Waspadai Neuroblastoma, Kanker Langka yang Menyerang Anak-Anak

Penyakit kanker bisa menyerang siapa saja, baik bayi yang baru lahir maupun lansia. Dari berbagai jenis penyakit kanker yang ada, neuroblastoma menjadi salah satu penyakit kanker yang menyerang anak-anak.

Neuroblastoma tergolong sebagai kondisi kanker yang cukup langka. Kanker ini menyerang jaringan saraf anak yang berfungsi untuk membawa pesan dari otak ke seluruh tubuh.

Kanker ini paling sering muncul di sekitar kelenjar adrenal, yaitu kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi hormon. Kelenjar ini terletak di atas ginjal dan memiliki sel yang serupa dengan sel saraf.

Meski umumnya tumbuh di sekitar kelenjar adrenal, kanker ini juga bisa timbul dari berbagai area lainnya, khususnya di area tempat sekelompok sel saraf berkumpul.

Gejala yang timbul pada anak saat menderita neuroblastoma

Saat kanker baru tumbuh, gejala pada anak mungkin sulit untuk dideteksi. Hal ini karena beberapa gejala tampaknya serupa dengan kondisi penyakit umum pada anak.

Sebagai orang tua, Anda bisa mendeteksi kemungkinan anak menderita kanker ini dengan mengenali gejala-gejalanya. Biasanya, anak yang menderita neuroblastoma akan mengalami gejala berupa:

  • Benjolan yang tumbuh di area leher
  • Sesak napas dan kesulitan menelan
  • Nyeri tulang, lemas, dan mudah tersinggung
  • Gerakan mata dan otot yang tersentak-sentak
  • Bengkak dan nyeri pada perut, terkadang disertai dengan sembelit dan kesulitan buang air kecil
  • Benjolan kebiruan di kulit dan memar, khususnya di sekitar area mata
  • Kelemahan tungkai, membuat anak tidak stabil saat berjalan, disertai dengan mati rasa pada tubuh bagian bawah
  • Kulit pucat, kelelahan, kehilangan energi, kehilangan nafsu makan, berat badan menurun

Kondisi-kondisi di atas bisa juga dirasakan ketika anak menderita beberapa penyakit lain. Oleh sebab itu, apabila Anda melihat anak mengalami gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan anak.

Apakah neuroblastoma diturunkan?

Secara umum, kanker bisa tumbuh berdasarkan hasil mutasi pada beberapa sel tubuh. Proses mutasi memungkinkan beberapa sel untuk tumbuh di luar kendali.

Pada neuroblastoma, mutasi mempengaruhi sel saraf yang belum matang pada bayi di dalam kandungan. Sel-sel tersebut akan tumbuh seiring dengan bertumbuhnya bayi di dalam kandungan, menjadi sel saraf yang memicu kondisi kanker ini.

Sebagian besar kasus kanker jenis ini bukan merupakan kanker yang diturunkan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa diturunkan melalui suatu pola mutasi gen.

Upaya pengobatan neuroblastoma

Pengobatan untuk kanker ini berbeda-beda bagi setiap anak, tergantung pada usia dan stadium kanker. Umumnya, anak-anak yang menderita kanker jenis ini melakukan lebih dari dua upaya pengobatan dan dilakukan selama bertahun-tahun.

Beberapa pengobatan neuroblastoma meliputi:

  • Operasi pengangkatan sel kanker. Dalam beberapa kasus, anak hanya perlu menjalani operasi sebagai upaya pengobatan.
  • Kemoterapi, membantu memperkecil sel kanker. Bila sel kanker berhasil mengecil sebelum operasi, anak tidak perlu menjalani operasi.
  • Terapi radiasi, dilakukan setelah operasi untuk menghancurkan sel kanker yang masih tersisa.
  • Imunoterapi, menggunakan obat yang menargetkan sel kanker secara langsung, namun tidak digunakan secara rutin.
  • Transplantasi sel induk, sel induk anak dikumpulkan, dibekukan, dan disimpan, kemudian melalui kemoterapi intensif. Setelah itu, sel induk anak akan dikembalikan.

Hasil dari upaya pengobatan ditentukan oleh stadium kanker neuroblastoma anak. Semakin tinggi stadiumnya, maka semakin kompleks pula upaya pengobatan yang perlu dilalui. Apabila kanker terdeteksi sedini mungkin, peluang anak untuk mengalami pemulihan dengan cepat lebih tinggi.