Peraturan Sepak Bola: Memahami Offside Sesuai Laws of The Game FIFA

Sering mendengar istilah offside? Ya, offside adalah salah satu peraturan sepak bola yang paling penting untuk menciptakan keadilan dalam pertandingan.

Sebagian besar aturan dalam sepak bola terbilang sederhana, kecuali offside. Peraturan offside diyakini bermula pada tahun 1863, tetapi terus mengalami sejumlah perubahan signifikan.

Aturan offside yang kita kenal sekarang adalah hasil dari revisi dan penggodokan ulang dari aturan-aturan yang tidak sempurna di masa lalu. Saat ini offside sudah lebih matang dan minim celah.

Offside diatur dalam Laws of the Game FIFA, tepatnya dalam Laws 11. Perlu Anda tahu, Law of the Game adalah dasar dari setiap peraturan sepak bola yang diterapkan di negara mana pun.

Lalu bagaimana aturan offside menurut Laws of the Game FIFA? Yuk simak selengkapnya di bawah ini!

Posisi offside

Berada di posisi offside bukanlah suatu pelanggaran.

Pemain baru terjebak dalam pelanggaran offside jika menerima bola, dengan ketentuan:

  • Bagian dari kepala, tubuh, atau kaki, berada di wilayah bermain lawan (melewati garis tengah) dan
  • Bagian dari kepala, tubuh, atau kaki, lebih dekat ke garis gawang lawan daripada bola dan lawan kedua terakhir

Lengan dan tangan setiap pemain, termasuk kiper, tidak dihitung dalam aturan ini. Untuk penentuan offside, batas atas lengan harus sejajar dengan bagian bawah ketiak.

Pemain tidak berada di posisi offside jika sejajar dengan:

  • Pemain kedua terakhir atau
  • Dua pemain terakhir

Pelanggaran offside

Pemain dalam posisi offside hanya dihukum jika, pada saat bola menyentuh atau dimainkan oleh salah satu rekan setimnya, dia dianggap terlibat aktif dalam permainan dengan melakukan:

  • Mengganggu aliran permainann dengan menyentuh bola yang diumpan atau yang sudah disentuh oleh rekan setimnya
  • Mengganggu lawan dengan melakukan:
    • Mencegah lawan untuk bermain atau untuk mendekati bola dengan mengganggu visi lawan
    • Menantang lawan dalam duel merebut bola
    • Mencoba menyambut bola yang berada di dekatnya dan memengaruhi lawan
    • Membuat gerakan yang jelas memengaruhi kemampuan lawan memainkan bola
  • Mendapat keuntungan dengan menerima bola atau mengganggu lawan ketika:
    • Bola rebound atau memantul tiang gawang atau lawan

Seorang pemain yang berada dalam posisi offside dan menerima bola dari lawan yang sengaja mengarahkan bola kepadanya, termasuk handball yang disengaja, dianggap tidak mendapatkan keuntungan, kecuali itu adalah penyelamatan dari lawan.

Penyelamatan umumnya dilakukan oleh seorang kiper, tapi bisa juga dilakukan oleh pemain lawan, yakni ketika pemain tersebut menghentikan atau mencoba menghentikan bola yang akan memasuki atau sudah sangat dekat ke gawang dengan menggunakan bagian tubuh mana pun kecuali tangan atau lengan (kecuali kiper di area penalti)

Berikut situasi yang mungkin terjadi:

  • Seorang pemain yang bergerak dari, atau berdiri di, posisi offside yang menghalangi lawan dan mengganggu pergerakan lawan ke arah bola. Ini adalah pelanggaran offside jika mengurangi kebebasan lawan untuk bermain atau menyambut bola. Pemain yang  menghalangi lawan harus dihukum.
  • Seorang pemain dalam posisi offside bergerak ke arah bola dengan maksud memainkan bola dan dilanggar sebelum mencoba memainkan bola, atau menantang lawan dalam duel merebut bola, pelanggaran tersebut tetap dijatuhi hukuman karena terjadi sebelum pelanggaran offside.
  • Pelanggaran yang dilakukan terhadap pemain dalam posisi offside yang sudah memainkan atau mencoba memainkan bola, atau menantang lawan dalam duel merebut bola, pelanggaran offside lebih dahulu ditentukan karena terjadi sebelum pelanggaran fisik.

Tidak offside

Tidak dihitung pelanggaran offside jika pemain (dalam posisi offside) menerima bola langsung dari:

  • Tendangan gawang
  • Lemparan ke dalam
  • Tendangan sudut

Pelanggaran dan sanksi

Jika ada pelanggaran offside, wasit akan memberikan tendangan bebas tidak langsung di titik pelanggaran tersebut terjadi.

Seorang pemain dari tim bertahan yang meninggalkan lapangan tanpa izin wasit, akan dianggap berada di garis gawang atau touchline untuk perhitungan offside sampai penghentian permainan berikutnya atau sampai tim bertahan memainkan bola ke garis tengah dan di luar area penalti.

Seorang pemain dari tim menyerang dapat melangkah ke luar lapangan permainan supaya tidak terlibat dalam permainan aktif. Jika si pemain masuk kembali dari garis gawang dan terlibat dalam permainan sebelum penghentian berikutnya dalam permainan, atau tim bertahan telah memainkan bola ke arah garis tengah dan bola berada di luar daerah pinalti, pemain dianggap diposisikan di garis gawang untuk tujuan offside.

Jika seorang pemain dari tim menyerang berdiri diam di antara garis gawang dan di dalam gawang ketika bola bergulir memasuki gawang, gol harus tetap diberikan, kecuali pemain tersebut melakukan pelanggaran offside atau pelanggaran lainnya.