8 Obat Osteoporosis dari Dokter

Dalam menentukan jenis pengobatan osteoporosis yang sesuai, dokter biasanya akan melakuka tes kepadatan tulang atau bone densitrometri test. Tujuannya untuk memastikan atau memprediksi respons tubuh pasien terhadap pengobatan yang direncanakan. Selain itu, hasil tes tersebut juga bisa membantu dokter dalam menentukan jenis obat osteoporosis yang tepat.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya penggunaan obat-obatan osteoporis pada dasarnya hanya bisa membantu meringankan gejala yang ada. Selain itu juga digunakan untuk memperlambat proses pengeroposan tulang, memperkuat tulang dan mencegah terjadinya patah tulang. Sebelum menggunakan obat ini sangat disarankan untuk mengetahui beberapa jenis obat yang ada.

Jenis Obat Osteoporosis

  • Bifosfonat

Jenis obat yang fungsi utamanya digunakan untuk mengatasi osteoporosis, menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Theurapetic Advances in Chronic Disease, golongan obat ini dapat membantu mencegah terjadinya patah tulang yang diakibatkan tulang keropos. Termasuk dalam golongan ini adalah alendronat, fungsinya memperlambat laju pengeroposan tulang.

  • Denosumab

Merupakan jenis obat untuk osteoporosis yang pada umumnya diberikan pada pasien yang tidak bisa menggunakan obat jeis bifosfonat sebagai langkah pengobatan yang efektif. Obat ini diberikan dalam bentuk injeksi, selain itu obat ini lebih efektif dalam meningkatkan kepadatan tulang dan bisa mengurangi risiko patah tulang ketimbang jenis bifosfunat.

  • Raloxifine

Termasuk ke dalam golongan obat selective receptor modulators (SERMs), menurut National Health Security, SERMs dapat memberikan efek pada tulang yang sama dengan hormon estrogen. Obat ini mampu menjaga kepadatan tulang hingga mengurangi risiko terjadinya patah tulang, terlebih pada tulang belakang.

  • Teripatide

Pada umunya teripatide biasa diperuntukkan dalam mengatasi osteoporosis dengan tingkatan yang sudah parah dan sudah tidak dapat diatasi dengan obat lain. Obat ini mampu menstimulasi sel-sel pada tubuh yang berperan dalam proses pembentukan tulang hingga tulang menjadi semakin kuat dari yang sebelumnya.

  • Terapi Pengganti Hormon

Faktor penyebab terjadinya osteoporosis adalah hormon yang tidak seimbang di dalam tubuh, untuk itu pengobatan dari penyakit tulang keropos ini bisa diatasi dengan terapi hormon. Diberikan ketika melakukan terapi hormon bisa membantu memperlambat proses pengeroposan tulang dan mengurangi risiko terjadinya patah tulang pada perempuan menopause.

  • Suplemen Vitamin D

Nyaris setiap pemberian obat yang termasuk dalam resep dokter juga dibarengi dengan pemberian suplemen vitamin D. Kombinasi antara obat resep dan suplemen vitamin ini dibutuhkan guna memastikan efek dari pengobatan osteoporosis yang dikonsumsi. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua resep dibarengi dengan pemberin suplemen.

  • Kalsium

Selain vitamin D, pemberian kalsium juga sangat penting dalam pengobatan penyakit osteoporosis. Untuk orang dewasa diperlukan asupan sekitar 1.000 miligram kalsium per hari untuk menjaga tulang sehat dan kuat. Bagi seseorang yang sudah berusia 51 tahun ke atas dan memilki osteoporosis, perlu mengonsumsi suplemen kalsium dosis 1.200 miligram per harinya.

  • Obat Herbal

Selain obat kimia, bahan-bahan herbal juga bisa digunakan sebagai obat osteoporosis, seperti red clover atau semanggi merah dan paku ekor kuda. Penelitian yang diterbitkan Evidence Based Complementary and Alternative Medicine, ekstrak semanggi merah diklaim mampu menjadi obat herbal bagi penderita osteoporosis.

Konsumsi ekstrak semanggi merah selama 12 minggu secara berturut-turut memberi efek baik untuk kesehatan tulang perempuan menopause. Hasil penelitian juga menemukan bahwa suplemen produk herbal mampu membantu melindungi tulang punggung dari efek penuaan tulang akibat usia dan osteoporosis.