mengiringi penyakit ini, seperti mulas, acid reflux, masalah saat menelan, sesak napas, arus balik makanan atau cairan ke mulut, bahkan sampai memuntahkan darah.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyebab sakit perut bagian atas dan penyakit apa yang mengiringinya, bisa tanyakan langsung ke dokter-dokter yang ahli. Nantinya dokter tersebut akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.

Demikian penjelasan mengenai sakit perut bagian atas yang perlu dipahami. Semoga menambah wawasan dan pengetahuanmu.