Waspadai Penyebab Kolera yang Rawan Menyerang Masyarakat di Indonesia

Setidaknya terdapat 2,6 juta kasus kolera dengan 40 ribu lebih korban jiwa yang dilaporkan oleh WHO dalam kurun satu dasawarsa, dari 2006 hingga 2016. Bakteri Vibrio cholerae adalah penyebab utama dari penyakit kolera. Bakteri tersebut menginfeksi tubuh manusia melalui perantara makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Sesaat setelah bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, ia akan menginfeksi saluran pencernaan yang kemudian akan menyebabkan diare. Dalam kasus tertentu, diare berat yang tidak diatasi dapat menyebabkan dehidrasi berat dan kemungkinan meninggal dunia.

Bakteri yang menjadi penyebab kolera cenderung menyukai sanitasi yang buruk. Tidak adanya sarana yang menyediakan air bersih maupun fasilitas kebersihan lain, seperti fasilitas mandi cuci kakus yang memadai, yang juga dipicu oleh perilaku pribadi yang tidak menjaga kebersihan, mampu meningkatkan risiko penyakit kolera.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, penyakit kolera terbilang cukup ditemukan di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan bahwa Indonesia terbebas dari penyakit kolera. Faktanya, tingkat indikator perilaku hidup bersih di Indonesia hanya menyentuh angka 32,2%. Angka tersebut menunjukkan masih tingginya peluang bakteri penyebab kolera hadir di tengah kehidupan masyarakat.

Telah disebutkan bahwa terdapat kaitan yang erat tentang minimnya ketersediaan sarana sanitasi dan air bersih bagi masyarakat dengan tingkatan risiko risiko penyakit kolera, terlebih jika terjadi perang maupun bencana alam yang melanda Indonesia. Dapat diasumsikan bahwa, pada kondisi tertentu tersebut, sarana sanitasi dan sumber air bersih akan mengalami kerusakan, sehingga banyak pengungsi yang akan berkumpul di suatu tempat yang tidak ada akses air bersih sama sekali.

Risiko ini tentu dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup yang bersih. Hal sederhana seperti membiasakan diri mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, baik sebelum maupun setelah makan, begitu juga ketika setelah menggunakan toilet.

Mengolah bahan makanan yang akan dikonsumsi secara tepat juga dapat mengurangi risiko masuknya bakteri penyebab kolera ke dalam tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan bahwa bahan tersebut telah dicuci bersih dan dimasak dengan matang.