Mengenal Penyakit Kista Baker dan Gejalanya

Nama lain penyakit ini adalah kista popliteal yang terjadi karena radang di jaringan bagian belakang sendi lutut. Pembengkakan dan peradangan ini dapat menyebabkan sakit pada betis dan lutut, adanya cairan di sekitar lutut, serta terkadang terdengar suara mengunci atau berbunyi klik di sendi lutut.

Pernahkah Anda mendengar istilah kista baker? Ini merupakan benjolan yang ada di bagian belakang lutut yang berisi cairan atau kista. Hal ini akan menyebabkan bagian belakang lutut akan terasa nyeri dan bengkak, apalagi ketika bergerak. 

Mengenal Kista Baker

Nama lain penyakit ini adalah kista popliteal yang terjadi karena radang di jaringan bagian belakang sendi lutut. Pembengkakan dan peradangan ini dapat menyebabkan sakit pada betis dan lutut, adanya cairan di sekitar lutut, serta terkadang terdengar suara mengunci atau berbunyi klik di sendi lutut. 

Pada kasus yang jarang terjadi, kista baker ini bisa pecah dan menyebabkan cairan bocor ke betis. Kemudian berakibat betis jadi sakit, mengalami pembengkakan, dan kemerahan.

Penyebab Munculnya Penyakit Kista Baker

Benjolan di bagian belakang lutut ini disebabkan karena sinovial yang terlalu banyak sehingga menghasilkan pembentukan cairan di belakang lutut. Sinovial ini adalah cairan pelumas yang berguna membantu pergerakan kaki dan mengurangi gesekan di bagian yang bergerak pada lutut. Akan tetapi, pada beberapa kasus, lutut terlalu banyak memproduksi cairan sinovial sehingga menyebabkan kista baker. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat peradangan pada sendi lutut seperti misalnya artritis, serta mengalami cedera lutut berupa robekan tulang rawan.

Gejala dan Tanda-tanda Kista Baker

Umumnya, penderita kista baker ini tidak mengalami gejala apapun. Namun, bila muncul gejala, biasanya berupa pembengkakan di bagian belakang lutut dan di kaki, terasa nyeri, serta mengalami kekakuan pada lutut. Kista ibi terkadang bisa pecah, sehingga menyebabkan munculnya rasa sakit, memar, dan pembengkakan di belakang lutut dan juga betis. Rasa sakit ini akan semakin parah ketika penderita merentangkan lutut sepenuhnya atau aktif berkegiatan.

Jika cairan sinovial ini bocor dan mengalir ke betis, biasanya akan muncul gejala berupa pembekuan darah di pembuluh darah kaki. Jika ada kemerahan dan pembengkakan di betis, maka perlu dilakukan evaluasi medis yang bertujuan mengetahui apakah penyebab serius sehingga menyebabkan munculnya gejala.

Cara Mengobati Kista Baker

Jika tidak muncul gejala, maka pengobatan kista popliteal ini tidak diperlukan. Bisa dengan menggunakan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan paracetamol, yang bisa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi pembengkakan. 

Bisa juga dibantu dengan kompres dingin menggunakan es di area yang mengalami pembengkakan. Jika penderita memiliki kondisi atau penyakit lain yang menjadi penyebab kista, maka penting untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Karena kista bisa hilang jika penyebabnya sudah teratasi dengan baik.

Di beberapa kasus, mungkin juga dilakukan operasi untuk membantu mengeringkan kista. Selain itu juga bisa membantu memperbaiki kerusakan yang signifikan yang terjadi di sekitar lutut. 

Bisa juga dilakukan injeksi kortikosteroid yang akan membantu meringankan peradangan. Dokter juga mungkin menyarankan pasien untuk menjalani fisioterapi untuk mengatasi penyakit ini. 

Pasien untuk dilarang untuk melakukan aktivitas yang membuat sendi lutut berat. Sehingga tidak memperparah kondisi kista yang dialami. Sebab, kista baker ini menekan sendi lutut yang mungkin saja menimbulkan peradangan. 

Lutut merupakan sendi yang kompleks dan cukup besar karena menjadi titik temu tiga tulang besar, yakni paha, tulang kering, serta tempurung lutut. Sendi lutut ini juga jadi penopang  berat badan. Sehingga Anda perlu menjaga berat badan tetap ideal agar tidak memperberat kerja sendi ini. 

Olahraga juga bisa membuat sendi lutut rentan mengalami cedera. Maka, Anda perlu berhati-hati agar tidak mengalami cedera karena secara tidak langsung juga mencegah terjadinya benjolan di belakang lutut. Pastikan melakukan warming up dan cooling down sebelum dan sesudah berolahraga, gunakan sepatu olahraga yang baik, dan hentikan olahraga ketika mengalami cedera. 

Jika keluhan kista baker yang Anda rasakan semakin mengganggu, maka segeralah konsultasikan dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat.