TB Ekstra Paru: Apakah Menular? Dapatkah Disembuhkan?

TB ekstra paru atau extra pulmonary tuberculosis adalah suatu kondisi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis menyerang ke organ-organ tubuh selain paru-paru.

Kondisi ini termasuk langka. Pasalnya, TB atau TBC lebih sering menyerang paru-paru. Umumnya muncul peradangan di paru-paru akibat infeksi bakteri. Kondisi ini disebut TB paru.

Namun menurut WHO (World Health Organization) kasus TB ekstra paru juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Tercatat ada sekitar 20% kasus TB ini.

Kasus ini juga dapat terjadi pada setiap usia, meski lebih umum terjadi pada orang dewasa. Biasanya organ yang diserang adalah organ selain paru-paru seperti persendian, kelenjar limpa, selaput otak, ginjal, tulang, alat kelamin, hingga kulit.

TB ekstra paru termasuk penyakit mematikan, khususnya jika tidak dirawat dengan benar. Lantas, apakah menular? Dapatkah disembuhkan?

Penyebab TB ekstra paru

Seperti yang disinggung di atas, tuberkulosis disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. TB ekstra paru juga demikian, tidak ada pengecualian, hanya kondisinya lebih buruk karena menyerang organ selain paru-paru.

Ada pula faktor epidemiologis kasus TB ini, khususnya bagi mereka yang terlahir di negara dengan prevalensi TB tinggi. Biasanya penderita mudah tertular di tempat kerja atau tempat tinggal bersama.

Masalahnya, diagnosis tuberkulosis ekstra paru ini sedikit sulit karena lambatnya perkembangan manifestasi klinis nonspesifik. Ada pula masalah rendahnya sensitivitas acid-fast bacilli (AFB) pada spesimen.

Diagnosis

Seperti yang disinggung di atas, mendeteksi TB ekstra paru tidak selalu mudah. Perlu uji lab intensif untuk mengenali kasus extra pulmonary TB sejak dini.

Menurut NCBI kasus TB ekstra pada rentang 2005-2007 mencapai 14%, tapi pada rentang 2010-2013 meningkat lebih dari 20%. Hingga kini tidak diketahui apa penyebab peningkatan tersebut.

Pasalnya, pencatatan kasus sedikit sulit karena minimnya laporan kasus. Diagnosis TB ekstra juga lebih sulit. Sebab itu, kemungkinan kasus nyata di lapangan lebih tinggi dari data.

Faktor kunci dalam diagnosis

  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Nyeri dada pleuritik
  • Nyeri tulang
  • Gejala kencing

Faktor diagnosis lainnya

  • Batuk-batuk
  • Mental tidak stabil
  • Gejala neurologis
  • Hepatomegali

Faktor risiko TB ekstra

  • Terpapar bakteri TB
  • Lahir di Asia, Amerika Latin, atau Afrika
  • Infeksi HIV
  • Pengobatan immunosuppressive

Langkah diagnosis awal

  • X-ray dada
  • Kultur dahak
  • Smear dahak
  • Tes kulit tuberkulin

Apakah TB ekstra menular?

Pada dasarnya, setiap jenis TB dapat menular, sehingga harus diobati dengan segera agar tidak sampai melukai organ tubuh lainnya. TB dapat menimbulkan komplikasi jika tidak segera dicegah.

Meski demikian, TB ekstra paru tidak dapat menular dengan mudah, kecuali jika penderita juga mengalami kasus TB paru di saat yang sama.

TB paru dapat menyebabkan batuk, sehingga bakteri dapat menular melalui droplet. Nah dalam kasus TB ekstra yang tidak menyerang paru-paru, potensi penularan lebih kecil, meski tidak sepenuhnya nol.

Untuk itu, sebaiknya Anda mengambil kemungkinan terburuk dan menjaga diri agar tiadk sampai terpapar atau memaparkan ke orang lain.

Dapatkah disembuhkan?

Pada umumnya, pengobatan TB luar paru dan TB biasa tidak jauh berbeda. Artinya kasus spesial ini dapat diatasi dengan pengobatan anti-tuberkulosis.

Tentunya Anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Kemungkinan besar Anda akan diresepkan obat anti-TB dasar, lalu ditambahkan dengan obat tertentu sesuai dengan organ yang diserang.

Secara umum ada tiga jenis obat antituberkulosis, yaitu Rifampicin, Isoniazid, dan Pyrazinamide. Dokter akan menentukan kombinasi yang tepat untuk kondisi Anda.

Selain itu, tentu Anda mungkin perlu menjalani perawatan lain seperti:

  • Paradoxical reaction
  • Corticosteroids
  • Operasi
  • Monitor TB selama perawatan

Demikian informasi mengenai TB ekstra paru, khususnya soal apakah menular dan dapatkah disembuhkan. Semoga membantu ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *