Jangan Sampai Tidak Tahu, Ini Batasan Screen Time Anak Sesuai Usia

Kemajuan teknologi seperti sekarang ini memang membuat hampir semua orang banyak menghabiskan waktu di depan layar ponsel. Termasuk anak-anak. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memantau dan mengetahui screen time anak.

Screen time adalah waktu yang dihabiskan ketika berada di depan layar elektronik, seperti bermain game di smartphone, menonton youtube di tablet, maupun menonton televisi.

Kenapa penting menjaga screen time anak? Sebab, ketika penggunaan gadget atau barang elektronik tidak dibatasi pada anak, maka dapat memengaruhi tumbuh kembang anak seperti pertumbuhan fisik, mental, hingga emosi si kecil.

Apalagi di awal-awal usia sang anak, penting bagi bayi mengeksplorasi semua hal yang ada di sekitarnya. Rangsangan terbaik untuk perkembangan otak bayi didapat saat berinteraksi dengan nyata dengan orang tua, saudara, ataupun teman-temannya.

Akan tetapi, seringkali anak malah asik sendiri dengan smartphone dan lupa untuk berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Batasan Screen Time Anak Sesuai Usia

Terkait hal ini, sebenarnya ada batasan screen time anak, lho. Batasan ini disesuaikan dengan golongan usia.

Berikut batasan screen time anak yang dianjurkan sesuai umur anak menurut WH dan Akademi Kedokterak Anak Amerika Serikat.

  • Usia 0-18 Bulan

Tahukah Anda bahwa bayi yang masih berusia 0-18 bulan tidak dianjurkan untuk mendapat screen time sama sekali. Apalagi jika bayi dibiarkan menonton atau menikmati ponsel sendirian.

Namun, untuk sekadar video call dengan anggota keluarga tidak ada salahnya. Kondisi tersebut termasuk dalam membangun interaksi dengan orang lain di sekitarnya.

  • Usia 18-24 Bulan

Ketika bayi berusia 18-24 bulan atau menuju 2 tahun, sudah boleh mendapat screen time. Namun, haruslah didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Berikan tontonan yang bermanfaat dan juga menghibur sesuai dengan usianya.

Tapi sewajarnya saja, tidak boleh terlalu lama karena bayi masih perlu bermain, berinteraksi dengan lingkungan, dan tidur.

  • Usia 2-5 Tahun

Nah, di usia 2 tahun, screen time anak hanya boleh maksimal 1 jam saja. Akan lebih baik waktu tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin agar anak mendapat edukasi seusianya.

Jangan sampai anak menjadi penonton pasif dan menyaksikan sesuatu yang bukan untuk dirinya. Anda sebagai orang tua bisa memberikan anak tontonan tentang edukasi bentuk, warna, nama hewan, ataupun benda-benda yang ada di lingkungan. Tontonan ini akan membantu tumbuh kembang anak.

  • Usia 6 Tahun ke Atas

Sebenarnya di usia 6 tahun ke atas, tidak ada waktu spesifik terkait screen time anak. Hanya saja, sebaiknya orang tua memberikan batasan waktu yang konsisten bagi anak. Berapa lama dalam sehari anak hanya boleh menatap gadget dan disiplinkan aturan tersebut setiap hari. Screen time juga tidak boleh mengganggu jadwal tidur, aktivitas, hingga kebiasaan yang penting dilakukan oleh anak demi menjaga kesehatannya.

Tips Membatasi Screen Time Anak

Membatasi waktu bermain gadget memang harus dibiasakan. Memang tidak mudah, apalagi sudah sejak bayi dikenalkan dengan gadget. Sehingga perlu konsistensi dan disiplin yang ketat dari orang tua.

Berikut beberapa tips untuk mengurangi screen time anak.

  • Dimulai sejak dini, dengan menerapkan pembatasan screen time sesuai usia
  • Mulai bernegosiasi dengan anak yang lebih tua agar mau membatasi screen time hariannya. Biasanya anak yang lebih tua akan sulit jika tiba-tiba disuruh berhenti menggunakan gawai. Jelaskan maksud dan tujuannya agar anak mengerti.
  • Letakkan gawai Anda dan lakukan banyak hal bersama. Anda harus memberi contoh yang baik di rumah, termasuk dalam penggunaan gadget. Jika dalam kondisi mendesak harus memegang ponsel di depan anak-anak, jelaskan alasan Anda melakukan hal tersebut.