TBC Kulit

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit yang dapat menyerang organ dalam paru-paru manusia. Tidak hanya terjadi pada bagian paru-paru, TBC juga bisa terjadi pada bagian luar paru-paru (ekstrapulmonari) seperti pada bagian kulit (atau yang dikenal sebagai TBC kulit).

Pengertian TBC Kulit

TBC kulit juga disebut sebagai TBC kutaneous. TBC kulit merupakan jenis infeksi yang terjadi pada bagian kulit manusia dimana kondisi tersebut disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yakni bakteri yang menimbulkan TBC paru. Bakteri tuberkulosis memiliki empat spesies, antara lain M. tuberculosis, M. bovis, M. africanum, dan M. microti. Semua spesies bakteri dapat menyebabkan TBC kulit.

Sama seperti TBC paru, TBC kulit juga biasanya dapat ditemukan di bagian tubuh yang banyak terdapat penderita TBC paru. Yang menjadi perbedaan antara TBC paru dan TBC kulit adalah jumlah penderita. 1 hingga 2 persen penderita mengalami TBC kulit. Jumlahnya jauh lebih sedikit dari jumlah penderita TBC ekstrapulmonari.

TBC kulit bisa terjadi pada saat bakteri tuberkulosis menyebar ke bagian permukaan kulit manusia. Infeksi yang dialami manusia mungkin terjadi melalui beberapa cara seperti infeksi langsung pada kulit, bakteri yang menyebar ke kulit organ pada bagian bawah kulit manusia yang mengalami TBC sebelumnya, atau melalui peredaran darah dan limfogen.

Gejala

Ketika Anda mengalami TBC kulit, Anda mungkin bisa mengalami berbagai gejala pada tubuh Anda. TBC kulit dibagi menjadi dua jenis, antara lain TBC kulit primer dan TBC kulit sekunder.

TBC kulit primer terjadi pada orang yang pernah mengalami TBC lain atau disuntik vaksin BCG dan ditandai dengan bintil kecil yang berkembang menjadi lesi seperti luka, namun tidak menimbulkan rasa nyeri. Sebagian orang yang pernah mengalami TBC atau disuntik vaksin BCG, lesi yang muncul biasanya berbentuk papula yang berkembang menjadi hiperkeratotik dan jaringan parut. Kondisi tersebut terjadi selama bertahun-tahun.

TBC kulit sekunder merupakan reaktivasi dari lesi lama atau TBC kulit primer yang berkembang menjadi lebih kronis. TBC kulit sekunder juga lebih banyak terjadi pada manusia dibandingkan dengan TBC kulit primer.

Diagnosis

Jika Anda mengalami TBC kulit, Anda dapat periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan memeriksa kondisi fisik Anda terlebih dahulu. Pemeriksaan fisik bertujuan untuk mengetahui jika ada lesi pada kulit atau tidak.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi tes mantoux. Caranya dengan menyuntikkan cairan yang disebut sebagai PPD tuberculin ke kulit pada bagian lengan Anda.

48 hingga 72 jam kemudian, dokter akan memeriksa bekas suntikan tersebut, untuk mengetahui jika Anda mengalami benjolan atau tidak. Jika Anda mengalami benjolan berukuran 5 hingga 9 mm, maka Anda dinyatakan positif mengalami TBC. Setelah mengetahui kondisi tersebut, Anda perlu menjalani pemeriksaan lanjut yang meliputi pemeriksaan dahak dan rontgen dada.

Pengobatan

Jika pasien ingin mengobati TBC kulit, maka pengobatannya sama seperti TBC paru, yakni obat antituberkulosis. Obat antituberkulosis yang dapat digunakan termasuk obat antibiotik. Contoh obat antibiotik yang dapat digunakan adalah isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, dan ethambutol. Pengobatan tersebut bergantung pada kondisi pasien, ada yang perlu waktu berbulan-bulan, namun juga ada yang sampai sekitar satu tahun.

Kesimpulan

TBC kulit merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai. Gejala yang dialami penderita dapat berkembang menjadi lebih buruk. Oleh karena itu, pengobatan sangat diperlukan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai TBC kulit, Anda bisa tanyakan persoalan ini ke dokter.